
.
.
.
Crystal tertawa senang melihat Dinda makan begitu lahap, bahkan Ia melupakan amarah dan kesalnya pada keluarganya malah begitu bahagia melihat Dinda suka dan senang.
"terimakasih Dewa....! aku diberi kesempatan merubah takdir adikku, sekarang dia punya keluarga dan akan menjadi seorang Ibu". batin Crystal tersenyum lembut mengelus kepala Dinda.
Dinda sesekali menoleh ke Crystal matanya menyipit tapi mulutnya tak henti-henti mengunyah.
"pelan-pelan saja Dinda..! tidak ada yang merebut makananmu". kata Crystal
"ini enak sekali kak". racau Dinda dengan mulut penuh.
"emang kamu nya aja yang lagi ngidam". kekeh Crystal membenahi rambut Dinda.
kasih sayang Crystal ke Dinda sudah diketahui semua orang. Belle telah menikah dengan Botak dan tidak tinggal di Mansion lagi tapi Belle tau kalau Dinda adalah adik angkat Crystal tanpa tau kalau Dinda adalah adik kandung Crystal dimasa lalu, begitu juga dengan Lina yang tau sayangnya Crystal ke Dinda.
.
.
Crystal menatap datar suaminya yang masuk ke kamar Cashel, Cashel memeluk Bunda nya dengan erat sambil menyus*.
"sayang? apa kamu marah padaku?". tanya Alex berbisik.
Crystal menggeleng kepalanya, tangannya mengelus lembut rambut belakang Cashel yang berwarna Coklat kemerahan.
"lalu kenapa menatapku seperti itu?". bisik Alex.
Crystal memutar bola matanya dengan malas, "karna aku masih kesal padamu Lex..! sekarang diamlah, aku tidak mau anakku terbangun". peringatan Crystal.
Alex duduk secara hati-hati di ranjangnya lalu mendekati Cashel, Ia hanya bisa melihat sebelah pay*d*ra sang Istri tengah menyus*i sang putra kecil mereka berdua, Alex menaikkan pandangannya bertemu dengan mata Violet Crystal tengah melotot seolah tau apa yang dipikirkan sang suami mesumnya itu.
Alex tak berkomentar hanya memejamkan matanya mencium kepala belakang Cashel yang masih menyed*t asi sang Bunda.
"dasar suamiku ini, penyakit mesummu makin parah Lex..! kita sudah punya anak tapi tetap saja kamu ingin melakukan hubungan itu setiap detik, kalau dilakukan terus lalu bagaimana dengan anak kita hmm??". batin Crystal menggeleng kepalanya sambil menyunggingkan senyuman tipisnya.
menurut Crystal pasangan suami Istri itu jika sudah punya anak tentu saja waktunya lebih banyak dihabiskan dengan anak, tapi Alex bertingkah seperti belum punya anak saja padahal anak masih menyus*i, Crystal belum mau hamil cepat karna anaknya masih ketergantungan Asi.
mereka tidur bertiga seperti keluarga bahagia, Crystal yang dulu tidurnya bisa jungkir balik sekarang malah tidurnya paling tenang, Ia terbangun saat Cashel melepaskan put*ng nya, Crystal mengulum senyum melihat Cashel berbalik memunggunginya kini melingkarkan kaki kecilnya di pinggang Alex seperti bantal guling, Alex mengeliat malah melingkarkan tangannya di punggung Cashel dengan mata masih terpejam bibirnya itu mengecup sayang kening Putranya.
.
pagi-pagi,
"kita liburan? kemana?". tanya Crystal ke Alex.
"akan ada hujan salju disana sayang, aku akan bawa kamu ke Luar negerti". senyum lebar Alex.
"baiklah..! aku akan mandikan Cashel terlebih dahulu". kata Crystal sambil melewati Alex menuju ranjangnya.
Crystal yang sebelum punya anak begitu kekanak-kanakan setelah punya anak malah menjadi wanita dewasa, Ia dengan penuh kasih sayang menggendong anaknya yang menggeliat menyandar di bahu Bundanya dengan manja.
