
.
.
.
Crystal muncul di taman bermain, "dimana ini? kenapa banyak benda aneh?". gumam Crystal melebarkan mata besarnya itu melihat pemandangan didepannya.
tempat itu sangat aneh tapi Crystal sangat penasaran, Ia berlari dengan riang tanpa memperlihatkan wujudnya dan tak sengaja menabrak seorang Pria.
"aduuh". pekik Pria itu terjatuh tak elit,
semua yang mendengar menoleh ke Pria itu dan bertanya mengapa tiba-tiba dia bisa terjatuh, dengan serius Pria itu menjawab seperti tidak sengaja menabrak seseorang tapi jelas tadi Ia melihat tidak ada lawan didepannya.
mereka berpikir Pria itu menabrak Jin yang tidak tampak sedangkan Jin yang membuat taman hiburan geger (Crystal) malah berlari riang mengelilingi taman bermain itu.
"apa ini?? kenapa tempatnya ramai sekali? ". gumam Crystal dengan mata Violetnya berbinar cerah.
Crystal melihat ada yang menjual permen kapas dan mata Violetnya menatap seorang bocah kecil memakan permen kapas dan itu langsung lenyap membuat mata Crystal berbinar dan menghilang tanpa membayar ia mengambil permen kapas yang di jual itu.
"H.. H.. Hantuu? ". gumam penjual permen kapas melihat permen kapasnya melayang di udara.
"aaa". jerit Orang-orang dewasa yang menggendong anaknya segera berlarian.
anak yang sendirian yang sedang di tinggal oleh pengawas mereka malah berbinar melihat permen kapas terbang itu, anak kecil tidak tau apa itu hantu jika melihat hal baru malah penasaran tanpa berpikir itu menakutkan, anak kecil hanya takut dibentak dan dimarahi saja.
Crystal tidak sadar perbuatannya membuat orang-orang yang ada di taman bermain ketakutan, Ia malah semakin terbang tinggi sementara permen kapasnya juga mulai mengecil membuat Crystal kebingungan.
"kenapa bisa begini?". gumam Crystal tak suka melihat permen kapasnya sudah basah tidak cantik lagi karna Crystal tidak tau permen kapas tidak bisa terkena angin sementara Crystal bawa terbang kesana-kemari.
Crystal memberengut namun Ia melihat salah satu pemain taman hiburan memakan es cream, Crystal berpindah tempat mendekati wanita itu dengan cepat Crystal merebutnya.
"h.. h.. hantu? ". pekik wanita yang memegang es cream tadi membelalak melihat es cream nya melayang ke udara.
tadi Permen kapas terbang sekarang es cream terbang, Crystal benar-benar mengacau ditempat itu tanpa memperlihatkan wujudnya.
"manusia jahat, lebih baik aku tetap bersembunyi saja". batin Crystal tanpa beban memakan kue donat yang berhasil Ia rebut.
Crystal makan di puncak permainan, gadis itu terlihat tidak takut dengan ketinggian dibawahnya.
.
Crystal mengerjab melihat taman bermain itu kosong, "kemana semua orang? ". gumam Crystal mengedarkan pandangannya.
Crystal tidak sadar dirinya lah yang membuat taman bermain itu kosong tapi wajah bingung Crystal seketika berubah, Ia bermain dengan ceria mengambil apa saja benda yang bisa dimakan olehnya.
"Crystal? ". panggil Alex dengan nafas terengah-engah.
Alex tidak sengaja melihat sosmed bahwa ada hantu di taman bermain, kabar itu tersebar dimana-mana dan banyak komentar mendukung artikel itu yang sebagian dari mereka ada yang melihat gadis berambut perak terbang seperti hantu, sebab mustahil ada manusia yang bisa terbang.
Crystal menoleh ke Alex lalu berpindah tempat ke Alex, "kamu kenapa bisa disini manusia Alex? ". tanya Crystal memegang tangan Alex dengan senang.
"tunjukkan bentukmu". pinta Alex.
"tidak mau". jawab Crystal.
"kenapa? apa kamu tidak sadar berita tentang ada hantu di taman bermain ini sampai tempat ini kosong hmm? ". tanya Alex.
"aku disini sejak tadi, dan tidak ada hantu". jawab Crystal santai padahal dirinya lah yang dikatakan hantu.
mata Crystal memang istimewa tapi keistimewaannya itu hanya berfungsi saat dimalam hari, penglihatannya seperti disiang hari sangat terang.
