Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
bertanya


.


.


.


"kenapa kamu menangis?". tanya Crystal.


"aah.. hmm.. itu paca.. pacar saya meninggal karna kecelakaan motor". jawab Dinda wajah sedih sambil menghapus air matanya.


"tapi aku rasa dia bukan Pria yang baik". jawab Crystal.


"ha?". Dinda seakan tidak mengerti.


Crystal mengatakan semua yang Dinda pikirkan hingga Dinda terbelalak menutup telinganya sambil menatap Crystal dengan takut.


"jangan takut..! sekarang kamu percaya kalau aku perempuan yang sangat istimewa?". tanya Crystal sambil tersenyum dibalas anggukan cepat oleh Dinda.


"karna itu percayalah perkataanku bahwa Pria itu jahat". sambung Crystal lagi menunjuk makam yang Dinda tangisi.


Dinda seakan tidak percaya lalu Crystal mengatakan bahwa alam menghukum 15 komplotan pria jahat yang meresahkan kaum gadis di masa kuliah karna perbuatan mereka itu adalah kejahatan yang terlalu besar dan alam tidak bisa memaafkan mereka.


"be.. benarkah?". Dinda menghapus air matanya sekali lagi.


"iya..! karna itu kamu tidak boleh menangisi kematiannya, dengan kematiannya kamu menyelamatkan para gadis yang akan menjadi korban kedepannya, jika mereka tetap hidup bisa saja kamu menjadi korban pria itu". jawab Crystal serius.


"la..lalu kenapa kakak kesini?". tanya Dinda penasaran walau Ia sedikit percaya tapi ada juga tidak percaya nya.


"karna alam mengutusku untuk memberitaumu, aku juga tidak tau kenapa aku tiba-tiba muncul disini tapi saat melihatmu menangisi pria itu akhirnya aku mengerti mengapa aku bisa disini". senyum tulus Crystal.


Dinda terdiam karna jujur saja Ia belum percaya, Crystal memegang tangan Dinda dan menghilang lalu muncul di sebuah Ruangan khusus, Dinda ingin berteriak tapi Crystal membekap mulutnya.


"aku akan membuatmu percaya". bisik Crystal lalu menarik tangan Dinda yang masih belum sadar dengan dunia teleportasi itu.


semua orang sudah tau kalau Crystal disebut sebagai dewi penolong yang sakti, anak SMA bernama Ria begitu jelek dan tidak ada bagusnya sama sekali, tapi karna sentuhan tangan Crystal gadis itu berubah drastis dan sekarang menjadi artis sosmed yang sudah punya penghasilan sendiri dengan iklan besar dari perusahaan ternama yang membayar Ria. Ria sangat mengidolakan gadis berambut perak dan bermata ungu itu disetiap vidio yang Ria lontarkan pasti membahas Crystal.


"dengar perkataan mereka". bisik Crystal serius.


Dinda mengerjabkan matanya lalu melihat kesamping dimana Ia bisa mengenali suara-suara teman sekampusnya itu, mata Dinda terbelalak mendengar perkataan mereka semua yang mengatakan bahwa Boy kalah taruhan karna belum berhasil merek*m adegan se*s Boy dengan Dinda dan disebarkan ke sosmed, mereka terlihat berkompromi untuk melanjutkan taruhan Boy untuk merusak Dinda.


Dinda mengepalkan tangannya, Ia yang marah hendak mendatangi mereka semua tapi Crystal sudah membawa gadis itu menghilang dan muncul di sebuah taman yang sepi,


"in.. ini dimana?". gagap Dinda.


"ini tempatku bersenang-senang". jawab Crystal.


"sekarang kamu percaya?". tanya Crystal serius membuat Dinda menangis langsung memeluk Crystal yang berkaca-kaca membalas pelukan Dinda.


Dinda mengucapkan terimakasih pada Crystal yang sudah membuatnya mengetahui semuanya, Crystal tersenyum manis karna Ia memang sangat ingin dekat dengan Dinda sebagai kakak-adik di masa ini lagi walau tidak punya hubungan darah.


"terimakasih..! terimakasih kak". ucap Dinda dengan sesegukan karna menyesal sudah menangisi Pria brengs*k seperti Boy.


"tidak apa..! sekarang kamu harus jaga jarak dari mereka ya? karna alam sangat menyayangimu". kata Crystal dengan lembut mengelus pipi Dinda yang terharu kembali memeluk Crystal.


.