Alex mengelus pipi Cashel yang melewatinya begitu saja, bahkan Ia juga ikutan melihat Cashel mandi.
.
"kalian mau ke Luar Negri?". tanya Endang.
"benarkah?". tanya Dewi Par.
"kalau begitu kami juga". sahut Indiro.
Alex tercengang, "bagaimana mungkin? aku hanya ingin bersama keluarga kecilku saja".
pletak..
"aduuh...! Mommy". protes Alex mengelus keningnya yang disentil oleh Dewi Par.
"apa kami bukan keluargamu ha?". Dewi Par melototi sang Putranya.
"biarkan saja keluarga kita ikut Lex..! memangnya kenapa mereka ikut? bukankah lebih asik berlibur bersama?". Crystal tiba-tiba muncul sambil menggendong Cashel.
"benar tuh". jawab Dewi Par dan Endang, sedangkan Indiro tersenyum lebar.
"oh.. Cucuku". Indiro mendekati Crystal dan mengambil alih Cashel dari Crystal.
"tapi sayang". protes Alex segera menciut melihat perubahan wajah Crystal yang menjadi datar, Dewi Par dan Endang merasa senang dibela oleh Crystal karna tau Alex tidak akan berkutik jika Crystal tidak suka.
semua keluarga besar Alex ikut berlibur untuk menunggu musim salju di negara lain, entah berapa lama mereka akan di luar Negeri. dalam perjalanan ke Bandara tidak ada yang tidak memandang Crystal dan sosok mungil yang tengah digendong oleh Dewi Par sedangkan Endang mendorong tempat tidur khusus untuk Cashel, Indiro disamping Dewi Par memandang Cashel yang terlihat lucu.
Cashel dengan mata Violetnya itu melihat sekeliling, banyak orang yang melihatnya tapi Ia tidak takut dan itu membuat Alex dan Indiro kagum bahwa darah keluarga Asiantama memang ada pada Cashel.
"apa Mommy tidak keberatan menggendong Cashel? biar aku yang gendong Mom". Crystal mengulurkan tangannya.
"biarkan Mommy yang membawa Cashel sayang, kamu harus istirahat yang cukup biar kuat begadang". kata Alex merangkul pinggang Crystal dan mencium pelipis Crystal.
Crystal hanya pasrah di pelukan sang suami, Ia berbisik ke Alex tentang pemikiran semua orang yang tengah melihat mereka, Alex menjawab bahwa itu semua sudah kondrat manusia yang selalu iri dengan yang dimiliki orang lain padahal mereka itu hanya kurang bersyukur dengan apa yang dimiliki, Crystal membenarkan hal itu juga.
.
.
.
ke esokan malamnya, di Vila Pribadi Alex yang ternyata Alex punya Vila sendiri di negara itu.
Crystal terperangah melihat salju turun dibalik kaca, Alex terkekeh menambah penghangat Ruangan bahkan untuk menambah kehangatan ruangan itu Indiro juga sibuk menyalakan api ditungku khusus.
Endang menggendong Cashel yang menyeringai lebar serta mengoceh pada Endang, Endang sangat gemas akan paras Cicitnya itu yang membuatnya bangga impian Keluarga Alex selama ini benar menjadi kenyataan, Dewi Par menghangatkan pipi Cucunya itu sambil mengajak berbicara Cashel yang memakai jaket tebal ditubuh mungilnya itu.
Alex memeluk Crystal dari belakang, "kenapa sayang? kamu suka?". tanya Alex.
"suka, aku baru melihat secara langsung negara yang punya musim dingin seperti ini". jawab Crystal membalas lingkaran lengan Alex dipinggangnya.
"kita akan tinggal disini selama 3-6 bulan, kamu harus kuat ya?". bisik Alex.
Crystal mengangguk-ngangguk lalu tersadar perkataan Alex, "ha? 3-6 bulan?". beo Crystal.
