
Lutut Sukma terasa lemah begitu keluar dari kamar mandi, mendengar percakapan mereka bahkan kini terdengar suara-suara menjijikan.
Kau sangat hebat sayangku, kau paling bisa membuatku puas"
Bukan amarah karena diduakan yang sekarang ada di hati Sukma, namun lebih kerasa benci dan muak.
Sukma termanggu ketika David sudah berada didekatnya dan mengendong tubuhnya keluar dari rumah terkutuk itu.
"Turunkan!"kesal Sukma begitu mereka sudah berada di luar rumah itu.
"Kau bodoh sekali, kenapa kau menyaksikan hal itu!"
Sukma menatap tajam lelaki dewasa dihadapannya, "Apa katanya menyaksikan!"batin Sukma kesal.
"Aku bahkan tak sudi melihat mereka, aku terjebak di kamar mandi!"
Sukma membuka pintu mobil David dan menghempaskan bokongnya dengan kasar.
"Apa yang ingin kau lakukan pada mereka?"
"Aku ingin membakar rumah itu!"ketus Sukma dibalas kekehan oleh David.
"Itu bukan rumah mereka, itu rumah sewaan"David mengacak rambut Sukma gemas, ditariknya tubuh hangat itu dalam pelukannya.
"Jangan memikirkannya jika itu membuatmu makin sedih"
Sukma terisak dipelukan David, lelaki itu dengan lembut mengelus rambut Sukma yang di cepol sesukanya, membuat wanita itu terlihat makin cantik.
Mobil yang disopiri David masuk ke halaman mess, David menuntun Sukma memasuki mess sampai ke dalam kamar.Wanita cantik itu tak bicara selama menuju mess, ia terlihat geram akan sikap suaminya dan berjanji akan membalas semua perlakuan Afit.
"Tidurlah tenangkan pikiranmu"David mengecup kening Sukma dan hendak berlalu dari kamar itu, namun tangan Sukma mencekal lengannya.
"Kau bisa membantuku"
David menatap intens wajah cantik Sukma, hatinya jujur ikut sakit melihat wanita dihadapannya seperti ini, ia tahu Sukma mencoba menutupi perasaannya.
"Aku akan mengabulkan apapun permintaanmu"David tersentak selesai berucap, tangan Sukma bukan hanya menarik lengannya, namun tangan lentik itu membuka setiap jengkal kancing hemnya.
Sukma seperti kerasukan ia membuat David kewalahan, dan berkali-kali dihempas rasa nikmat.Sungguh ini pengalaman pertama bagi seorang David Aryo Tama merenguk kenikmatan tanpa melakukan penyatuan.
David tersenyum smirk menatap wanita yang masih pulas dalam pelukannya, ia mengingat kembali betapa gilanya Sukma di arena.Satu kecupan lembut di kening wanita itu membuat mata indah itu mengerjap.Sukma tersipu dan reflek kedua tangannya menutupi wajah cantiknya.
"Pagi sayangku, kita tak usah ke kantor pagi ini"
Sukma menurunkan tangannya, dan mata indahnya mengerjap sempurna, membuat jantung David berdebar.
"Koq bisa?"
David gemas melihat tingkah wanita cantik dihadapannya, diciuminya pipi Sukma dengan gemas.dan terakhir kecupan ringan di bibir wanita cantik itu.
"Kau tahu siapa aku kan?"David menaik turunkan alisnya.
Sukma berdecak kesal, bibirnya terlihat di monyongkan, seakan mencela kesombongan David, tapi apa akibatnya.
"Kau mengodaku sayang!"
"Apa..mana ada..maaaas aaahh!"
*****
Sukma cemberut menatap lelaki yang sedari tadi tersenyum menatapnya, bagaimana tidak, dada mulusnya terlihat seperti macan tutul penuh tanda merah keunguan.
"Jangan cemberut sayang, aku jad..!"
"Apa..jadi apa, dasar mesum!"omel Sukma menghindar.David makin terkekeh melihat tingkah Sukma yang makin membuatnya gemas.
"Dasar lelaki tua mesum"
"Biar tua tapi masih sanggup loh membuat sayangku menjerit nikmat semalaman"
Sukma membenarkan ucapan David apa yang lelaki 42 tahun itu lakukan padanya membuatnya menjerit nikmat walau itu tidak lebih dari cumbuan.Hal yang tak pernah ia rasakan ketika bersama Afit.
