Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
datang


.


.


.


dokter wanita itu diantar Belle ke depan Mansion, Ia bertugas mengantar si Dokter dengan ramah sebab seluruh keluarga Alex sedang larut dalam kebahagiaan.


Crystal spontan memejamkan matanya lalu terbuka tiba-tiba, "Alex..?". Crystal melihat ke arah Alex.


"iya sayang?". Alex mendekati Crystal dan duduk di depan Crystal.


"Ibunda melahirkan". pekik Crystal lalu segera menghilang membawa Alex.


"Ehhh?". keluarga Alex celingukan mencari Crystal dan Alex yang tidak terlihat.


"padahal aku ingin ikut juga". gerutu Dewi Par.


"biarkan saja..! yang penting Alex ada disisi Crystal untuk menjaga cucuku". kata Indiro sambil bersiul senang melangkahkan kaki keluar dari kamar Alex.


Endang dan Dewi Par saling melihat lalu tertawa kecil, mereka berdua belum sempat memberitau Crystal bahwa Lina dan Al sudah menikah menjadi Ibu sambung Sean yang begitu patuh dengan Lina.


.


.


Crystal tertawa riang melihat bayi laki-laki yang tengah di gendong Rey, Alex hanya diam saja memandang anak itu sebab Ia membayangkan dirinya akan berada di posisi Rey menggendong sang buah hati.


"akan aku beri nama Lionel Madhava". kata Rey sambil menciumi wajah bayi laki-lakinya.


"selamat datang dek? kamu juga akan punya teman dek..?". kata Crystal sambil memegang perutnya.


Rey dan Jessica saling pandang lalu beralih menatap Crystal, "aku hamil Ibunda, Ayah..! aku hamil anak Alex". jawab Crystal dengan raut wajah bahagia.


"benarkah?". tanya Jessica dengan semangat.


Rey tersenyum senang mendengarnya, Ia tak heran lagi kalau Crystal cepat hamil sebab tau anaknya itu bukan anak biasa.


"waah..? sebentar lagi Anak bungsuku punya teman yang punya kekuatan super". sambung Jessica dengan wajah bahagia.


mereka berbincang cukup lama lalu Crystal memangku Belang, si kucing kesayangannya itu begitu manja dengan Crystal tak peduli Alex yang tengah menatap datar hewan berbulu itu.


Crystal menoleh ke Alex, "jangan macam-macam pada belangku Lex..!". peringatan Crystal segera Alex membuang muka karna ketangkap basah oleh sang Istri bahwa dirinya tak senang melihat hewan berbulu itu bermanja di pangkuan Crystal.


.


.


esok siang nya Crystal dan Alex kembali ke Mansion Asiantama, Ia mengajak Alex ke Apartemen Dinda tapi adiknya itu tidak ada yang otomatis Crystal menebak Dinda sedang berada di kampus.


"kenapa harus kesana sayang? kamu sedang hamil muda, bagaimana kamu mau datang ke Kampus itu hmm? mereka hanya memandangmu saja". protes Alex dengan alis ditekuk.


Crystal menjatuhkan rahangnya melihat Alex, "ternyata sikap cemburunya itu tidak berbeda jauh dengan dulu, dizaman sekarang namanya Posesif". batin Crystal.


"pokoknya aku harus ketemu Dinda..!". tegas Crystal yang tidak mau menuruti Alex entah apa yang salah dengannya.


Alex menganga, "sayangg?".


"anakmu ini sepertinya jengkel padamu Lex..! jangan lawan aku karna saat Ibunda hamil selalu saja Ayah kena masalah". gerutu Crystal dan Alex terpaksa mengekori Crystal karna tidak mau Crystal kenapa-napa.


.


"Nona?". gumam Putra di dalam mobil segera keluar dari mobilnya dan berlari ke arah Crystal dan Alex.


Crystal tersenyum ke Putra, "bagaimana dengan adikku? dia tidak nakal kan? kamu bisa mengaturnya kan?". cecar Crystal ke Putra.


"Dinda..? Ehh? Nona Dinda sangat patuh Nona". jawab Putra.


"panggil Dinda saja padanya, aku yakin dia tidak akan suka kamu memanggilnya Nona". kata Crystal dengan serius.


"ba.. baik Nona". jawab Putra lalu melirik Alex yang menatap datar dirinya, hal itu berhasil membuat bibir Putra berkedut seolah sudah tau saja masalah Tuannya itu yaitu tidak berdaya atau tidak bisa berbuat apa-apa (Kalah), Alex menautkan kedua alisnya dengan mata memicing ke Putra yang segera menahan kedutan bibirnya.


