Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
hadiah?


.


.


.


Alex dibuat mengumpat lagi mendengar ponselnya bergetar, benar-benar mengganggunya seharusnya Alex matikan saja ponselnya sejak tadi.


Crystal tertawa lebar melihat wajah masam Alex, "kamu tidak berubah Lex". ucap Crystal dengan senyuman.


Alex menggenggam tangan Crystal membawa gadisnya ke sofa dan duduk disana, sementara Alex melihat ponselnya pun menghela nafas panjang.


"ada apa?". tanya Crystal penasaran mengapa Alex menghela nafas.


"Mommy". Alex memperlihatkan layar ponselnya ke Crystal.


"kalau begitu besok kita kesana saja". usul Crystal mengambil alih ponsel Alex, Alex terpana melihat Crystal bisa membuka ponselnya tanpa menggunakan kata sandi padahal Alex membuat kata sandi yang rumit di ponselnya itu.


"aku kirim pesan ke Mommy, besok kita akan datang kesana". ujar Crystal tanpa menoleh ke Alex.


Alex tersenyum lebar lalu merebut ponselnya langsung memeluk Crystal dengan erat, "wangi tubuhmu memabukanku Crystal, aku tidak tau apa aku bisa menahan diri untuk tidak menyentuhmu". bisik Alex.


Crystal memukul punggung Alex sementara Alex malah terkekeh tanpa merasa bersalah, asalkan dirinya bertanggung jawab itu adalah yang paling utama apalagi dizaman ini sudah terpengaruh negara lain yang bebas dalam berhubungan.


"aku yakin kamu masih peraw*n kan?". goda Alex mengendus leher Crystal.


"hmm, aku hidup terpencil di pulau nethal bersama keluargaku dan aku tidak terjerat pergaulan bebas". jawab Crystal sambil tersenyum dibahu Alex.


"zaman sekarang sulit menjadi perempuan yang masih gadis". kata Alex lagi tapi bibirnya begitu asik menciumi bahu dan leher Crystal.


"sudah Lex..! kenapa penyakit mesummu semakin parah saja? apa karna kita bukan dimasa lalu? mentang-mentang tidak ada hukuman seperti itu kamu melakukannya padaku hmm? aku tidak mau". Crystal mendorong tubuh Alex yang semakin liar saja di lehernya.


Alex mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan memperlihatkan cincin pernikahannya ke Crystal, Crystal berbinar melihat itu ternyata Alex sangat serius padanya.


"kita menikah berdua bagaimana?". tanya Alex dengan memelas.


Crystal mengerutkan keningnya, "aku tidak bisa Lex..! walaupun aku ingin tapi kamu harus jaga perasaan Ayah dan Ibundaku". senyum lembut Crystal memandang sang kekasih hati.


Alex teringat Rey pun meraup wajahnya frustasi, Ia hampir saja kehilangan akal.


"maafkan aku sayang..! aku hanya takut kamu menghilang dariku seperti hari-hari sebelumnya". ucap Alex melangkah mendekati Crystal yang tersenyum manis.


"aku maafkan kamu Lex, aku percaya kamu adalah Pria yang bertanggung jawab tapi aku tidak mau membuat Ayahku marah padamu dan hubungan kita semakin rumit". Crystal mengelus rahang Alex.


"kamu benar Crystal". Alex memeluk Crystal dengan lembut sambil memejamkan matanya.


alhasil mereka berdua hanya tidur berdua tapi tidak melakukan apapun, Alex hampir saja kehilangan akalnya karna yang ada di pikirannya saat itu hanya tidak mau Crystal lari darinya.


.


ke esokan harinya Crystal diajak oleh Alex ke Mansion Asiantama lalu mengutarakan permintaannya yang ingin menikahi Crystal secepatnya, Dewi Par yang awalnya marah pada Alex karna sudah membuat Crystal tidak muncul berhari-hari langsung berubah ekspresi.


tentu saja mereka setuju dengan pernikahan Crystal dan Alex tapi mendengar permintaan Alex membuat semua keluarga Alex terpaku, sebab mereka tidak bisa mengadakan pesta besar dan Indiro mendukung permintaan Alex yang sekarang lagi tidak aman, terlebih lagi Erlando sudah berani menyerang orang Alex secara terang-terangan.


