
.
.
.
"ayo kita makan sayang...!". ajak Crystal mengambil tas Dinda yang segera diambil alih oleh Alex dan begitu juga Alex memberikannya ke Putra.
Crystal seperti mengabaikan suaminya itu, Putra mengikuti mobil Alex karna tidak mau terlihat lalai menemani Dinda.
.
"i.. ini dimana kak?". tanya Dinda celingukan saat tiba disebuah Restaurant besar.
"ini tempat makan..! Alex pernah mengajak kakak makan disini dan rasanya enak sekali". jawab Crystal membawa Dinda masuk sambil tersenyum manis.
Alex menghela nafas, "baru jadi gumpalan dar*h udah memusuhiku bagaimana jika sudah lahir? aku harus tahan demi bayiku". batin Alex.
Crystal mendengar isi pikiran Alex pun menoleh ke Alex yang melebarkan mata dengan kikuk melihat arah lain tidak berani menatap Crystal, hal itu berhasil dilihat oleh Putra yang menahan tawanya.
"Tuan..? anda benar-benar seperti manusia normal saat ini". batin Putra lalu terkikik namun saat ia melihat arah lain matanya juga ikut melebar kaget dengan tatapan Crystal karna Putra menebak Crystal pasti tau isi pikirannya.
Crystal beralih ke Dinda, Ia begitu memanjakan Dinda yang memang seperti adik kandung baginya.
.
.
"bagaimana? enakkan?". tanya Crystal merapikan anak rambut Dinda yang malu-malu setelah makan di Restaurant mewah itu.
"terlalu mahal kak". cicit Dinda.
"kamu berhak juga mencicipi makanan itu Dinda". balas Crystal mengelus pipi Dinda.
Dinda pun izin pulang pada Crystal karna dirinya Crystal mengabaikan Alex, bagaimana Dinda bisa berpikir jernih jika Alex mengikuti Crystal kemana-mana dan Crystal yang mendengar isi pikiran Dinda pun berjanji dalam hati akan membawa Dinda bersenang-senang tanpa membawa Alex.
"hati-hati ya?". Crystal mengelus kepala Dinda yang mengangguk-ngangguk dengan senyuman.
Crystal bisa melihat cara Putra memperlakukan Dinda memang baik, Ia tersenyum tipis karna Putra bisa diandalkan dalam menjaga adiknya.
"sudah sayang? ayo aku antar ke Mansion, Mommy membuatkanmu rujak". ajak Alex.
Crystal mengangguk dan akhirnya mereka kembali ke Mansion.
setibanya di Mansion, Crystal tercengang melihat Lina, Sean dan Al ada di Mansion Asiantama terlebih lagi Ia baru tau kalau Lina dan Al sudah menikah, mereka hanya mengadakan pesta kecil-kecilan di kampung Lina.
"selamat ya Violet.! kamu benar-benar makin cantik saja". Lina memeluk Crystal dengan gemas lalu Crystal tersenyum.
"kakak Violet, aku punya Mama.. terimakasih Kakak sudah mengajarkanku berubah". ucap Sean dengan tulus.
Crystal mendekati Sean mengabaikan Al yang bertanya-tanya dalam hati, sungguh heran sekali Al kali ini melihat Crystal menggunakan wajah asli rasanya baru kemarin Al melihat wajah Crystal yang lain yaitu si kecil yang imut.
"bukan kakak juga yang merubahmu tapi Mama Lina mu yang merubahmu". kata Crystal mengelus pipi Sean.
"tapi aku berubah karna kakak juga, supaya kakak mau membawaku terbang maka nya aku berubah". jawab Sean dengan serius, Sean makin dewasa saja saat ini padahal usianya masih 8 tahun.
"sudah.. sudah..! kenapa jadi bahas masa lalu hmm? menantuku sedang mengandung, dia harus dimanja". Potong Dewi Par.
Lina terkejut lalu persekian detiknya Ia juga ikut bahagia mendengar Crystal hamil karna baru sadar kalau Crystal bukan gadis biasa melainkan gadis istimewa yang ditakdirkan Tuhan untuk menjadi milik Alex.
mereka semua makan bersama, Crystal hanya makan rujak dan Alex bersidakap dada sambil sesekali meminum jus hanya sekedar menemani mereka saja.
Al memanjakan Lina sedangkan Lina memprioritaskan Sean, wanita itu begitu tulus mencintai Sean seperti anaknya sendiri, Belle dan Ibu Ita juga makan bersama di meja yang sama dengan mereka.
