
.
.
.
sementara gadis yang dicari-cari Alex tengah bersantai di atas pohon sambil mengunyah buah apel, kakinya menjuntai dengan rambut peraknya yang beterbangan di tiup angin sepoi-sepoi.
"siapa suruh mengusirku, huh..! pokoknya aku tidak mau bertemu Alex". gerutu Crystal dengan raut wajah masamnya.
"dia seperti bukan Alex yang aku kenal, Alex yang aku kenal itu adalah Pria yang suka memeluk juga menciumku bahkan membicarakan masa depan denganku, aku tidak mau bertemu dengannya ! dia bukan Alex-Ku". oceh Crystal lagi.
Crystal membuang nafas panjang, "apa Alex belum mencintaiku? padahal dulu dia yang pertama kali mencintaiku". gumam Crystal lagi.
Crystal menggeleng-geleng kepalanya seketika, "aku tidak boleh menjadi perempuan mudah didapatkan olehnya, hanya karna dia Kaya dan impian semua wanita? aku juga bisa menjadi impian banyak Pria, dulu aku adalah penguasa bangsa lelaki". Crystal begitu kesal dengan tingkah Alex yang begitu jual mahal padanya.
Crystal berkali-kali membuang nafas panjang, "bodo amat..! apa aku kembali bekerja sebagai Crys?". gumam Crystal tampak serius.
"tapi jika aku sebagai Crys tidak ada yang menyukaiku karna aku tidak terlalu cantik". Crystal sepertinya sangat tidak suka dengan penolakan Alex dan berencana menjadi gadis yang populer lalu disukai oleh banyak lelaki supaya Alex tau bersikap jual mahal padanya adalah sebuah kesalahan.
"aku menggunakan wajah asliku saja ya?". gumam Crystal lalu menggeleng-geleng kepalanya.
"aku jadi Crys aja deh". jawab Crystal lagi.
Crystal menggerutu kesal sampai Apel yang ditangannya habis, Ia mengambil buah Apel lagi lalu menghilang dari pepohonan itu tiba-tiba muncul di halte Bus membuat orang-orang yang duduk dan berdiri disekitar sana menjerit kaget.
"aah..! Maaf". cengir Crystal lalu berdiri dan berlari riang sambil menggigit Apelnya seperti tidak ada beban hidup sama sekali.
"aku sudah lama tidak sebebas ini, tidak ada salahnya aku membuat kekacauan sebelum waktunya menjadi manusia biasa yang terkekang". gumam Crystal dengan ceria.
"Ehhh??". Crystal kaget melihat seorang Nenek-nenek keliatan sulit menyeberang jalan.
"Nenekk?". Crystal melayang ke arah Nenek itu dan menuntun Nenek itu menyeberang, si nenek cukup kaget melihat sosok Crystal.
beberapa pengendara yang melihat sosok gadis berambut perak itu menolong nenek-nenek menyebrang menghentikan kendaraannya masing-masing, padahal rambu-rambu lalu lintas untuk pejalan kaki sudah berwarna merah yang artinya tidak boleh menyebrang.
"sudah kan Nenek?". tanya Crystal dengan senyuman.
"terimakasih Nona cantik". ucap Nenek itu menatap lembut Crystal.
"sama-sama nenek". jawab Crystal dengan senyum secerah mentari.
Crystal berlari sambil melompat ceria meninggalkan si nenek yang menatap lekat-lekat punggung Crystal, "anak itu sangat cantik dan memiliki masa depan yang bahagia, tapi jalan menuju kebahagiaan itu tidak mudah juga". gumam si nenek yang ternyata seorang mantan duk*n.
Crystal terus berlari riang hingga Ia menghentikan langkah riangnya melihat belasan mobil berhenti didekatnya, keluarlah beberapa pengawal Pria didalamnya.
"kenapa orang-orang ini?". batin Crystal menoleh kiri-kanan, depan-belakang yang tidak ada siapa-siapa.
Crystal hendak berbalik tapi tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang membuatnya ingin tau bos mereka semua.
"silahkan Keluar Tuan Muda". ucap para pengawal itu dengan sopan dan serentak.
Crystal melihat pintu mobil itu dengan kening mengkerut, keluarlah seorang Pria gagah dengan kacamata hitamnya lalu Pria itu terlihat tengah menatap Crystal.
"benar-benar sangat cantik, aku harus memiliki Bunga Violet Alex ini, aku bisa menguasai dunia dengan memilikinya". batin Pria itu yang dapat Crystal ketahui.
