Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
ingin menyerah


.


.


.


Alex tiba di tepi dermaga miliknya,


"Tuan? ". tunduk hormat semua anggota Gangster Alex


"Botak? jelaskan! ". titah Alex.


si Botak pun menjelaskan situasi mereka lebih rinci hingga Alex geram, "dimana Cepak? ". tanya Alex.


"cepak sakit perut dan tidak bisa ikut pelayaran Tuan, dia selamat karna sakit perutnya itu tapi rekan kita yang lain tewas dalam ledakan itu Tuan". jawab Cupu.


"lalu dimana si Cepak? ". bentak Alex.


"Cepaaakkk? ". teriak bawahan Alex memanggil Cepak.


"iya Tuan". jawab Cepak berlari memegang bok*ng dan perutnya yang masih dalam masalah.


"kau..? apa kau ingat siapa saja yang melihat kalian berlayar? ". tanya Alex.


"t.. tidak Tuan, kami sudah melakukannya secara rahasia bahkan kami meletakkan patung anda yang nyata di depan kapal supaya musuh takut dan tidak akan berani berbuat curang, tapi sepertinya ada yang memberi tau kalau kapal kami tidak ada Tuan melainkan patung". jelas si Cepak.


Semua orang menutup hidung saat aroma khas menyeruak di sekitar mereka, Cepak juga sudah memerah, perutnya berbunyi dengan suara yang sangat memalukan.


"T.. Tuan Ampuni saya". ucap Cepak lalu berbalik pergi dengan melompat-lompat seperti pocong sambil memegang bok*ng dan perutnya.


Alex mendengus, "ayo kita datangi tempat itu, aku ingin tau dalangnya". ajak Alex.


"baik Tuan! ". jawab Botak dan Cupu.


"Patung..? kau ikut aku dan kau Cupu? tinggal disini menjaga dermaga". titah Alex tanpa berbalik.


"baik Tuan". jawab Patung.


Cupu terpaksa tinggal, Ia hanya melihat Tuan nya pergi bukan maksud Alex meninggalkan Cupu tapi kemampuan Cupu terbaik diantara bawahan terbawahnya jadi harus ada yang kuat menjaga dermaga sementara Alex berlayar.


Alex, Botak dan Patung berdiri sejajar didepan kapal saat berlayar, mereka melihat situasi yang gelap dengan kemampuan insting mereka mengenali bahaya.


"Tuan saya merasa ada mata-mata di dalam geng kita Tuan". kata Botak.


"aku juga tau". jawab Alex.


"apa Tuan mencurigai seseorang? ". tanya patung.


"diamlah, kalian cari tau orang yang menyerang kita". titah Alex.


sialnya sepanjang perjalanan tidak ada siapapun yang menyerang mereka, Alex semakin yakin banyak tikus disekitarnya tapi Ia tidak bisa menebak pelakunya sehingga Ia memang sering waspada dimanapun Ia berada, namun lawannya terlalu pengecut.


sekitar jam 6 pagi, Kapal Alex kembali ke dermaga awal.


"Bagaimana tuan? ". tanya Cupu.


"tidak ada apa-apa". jawab Botak kesal.


"bedeb*h..! tebakan ku benar kan? pasti ada mata-mata di tim kita". geram Cupu.


"aku akan coba lacak kembali! ". kata Patung dengan serius lalu menunduk ke Alex dan pergi entah kemana.


"kemana dia?". tanya Cupu ke Botak.


"kemana lagi hah? sudah jelas dia mengotak-ngatik komputernya lah". jawab Botak ketus.


"kalian awasi bawahan kita, aku akan kembali ke Mansion". kata Alex dengan dingin lalu meninggalkan dermaga itu.


Botak dan Cupu serta yang lainnya tidak tersinggung oleh sikap Alex sebab mereka tau kalau Alex kesal tidak menemukan pelaku yang menghabisi bawahannya, Alex tidak marah uangnya habis tapi jika satu saja orang setia Alex meninggal Sia-sia maka Alex akan marah besar.


.


Alex tiba di Mansionnya,


Alex yang terlihat mengerikan saat ini tidak ada yang berani mendekati Alex, biarkan Alex tenang terlebih dahulu.


"sial*n..! kenapa pengecut semakin berkeliaran disekitar ku?". geram Alex.


