Dia Ibuku

Dia Ibuku
Cendol Dawet


Di kamar yang lebih mewah seorang wanita cantik tidur mendekap buah hatinya.Perasaannya senang ketika pulang ke rumah melihat Arum sedang bermain bersama Zain.Lelaki itu menjemput putri cantiknya dan mengantar ke rumah Sukma.


"Dia terlihat berbeda, lebih kurusan".batin Sukma mengingat David.


"Kenapa aku tak bisa menghilangkan pikiranku darinya, dia sudah menyakitiku sedemikian harusnya aku membalas perbuatannya padaku".keluh Sukma kesal.


Begitulah wanita jika CINTA, melihat lelaki yang pernah dicintai menderita hatinya mudah kasihan.Mungkin karena itu wanita mudah dipermainkan.Jika kata CINTA itu membuat pikiran tidak bisa normal, seharusnya kata itu dihindari bukan?.Tapi siapa yang biasa menghindari CINTA?jawabnya tentu saja TIDAK ADA.


Malam David berusaha menghindari Susi, ia masuk ke kamar lebih dahulu dan langsung berbaring, sebenarnya ada rasa kasihan pada wanita itu, tapi David ingin segera mengakhiri hubungannya dengan Susi tentu saja karena wanita pujaannya telah kembali.Lelaki itu ingin kembali berusaha mengapai cintanya.


David berpura-pura tertidur ketika mendengar suara pintu kamar dibuka.Lelaki itu tak sampai hati jika harus mengunci pintu.Karena Susi terlihat tulus melayani dirinya.


David merasakan pelukan dari tubuh Susi yang hanya mengrnakan pakaian dalam saja.David berusahan untuk tidak mendesah ketika tangan artnya itu menyentuh asetnya dan bermain disana.Malam itu David seprti diperkosa oleh artnya.Dan parahnya David membayangkan sosok Susi sebagai Sukma, hingga ia tak bisa mengontrol lisannya, ia menyebut nama Sukma saat pencapaian diakhir bercinta dengan Susi, wanita mantan artnya itu mencelos mendengar nama yang terucap dari bibir David bukan namanya.


"Rupanya tuanku sudah menemukan hatinya kembali, apakah ini saatnya aku harus pergi?".


Pagi menjelang Susi sudah berjibaku dengan alat dapur, wanita kampung itu begitu telaten menghadapi semua pernak - pernik bahan makanan yang ia olah untuk sarapan majikannya.


Satu jam berlalu, Susi sudah selesai dengan masakannya dan juga selesai mandi.Wanita itu masuk ke kamar membangunkan sang majikan atau patner ranjangnya.


Mata David mengerjap ketika merasakan lembutnya bibir basah Susi di bibirnya.


"Bangun sayang".suara lembut Susi diangguki kepala oleh David.David lebih dulu masuk ke kamar mandi dibarengi oleh Susi.Dengan telaten Susi menyabuni bagian tubuh David.Lelaki itu tak bisa menolak pelayanan Susi ia tak tahu bagaiman cara bicara pada Susi, lelaki gagah itu hanya bisa menolak secara halus dengan berusaha menghindar.Dan Susi merasakan perubahan sikap majikannya.


"Sayang, jika aku pulang ke kampung dan tak kembali bekerja lagi, apakah kau ..".


"Ada apa sayang?"David berbalik menghadap Susi.Mata tajam seperti elang itu bagai menembus hati wanitanya, ucapan Susi tertelan dengan sendirinya karena tatapan David.


"Saya pikir tuan perlu memikirkan untuk hidup ke depannya, dan kita tak bisa selamanya begini.Saya juga ingin berkumpul bersama suami dan anak saya".lirih Susi yang dibalas anggukan oleh David.


David senang dan paham jika Susi susah memanggilnya tuan, itu artinya ia sedang berperan sebagai artnya dan David tak bisa memaksa keinginan wanita yang ada di hadapannya.


"Baiklah jika kau sudah membuat keputusan, kapan rencanamu untuk pulang ke kampung?"


"Dalam minggu ini tuan".Dada Susi mendadak nyeri, sebenarnya ia belum ingin pergi tapi ia terperangkap perkataannya sendiri.