"Alex? dia kenal Alex? apa dia Pria yang bernama Erlando?". batin Crystal menebak.
para pengendara lain menghentikan kendaraan masing-masing tanpa ragu merekam situasi itu, Crystal sangat terkenal di sosmed apapun tentang Crystal pasti akan menjadi trending topik.
"apa kamu Bunga Violetnya Alex?". tanya Pria itu dengan senyuman tapi belum melepas kacamata hitamnya.
"bukan". jawab Crystal dengan santai.
"benarkah? tapi mata dan rambutmu". Pria itu memandang Crystal dengan serius.
"lihatlah? aku hanya berjalan kaki, apa kau tidak lihat? aku tau gadis Violetnya Alex itu bisa terbang". Crystal menjawab dengan santai dan hal itu membuat Pria itu menatap Crystal dengan teliti.
"apa benar ini gadisnya?". tanya Pria itu menoleh ke Para bawahannya.
"benar Tuan..! kami sudah memastikannya, kemunculannya di Halte Bus sudah tersebar dimana-mana". jawab bawahan Pria itu dengan kepala tertunduk.
Pria itu berbalik dan tidak melihat Crystal, "dimana dia?". gumam Pria itu celingukan lalu melihat Crystal sudah menyeberang jalan sambil berlari dan melompat riang.
sudut bibir Pria itu tertarik keatas, "menarik juga, dia mencoba menipuku". seringai tipis Pria itu dengan misterius.
"kalian tunggu disini!". titah Pria itu segera berlari dengan langkah lebar mengejar Crystal.
Crystal berlari tanpa beban hingga tiba-tiba Ia menoleh ke belakang saat ada sebuah tangan menghentikannya.
"kamu menipuku ya?". tanya Pria itu melepas kacamata hitamnya membuat Crystal melebarkan mata melihat paras Pria itu.
"Vargo Brengs*k". batin Crystal yang bisa mengenali wajah Pria didepannya adalah sosok yang menghancurkan dunia impian masa depannya dengan Alex yaitu Kakak beda ibu nya Alex di masa lalu.
"dia benar-benar bereinkarnasi". batin Crystal.
"aku memang sangat tampan, mau ikut denganku? makan berdua?". tanya Pria itu dengan senyuman bersahaja nya.
Crystal menepis tangan Pria itu dengan tatapan tak senang, "aku sibuk, dan anda salah orang". ketus Crystal lalu berlari sekuat tenaga.
"tunggu". teriak Pria itu juga ikut berlari mengejar Crystal, Crystal menoleh lalu melempar apelnya sampai menggelinding ke arah Pria itu hingga Pria yang Ia benci di masa lalu itu menginjak apel itu dan terjatuh.
"aaah". pekik Pria itu terjatuh kebelakang lalu Ia memegang kepala belakangnya yang sangat sakit.
"Tuannn?". teriak para bawahan Pria itu berlari ke arah atasannya.
Crystal masuk ke sebuah toko baju yang sangat sepi dan mengintip ke arah luar, "dia sudah pergi?". gumam Crystal celingukan.
"kenapa aku melupakan kekuatanku? seharusnya aku terbangkan saja dia sampai nyangkut di tiang listrik lalu tersentrum dengan tegangan tinggi sampai mati disana". gerutu Crystal yang terlalu panik sampai lupa bahwa dia bukan manusia biasa.
"permisi Nona?". sapa para pelayan yang ikut membungkukkan setengah badan ke arah Crystal yang tengah berjongkok alias bersembunyi.
Crystal mendongak dan terpekik kaget, sementara yang melihat Crystal pun kaget sebab Crystal sangat terkenal ditambah melihat secara langsung mata Violet serta rambut perak itu yang sudah dicap sebagai kekasih Alex.
"Ma.. Maaf ya? aku hanya numpang bersembunyi, aku tidak mencuri". cengir Crystal berdiri tegak sambil mengibas-ngibaskan bok*ngnya yang terasa sakit karna terduduk terlalu keras.
"Nona..? suatu kehormatan bagi kami didatangi oleh Nona milik Tuan Muda Alex". ucap para pelayan membungkukkan badan dengan hormat.
"Ehh? haha... aku bukan kekasih Alex". bela Crystal sambil menggeleng-geleng kepalanya dan tersenyum kikuk.
sungguh Crystal masih kesal pada Alex.
.
.
.