Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
bawa


.


.


.


Alex terlihat gugup dihadapan Rey dan Jessica, Ia benar-benar sangat gugup padahal saat menghadapi musuh terberatnya, Alex tidak pernah merasa gugup walau nyawa nya sudah berada di ujung tanduk sungguh Alex tidak pernah gugup akan apapun.


Crystal mengerutkan keningnya melihat Alex tidak makan, "kenapa?? kamu tidak suka makan ikan?". tanya Crystal penasaran.


"Eh..? Bu. Bukan". Alex gelagapan dan melihat Rey serta Jessica tengah menatapnya pun segera Alex fokus makan dengan tangan gemetar.


"kami tidak membunuh orang". perkataan Jessica membuat Alex menjatuhkan sendok yang Ia pegang.


"Ibunda". rengek Crystal.


"maaf sayang, kekasihmu ini terlihat lucu sekali". ucap Jessica dengan senyuman tanpa dosanya.


glek..!


"kekasih?". beo Alex.


"bukankah aku kekasihmu Lex? mereka semua mengatakan seperti itu jadi aku iyakan saja". Crystal memandang manik mata perak Alex yang terlihat resah memandang mata Violet Crystal.


"ada apa? bukankah Crystal kami adalah gadis yang kamu cari selama ini?". tanya Rey serius.


Alex diam sambil menurunkan tangannya,


"Alex? makan saja, nanti aku akan mengembalikan kamu pada Rekan-rekanmu untuk mundur". pinta Crystal.


"mundur?". beo Alex seakan tidak terima.


"kenapa? kamu mau masuk kandang Ular? aku tau kamu Pria yang sangat angkuh dan sombong, dan aku tau kamu tidak akan mau jika aku turun tangan kan? mereka sudah mengincarku Lex, tugasmu lindungi aku". Crystal memasang raut wajah seriusnya.


Alex terpaku, entah mengapa saat Crystal minta perlindungan darinya jantungnya berdebar kencang tapi Alex tidak mengatakan apa-apa dalam pikirannya karna tau Crystal bisa mendengar isi pikirannya.


langit di Pulau Nethal terang sementara di tempat Alex terkurung sebelumnya gelap ditambah berada di ruang bawah tanah, perbedaan jam diantara kedua negara itu tidak membuat Crystal lemah. anehnya setiap bersama Alex, Crystal merasa kekuatannya malah semakin bertambah berkali-kali lipat.


.


di negara lain,


"apaa?? kalian yakin?". tanya Indiro kaget mendengar perkataan mata-mata utusannya mencari markas tersembunyi Tyas dan komplotannya.


"yakin Tuan, tadi saya melihat sendiri Tuan Tyas dibuang oleh orang berpakaian hitam, dan saya juga melihat banyak yang mati juga". jawab si mata-mata yang dipercaya.


"bagaimana ini Tuan Besar?". tanya Botak tidak mengerti.


"apa ada kata-kata lain yang kau dengar?". tanya Putra serius.


"saya tidak tau Tuan, mereka bilang tiba-tiba saja Tyas dan komplotannya yang menyiksa Tuan Alex mati mengenaskan dan Tuan Alex tidak ditemukan dimanapun dicari lewat CCTV". lapor mata-mata itu lagi.


"bagaimana ini Tuan? apa kita bisa melakukan penyerangan?". tanya Cepak tidak mengerti.


"tidak ada di CCTV? tidak mungkin Nona Hantu datang kan membawa Tuan Alex menghilang". gerutu Cupu.


perkataan Cupu membuat semua mata melihat ke arah Cupu, Putra seakan menyadari hal itu.


"iya..! Nona itu bisa menghilang, tapi bagaimana caranya dia bisa menemukan tempat Tuan Alex? kita butuh strategi saat menyerang markas mereka yang dijaga ketat tapi Nona itu?". Putra berkata dengan raut wajah serius.


Indiro menghela nafas, "syukurlah jika Crystal berhasil menyelamatkan Alex, sebaiknya kita kembali ke Markas!". titah Indiro.


"tapi Tuan? apa mereka hanya berkata seperti itu sengaja Tuan? apa mereka tau kita mengirim mata-mata?". tanya Botak penasaran.


"tidak Tuan..? saya berani bersumpah kami tidak ketahuan sedikitpun, kami menggunakan alat kecil diterbangkan yang tidak terlihat supaya bisa mendengar perkataan mereka semua". bela si mata-mata dengan panik.


menjadi penghianat di Gangster Alex memang sangat mengerikan, jika berkhianat bukan hanya nyawa si penghianat yang menjadi taruhannya melainkan keluarga si Penghianat juga terkena imbasnya.