Crystal mengajak Dinda bersenang-senang hingga lupa waktu.


di tempat lain,


"Tuan? kami berhasil menghabisi 15 diantara mereka dengan melempar bom kita". jawab Cepak dengan serius.


"bagus..? kalian pergilah ke markas..! kalian harus beristirahat karna aku yakin peperangan tidak akan bisa dihindarkan, Erlando kembali akan menyerangku lagi seperti dulu". titah Alex.


"baik Tuan". jawab semua bawahan Alex lalu segera membubarkan diri masuk ke mobil masing-masing.


"sial*n si bedeb*h pengecut itu..! dia menjadikan orang-orang setiaku menjadi tumbal raja kejahatannya". geram Alex mengepalkan tangannya.


Alex merasakan bahwa Erlando sedang menantangnya karna punya kekuatan jahat itu, Erlando merasa bisa membuat Alex tunduk dan menyerahkan Crystal padanya.


Alex mengedarkan pandangannya lalu berlari dengan langkah lebar ke mobilnya, Ia melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi ke Mal walau otak kirinya panas tapi hatinya dingin masih bisa memikirkan Crystal dengan otak kanannya, alasan utamanya karna Alex sudah berjanji akan membeli cincin pernikahan dengan Crystal.


.


.


di parkiran Apartemen tepat didalam mobil,


"aku harus bisa berpikir jernih..! aku tidak mau kehilangan Crystal, sebelum waktu itu tiba aku akan menikahi Crystal didepan keluargaku dan keluarganya". gumam Alex menatap kotak cincin pernikahannya dengan Crystal.


Alex keluar dari mobilnya dan mencari keberadaan gadis yang sangat ingin Ia miliki, hanya tidak melihatnya selama beberapa hari sudah membuatnya gila.


"Crystal? kamu dimana sayang?". panggil Alex.


Alex mencari keberadaan Crystal di kamarnya hingga Ia melihat secarik surat yang mengatakan Crystal akan kembali jam 9 malam, Alex duduk disofa lalu mengeluarkan kotak cincin pernikahan pilihannya.


"sebenarnya aku ingin mengadakan pesta besar untuk kita Sayang, tapi aku tidak mau membuat kesalahan membiarkan Erlando mengambil celah disaat kita sedang bahagia". lirih Alex yang tidak bisa membuat Crystal bahagia dengan membuat pesta pernikahan yang sangat besar dan mewah untuk pernikahan Crystal bersamanya.


Crystal muncul di hadapan Alex hingga Alex berdiri dari duduknya,


"kamu udah pulang Lex? maaf ya? aku menemui adik kandung perempuanku dimasa lalu". senyum lebar Crystal satu langkah mendekati Alex.


Alex memeluk Crystal dengan erat, "aku takut kamu tertangkap oleh Erlando dan bawahannya, mereka akan menyerangku dengan penguasa kejahatan yang kini berpihak padanya".


"penguasa kejahatan?". beo Crystal.


Alex menceritakan bahwa bawahannya dijadikan tumb*l untuk penguasa kejahatan yang berpihak pada Erlando.


Crystal terdiam, "apa segel raja kegelapan juga terlepas? ah.. iya". batin Crystal yang akhirnya ingat bahwa Vargo dahulu membangkitkan segel raja kejahatan (kegelapan) sampai menghancurkan jiwa nya saat kekuatan jahat itu mengenai tubuhnya.


"aku bisa menghabisinya tapi jika pria gila itu sedang tidur". batin Crystal menemukan masalah serius.


"Crystal?". panggil Alex.


"ha?". Crystal ternganga mencoba menanyakan apa yang Alex katakan tadi karna Crystal tidak mendengar.


"kenapa tidak menjawabku? aku kan bertanya apa kamu tidak sedih karna aku tidak bisa membuat pesta pernikahan megah dan besar untukmu?". tanya Alex dengan raut wajah merasa bersalah.


Crystal mendekati Alex lalu mengecup pipi Alex, "bukankah dimasa lalu kamu ingin kita menikah dengan cara sederhana? menikah hanya ikatan antara sepasang kekasih dan orang lain tidak perlu bagi kita".


jawaban Crystal membuat Alex bahagia lalu mencium bibir Crystal yang memejamkan mata ungunya karna Alex sudah kembali seperti dulu suka sekali mencium dan memeluknya, Crystal malah senang Alex melakukan hal yang sama padanya walau tidak ingat siapa diri Crystal.


.


.


.