Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
perubahan Crystal


.


.


.


Alex menoleh ke Crystal, anehnya Ia tidak bisa menolak perilaku manja gadis berambut perak itu, melihatnya bersikap manja membuat hati Alex senang.


Indiro didepan hanya menghela nafas sedangkan Botak yang membawa mobil pun pura-pura tidak lihat, semua bawahan Alex berjanji akan menghormati Crystal seperti mereka menghormati Alex.


"Alex?". panggil Crystal dengan mata terpejam.


"hmm?". sahut Alex dengan jantung berdebar.


"kenapa kamu melakukan itu?". tanya Crystal mendongakkan pandangannya sehingga kening Crystal mengenai bibir Alex.


"me.. melakukan apa?". tanya Alex gugup tapi rasanya Alex ingin mencium kening Crystal lagi, ada getaran aneh dari aliran darahnya memompa jantungnya yang selalu berdebar kencang setiap bersama Crystal.


"aah.. kamu tidak akan ingat aku ya? ya sudah, asalkan aku ingat padamu itu sudah cukup bagiku". balas Crystal lagi sambil tersenyum cerah memeluk erat lengan Alex.


"ka.. kamu kenapa Crystal? kenapa kamu berubah?". tanya Alex penasaran.


"kenapa? apa kamu tidak suka?". tanya Crystal dengan nada sedih.


"bukan.. bukan aku senang tapi lama-lama aku bisa masuk rumah sakit, jantungku tidak bisa dikendalikan". jawab Alex dengan jujurnya membuat Botak dan Indiro didepan mereka terus saja tertawa tapi tanpa mengeluarkan suara.


Crystal tersenyum lalu tangannya memegang jantung Alex berada, "kamu melupakanku Lex tapi hatimu tidak pernah melupakanku". gumam Crystal dengan senyuman.


Alex melebarkan matanya saat kepala Crystal kini bersandar di dada bidangnya, "C.. Crystal?".


"bisakah kamu memanggil nama Aurora sekali saja?". pinta Crystal memelas tapi sisi kepalanya masih bersandar di belahan dada bidang Alex.


"Au. Aurora?". beo Alex tergagap.


"lebih lembut!". pinta Crystal membuat Alex terdiam beberapa saat.


"Aurora". panggil Alex lagi.


"Ra?". sambung Crystal lagi.


"Aurora..? Ra?". Alex dengan patuhnya menuruti perkataan Crystal seperti kerbau dicucuk hidungnya.


"aku senang". jawab Crystal lagi makin erat saja memeluk Alex, Pria yang mengorbankan seluruh umur, jiwa, kekuatannya demi menyelamatkan Jiwa Crystal yang sudah hancur supaya bisa bereinkarnasi.


bagaimana Crystal tidak akan manja pada Pria itu, Crystal tidak mempermasalahkan Alex yang tidak mengingatnya karna rasa Cinta Alex yang begitu besar pada Crystal sehingga Alex bisa menemukan Crystal walau saat itu Crystal maupun Alex tidak ingat masa lalu mereka.


"siapa Aurora?". tanya Alex.


"wanita yang sangat kamu cintai di kehidupanmu yang dulu sampai kamu rela mengorbankan kekuatan terbesarmu". jawab Crystal.


Alex mengerutkan keningnya, Ia tidak mengerti tapi percaya-percaya saja walau tidak faham apa yang Crystal katakan.


"Aahhh?? ". pekik Botak.


Ciiitttt!!!


Botak mengerem mendadak membuat Alex dengan cepat melindungi kepala Crystal yang ikut maju karna perbuatan Botak.


"Crystal kamu tidak apa-apa nak?". tanya Indiro khawatir.


"tidak apa Daddy". jawab Crystal mengerucutkan bibirnya sambil melihat ke arah Alex yang tampak cemas dengan Crystal.


"aku baik-baik saja Alex". jawab Crystal mengelus rahang Alex.


Alex mengelus kepala Crystal lalu menoleh ke Botak, "kenapa berhenti?". tanya Alex dengan nada suara yang berhasil membuat Botak menelan saliva nya bersusah payah.


"am...ampun Tuan..! maafkan saya Nona, ada kawanan anak berandal yang menghadang di jalan kita Tuan". jawab Botak berkali-kali menundukkan kepalanya.


"kalau begitu kamu keluar Lex..! atasi mereka untukku". senyum lebar Crystal.


Alex terdiam, "kamu tidak takut Crystal?". tanya Alex.