.
beberapa hari kemudian,
"Nona Viola datang katanya ingin bertemu dengan kekasih impian anda Tuan, dia juga akan mengundang kalian di acara pernikahannya dengan Tuan Andra".
Alex tersenyum miring, "suruh dia masuk".
"baik Tuan". jawab Alex.
Viola diizinkan masuk bersama Andra yang dibahunya ada ular Kobra kesayangan Andra diberi nama Raja.
"Tuan?". sapa Viola dengan senyum tipisnya.
"hmm, kalian bersama juga pada akhirnya". senyum miring Alex.
Andra membuang muka saja dengan enggan tapi Ia boleh dikatakan memang masih sayang sama Viola, Viola adalah mantan terindahnya sampai detik ini, sedangkan saat bersama Crys itu karna Andra kagum saja pada Crys yang hebat hingga memberinya kekuatan bisa berbicara dengan hewan.
"aku mengundangmu Tuan untuk datang diacara pernikahan kami yang sederhana". Viola memberikan undangan pernikahannya ke Alex.
Alex menerima dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya ada dikantong celananya, "baiklah". jawab Alex dengan tenang.
"dimana Bunga Violetmu? dia terkenal sekali tapi aku belum pernah melihatnya langsung". tanya Viola dengan hati-hati.
Alex melihat ke atas, "dia sedang membuat kekacauan karna efek kehamilannya". jawab Alex.
"ha?". Viola tidak mengerti.
terdengar oleh mereka berdua teriakan Belle diatas sana, gadis itu berteriak karna takut di ajak terbang oleh Crystal dan Pekikan Belle semakin kuat saat Crystal terbang ke arah Alex sehingga Viola dan Andra bisa melihat Crystal yang sungguh ajaib, Crystal mendarat dengan sangat sempurna dihadapan mereka.
Belle terduduk lemas dilantai, "N.Nona saya minta ampun, jangan bawa saya terbang lagi". lirih Belle dengan tatapan kosong.
Crystal mengerjabkan matanya melihat Andra, "kenapa Andra ada disini?". tanya Crystal mendekati Andra dan mengulurkan tangannya ke Raja (Ular kesayangan Andra).
Andra terbelalak melihat Ular itu berpindah dan melilit lengan Crystal, "ke.. kenapa kau berpindah padanya Raja?". tanya Andra tergagap tak percaya.
"kamu masih mengenaliku ya?". kekeh Crystal mengelus kepala Si Ular lalu Crystal terbang dan duduk di atas lemari sambil memainkan Ular itu.
"sayaaangg? bisakah kamu kurangi terbang-terbangmu hahh? aku khawatir anak kita terluka". Alex berlari menyusul Crystal tapi Ia hanya bisa berada di depan lemari sambil mendongak membujuk sang Istri.
Belle bangkit dan jalan terseok-seok ke arah dapur, Ia tak ingat apa-apa lagi saking syoknya.
Andra tercengang mendengar perkataan Ularnya kalau Crys adalah Crystal, "ba.. bagaimana bisa?". gagap Andra.
"dia lebih cantik dari perkiraanku". gumam Viola berdecak kagum.
"Viola kamu ..?". Andra kebingungan.
"aku rasa dia punya kekuatan yang sangat hebat Andra, aku yakin kalau Ularmu itu tidak pernah salah mengenali tuannya". kata Viola.
"tapi aku Tuannya". gerutu Andra.
"kamu lupa ya kalau Ularmu itu jantan, dia bahkan dekat denganku tentu saja dekat dengan dewi secantik itu". kekeh Viola menertawai kebodohan Andra yang tidak sadar peliharaannya jantan (laki-laki).
Andra meraup wajahnya frustasi, "kenapa aku harus berdekatan dengan Alex sih? dia itu Pria gila dan mendekatinya akan menjadi gila". gerutu Andra.
"kamu juga gila Andra karna bisa berbicara dengan hewan". ledek Viola.
"sayang kamu juga meledekku?". tanya Andra dengan kesal dibalas tawa lebar dari Viola.
Viola mengedarkan pandangannya, Ia tidak melihat keluarga Alex tapi tidak berani juga minta bertemu karna yakin Keluarga itu belum memaafkannya dan Viola juga tidak punya nyali menghadapi mereka semua, Ia berani datang saat sudah memastikan tidak ada Keluarga Alex di Mansion.
.
.
.