David mendekap tubuh hangat itu dengan duduk bersandar di kepala ranjang, memeluk tubuh hangat Sukma dalam selimut tebal sangat menyenangkan baginya.Rasanya David ingin menghentikan waktu, agar bisa seperti ini selamanya hangat dengan perasaan dan pikiran bahagia.
Sukma mendekap pinggang David erat dengan kepala tersandar manja di dada bosnya.Entah perasaan apa yang bisa mengikat mereka secepat itu, seakan mereka sudah sangat lama mengenal dan saling CINTA.
"Jadilah milikku, aku akan menuruti semua inginmu!"Sukma mengangguk dan mereka saling mengeratkan pelukan.Bibir wanita cantik itu tertarik membentuk sebuah senyuman.
Tanpa mereka sadari raga kecil tak kasat mata melayang-layang di ruang tidur mereka, memandang wajah cantik Sukma dan sesekali mengecupnya.
"Ibuuu aku senang melihat senyummu, sepertinya ibu bahagia dengan orang itu"
Raga bocah tampan itu kembali mengelilingi ruang kamar.terlihat ia sangat bahagia.Namun tak lama ia menghilang.
"Kau dari mana saja Bi, kami mencarimu"
Bintang tertawa-tawa senang, membuat teman-temannya mengelilinginya dengan penasaran.
"Kau terlihat bahagia Bi"
Bintang mengangguk, senyumnya mengembang."Aku ikut ibuku ke tempat yang jauh dari sini.Kulihat ibuku sangat bahagia, aku senang Wan..aku bisa ikut kalian mencari kakek itu"
Mereka mangut-mangut dan tak lama tertawa bersama.masing-masing melesat entah kemana, hanya suara tawa yang jelas terdengar di tepi danau itu.
*****
Hari kedua di mess, David dan Sukma terlihat sudah siap berangkat ke perusahaan, senyum tampan lelaki 42 tahun itu mengembang melihat penampilan Sukma yang membuat jantungnya berdebar.
"Kau cantik sekali sayangku, aku jadi ingin mengurungmu"kerling nakal David membuat Sukma geleng kepala.
Ditepuknya lengan lelaki gagah itu dengan kesal, "Ayo kita berangkat lelaki tua mesum!"mereka terkekeh bersama.
Suasana di kantor itu terlihat senyap, kedatangan David Aryo Tama pemilik saham terbesar perusahaan yang tiba-tiba membuat mereka khususnya petinggi di perusahaan cabang selatan ketar-ketir.
"Kenapa tidak memberi kabar dulu bos, jadi penyambutan bisa maksimal"suara lelaki bertubuh tambun itu terdengar bergetar.Lelaki yang menjabat sebagai kabag keuangan di cabang selatan.
"Aku tak perlu penyambutan, aku ingin kalian siapkan berkas yang aku butuhkan segera, dan Romi temani ibu Sukma mengecek bagian produksi!"
"Deg"
Empat pasang mata yang berdiri dihadapan David terlihat pias, namun mereka tak bisa mengerakkan kaki keluar dari ruangan.Bos besar mereka meminta laporan pertanggung jawaban dari masing-masing divisi.
"Maaf pak kemarin Pak Zain sudah melakukan pengecekan, kenapa ada pengecekan berikutnya.
Lelaki berkaca mata yang merupakan kabag dibagian produksi terlihat tak terima, namun siapa yang bisa menolak keputusan bos?.David bahkan tak merespon sama sekali ucapan Budi Santoso kabag Produksi itu.
Di tempat berbeda Sukma menuju bagian produksi, beberapa karyawan yang melihat wanita cantik itu mulai berdehem dan bersuit-suit riuh.
"Cantiknya!"
"No ada bidadari!"
"Ya Tuhan luar biasa indahnya ciptaanmu!"
Berbagai ucapan yang membuat Sukma hanya mampu mengulum senyum.Wanita cantik itu menuju ruangan kabag produksi dulu untuk mengecek berkas, setelahnya ia langsung turun ke lapangan.
"Mas Afit ada bos cantik ngecek pekerjaan di bagian produksi!"Afit tersenyum mendengar ucapan Pak Dayu.
BERSAMBUNG