Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
Feny


.


.


.


"semoga saja tidak ada yang tau tentang Nona Crys itu, sepertinya Tuan Alex ingin punya Istri 2". batin Cepak yang merasa Alex menginginkan kedua perempuan itu.


tak ada pembicaraan diantara mereka berdua, Cepak melirik Alex.


"benar juga, Tuan Alex sangat tampan, kaya, kuat, sangat disegani oleh musuhnya sampai melawan dengan cara curang, aku yakin pasti banyak wanita yang mau dengannya, punya istri 3 atau 4 pun aku yakin Tuan Alex bisa menghidupi semua istri-istrinya". batin Cepak.


di Hotel DeLLun,


Putra menoleh ke arah pintu melihat kedatangan Rohan dengan wajah pucat lalu duduk dihadapannya.


"ada apa han?". tanya Putra menaikkan sebelah alisnya.


"apa Tuanmu sama kejamnya dengan Tuan Alex?". tanya Rohan serius.


"iya". jawab Putra tanpa mengelak.


"dia mengancamku tadi". jawab Rohan dengan geram.


Putra berdiri seketika, "apa Tuanku membunuh temanmu?". tanya Putra serius.


"tidak, dia mengancamku". jawab Rohan yang ikut panik melihat raut wajah serius Putra yang tak biasa.


"jika dia sudah memperingatimu maka mundurlah..! dia tidak pernah main-main dengan perkataannya, sudah aku bilang Crys bisa kehilangan kepalanya jika berani menyelingkuhinya apalagi aku mengizinkan kekasihnya berhubungan denganmu, aku bisa mati". jelas Putra mendramalisir, Ia sengaja melebih-lebihkan supaya Rohan takut.


Rohan adalah laki-laki yang gemar bermain perempuan bukan Pria yang tangguh bisa melawan musuh, Ia hanya pandai diatas ranj*ng saja, bisa dikatakan Rohan adalah Pria lemah dan mudah bagi Alex menghabisinya tapi Alex tidak suka melawan pria lemah kecuali kesabarannya sudah habis, juga demi melindungi dirinya sendiri.


"oh God..! siapa Tuanmu itu? apa ada yang lebih menakutkan dari si Monster Alex?". tanya Rohan pun kian memucat.


"tidak..! mereka tidak bermusuhan, aku rasa mereka akan menjadi teman jika bergabung". bohong Putra.


Putra tidak mau mengatakan bahwa Pria yang diatasnya adalah Alex, Ia tidak mungkin mengatakan kebenaran itu sama saja Putra menggali kuburan sendiri.


"si*l...! kalau memang begitu kenapa gadisnya itu menggodaku?". tanya Rohan dengan geram.


"kau tidak tau masalah otakmu itu ha? aku melihat dari CCTV saja sudah jelas itu tidak sengaja, coba katakan padaku apa menurutmu dia mau mencari perhatian padamu saat kepalanya sendiri adalah jaminan keselamatannya". ujar Putra.


Rohan berdecak kesal, "aku tidak pernah ditolak perempuan.


"untuk itu sekarang terimalah penolakan itu, dia tidak bisa menerimamu". jawab Putra.


Rohan terpaksa harus menuruti permintaan Putra sebab Putra sendiri mengatakan kalau Tuannya tidak pernah bermain-main dengan peringatannya, jika Rohan berani mendekati Crys lagi maka nyawa keluarga nya akan habis dan terakhir adalah nyawanya sendiri, Rohan masih ingin hidup bahagia dengan memacari banyak wanita.


.


di WC wanita,


Crystal tengah mengepel lantai dan mendapat bagian membersihkan toilet umum.


"Oups..! Bu..? jangan membuang sampah disitu". pekik Crystal melihat seorang wanita berpakaian menor membuang tisu ke dalam kloset.


"Bu?". beo wanita itu geram lalu melempar sampah ke dalam kloset itu.


"aissh...! nanti tersumbat bagaimana? apa ibu tidak mengerti bahasa indonesia?". tanya Crystal dengan kesal.


beruntung itu hanya tisu akan hancur saat disiram air tapi bagaimana jika pembal*t, bukankah itu akan merepotkan mereka, aturan di Hotel ini sudah jelas tertera tidak boleh membuang sampah ke dalam kloset.


wanita itu melenggang pergi meninggalkan Crystal dengan wajah sombong,


"sial*n wanita itu, wajahku secantik ini kenapa dipanggil bu? umurku masih 23 tahun". geram wanita itu tak senang dengan panggilan Crystal.