Alex saling bertatapan dengan Indiro, jujur Ia belum terbiasa dengan tingkah Crystal tapi Alex senang dengan perkataan Crystal sebab Ia memang dikenal Monster yang tidak berbeda jauh dengan Iblis saat menyerang musuhnya.


"Botak kamu jaga mobil ini jangan sampai ada yang masuk!". titah Alex ke Botak.


"baik Tuan". jawab Botak.


Indiro dan Alex keluar dari mobil,


"ada apa dengan Crystal nak? memangnya apa hubungannya dia baik padamu dengan masa lalunya yang dia ingat?". tanya Indiro saat Alex ada disampingnya.


"mungkin itu ingatan yang dikatakan dewi keramat kita". jawab Alex menatap lurus kedepan membuat Indiro sadar akan kata-kata Alex.


"sedang apa kalian? berani menghadang jalanku?". tanya Alex dengan dingin.


"aaaa... aku tidak sengaja Tuan". jawab salah satu dari mereka dengan wajah datar.


Alex menaikkan sebelahnya, "ciih...! kalian mau bermain-main denganku?". tanya Alex dengan sinis.


"mereka mencurigakan Lex..! lebih baik kita kembali ke dalam mobil". bisik Indiro.


Alex hendak memutar kepalanya tapi perkataan salah satu dari mereka membuat Alex kembali menatap para preman itu dengan tatapan membunuh yang sangat pekat.


"kau fikir bisa mengelabuiku?". tantang Alex segera menyerang para preman abal-abal itu.


Indiro menoleh kebelakang, "Alex? mobil". teriak Indiro.


Alex menoleh dan ketua dari Preman itu mengambil kesempatan itu memukul kepala Alex tapi tidak kuat, Alex yang marah segera berbalik dan melakukan tendangan mematikan hingga Pria itu tersungkur tak sadarkan diri.


"Crystal?". panggil Alex berlari mengejar mobilnya.


mobil mereka di derek oleh mobil asing, Indiro menumpas para preman itu sampai tak sadarkan diri.


"mereka berbuat curang Lex..!". teriak Indiro berlari menyusul Alex.


Alex berlari sekuat tenaga hingga Ia meloncat ke mobil yang membawa pergi mobilnya ada Crystal yang tak melakukan apa-apa seolah percaya akan perlindungan Alex.


Alex meninju kaca mobil itu sampai pecah tanpa peduli tangannya yang berdarah lalu Ia membuka Pintu mobil itu dan mencekik si Pengemudi,


"sial*n kau...! tidak akan ku biarkan kau membawa pergi gadis milikku". geram Alex lalu melempar tubuh Pria itu keluar seperti sampah yang tidak berguna dan Alex menghentikan mobil besar itu.


Indiro mengeluarkan pistolnya dan menembak mati detik itu juga di Pelaku yang berusaha membawa lari mobil mereka, sudah Indiro ketahui para musuh Alex bergerak cepat menangkap Crystal.


.


.


Alex masuk ke Mobilnya dengan raut wajah khawatir.


"Crystal?". panggil Alex.


"apa aku bilang Botak? Alex ku akan menyelamatkan ku". kata Crystal dengan bangga lalu melingkarkan tangannya di leher Alex dan memeluk Pria itu dengan erat.


Indiro menatap tajam Botak yang tidak memberi aba-aba seperti menekan klakson saat mobil mereka di derek mobil lain, Botak menjelaskan itu semua atas permintaan Nona Crystal, bagi Botak perintah Crystal sama seperti perintah Alex baginya.


"aku baik-baik saja Lex..! terimakasih sudah menolongku pahlawanku". kata Crystal dengan senyum manisnya.


Alex mengelus punggung Crystal, "jangan membuatku takut Crystal, kenapa kamu meminta Botak melakukan hal itu? kamu sengaja mengujiku?". tanya Alex dengan khawatir.


"aku percaya padamu Alex, itu sebabnya aku berdiam diri di dekatmu jika kamu tidak bisa bertindak maka aku akan bertindak". jawab Crystal semakin membuat Alex tidak mengerti perkataan Crystal.


entah apa yang sedang di rencanakan oleh otak si polos itu tapi jujur Alex benar-benar takut hal buruk menimpa Crystal.


sementara Crystal tau Alex adalah Pria yang sombong dan angkuh tentu Crystal tau harga diri Alex akan tergores jika Crystal mengandalkan kekuatannya saja mengabaikan kemampuan Alex walau hanya manusia biasa yang lemah, tapi Crystal juga yakin serta percaya bahwa Alex punya kekuatan dewa perang walau tanpa ilmu sihir.


.


.


.