
.
.
.
Dewi Par kembali bersama Endang membawa bayi laki-laki yang sudah dibersihkan.
"sayang terimakasih...! maafkan aku karna aku suami yang tidak berguna, aku tidak ada disisimu saat melahirkan sayang". ucap Alex terus membubuhi kening Crystal ciuman penyesalannya.
Dokter yang melihatnya hanya semakin kagum saja, benar juga sih sedang punya Istri cantik dan seksi saja begitu disayang oleh suami, bagaimana jika punya Istri yang punya kekuatan Super? sudah pasti si suami begitu Cinta dan sayang.
Crystal tersenyum menatap Alex, "ini impian kita berdua Lex...! ini impian kita". kata Crystal dengan nada pelan.
"iya.. ini mimpiku, terimakasih sayang". ucap Alex dengan wajah terharu.
Dokter menjelaskan tugasnya sudah selesai, Indiro yang menunggu di Luar segera membayar gaji si dokter tapi di tolak karna merasa tidak ada tugasnya sama sekali, namun Indiro bersikeras membayar untuk waktu yang telah dipakai si Dokter datang ke Mansion mereka.
Indiro berbalik saat Dewi Par memanggilnya, "Belle..??". panggil Indiro.
"Iya Tuan". sahut Belle dan Ibu Ita hanya tersenyum penuh keharuan di dekat Belle.
"antar dokter ya? aku harus masuk melihat cucuku". pinta Indiro serius.
"baik Tuan". jawab Belle segera menuntun Si Dokter pergi.
Indiro masuk ke Kamar Alex, "mana?? mana Cucukuu?". teriak Indiro berlari sambil mengedarkan pandangannya.
saat Indiro masuk ke kamar Alex dan melihat bayi mungil itu digendongan Alex, "Cucukuu??". Indiro mendekati Alex.
"kamu temani Crystal Lex..! biar anakmu kami yang urus". kata Indiro mengambil alih bayi itu dari Ayahnya sendiri.
Dewi Par dan Endang yang ada didekat Crystal mengelus kepala Crystal, dan izin pergi dari Crystal.
Alex hanya bisa menganga melihat Indiro membawa pergi putranya, Dewi Par dan Endang pun berlari menyusul Indiro disisi kiri-kanan untuk melihat bayi Alex dan Crystal.
Crystal tersenyum melihat betapa sayangnya Keluarga Alex pada bayinya, belum cukup 9 bulan tapi tidak perlu lagi memakai bantuan alat bagi bayi prematur, bayi yang lahir dari rahim Crystal seperti bayi normal pada umumnya sampai si dokter pun tidak tau umur kandungan Crystal sebab Ia datang juga terlambat, alasan utamanya juga Crystal tidak pernah ke dokter, ada saja alasan Crystal yang mual dengan bau obat.
"sayang? anakku?". Lirih Alex menatap Crystal dengan lemas sambil menunjuk ke arah pintu kamarnya.
Crystal makin mengulum senyum, "biarkan anak kita bersama mereka Lex..! bisa bantu aku bersih-bersih?? ranjang kita penuh dar*h". Crystal memelas.
"biar aku bantu sayang". Alex seketika melupakan bayinya karna melihat dar*h bercecer dibalik selimut Istrinya.
Alex menggendong Crystal ke kamar mandi, walaupun Crystal sakti punya kekuatan super tapi Ia juga manusia yang bisa pendar*han.
.
"mau ngapain?". tanya Alex melihat Crystal tengah berusaha meraba-raba lemari.
"a. aku mau ganti spreinya? aku yakin kamu pasti jijik dengan ranjang kita kan? aku akan ganti". kata Crystal dengan senyuman.
"tidak bisa..! aku bisa melakukannya, kamu hanya perlu duduk dan Istirahat saja". jawab Alex tegas menggendong Crystal.
Crystal pun sangat beruntung melihat Alex begitu profesional membersihkan ranjang mereka, Alex juga mencuci ranjang mereka yang masih tembus, Crystal memandang raut wajah Alex yang terlihat tidak jijik dengan pemandangan itu bahkan begitu sabar membersihkan ranjang mereka seolah Suaminya itu sudah terbiasa padahal baru pertama kalinya.
sebenarnya Crystal bisa saja menyembuhkan dirinya tapi Ia ingin menikmati kesembuhannya seperti manusia normal pada umumnya, Ia adalah seorang Ibu tentu harus menjadi Ibu yang kuat untuk anaknya supaya tidak semena-mena dengan kekuatan walau punya kekuatan super.