"tidak apa Mom..! aku hanya ingin menjadi bagian dari keluarga kalian, aku tidak ingin mengadakan pesta besar karna yang aku inginkan hanya Alex saja Mom". Crystal yang mendengar Pikiran Dewi Par sedih pun menghibur.


"tapi sayang? apa kamu tidak ingin dijadikan ratu hmm?". tanya Dewi Par dengan ekspresi sedihnya.


"maafkan kami sayang..! kamu adalah menantu yang sangat kami inginkan, gadis yang dipilih langsung oleh dewi kami tapi tidak bisa mengadakan pesta besar untuk pernikahanmu sayang". Endang terlihat murung juga karna tidak bisa berbuat apa-apa demi keselamatan Crystal.


Crystal beralih memeluk Endang, "kalian tidak tau apa yang Alex lakukan dimasa lalu untukku Oma, kami pernah berjanji akan menikah dengan cara yang sederhana, sekarang Alex harus memenuhi janjinya yang dulu".


"zaman dulu ya zaman dulu sayang berbeda dengan sekarang". gerutu Dewi Par yang sudah tau Crystal mengingat masa lalunya.


Alex diam mendengarkan, "apa Mommy tau sesuatu? apa masa lalu yang Dewi Keramat katakan memang benar? aku dan Crystal punya ikatan kuat dimasa lalu itu sebabnya Crystal begitu berubah? tapi kenapa aku tidak ingat?". batin Alex.


Crystal mendengarnya menoleh ke Alex sambil tersenyum membuat Alex memerah malu karna lupa Crystal bisa mendengar isi pikiran orang.


"ini demi keselamatan Crystal sayang, mengertilah ya..? kita akan adakan pesta yang sangat mewah nanti untuk anak dan menantu kita jika situasinya sudah aman". kata Indiro dengan serius.


Crystal meminta mereka untuk berpegangan tangan, Crystal tidak melihat Belle dan Lina jadi hanya bawa keluarga terdekatnya untuk tiba di Pulau Nethal, betapa terkejutnya Keluarga Alex melihat keindahan pulau itu, mereka yang awalnya pusing langsung sembuh karna keindahan alam itu.


"Ibundaaaa?? Ayaaaahhh?". Crystal terbang ke arah Rumahnya.


"ayo Mom..! Daddy..! Oma". ajak Alex.


"kenapa kita tidak diberi waktu untuk menyiapkan mahar hmm? kalau begini kita tidak sopan namanya tidak bawa apa-apa ke rumah pihak perempuan padahal niat kita ingin melamarnya". omel Dewi Par


"huh.. iya, Oma tidak punya apa-apa". Endang memijit pelipisnya.


"semua serba dadakan". jawab Indiro.


Alex tersenyum, "nanti saja kita pikirkan mahar itu, ayo masuk..! Crystal menunggu kita". ajak Alex sekali lagi.


Keluarga Alex masuk ke Rumah Sederhana milik Rey dan Jessica, mereka di layani dengan baik sementara Dewi Par dan Endang terus meminta maaf tidak membawa apa-apa.


"tidak apa..! aku tau dengan kelakuan Putriku sendiri, dia memang punya kekuatan bisa menghilang tapi dia jarang pulang kesini sejak tinggal di dunia kalian". kata Jessica sambil tersenyum.


.


Rey mendengar lamaran Indiro untuk Alex pun tersenyum tipis saja, "aku tidak bermaksud melarang pernikahan kalian tapi Istriku dengan hamil tua, aku tidak bisa kemana-mana selain disini saja, jika kalian mau kita menikahkan anak kita, maka adakan juga hari ini dan disini saja bagaimana?". tanya Rey.


"tapi kami tidak bawa apa-apa saat ini". Indiro.


"apa memangnya yang aku inginkan? aku yakin kalian akan membahagiakan anakku, dia memang nakal tapi sebenarnya dia penyayang, aku hanya minta mahar berupa janji kalian untuk menyayangi putriku seperti kalian menyayangi anak kalian sendiri, jika dia salah jangan pukul dia karna aku tidak pernah memukul anakku walau dia menjungkir balikkan tubuhku, kalian mengerti maksudku kan?". Rey berkata dengan serius.


.


.


.