
Suara de sahan wanita pujaannya membuat David tersenyum smirk, tanpa kata David membopong tubuh Sukma ke dalam ruangan yang dulu menjadi saksi bisu percintaan mereka.
Permainan pembuka itu membuat perasaan Sukma melambung, David terlalu mahir memberi sentuhan pada pasangan ran jangnya.Sukma sampai lupa pada janjinya untuk tak jatuh pada lelaki yang pernah menyakitinya.Cinta memang gila, mampu menenggelamkan pikiran waras seseorang.
Suara merdu mendayu memicu semangat lelaki gagah itu, suara yang ia rindukan, Sukma masih terbuai pada permainan oral David yang sudah mengantarkannya ke puncak.Tubuhnya sudah polos, tetapi David masih lengkap mengenakan pakaiannya.seprtinya ia melampiaskan kekesalannya dengan memberi hukuman nikmat pada wanita pujaannya.
Wajah Sukma memerah, nafasnya masih menderu.Ia tak menyangka ia akan begitu menikmati permainan David.Rasanya malu jika sudah begini.Lelaki di hadapannya itu pasti berpikir ia masih mendambakan sentuhannya.
Sukma bangkit dan gegas menggenakan pakaian kembali, David hanya menatap tubuh aduhai wanita pujaan dengan tatapan terpesona.Membuat Sukma semakin malu.Apa lagi saat David tersenyum mesum.
"Jangan menatapku seperti itu!". kekesalan Sukma malah membuat David tersenyum.
"Mas harus bersedia menjadi kepala cabang di Sumatera, aku mohon". rengekan Sukma tak mampu ditolak oleh David.
Lelaki itu menarik lembut tubuh Sukma yang sudah berpakaian lengkap.David mendudukan Sukma dipangkuannya. Mencium pipi wanita pujaaannya dengan penuh kasih.
"Aku tahu kau takut perasaan kita tubuh subur jika aku selalu didekatmu, tapi percayalah sejauh apapun kau membuangku, perasaan ini tak akan pernah mati, AKU SELALU MENUNGGU DENGAN CINTAKU!".
"DEG".
Apa yang dikatakan David benar adanya, ia membuang David ke sumatera berharap perasaannya juga akan terbuang jauh dari hatinya.Tapi tak ada yang bisa menolak perasaan cinta, apa lagi hanya sebuah jarak.
Hari ini Sukma berangkat ke Sumatera, ke kota yang perkembangan ekonominya maju pesat mungkin imbas sebagai tetangga dari Nagara Singapura.
Seperti biasa kemana Sukma pergi, Gayatri tak pernah tertinggal, maklum sebagai asisten pribadi wanita itu harus menyiapkan semua keperluan pribadi bosnya.
Saat ini Sukma sudah sampai di Batam, kota dimana perusahaan cabangnya berada, dan tentu saja tempat lelaki yang saat ini masih tak bisa ia hilangkan dari hatinya.
"Kita langsung ke hotel mbak, asisten Emil sudah menghubungi saya untuk penginapan kita disini!"Sukma mengangguk.
Satu jam setelahnya mereka telah tiba di hotel yang di tuju, Sukma menempati kamar yang berbeda dari Gayatri.
"Ibu sudah di dalam?".
"Iya mas, sepertinya kelelahan".Emil mengangguk dan berjalan beriringan dengan Gayatri menuju kamar gadis itu.
"Ini kamarmu Tri! agak jauh sih dari kamar ibu, maklum hotel ini banyak peminatnya".aku Emil yang hanya disenyumi oleh Gayatri.
"Aku tinggal ya, kalau ada yang diperlukan kau bisa menghubungiku"Gayatri tersenyum smirk mendengar ucapan Emil.
Di kamarnya Sukma sudah tertidur pulas, wanita cantik itu tidur hanya mengenakan pakaian dalamnya.Tubuh moleknya membuat pikiran mesum lelaki yang sudah sangat lama merindukannya berpikir liar.
Sukma tersentak ketika merasakan pelukan hangat dari tubuh yang ia kenali, apalagi aroma parfumnya.
Wanita itu mengerjap menatap wajah tampan yang terlihat lebih kurus di hadapannya.David Arya Tama lelaki gagah itu tak bisa menahan rasa rindunya, ia membuat Emil menuruti kemauannya untuk memberi kamar tersendiri buat Sukma dan tentu saja jauh dari Gayatri.
"Mengapa kau bisa disini mas?".
Sukma menghirup nafasnya dalam, lalu dihembuskannya perlahan.Wanita cantik itu kembali berusaha mengurai pelukannya.
"Mas jangan begini".rengek Sukma minta David melepaskan dirinya.