"Tak apa aku pun ingin melihatmu bahagia dengan keluargamu, karena aku tak bisa memberikan lebih dari ini".


"Jangan berpikir lain tuanku, apa yang sudah kita lalui bagi saya itu pengabdian saya.Saya suka melakukannya dan sangat menikmati kebersamaan dengan tuanku".


"Berhenti memanggilku tuanku, kita hanya berdua".David menarik tubuh Susi ke pelukannya.Susi merasakan sesak di hatinya rasanya ia ingin menangis bombai dipelukan lelaki yang ia cintai itu.Tapi ia sadar David tak pernah mencintainya, lelaki itu hanya menghargai pelayanannya.


David sudah tiba di kantornya, pagi ini ia tampil dengan stamina prima setelah minum ramuan Susi semalam, dan tentu saja perlakuan Susi semalam begitu ia nikmati walau yang ia bayangkan adalah wanita pujaannya.


David Lelaki yang memiliki has rat tinggi itu seperti tak bisa lepas dari belenggu bi ra hi, kebutuhan untuk hal satu itu memuncak ketika Danis memaksanya menikah dengan Renata.


"Tampak beda pagi ini pak".Emil memulai pembicaaran usilnya.


"Kamu mah lihat saya beda terus, hanya saya yang tidak pernah melihat kamu tampil beda!".ejek David sebelum Emil duluan mengejeknya.


"Sakit pak main getok terus, untuk kecerdasanku hakiki nggak mempan digoyakan oleh apapun, jadi tetap pinter dalam bertindak".


"Maksudmu? aku bertindak bodoh!".


Emil sudah bergerak menjauh dari David dan menuju ke arah pintu.Lelaki muda mantan asisten David itu mengangguk dengan senyum mengejek.


"Jika bapak pintar dalam bertindak nggak akan bangkrut dan terhempas dipelukan art!"


David mengepalkan tangannya, bukan lagi bolpoin atau spidol yang ingin ia elus di kepala Emil.Tapi kepalan tangannya.


"Aaduuh..aawww..sakit sayang!"David tersedak salivanya melihat Emil menubruk Gayatri yang hendak masuk ke ruangannya.


"Kenapa masuk nggak ketuk pintu!"ketus Emil.


"Eh mas..koq nyolot sih, gue loh yang lu tabrak, bukan gue yang nabrak lu!"


"Lu lu gue, ingat umur!"ketus Emil dengan wajah kesal.


"Emang gue muda ya, umur gue masih 24 tahun itu pun belum genap!".Emil menelan salivanya mendengar jawaban Gayatri.


"Dia yang tua, malah nuding orang.Dasar bujang lapuk!"David tertawa mendengar ejekan Gayatri pada Emil.Mantan asistennya itu langsung terdiam di samping pintu, saat Gayatri masuk ke ruangan David.


"Balasan itu nyata dan tunai Mil!".tawa David pecah melihat wajah Emil yang masam.


"Maaf pak David anda diminta hadir di ruang meeting pukul 9 nanti!"


David mengangguk dan Gayatri meninggalkan ruangan, namun ia berhenti saat di hadapan Emil.


"Pak David jangan bawa bujang lapuk ini ya ke ruang meeting!"Gayatri menjulurkan lidahnya mengejek Emil.David kembali tertawa melihat ulah Gayatri yang menghiburnya hingga perutnya terasa mulas.


"Gue doai lu bucin sama gue cendol dawet!".kesal Emil.


"Eh berdoa jelek pada orang itu bisa berbalik pada diri sendiri loh!".Emil mematung mendengar ucapan David.Tapi semenit kemudian lelaki itu menggelengkan kepalanya.


"Jangan ya Tuhan, biar bu Sukma saja yang bucin ke gue..awww!"


Emil meringis memegangi keningnya yang kena sambit bolpoin dari lelaki yang saat ini menatapnya tajam.


"Awas loh macam-macam!"


"Kenapa juga ngelarang, bapak bukan siapa-siapanya!"gerutu Emil kesal.


Ruangan kepala HRD itu selalu diwarnai perdebatan yang terkesan saling bully namun intinya mereka saling menguatkan.


BERSAMBUNG😊