Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
taman


.


.


.


ke esokan harinya,


Mansion yang biasanya sepi kini penuh dengan teriakan Bella dan Lina mengomeli Sean yang nakalnya minta ampun, drama si pelayan dan si Tuan kecil pun terjadi tapi Lina tanpa ampun menjewer telinga Sean.


aksi kejar-kejaran pun terjadi hingga tiba-tiba Sean menabrak seorang Pria yang rasanya Sean menabrak batu.


"aduuh". Sean mengelus-ngelus keningnya lalu mendongak melihat pemandangan itu.


Alex sedang berdiri dengan raut wajah dinginnya yang menatap Sean dengan mata kebawah sementara kepalanya tetap lurus kedepan.


"sedang apa manusia kecil ini disini?". tanya Alex.


"maafkan saya Tuan Muda, dia adalah Anaknya Tuan Al silahkan dihukum jika anda tidak suka Tuan maka usir saja dia dari sini Tuan Muda". kata Lina dengan senyuman berharap Alex akan mengusir anak nakal itu.


Sean menatap tajam Lina yang tersenyum manis tanpa beban, Bella manggut-manggut setuju dengan perkataan Lina.


"dia masalahmu kan? kau usir saja dia sendiri". jawab Alex dengan malas berjalan melangkahi Sean yang membulatkan matanya.


Bella dan Lina pun terbelalak lalu menahan tawa sekuat tenaga.


"Heii?? Om?". Sean berdiri dan berkacak pinggang ke arah Alex yang berputar arah melihat Sean yang tengah mencoba menantangnya.


"kenapa Om tidak sopan padaku? kenapa melangkahiku? aku bukan may*t". marah Sean.


"kenapa aku harus sopan dengan manusia kecil sepertimu". ejek Alex lalu berbalik pergi meninggalkan Sean yang nafasnya sudah tidak beraturan seperti sedang marah.


Bella dan Lina mendekati Sean lalu mengejek Sean supaya anak itu menyerah dan pergi, tapi tidak disangka Sean adalah anak yang kuat walau dikerjai habis-habisan tidak membuat Sean jerah.


di Meja Sarapan,


"maafkan saya Nyonya!". ucap Lina sekali lagi.


"kenapa Mbak terus minta maaf sih? kan aku bayar tinggal disini". sambar Sean yang memang sombong.


Alex menjatuhkan sendoknya, "kalau begitu kau pergi ke Hotel dan bayar sana..! kau fikir ini penginapan? atas dasar apa kau berani menginap disini? jika bukan Karna Bunga Violetku sudah aku depak kau dari sini".


"kenapa Om jahat sekali?". Sean melototi Alex walau tidak tau siapa Bunga Violet yang dimaksud Alex.


"kau fikir aku harus bersikap baik padamu? pergilah dari sini kalau kau membicarakan tentang uang, aku jauh lebih kaya dari Ayahmu itu". ketus Alex.


yang lain hanya menonton saja berharap Sean akan pergi sebab setau mereka anak-anak sangat takut pada Alex yang memiliki aura menyeramkan.


"aku akan tetap disini mengikuti mbak Lina teman Kakak Spiderman itu". jawaban Sean membuat yang lainnya menganga lebar.


"kau...?". Alex menunjuk namun bahunya dipukul oleh Indiro.


Lina benar-benar sangat malu saat ini karna Sean, Ia tidak menyangka Sean akan bertindak sejauh ini demi dekat dengannya dan Crystal padahal Lina sudah berapa kali memarahi Sean.


.


Alex pergi ke taman hiburan yang sunyi,


"kenapa tempat ini jadi sepi?". gumam Alex mengedarkan pandangannya tidak mengerti.


Alex teringat bahwa Ia punya ikatan khusus dengan Crystal, Ia memejamkan matanya dan memanggil Crystal dengan senyuman.


Crystal tiba-tiba muncul didepan Alex dengan mulut menganga, Ia sedang bermain dengan Si Belang yang keliatan melototkan matanya melihat sekeliling.


"K.. Kamu..? A.. Alex? k.. kenapa memanggilku? bukankah kita sudah berjanji tidak akan memanggilku seperti itu? bagaimana jika aku sedang tidak pakai baju heh?". omel Crystal.


Belang memperlihatkan taringnya ke Alex yang menatap dingin saja kucing itu,


"aku akan hancurkan taring kecilmu itu". ancam Alex.


