
Dada Sukma bergemuruh seiring kedipan mata dan senyum manis bosnya.Wanita cantik itu masih tidak percaya jika ia diberi tugas luar.Biasanya ini tugas para kabag bukan ia yang sekedar karyawan.
"Lalu saya berangkat dengan siapa pak?"
"Saya.."
"Deg"
Sukma dan Emil yang kebetulan masih berada di ruangan itu terkejut mendengar jawaban Pak David.
Sukma menatap ragu pada lelaki matang dihadapannya, seakan tidak percaya akan pendengarannya.
"Dengan bapak, kenapa?"
"Kenapa apanya?"
David menatap Sukma dengan gemas, pertanyaan wanita cantik itu membuatnya ingin tertawa.
"Mbak Sukma, Pak David pemilik perusahaan jadi dia bisa melakukan apapun yang ia inginkan"terang Emil namun justru mendapat tatapan kesal dari sang bos.Emil garuk kepala melihat sikap bosnya, untuk tak salah lagi Rmil pamit keluar dari ruangan.
"Tidak seperti itu, sebagai pemilik aku perlu mendengar langsung apa yang terjadi di lapangan, dan mbak Sukma tolong cek dibagian produksi!"
Sukma sudah tidak bisa menolak"Besok pagi pukul 6 kita berangkat, kau tak perlu membawa pakaian semua keperluanmu sudah disiapkan"
Sukma melotot tak percaya, apa-apaan ini.Wanita cantik itu menatap kesal pada bosnya.namun ia malah semakin kesal melihat bosnya malah terkekeh.
"Jangan marah mbak, kau terlihat mengemaskan jika melotot begitu!" kekehan David membuat Sukma meradang, entah ia merasa semua ini disengaja.
Tanpa sadar Sukma mrndekat kearah bosnya, dan tangannya reflek menepuk kesal lengan David, awalnya lelaki itu terkejut namun kemudian ia malah merasa senang akan sikap Sukma yang tak sungkan padanya.
Lelaki 42 tahun itu meraih tangan Sukma dan mengenggamnya, netranya menatap dalam wanita cantik di hadapannya, yang jujur saat ini membuat jantungnya berdetak kencang.
"Suamimu bekerja di PT Husada Tama cab.Selatan kan?"
"Deg"
"Kau bisa bertemu dirinya disana"
Jantung Sukma berdebar mendengar ucapan bosnya, sekelebat sikap dan ucapan suaminya kembali terekam.
"Neti..aku ingin melihat wanita bernama Neti itu"gumannya yang tak terdengar oleh David.
"Ada apa?"
"Ti tidak"Sukma mencoba menarik tangannya, namun David menggenggam erat, Sukma hendak ptotes justru ia dibuat terkejut dengan sikap bosnya yang mengecup kedua tangannya bergantian.
"Kita berangkat pagi jam 6 , apa kau ingin aku menjemputmu di rumah atau malam ini kau tidur di kantor?"
"Di rumah, sekarang izinkan saya pulang pak"
David mengangguk ia melepas genggaman tangannya, tapi apa yang terjadi setelahnya lelaki itu malah merengkuh bahu Sukma dan mengiringinya keluar dari ruangannya.
"Maaf pak bisa nggak jangan peluk-peluk!"ketus Sukma yang membuat David tersenyum.
"Sepertinya nggak bisa, peluk gini lebih hangat dimalam dingin begini"kekeh David.
"Aaauuuwww..sayang jangan kdrt!"David mengelus lengannya yang perih oleh cubitan Sukma.
Sukma menatap bosnya kesal, dan gegas mendahului lelaki tampan itu, untuk bisa segera keluar dari gedung perusahaan yang mulai sepi.
"Saya antar ya"David mengiringi langkah Sukma.
"Bapak pulang gih, saya bisa jalan kaki sendiri"
"Nggak bisa, wanita cantik jalan sendiri malam-malam begini bahaya"
Tanpa meminta izin David mengendong tubuh semampai Sukma dan gegas menuju mobilnya yang sudah terparkir di teras kantor.
"Bapak apaan sih"Sukma memukul lengan David kesal, begitu tubuhnya sudah berada dijok mobil bagian depan.Lelaki itu sengaja menyuruh supirnya pulang dengan ojek.
"Ini malam sayang, aku tak mengizinkan mu jalan kaki!"suara David sedikit meninggi.
"Lucu suami bukan, saudara bukan ..trman juga bukan..main atur otang sesukanya"omel Sukma menatap David kesal.
David terkekeh melihat wanita di sampingnya yang terlihat makin mengemaskan.
"Bos kamu sayang..ingat bos yang bisa mengatur!"David mengerling mengoda Sukma.
Sukma akhirnya terdiam, tanpa sadar ia tertidur suara dengkuran halusnya membuat David tersenyum.
