
Di tempat berbeda Sukma menuju bagian produksi, beberapa karyawan yang melihat wanita cantik itu mulai berdehem dan bersuit-suit riuh.
"Cantiknya!"
"No ada bidadari!"
"Ya Tuhan luar biasa indahnya ciptaanmu!"
Berbagai ucapan yang membuat Sukma hanya mampu mengulum senyum.Wanita cantik itu menuju ruangan kabag produksi dulu untuk mengecek berkas, setelahnya ia langsung turun ke lapangan.
"Mas Afit ada bos cantik ngecek pekerjaan di bagian produksi!"Afit tersenyum mendengar ucapan Pak Dayu.
"Maaf Pak Dayu saya over shift, Agus yang gantikan..istri di rumah lebih cantik Pak Dayu!"Afit terkekeh dan gegas meninggalkan perusahaan.
"Fit..fit, istri montokmu itu nggak ada apa-apanya dibanding bos cantik ini!"
teriak Pak Dayu kesal.Lelaki itu tahu siapa Neti, yang saat ini berstatus istri sirih Afit itu.
David dan Sukma selesai melakukan tugas hari ini, besok mereka akan melanjutkan pengecekan berikutnya, sebenarnya mereka sudah ada bayangan bagian mana yang terlibat dalam merugikan perusahaan.
"Lelah?"David menarik lembut tubuh hangat wanita cantik di hadapannya, begitu mereka tiba di mess.
Tangan kekar lelaki tampan itu memijat lembut pundak Sukma,wanita cantik itu memilin rambut panjangnya dan mencepolnya tinggi.David meneguk kasar salivanya melihat tengkuk mulus Sukma.
"Sayangku"suara David mulai terdengar berat ketika bibirnya mulai menempel di tengkuk Sukma.
"Mas...dipijat ih, bukan begini!"
Sukma merasa geli dengan lidah basah David yang terus membasahi tengkuknya.
"Ini pijatan juga sayang hanya beda alat pijatnya saja"kekeh David.
"Aku lelah mas, ingin berendam di air hangat!"David tersenyum smirk dan meminta Sukma menunggu sebentar, lelaki gagah itu segera masuk ke kamar mandi dan menyiapkan keperluan mandi buat wanitanya.
Selang beberapa menit David menemui Sukma dengan hanya menggunakan boxser.
"Kenapa masih malu sayangku, kau bahkan sudah membuatku telanjang bulat malam itu, bahkan tubuh kita sudah saling memuaskan"bisik David mengoda.
"Kita mandi berdua, lebih efektif dan efisien!"tubuh Sukma melayang ke udara seiring lengan kekar David mengendongnya.Sukma menjerit terkejut, tangannya menepuk lengan David dengan raut wajah kesal.
Mereka mandi bersama dan tentu saja David tak mau hanya sekedar mandi. Lelaki 42 tahun itu sudah candu akan kenikmatan yang Sukma berikan, ia merayu wanita cantik itu agar mau memberi hidangan pembuka seperti malam itu.
"Sayangku kita lakukan seperti malam itu"bisik David lembut.
"Menjauhlah mas aku ingin berendam sendiri, sungguh punggungku pegal" keluh Sukma membuat David akhirnya mengurungkan niatnya.
Sukma merapatkan tubuhnya lebih dalam pada kimono berwarna putih milik David. Lelaki yang baru ia kenal seminggu ini. lelaki yang berjanji akan membantu membalaskan rasa sakitnya pada sang suami.
Perasaan Sukma begitu nyaman ketika David mendekapnya, hubungan yang terjadi ini aneh tapi ia rasa sangat indah.Mereka memang bercumbu bebas, namun Sukma masih menghindar untuk menyatu.
Dibanding dengan suaminya, yang beberapa tahun ini selalu melakukan tanpa foreplay dan bermain dengan tubuhnya disaat dirinya terlelap.Sedang David selalu mementingkan kepuasan wanitanya terlebih dahulu dibanding dirinya sendiri.
"Sayang kenapa kau tidak ingin menyatu denganku?"
Sukma menatap David dengan tatapan tenang, sebagai wanita normal yang tak pernah mendapatkan perlakuan manis setelah setahun pernikahannya, tentu saja perlakuan David membuatnya ingin menyatukan hasrat dengan lelaki gagah itu.Namun entahlah sepertinya masih ada ragu dihatinya.
"Bukan tidak ingin tapi...."David tersenyum smirk, dipeluknya erat tubuh hangat wanitanya.
"Tapi apa sayangku..kau belum yakin perasaanku padamu!"Sukma mengeleng ia seperti ragu untuk berucap.
"Katakan saja aku akan mengabulkan apapun keinginanmu!"tegas David dengan tatapan intens.
"Ayo kita menikah sebelum melakukan itu"
"Deg"
BERSAMBUNG