
David mencium kening wanitanya dengan lembut dan lama, lalu turun ke mata dan bermuara ke bibir kering wanitanya, pagutan itu sangat lama karena wanitanya terus mengeksplor isi di mulutnya.
"Kau melihatnya?"
Sukma mengangguk pelan, hatinya terasa sakit.Selama ini ia merasa tertipu oleh David.Untungnya mereka tak lebih dari sekedar bercumbu, Sukma tak dapat membayangkan jika ia sudah melakukan penyatuan dengan David tentu akan melibatkan perasaan lebih dalam.
"Apa bapak mendekati emak untuk mendapatkan diriku?
Zain tersedak mendengar tembakan mematikan dari wanita pujaannya.
"Aak aku..!"
"Aku terima jika bapak berniat menikahiku, lakukan segera!"ucap Sukma linglung.
Kali ini bukan hanya tersedak tapi Zain shock atas ucapan Sukma.
"M E N I K A H???"
Sukma menatap jengkel lelaki di sampingnya."Kita pulang dan lupakan soal pernikahan!"Sukma membuang nafasnya kasar.
"Eehhh kenapa dilupakan, tidak sayang aku hanya terkejut, jangankan minggu depan malam ini aku siap menikahimu!"
"Benerโsiap malam ini!" Zain menyakinkan Sukma yang terlihat diam, lelaki tampan itu sampai mengacungkan jari tengah dan telunjuknya bersamaan.
Mobil melaju meninggalkan komplek perumahan elit itu, tak ada pembicaraan diantara mereka, terus terang Zain takut salah bicara dan membuat Sukma membatalkan keinginannya untuk menikah.
Hingga mobil memasuki halaman rumah, dan mereka turun bersama, tentu saja mak Nah bahagia melihat hal itu.
"Kalian pasti belum makan, ayo makan dulu!"ajak mak Nah pada keduanya.
"Mak kami mau menikah!"ucap Zain cepat.Mak Nah menatap keduanya dengan tatapan heran.Tapi yang lebih heran pada putrinya, yang selama ini selalu menolak Zain.
"Kalian kesambet di mana?"
"Mak kami serius, kalau bisa malam ini mak!"celetuk Zain yang membuat mak Nah memukul lengan lelaki itu.
"Kau kira seperti beli baju apa, mau segera!"
"Nikah sirih dulu mak, setelahnya saya akan mengelar pernikahan "Zain mengkode mak Nah.
"Ayo kalian makan dulu, mak mau manggil pakde Dar, untuk menikahkan kalian malam ini!"
Zain mengulas senyum ke mak Nah, dan wanita tua itu mengedipkan matanya seraya berlalu menuju rumah pakde Dar yang tinggal tak jauh dari rumah mereka.
"Mak biar saya antar ya!, dek mas antar emak kasihan jika jalan kaki malam-malam begini"Sukma mengangguk, ia kagum pada Zain yang terlihat menyayangi emaknya.
Setengah jam kemudian, suasana di rumah Sukma mulai menguar aroma pernikahan dadakan.
"S A H"
Sukma tersentak mendengar kata yang menyadarkan dirinya akan pernikahan yang baru saja terjadi.
*****
David menatap tajam wanita yang beberapa minggu ini sulit ia jumpai, Sukma yang merasa dipandangi bosnya hanya cuek, apa yang ia lihat malam tadi cukup membuat ia tahu batasan yang tak boleh ia lalui, terlebih semalam ia sudah dinikahi Zain, walau hati kecilnya menolak pernikahan dadakan itu.Ia tak habis pikir kenapa ia melakukan pernikahan yang terlihat seperti pengerbekan dan wajib dinikahkan.
Dengan perlahan Sukma menjelaskan hasil kerjanya atas produk perusahaan yang sudah ia kaji dengan timnya.
Wanita cantik yang hanya lulusan SMA itu terlihat percaya diri ketika melakukan presentasi hasil uji coba timnya.
Sikapnya yang tenang membuat beberapa pasang mata kagum atas penjelasannya yang lugas dan terperinci.
"Mbak Sukma ikut saya!"suara David terdengar mengitimidasi, Sukma mengangguk dan segera mengikuti bosnya.
"Masuk!"Sukma masuk ke dalam ruangan David dan setelahnya.
"Ckleek!"
"Kenapa dikunci pak?"
"Bukankah biasa dikunci, kenapa jadi bapak?"
David merasakan sikap Sukma terlihat berubah, wanita itu terkesan menghindar ketika ia mencoba mendekat.
"Maaf mas, ini tidak benar"
David menautkan alisnya mendengar ucapan wanita cantik dihadapannya.
"Tidak benar? apa kau lupa perjanjian kita?"
Sukma menelan salivanya, sungguh ingatannya masih sangat bagus, janjinya tak akan ia lupa tapi ia tak bisa menyakiti wanita itu.apa bedanya ia dan Neti jika ia hidup bersama David?
"Bapak menagih janji?"David mengangguk pasti.
"Tapi bukan untuk menikah dengan David kan?"bisik hati kecil Sukma.
"Aku tak mau menyakiti istrimu pak!"celutuk wanita cantik itu.
"Deeeg!!!"
Jantung David berdebar kencang, tatapannya berubah sendu pada Sukma.
Lelaki itu terduduk di sofa, kepala tersandar, tanpa ia minta airmata menitik di sudut matanya.Sukma tercekat melihat lelaki yang biasa arogan itu terlihat lemah.
Sukma mendekat dan duduk di samping David.
"Ia sakit parah dan dokter sudah memvonis usianya!"David tergugu dan menjatuhkan kepalanya di dada Sukma, tanpa sadar tangan wanita cantik itu megelus kepala David, perasaan ikut bersedih.
"Sudah lebih setahun aku menahan diri untuk tak menyentuhnya, aku tak sanggup melihat keadaannya, salahkan jika aku menaruh rasa sayang padamu?"
"Aku kesepian sayang, dia selalu mendorongku untuk melakukan dengan wanita lain, tapi aku tak bisa.(David menghela nafasnya kasar) Tapi begitu aku melihatmu hasrat itu kembali mengebu, aku bersemangat ingin memilikimu!"isak tangis lelaki gagah itu membuat hati Sukma berdenyut nyeri.
"Kau cengeng sekali, lelaki arogan sepertimu tak pantas bersikap begini!"Sukma mulai jutek.
David yang semula sangat sedih, mendadak mengulum senyum mendengar ucapan Sukma, dipeluknya erat tubuh hangat yang ia rindukan.Wajah lelaki gagah itu mendusel di dada yang sudah sangat ia rindukan.
Sukma lupa akan status barunya, ia terbuai akan rasa yang pernah ia nikmati bersama David, janji yang pernah ia ucapkan jika semua urusan dengan sang mantan selesai akhirnya ia tunaikan.
Haaaiiii pembaca setia๐๐๐
Author akan buat giveaway buat yang rajin menyimak cerita DIA IBUKU.
Akan ada hadiah pulsa @50k untuk 5 orang dengan vote terbanyak sampai akhir tahun (31 Desember 2022)
Dan Author akan beri pulsa untuk 2 orang @25k dengan komen yang paling menarik.
Ayooo terus tunggu episod selanjutnya yaa...๐๐๐
BERSAMBUNG