"untuk sekarang kita kembali terlebih dahulu, tidak ada salahnya percaya, kalau mereka tau tidak mungkin dia ini bisa memberikan bukti ini kepada kita". Indiro memberikan foto-foto Tyas dan para bawahan Tyas yang diseret oleh Pria berpakaian hitam sudah tidak bernyawa.


.


mereka semua bergadang sampai pagi memikirkan masalah Alex, hingga mereka mengumpulkan keputusan akan menyerang markas itu tapi saat semua komplotan Alex hendak berangkat tiba-tiba saja sebuah cahaya muncul didepan mereka membuat silau mata saja, mereka menutup mata dan saat membuka mata terlihatlah Alex dengan penampilannya yang sudah rapi bersama Crystal dengan wujud aslinya.


"Tuaaannn? ". teriak Botak dengan senang.


Crystal tersenyum cerah melihat semua bawahan Alex berbondong-bondong memeluk Alex yang hanya pasrah memasang wajah datar dan dinginnya mengelus rekan-rekannya yang menangis.


"nak?". panggil Indiro terharu melihat Crystal.


Crystal tersenyum cerah lalu terbang ke arah Indiro yang langsung memeluk Crystal seperti anak sendiri.


"terimakasih nak..! terimakasih sudah menolong Alex". ucap Indiro dengan terharu.


"sama-sama Daddy". balas Crystal dengan senyuman cerahnya.


Putra mengerjab-ngerjabkan matanya melihat Crystal yang diceritakan oleh rekan-rekannya, Ia bahagia Alex kembali tapi Ia baru pertama kali melihat bentuk asli Crystal.


"itu lah sosok yang kami kenal". bisik Cupu tiba-tiba sudah ada disamping Putra.


.


"kita semua kembali ke Indonesia! ". titah Alex dengan serius.


"ha? tapi pertarungan kita belum selesai Tuan". sahut Putra.


"pulang Pak Pimpinan". titah Crystal dengan tatapan mengintimidasi.


Putra tersentak, tak disangka Crystal memang lah Crys yang memanggilnya Pak Pimpinan sebab hanya Crys saja yang memanggilnya seperti itu.


"dengarkan perintah Crystal". sahut Indiro.


"ayo kita berkemas dan pulang". sambung Indiro lagi.


"aku pulang ya?". Crystal hendak menghilang tapi tangannya di tahan oleh Alex.


"hmm?". tanya Crystal memutar badannya kembali berhadapan dengan Alex.


"bukankah kamu minta perlindunganku? pulanglah bersamaku". pinta Alex dengan lembut.


Crystal terdiam lalu matanya melihat semua bawahan Alex yang menganga lebar melihat Alex yang bisa berkata lembut dan tersenyum tipis nan tampan memandang gadis berambut perak itu.


"boleh kah?". tanya Crystal memegang tangan Alex sambil melompat-lompat semangat.


Alex mengangguk dengan senyuman, "aku akan minta patung membeli tiket untukmu, kamu belum pernah naik pesawat kan?". tanya Alex membuat mata Violet Crystal berbinar cerah.


"mau-aku mau". jawab Crystal cepat.


hari itu juga Alex dan kawanannya langsung ke bandara menaiki pesawat pribadi Asiantama, mereka datang bersama-sama dengan jumlah yang sangat banyak tentu saja harus naik pesawat pribadi.


"waah..! ini Pesawat ya? biasanya aku lihat di ponsel aja, jadi ini namanya pesawat, besar banget Lex! ". pekik Crystal dengan senang sambil memegang lengan Alex yang menggenggam tangan Crystal.


Alex tersenyum saja menanggapi kesenangan Crystal, Alex membawa Crystal di kelas VVIP pesawatnya sementara seluruh rekannya semua kelas VIP saja tidak ada kelas ekonomi di Pesawat pribadi milik Keluarga Alex, itu sebabnya sekali di terbangkan harus banyak penumpang kalau hanya 1 atau 2 orang seharusnya naik pesawat umum saja.


Crystal belum pernah naik pesawat, jadi saat dibawa naik pesawat Ia sedikit berlebihan.


.


.


.


maaf kan Nae Readers tersayang karna cuma bisa Up 3, hehe.. sekarang Nae jadi Ibu Rumah Tangga nih padahal belum nikah tapi sebenarnya alasan Nae itu karna Mama Nae sedang pulang kampung, biasanya Nae banyak waktu santai sekarang malah sibuk dengan kegiatan rumah, harap Maklum ya Sayangkuh semua..? terimakasih..


.


.


.