"Aku sangat rindu, ini belum sebanding dengan 7 bulan menahan rindu". tolak David, lelaki itu semakin mengencangkan pelukannya.
Sukma menyerah dan detik berikut wanita cantik itu melenguh ketika tanpa aba-aba, David menghisap salah satu pucuk da danya.Tak hanya itu David langsung menyapa kedalaman rongga mulut Sukma ketika mulut Sukma reflek terbuka karena perlakuan lelaki yang pesonanya masih prioritas di hati wanita cantik itu..
Beberapa jam berlalu Sukma terdampar setelah melewati samudra dasyat yang sarat gelombang memabukan.
"Marahlah jika kau ingin memarahiku, tapi ini hukuman karena kau sudah membuat rinduku menggunung.I Love you sayangku!"ucapan David makin membuat perasaan Sukma berdebar hangat.
David mengendong tubuh polos wanita pujaannya, membawanya ke kamar mandi.Mandi kali ini bukan mandi biasa untuk Sukma, namun mandi bercampur peluh yang menyesatkan.Sungguh Sukma tak bisa menolak seorang David Arya Tama.Terlebih Barca, suami gaibnya
tak pernah datang mengunjunginya lagi selama 8 bulan ini.Sepertinya ucapan Barca waktu menyuruhnya menikahi lelaki dari bangsanya bukan sekedar gurauan, ia betul-betul pergi dari hidupnya secara perlahan.Sukma hanya merasa miris pada kedua putranya yang berada di alam sana.Alam dimana suami gaibnya tinggal.
Sukma tak tahu jika suami gaibnya itu sedang menikmati kebahagiannya karena Malini melahirkan seorang putri yang cantik menurut penilaian dari bangsa mereka.Dan saat ini Barca menikmati kebahagiaanya dengan sang putri.
Anak perempuan bagi Barca adalah miliknya, hingga kasih sayang pada bocah yang saat ini berusia tiga bulan itu tak bisa membuat dirinya berpaling walau seditikpun.
Apalagi Malini selalu berusaha mempengaruhi pikiran Barca.Mungkin memang manusia bukan sandingan yang pas buat sosok lelaki seperti Barca, hingga perlahan perlakuan manis namun liar dan memuaskan dari Malini mulai menguasai dirinya, terlebih hatinya yang sudah jatuh dalam pesona bayi Kaliga.
Seperti malam ini Barca baru saja membuat bayinya itu terlelap dalam gendongannya, perlahan Barca meletakannya dalam box bayi.Malini yang bergelayut manja di pundak sang suami tersenyum senang.
"Kau hanya akan menjadi milikku rajaku, dengan adanya Kaliga semua mauku akan terlaksana".batin Malini senang.
"Dia sudah tertidur".bisik Malini lirih di telinga Barca.
"Dia sangan cantik, bayi pintar dia tahu sekarang waktu ayah bersama bundanya".
Barca tersenyum dan mengangguk, tatapannya masih pada putri cantiknya.Malini memeluk erat pinggang suaminya, bibirnya tak henti memberi sentuhan sensual di punggung suaminya.
"Sekarang biar aku membalas kebaikanmu pada putriku".suara lembut Malini membuat Barca berbalik menghadap ratunya.
"Dia putriku! lirih Barca seolah tak ingin putrinya terganggu karena suaranya.
"Dia putri kita sayangku, mari aku akan memberi bonus untuk ayah terbaik sepertimu".
Malam itu kembali Malini membuat Barca lupa pada istri manusianya, Apa lagi beberapa hari lalu pengawal pribadinya mengatakan jika Sukma sudah melakukan penyatuan dengan lelaki yang dulu merupakan kekasih istrinya itu.Hati Barca menenang karena istri manusianya sudah menemukan lelaki yang bisa menemaninya di dunia.
"Aku mencintaimu rajaku, aku akan terus memberikan banyak putri cantik untukmu!".Barca tersenyum mendengar ucapan ratunya dan mengeram lantang ketika percintaan itu mencapai nirwana. Benih cinta itu bersemanyam di rahim Malini.Terasa hangat dan membuat Barca menginginkan lagi kenikmatan yang disuguhkan ratunya.
Seperti itulah seharusnya jalan hidup. Sesuai ketentuan dari Yang Maha Agung.Walau masih ada manusia ataupun sosok yang berbeda dunia hidup dalam ikatan yang tak wajar.Itu bisa saja bukan takdir tapi pilihan mereka yang sesat, yang menolak kebenaran jika mereka tidak bisa hidup bersama.Namun bisa jadi pernikahan karena ada perjanjian diantara mereka.
BERSAMBUNG😊