Crystal menghela nafas panjang, "wanita jahat lagi". gumam Crystal menggeleng-geleng kepalanya pelan.


Crystal melanjutkan pekerjaannya, tak berapa lama kemudian Butet dan Tatan datang.


"apa?". tanya Crystal menoleh ke arah kedua teman kerja nya itu.


"kamu melihat Feny?". tanya Butet penasaran.


"Feny? siapa?". tanya Crystal balik sambil sibuk mengepel.


"itu kekasihnya Tuan Andra, dia itu seorang model". jawab Tatan.


"siapa Andra?". tanya Crystal yang tak mengenal Andra.


Butet mengeluarkan ponselnya lalu mencari nama Andra hingga terlihat fotonya dan menunjukkannya ke Crystal.


"Itu Andra? kenapa fotonya bisa disitu? dia terkenal?". tanya Crystal yang masih belum kenal dengan Andra sebab setaunya hanya Alex dan Putra saja yang terkenal.


"inilah akibat tidak punya ponsel". gerutu Tatan.


"iya". sahut Butet menggeleng kepala pelan.


"jelaskan padaku biar aku mengerti". pinta Crystal.


"dia ini Andra, saingan Cinta Alex dengan perempuan bernama Viola, mereka sangat terkenal di dunia hitam dan didunia bisnis, apa kamu tidak takut dia akan mengadu pada Pacarnya? dia sangat menakutkan sama seperti Tuan Alex". jawab Butet.


"aku dengar dia punya peliharaan yang menakutkan". sambung Tatan.


"kamu tidak macam-macam dengan Feny itu kan?". tanya Butet penuh harap.


Crystal memang polos tapi gadis itu tidak akan tinggal diam jika ada yang berbuat salah, jadi kalau ada pemimpin yang salah didepan mata Crystal maka gadis ini tidak akan segan menegurnya walau tau orang yang Ia tegur adalah orang terhormat yang akan membahayakan nyawanya, Butet dan Tatan takut kalau Crystal melakukan hal yang sama dengan model tadi.


"oh.. Ibu tadi? tapi aku hanya meminta nya untuk tidak membuang tisu ke dalam kloset". jawab Crystal dengan polos.


Butet terduduk lemas sedangkan Tatan menepuk keningnya,


"masalah besar". gumam kedua perempuan itu dengan lemas.


"masalah besar apa? aku rasa dia tidak mengerti bahasa Indonesia". Crystal mengerjabkan mata polosnya.


"Tuhan..! kenapa aku harus punya teman selucu ini?". gumam Tatan dengan mendesis pelan.


"Oh God..! bisakah kau membuat temanku yang jujur dan imut ini sadar dengan kesalahannya? kenapa dia bisa begitu berani dan tidak takut masalah yang akan menimpanya?". Butet pun melebarkan tangannya ke udara.


Crystal menggeleng-geleng kepalanya mengira temannya sedang berbicara sendiri padahal perkataan kedua temannya itu menyindir Crystal, tapi gadis yang disindir malah kembali bersenandung dengan pekerjaannya.


.


"sayangg?". rengek Feny berlari ke arah Andra lalu duduk dipangkuan Andra.


Andra tersenyum merapikan rambut Feny, "ada apa beb?". tanya Andra.


"tadi ada OG rendahan yang mengataiku Ibu, aku benar-benar kesal". rajuk Feny.


"mengataimu Ibu? apa maksudnya? apa dia anakmu?". tanya Andra.


"bukan sayang..! aku kan gadis, kamu udah uji sendiri kan? tapi dandananku mungkin membuat dia memanggilku Ibu". lapor Feny lagi dengan rengekan manja nya.


"tenang saja Beb..! aku akan beri dia ular kobra untuk diracuni oleh Ular itu, berani sekali dia mengatai Beb ku yang sangat menawan ini". senyum tipis Andra.


Feny tersenyum lebar, Ia mengecup pipi Andra karna Andra selalu menyenangkan hatinya.


"rasakan itu OG, aku yakin besok kau sudah mati". batin Feny menyeringai licik.


.


.


.