Belang segera berbalik menyembunyikan wajahnya dileher Crystal yang menggerai rambut peraknya.


"aku mau tanya kenapa tempat ini bisa sepi?". tanya Alex mengedarkan pandangannya.


"mana aku tau". jawab Crystal dengan polos.


"kamu sering bermain disini tanpa memperlihatkan wujudmu kan?". tanya Alex dengan mata memicing.


Crystal dengan wajah imutnya itu tampak berpikir, "ada, cuma 2 atau 3 kali". jawab Crystal dengan polos.


"Cuma?". Alex dengan gemas mengacak rambut Crystal yang mengerucutkan bibirnya sebab rambutnya jadi berantakan tapi tidak kusut hanya mengganggu penglihatan Crystal saja.


"sekarang kamu harus minta maaf pada pemiliknya". titah Alex.


Crystal mengerjab, "kenapa aku harus minta maaf? aku tidak punya kesalahan". protes Crystal menekuk kedua alisnya.


Alex menghela nafas lalu mengatakan kalau dunia manusia bekerja demi uang, taman bermain ini juga uang bagi pemiliknya lalu menjelaskan semuanya dengan sabar hingga Crystal yang merasa salah pun menundukkan kepalanya dengan raut wajah lucunya itu yang merasa memang salah.


"mau minta maaf?". tanya Alex.


Crystal menganggukkan kepala nya karna sudah mengerti cerita Alex, Ia tidak tau perbuatannya membuat seseorang kesulitan.


Alex menemani Crystal meminta maaf pada Pak Coy yang terperangah, Ia tidak faham mengapa gadis bermata Ungu itu meminta maaf padanya sebab Alex tidak menjelaskan kesalahan Crystal lalu Alex mengatakan akan membantu taman bermain itu kembali ramai.


.


"kenapa tidak bilang ke manusia itu kalau aku hantu yang mereka takuti?". tanya Crystal dengan raut wajah penasaran.


"kamu pikir mereka akan percaya? Crystal..! kamu ini manusia yang istimewa kalau kamu menyembunyikan wujudmu jangan mengeluarkan suara atau memegang benda lain, manusia disini tidak punya kekuatan istimewa sepertimu, itu sebabnya mereka takut saat ada manusia yang berbeda dari manusia biasa disini". kata Alex dengan serius.


Crystal malah memperlihatkan raut wajah tidak mengerti dan Alex dengan sabar menjelaskan hingga Crystal mengerti pun mengangguk dengan senyuman.


"sekarang kalau mau bermain jangan melakukan hal aneh ya? manusia disini sebenarnya juga ada yang baik tapi mereka juga takut akan sesuatu yaitu hantu karna hantu itu tidak terlihat dan itu sangat menyeramkan". Alex mengelus kepala Crystal.


"sepertimu yang mengatakan aku hantu saat pertama kali bertemu?". tanya Crystal dengan raut wajah ceria.


"hmm". jawab Alex mengakui.


Alex mengajak Crystal bermain bersama kucingnya tapi kucing itu tidak mau lepas dari Crystal sebab tidak mau melihat Alex padahal Alex yang memberikan kucing itu pada Crystal tapi hewan itu tidak tau balas budi.


Alex dan Crystal berpegangan tangan seperti sepasang kekasih hingga tiba-tiba bunyi tembakan pun terdengar.


"Crystal?". Alex melindungi Crystal.


"itu apa?". tanya Crystal dengan polos.


"itu benda yang pernah kamu lihat menancap di dadaku, peluru bisa membunuh orang". jawab Alex.


"pergilah Crystal..! aku akan hadapi mereka semua sendiri". pinta Alex.


"kenapa aku harus pergi?". tanya Crystal malah tidak mengerti.


"Crystal kamu sedang dalam bahaya". kata Alex dengan serius.


Crystal tidak mau pergi sebab Ia tidak pernah kabur dari semua masalah yang Ia hadapi seperti ombak besar saat berlayar, binatang buas dan hal lainnya.


dor.. dor..


"pergilah Crystal! ". pinta Alex dan Crystal melihat kecemasan Alex pun mengerti situasinya sedang tidak aman.


Crystal menyembunyikan wujudnya, "aku tidak mau pergi..! aku penasaran apa itu, kenapa aku sering mendengar saat para manusia berburu di hutan?". batin Crystal.


Alex lega Crystal sudah pergi padahal Crystal masih ada didekatnya.


.


.


.