"tapi hantu yang mereka katakan adalah kamu Crystal, bagaimana bisa kamu keliaran tanpa wujud hmm? ". omel Alex memilih duduk dikursi panjang yang ada didekatnya.
"biarin, mereka jahat minta aku bayar tapi aku tidak tau bayar bagaimana dan mengusirku seperti ular yang tidak diizinkan masuk Rumah, aku bukan ular kenapa harus di usir cuma karena tidak tau bayar?". jawab Crystal.
"cari aku kapanpun saat kamu mau membayar". pinta Alex.
Crystal memperlihatkan bentuknya pada Alex yang sudah kesekian kalinya Ia terkesima dengan wajah Crystal yang sedang memberengut.
"bagaimana cara membayar?". tanya Crystal mendekati Alex dan berdiri didepan Alex yang mendongak melihat mata violet Crystal.
Alex menghela nafas, "kamu membuat jantungku mau copot". Alex menarik tangan Crystal dan duduk disampingnya supaya tidak terlalu dekat dengannya.
Alex menjelaskan dengan sabar.
"ooh". jawab Crystal mengangguk polos.
Alex menggeleng kepalanya lalu mengeluarkan sesuatu dari dompetnya dan memberikannya ke Crystal,
"apa ini? ". tanya Crystal menerima Blackcard yang diberikan Alex.
"pakai itu saat kamu beli apapun". pinta Alex.
Crystal melihat kartu itu dengan seksama, Ia teringat model kartu yang diletakkan di Bus.
"apa ini bisa dipakai naik benda aneh itu? ". tanya Crystal berbinar.
"benda aneh apa Crystal? kamu yang aneh disini". tanya Alex.
Crystal memasukkan Kartu itu dalam saku baju nya yang dalam dan melompat-lompat gembira, Ia malah senang di sebut aneh.
Alex mengajak Crystal bermain dengan banyaknya wahana yang ada di taman bermain, Alex tau kalau Crystal belum mengenal apapun dengan nama nya teknologi, dikatakan gadis norak benar juga tapi sangat cakep.
Norak tapi Cakep itulah ejekan serta pujian yang pantas untuk Crystal.
.
"apa ini? ". tanya Crystal melihat Alex memintanya masuk ke mobilnya.
"mobil". jawab Alex membukakan pintu mobilnya dan mendorong Crystal masuk ke mobilnya.
Crystal menoleh kiri-kanan depan dan belakang, Ia mengacau seperti biasa menyentuh setiap benda yang ada didekatnya.
Alex duduk disamping Crystal menghela nafas, "aku harus sangat sabar menghadapimu Crystal".
Crystal menyeringai lebar lalu Alex mendekat, Saat Crystal melihat kearah Alex untuk bertanya hidungnya mengenai bibir Alex.
"ini apa? ". tanya Crystal memegang gigi tarik mobil.
"jangan di pegang, ini bukan mainan". pinta Alex memegang tangan Crystal yang mengangguk patuh.
Alex berdehem lalu kembali memasangkan Crystal Seatbelt, Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"karnamu mobil kesayanganku di bengkel". decak Alex.
"waahhhh". pekik Crystal melebarkan matanya dengan senang.
Alex menggeleng kepalanya melihat reaksi berlebihan Crystal yang bahagia dibawa jalan dengan mobil.
Alex membawa Crystal makan di Restaurant, Alex yang sedang menggenggam seorang gadis cantik berambut perak pun menjadi pusat perhatian.
"waah.. istana?? ". gumam Crystal dengan riang melompat-lompat digenggam Alex.
"Tuan?? ". sapa Manager Restaurant dengan sopan menyambut Alex.
Crystal hendak lari tapi Alex menarik tangan Crystal hingga membentur dada bidangnya.
"aduuh..!". ringis Crystal mengelus-ngelus keningnya.
"mau makan tidak? ". tanya Alex menekan kepala Crystal dan menekannya ke atas hingga Crystal mendongak menatap Alex.
mata Violetnya seketika berbinar, "makan?? ".
"hmm jadi jangan lakukan hal yang menakuti orang lain". peringatan Alex.
Crystal mengangguk-ngangguk senang sambil melompat-lompat seperti balon terlihat lucu, manager Restaurant melihat kaki Crystal yang memijak bumi nya lama seolah badannya Crystal itu ringan seperti kapas.
.
.
.