"kalau mau perang lakukan saja, aku dengan senang hati mengangkat pistolku, tapi kenapa menyerang bawahanku?? bedeb*hhh gilaa....!! bagaimana caraku menemukan semua komplotan penghianat ituu?? ". marah Alex menggelegar.


hidup diantara banyaknya musuh pasti dikelilingi Penghianat, Alex mulai membersihkan diri masih dengan wajah dinginnya yang semakin dingin, sorot matanya seperti merencanakan sesuatu.


.


"Daddy? ". Alex melihat Indiro sedang mengumpulkan semua Pelayan Mansion.


"Daddy memeriksa mereka semua, Daddy yakin ada penghianat diantara mereka tapi tidak ada bukti". jawab Indiro menatap tajam semua pelayannya itu.


"pecat saja semua Daddy..! biarkan kita tidak punya pelayan". jawab Alex tanpa beban lalu meninggalkan mereka semua.


Indiro terdiam, lalu semua Pelayan mulai menangis berjamaah dan tidak mau dipecat membuat Indiro geram lalu mengusir mereka semua yang membuat telinganya gatal akibat suara cempreng semuanya menangis berjamaah.


Indiro mencari Alex yang sedang ada di taman belakang, Alex berlatih menembak padahal Ia sudah mahir menembak.


"Lex..? ". panggil Indiro.


"bagaimana Daddy? apa Daddy memecat mereka semua? ". tanya Alex tapi pandangannya fokus ke sasaran.


"tidak". jawab Indiro.


Alex meletakkan senjatanya dan beralih menatap tajam Indiro, "apa Daddy gila?? kenapa membiarkan mereka bekerja kalau sudah jelas penghianat?".


"kita harus cari tau dalang yang sebenarnya Lex, yang penting saat ini jangan beritau siapapun kalau gadis yang kita cari punya kekuatan super, bilang saja kita sudah temukan, kita harus tangkap tikus secara bersamaan". bisik Indiro.


Alex menendang meja didekatnya hingga pecah dan Indiro meloncat saja karna tidak mau terkena kayu kuat itu.


"mereka membuat 15 Anggotaku mati sia-sia Daddy...! ". kata Alex dengan dingin.


"lalu apa kau punya cara? lakukan saja dengan caramu, apa kamu pikir menangkap tikus itu mudah?? lebih baik kamu pikirkan cara biar Crystal mau masuk ke Mansion neraka kita ini". Indiro.


Alex mengepalkan tangannya, "gadis seriang itu tidak akan mudah dibawa kesini Daddy, bahkan dia tidak tau gunanya Uang. bagaimana aku mau membawanya sementara dia bahagia dengan dunia nya? jika aku jadi gadis itu aku pasti lebih suka berteman dengan alam dari pada manusia penghianat".


Alex melenggang pergi meninggalkan Indiro yang sialnya tidak bisa menjawab kata-kata Alex yang memang benar kenyataannya.


Crystal adalah Gadis yang riang serta penuh kehidupan, Crystal juga polos dan tidak mengenal Cinta juga tidak tertarik dengan harta.


"jiwa murni memang sulit untuk didapatkan". gumam Indiro.


.


makan malam,


Alex hanya menatap piringnya yang sudah ada nasi dan lauknya, tapi ia tidak berselera memakannya.


"kenapa tidak dimakan nak? ". tanya Dewi Par.


"Mom? asalkan gadis itu tetap hidup maka Alex juga akan hidup kan Mom? ". tanya Alex.


semua keluarga Alex saling pandang,


"iya, apa kamu punya cara membuat Crystal mau kesini sayang? ". tanya Dewi Par.


"tidak..! aku pikir dia tidak akan mau masuk ke dalam keluarga kita, aku tidak mau membuatnya menjadi tameng kesialanku Mom, dia sudah menyelamatkan hidupku dan aku tidak akan memaksanya hidup bersamaku yang penuh dengan gelimangan darah dan dendam". jelas Alex.


seketika semua orang membeku,


"apa maksudmu Cucuku? ". tanya Endang.


"aku minta Oma dan yang lainnya jangan berpikir serakah lagi, aku kembali pada kalian dalam keadaan baik-baik saja karna nya, jadi ku mohon jangan lakukan apapun untuk membuat gadis itu tinggal bersama kita". kata Alex serius lalu beranjak pergi meninggalkan mereka semua.


tidak ada yang berselera makan lagi, situasi menjadi hening, mereka larut dalam pikiran masing-masing.


.


.


.