Tangan David terulur merapikan anak rambut yang bermain dikening mulus Sukma, Lelaki itu mendekatkan wajahnya dan..cup.
Sukma mengerjap ketika merasakan bibir basah David, tangannya mencoba mendorong tubuh besar dihadapannya, namun ia merasa lemah.
"Ini yang dilakukan kak Afit, bahkan lebih dari ini..aku benci kak Afit"Tanpa sadar Sukma membalas perlakuan David.
*****
Sukma bersandar di jok belakang mendampingi David, wanita itu terlihat malu-malu.Ia mengingat kembali ciuman panas mereka semalam sebelum turun dari mobil David.
Lelaki di sebelahnya nampak tenang, walau jantungnya terus terpacu kencang.
"Pak antar kami ke kota dulu!"
"Baik pak!"
David merengkuh pundak Sukma dalam dekapannya, ketika tirai antara jok depan dan belakang tertutup.
Entah mengapa ia tak mampu menolak pesona lelaki dewasa yang umurnya terpaut jauh darinya.
"Kita ambil perlengkapanmu sayang, nanti dicek dulu jika ada yang kurang mas temani mencarinya"
"Mas?"
David mengangguk dan mendekap erat tubuh hangat Sukma.
"Jika berdua panggil mas ya, jadilah kekasihku mulai semalam"David membisikan kata itu lirih ditelinga Sukma.Wanita cantik itu meremang dan tenaganya mendadak hilang menguar entah kemana.
Mereka sampai di rumah David yang berada di kota, Sukma terlihat malu untuk masuk namun David menuntunnya dengan kehati-hatian, wanita cantik yang selalu membuat jantungnya berdetak kencang.
Beberapa menit kemudian, mereka terlihat keluar dari rumah yang hanya dijaga oleh ART.
"Masih ada yang dicari sayang?"
Sukma menggeleng dan mereka mrlanjutkan perjalanan, namun kali ini David membawa mobilnya sendiri.
"Mas berapa jam sampai sana?"
"Kurang lebih 5 jam, tidurlah jika sayangku lelah"Sukma tersipu dengan panggilan yang David berikan.
"Jangan panggil begitu mas, nanti didengar orang apa pikir mereka"
David mengacak pucuk kepala Sukma.
"Jangan terlalu mendengarkan omongan orang sayang, kalau kita ingin bahagia lupakan omongan yang menyakitkan, lakukan sesuatu yang bisa melupakan rasa sakit"
Sukma terdiam mendengar ucapan David, ia bingung kenapa tak bisa marah dengan lelaki satu ini, yang terlihat dari sikapnya terlalu mendominasi dirinya.
"Tidurlah jika sudah dekat mas bangunkan!"
Sukma mengangguk dan memposisikan dirinya untuk bisa tertidur, karna jujur ia tak tidur semalaman mengingat perbuatan mereka di mobil malam itu.
Beberapa jam kemudian David menepikan mobilnya di sebuah rumah makan yang ramai oleh pengunjung, yang melakukan perjalanan yang mungkin sama dengannya.
"Sayangku bangun"bisik David lirih sembari menciumi pipi Sukma.
"Maaas"
David tersenyum melihat sikap manja Sukma padanya, diraupnya bibir merah alami itu, disesapnya hingga yang bersangkutan menepuk keras pundaknya.
"Aku tak bisa bernafas !"David terkekeh.
"Turun yuk kita makan dulu atau sayangku mau pipis"
Sukma mengangguk dan meteka turun bersama memasuki rumah makan itu, dipojok ruang tempat yang mereka pilih setelah menuntaskan hajat di kamar kecil.
Secangkir minuman hangat mereka pilih, dan makanan berkuah yang membuat tubuh terasa segar.Selepas makan beberapa menit kemudian mereka melanjutkan perjalanan.
Dua jam kemudian mobil yang dikendarai David, memasuki kota yang mereka tuju.
"Sayang kita memasuki kota dimana perusahaan aku berada, kita ke mess dulu atau sayangku ingin melihat-lihat suasana di kota ini?"
"Kita ke mess dulu mas, setelah mandi kita jalan-jalan ya"David mengangguk dengan tangannya mengelus kening wanitanya.
David menuntun tas koper mereka berdua menuju mess yang diperuntukan seorang derektur, mess yang hampir mirip sebuah aparteman mewah.
"Ah leganya.."Sukma menghempaskan bokongnya di sofa ruang tamu.David tersenyum melihat perubahan sikap Sukma yang sudah bisa menerima kebersamaan dengannya.
"Kita tinggal berdua disini?"David mengangguk dan tersenyum.
"Jangan culas ya, aku mau tinggal sendirilah?"
BERSAMBUNG