.
.
2 minggu kemudian,
Ruang Tamu,
"Nona?? apa tidak mau mengadakan pesta besar untuk merayakan kedatangan calon penguasa baru Keluarga besar ini?". tanya Belle.
"tidak mau". jawab Crystal berubah masam.
"kenapa Nona?". tanya Belle.
"kamu mungkin manusia normal Belle, enak sekali menjadi manusia normal yang tidak mendengar isi pikiran orang lain". jawab Crystal mengerucutkan bibirnya.
"ha?". cengo Belle.
"jadi alasan Nona tidak mau mengadakan perayaan apapun karna mendengar isi pikiran setiap orang dalam sekaligus?". tanya Belle penasaran.
"iya, itu sangat berisik dan aku tidak suka". jawab Crystal.
Belle dan Crystal menoleh ke arah Indiro bersama Alex yang bertengkar karna berebutan memberi nama untuk bayi itu.
"Daddy kalau mau beri nama anak maka nya punya anak sendiri, ini anakku". protes Alex mencium sayang kening putranya.
"sayang?". Indiro meminta bantuan ke Dewi Par yang tertawa cekikikan.
"siapa suruh punya anak cuma 1". ledek Endang terkikik.
Indiro menekuk alisnya, sungguh Ia ingin sekali memberi nama untuk bayi menggemaskan itu.
"aku akan beri nama anakku yaitu Cashel Alexander Asiantama, biar dunia tau kalau bayi ini anakku yang seorang calon penguasa". kata Alex dengan bangga.
Crystal menganga lebar, tiba-tiba semua tersentak kaget mendengar seruan seseorang.
"enak aja..! kalian tidak menunggu kami?". omel Jessica bersama Rey yang menggendong Lionel Madhava.
"tatakkk?". pekik Lionel turun dari gendongan sang Ayah berlari ke arah Crystal yang langsung memeluk Adik bungsunya yang sungguh lucu sebaya dengan Anaknya.
"pletakkk". Jessica menjitak kening Alex yang meringis memejamkan matanya.
Alex pasrah saat Jessica mengambil alih Bayinya,
"aku baru menjadi seorang Ibunda lagi setelah beberapa puluhan tahun tapi beberapa bulan kemudian aku menjadi seorang Nenek". kekeh Jessica mencium gemas hidung baby Cashel.
"Ibunda?". Alex nyengir ditatap sengit oleh Jessica.
"baiklah..! kami sudah datang, ulangi pemberian namanya". titah Rey dengan bangga membenahi kerah baju barunya.
akhirnya nama Baby Alex dan Crystal resmi disepakati yaitu Cashel Alexander Asiantama, semua Keluarga Alex dan Crystal bersuka cita menyambut Baby Cashel.
.
Crystal terkikik melihat wajah lucu Lionel memandang anaknya, "kenapa dek?". tanya Crystal dengan gemas mencubit pipi Lionel yang juga punya kekuatan seperti Ibundanya tapi anehnya Lionel begitu patuh dengan apapun yang diperintahkan oleh Jessica.
jika Jessica melarang maka Lionel tidak akan melakukan apapun, tidak seperti Crystal dulu yang nakal nya tidak bisa tertolong hingga Jessica harus menghukum Crystal dengan cara di gantung bersama kawanan monyet atau lutung.
"ta.. ta?". Lionel menunjuk mata Baby Cashel.
"kenapa matanya? mirip kakak kan? tidak mirip Dek Lionel?". tanya Crystal dengan lembut.
Lionel mengangguk-ngangguk sambil meraba matanya yang berwarna merah delima seperti Jessica.
Crystal menjelaskan kalau Baby Cashel menirunya sama seperti Lionel yang meniru Jessica, akhirnya Lionel yang memang sangat cerdas mengerti penjelasan Crystal walau umurnya belum cukup 1 tahun sudah bisa segalanya kecuali berbicara yang belum terlalu fasih.
.
.
.