Dinda keluar dari kampusnya dan matanya melebar melihat Crystal,


"Kaaakk?". pekik Dinda berlari ke arah Crystal yang terbang ke arah Dinda membuat Alex panik tapi tidak bisa berbuat apa-apa karna ingat ancaman Crystal, sementara Putra menganga saja melihat pemandangan ajaib itu didepan mata.


mahasiswa/i yang baru keluar melihat Dinda berlari ke arah Crystal dan Crystal yang terbang ke Dinda seketika langsung terduduk lemas, belum hilang rasa syok mereka saat tau Putra yang seorang pemilik Hotel besar tunduk ke Dinda selama 1 minggu sebelumnya, kini mereka dibuat syok lagi Dinda memanggil kakak pada kekasih hati si penguasa (Alex) yang sebenarnya yaitu Crystal.


"kamu tidak berubah sayang..! kamu dulu juga sering berlari seperti ini padahal kamu Tuan Putri". batin Crystal yang kini sudah memeluk Dinda dengan penuh kasih sayang.


"Kakak merindukanmu sayang". kata Crystal dengan lembut.


Dinda tersenyum cerah dipelukan Crystal, "aku juga kak". cicitnya malu-malu.


Alex dan Putra mendatangi pasangan kakak adik itu yang seperti sedarah, entah mengapa Dinda begitu sayang pada Crystal seperti ada ikatan yang sulit untuk dijelaskan baginya pada Crystal tapi tidak berani mengatakan apa-apa karna tau betapa berkuasanya Crystal yang pasti sangat sibuk.


Crystal menangkup pipi Dinda, "apa Putra punya kesalahan sayang? apa dia pernah membentakmu? menyakitimu? tidak mengantarmu? atau tidak mengantarmu makanan? cerita sama kakak sayang, kakak akan gantung dia dengan kekuatan Kakak". cecar Crystal dengan penuh kasih.


glek...


Putra menelan salivanya bersusah payah, entah Dinda akan mengadukannya pada Crystal akan sikapnya yang 1 minggu lalu terlambat menjemput Dinda tapi tidak berbicara dalam hati karna tau Crystal bisa membaca pikiran orang tanpa harus menatap matanya.


"tidak kak..! bang Putra baik banget sama aku..! lihat kak?? dia belikan aku laptop baru dengan File sebelumnya tidak hilang, laptop ini sangat membantuku, muatannya sangat besar". jawab Dinda dengan ceria menunjukkan laptop barunya.


"bukan bekas kan?". tanya Crystal.


Putra tersedak seketika sambil terbatuk-batuk sedangkan Alex menatap datar Putra tanpa ikut campur, Alex harus berhati-hati membalas perkataan sang Istri yang sensitif.


"N.. Nona? s.. saya tidak pernah membeli barang bekas". protes Putra dengan nada tak percaya.


"baguslah, aku akan menambah sistem kekebalan tubuhmu dengan tidur nyenyak dimalam hari". kata Crystal menjentikkan tangannya hingga tubuh Putra bersinar dan ajaibnya Putra langsung berubah segar.


"Dinda sangat berarti bagiku Putra..! kalau sampai dia terluka walau sedikit saja karna keteledoranmu maka tubuhmu akan aku gantung terbalik sampai luka di tubuh adikku sembuh". ancam Crystal dengan galak.


Putra membelalak karna beruntung minggu lalu Crystal tidak tau luka di sudut bibir Dinda, sementara Dinda yang terharu memeluk Crystal dengan erat.


"kenapa kakak baik sekali padaku? kenapaa?". tanya Dinda dengan mata berkaca-kaca.


"kakak berhutang padamu sayang, dulu kakak tidak punya kekuatan apapun tapi dimasa sekarang kakak janji akan membuatmu bahagia". batin Crystal.


"karna kamu adik Bunga Crystal Violet". jawab Crystal dengan gemas melepaskan pelukannya dengan Dinda dan mengusap puncak hidung Dinda yang tersenyum senang dengan mata yang berkaca-kaca karna terharu memandang manik mata Ungu Crystal.


Crystal melihat raut wajah Dinda langsung mencium kening Dinda dengan mata berkaca-kaca, rasa penyesalan terbesarnya Crystal adalah penderitaan adiknya dimasa lalu, terlihat jelas sekali Crystal sangat sayang pada Dinda yang merupakan adik kandungnya dimasa lalu.


Orangtua kandung Crystal di masa lalu sudah lama meninggal dunia, jadi yang Crystal temui dimasa ini hanya Dinda saja, mungkin jika Crystal terlambat menemui Dinda pasti adiknya juga tiada karna hidupnya yang dihancurkan oleh Pria-pria kejam yang sama dimasa lalu, beruntung Crystal bisa merubah takdir kejam yang akan di hadapi Adiknya itu.


.


.


.