"iya sayang". jawab Alex.
"lalu bagaimana pekerjaanmu?". tanya Crystal penasaran.
"semua sudah di urus oleh orang-orang setiaku, aku pernah dengar kamu menceritakan dongeng putri salju pada Cashel kan? aku melihat matamu yang sepertinya tertarik dengan gambar yang ada saljunya itu, jadi aku sudah merencanakan hal ini sampai beli Vila disini". jawab Alex.
Crystal terharu dengan keromantisan suaminya, Ia membalik tubuhnya menghadap Alex.
"terimakasih Lex..! walaupun kamu tidak bisa mendengar isi pikiranku tapi kamu bisa mengetahui apa yang aku inginkan tanpa aku katakan". ucap Crystal dengan penuh cinta.
Alex tersenyum mencium kening Crystal sangat lama, "aku akan memperlakukanmu seperti Ratu walau kamu tidak mau mengadakan pesta megah sehingga sayangku bisa menjadi Ratu". Alex menduselkan hidungnya dengan hidung Crystal.
Crystal tersenyum lebar lalu mereka menoleh ke arah Cashel yang begitu riang bersama Dewi Par, Endang dan Indiro didekat api unggun tapi masih dalam pengawasan orang dewasa.
"kita besarkan anak kita dengan baik sayang". kata Alex.
"iya Lex..! terimakasih atas semua yang kamu lakukan dimasa lalu, aku bisa merubah takdir orang yang aku sayangi dan aku juga akan terus bersama denganmu tidak peduli kekuranganmu". kata Crystal dengan senyuman manisnya.
Alex memeluk Crystal dengan erat, "aku tidak tau masalaluku sayang tapi aku tau rasa cintaku sekarang dan masalalu tidak berubah walau aku tidak ingat akan hal itu". kata Alex.
"hmm, kamu benar Suamiku, Pangeranku, Rajaku, pahlawanku". kata Crystal dengan manja membalas pelukan Alex.
mereka begitu bahagia bersama di Negara itu, walau sangat dingin tapi mereka menikmati Keseharian disana, Crystal menahan kekuatannya jangan sampai dilihat oleh Cashel sebelum Cashel cukup umur untuk mengerti kekuatan dalam dirinya.
.
The End
oh ya kalau ada yang penasaran bagaimana nasib Tatan dan Butet itu mereka sudah berkeluarga, Crystal juga dekat dengan mereka dengan wujud asli bukan Crys, Crys sudah menghilang dari muka bumi seperti tidak ada. orang yang benci dengannya sebagai Crys pun pada sibuk mencari Crys tapi tidak bertemu tapi tidak masalah sebab Crystal bahagia dengan wajah aslinya, terlebih lagi kebahagiaan Crystal semakin lengkap dengan kehadiran Cashel.
.
.
.
waah.. tamat juga nih Novel Nae, hehe.. Terimakasih atas kebaikan hati para Readers yang rajin memberi like, koment, favoritkan, hadiah dan tips lainnya yang membuat Nae senang padahal Novel Nae masih banyak kekurangan.
Novel Nae tamat dengan ending yang memuaskan, jujur Nae ingin berkarya lagi tapi terhalang dengan bulan suci ramadan...! maafkan Nae ya? mohon maaf lahir batin semuanya bukan menunggu lebaran saja mohon maaf lahir batin tapi menjelang puasa juga harus saling maaf memaafkan...
amalan Puasa dan Ibadah kita selama bulan puasa tidak akan diterima jika melanggar 3 hal :
Durhaka pada orang tua,
durhaka sama suami,
dan orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain.
jadi maaf-maafan itu penting tidak perlu menunggu lebarannya baru minta maaf. sekarang Nae Mohon Maaf Ya semuanya jelang bulan puasa 🙏...!
selamat beribadah buat kita yang beragama muslim dan sampai jumpa di Novel selanjutnya diakhir Bulan Puasa nanti ya? Love You All ❤!!
.
.
.