Dia Ibuku

Dia Ibuku
Sosok Malini


"Iya sayangku, aku adalah Raja Barca dan aku mengenalmu karena putramu"


Sukma tersentak mendengar perkataan lelaki yang saat ini duduk berhadapan dengannya di singgasana, Pancaran dari pemimpin yang berkharisma terlihat jelas dari sikap dan aura Barca.


Lelaki tinggi besar dengan sorot mata tajam itu mengangguk perlahan dengan sorot mata yang tidak biasa, sorot mata yang lembut penuh cinta, yang sangat berbeda dari sebelumnya, namun hanya untuk seorang manusia bernama Sukma.


"Siapa putraku, aku bahkan tak tahu jika memiliki putra?"


Barca menjelaskan tentang sosok Bintang dan teman-temannya, serta menceritakan tujuan mereka masuk ke wilayah kekuasaannya.


"Jadi saat ini putraku sedang terluka?"


"Dia sudah mulai sehat, tapi kau tak bisa melihatnya saat ini, mereka sedang berada di bawah kekuasaan kelompok merah"


Sukma menatap terkejut pada Barca, sungguh ia tak menyangka nasib putranya begitu tragis.Ia hanya tahu janin keguguran itu telah dikuburkan di alam manusia.Ia tak paham dengan semua cerita Barca.


"Apakah kau bisa membantuku bertemu putraku?"


Barca menatap sendu pada manusia cantik yang mengetarkan jiwanya, wanita yang membuatnya mampu berlaku gila dan melupakan banyak sosok wanita yang bisa meyerupai sosok Sukma dengan lebih sempurna, namun tentu saja Barca tahu jika itu bukan Sukma asli.Karna ada hal yang membuat Sukma asli berbeda dari golongan mereka.


"Untuk saat ini kau belum bisa menemuinya, tapi aku berjanji akan membawamu bertemu putramu"


Barca meraih tangan Sukma dengan lembut, diciumnya punggung tangan halus itu berkali-kali, sungguh sosok manusia di hadapannya ini sudah menguasai hatinya sepenuhnya.Namun ada satu yang tidak bisa dihindari seorang Barca, sekalipun rasa cintanya begitu besar pada Sukma. Karna kodratnya sebagai makhluk yang memiliki hasrat yang besar.


"Sekarang kita harus mengumumkan pada semua wargaku tentang dirimu, aku ingin semua tahu jika kau istriku!"


"Kenapa?..aku tak ingin ada yang tahu tentang kita, cukup kita berdua saja"elak Sukma menatap Barca dengan tatapan memohon.


"Kau lebih aman jika mereka tahu kau istriku sayang, karena kekuasaanku akan melindungimu"


"Tapi apakah kau tidak melanggar aturan di wilayahmu, dengan menikahi sosok manusia sepertiku?"


Barca terdiam, apa yang dikatakan Sukma benar.Ia telah melanggar aturan di wilayahnya sendiri, akan ada sangsi jika ia ketahuan menikahi sosok yang berbeda dengannya, tapi perasaan yang tak seharusnya ada pada makhluk sepertinya, telah membuatnya berani melanggar aturan dunianya yang selalu dijunjung tinggi.


"Kalau berat untuk langkahmu, jangan lakukan hal itu sayang...aku sudah cukup bahagia menjadi istrimu tanpa harus ada yang tahu!"jelas Sukma kembali yang membuat Barca tercenung.


"Tapi...!"


"Aku percaya padamu suamiku!"


Barca tersenyum mendengar ucapan Sukma, lelaki itu mengangguk seakan setuju akan pemikiran istrinya.


"Tapi biarkan semua pengikutku di istana ini tahu jika kau istriku!"


Sukma hanya bisa terpaku melihat itu semua, dan ia hanya tersenyum dan menundukan kepala ketika Barca mengenalkan dirinya.


"Ingatlah kalian harus menghormati dan melindungi istriku(seperti itu kira-kira arti bahasa yang tak dimengerti manusia seperti Sukma)!!!"suara lantang Barca dijawab riuh oleh warga istana.Mereka akan menjaga amanah raja mereka dengan setia.


Tapi dari ratusan warga istana ada sosok yang murka mendengar semua itu, ia merasa tersaingi oleh Sukma, karena selama ini warga istana mengenalnya sebagai bayangan Barca.Ia adalah Malini wanita yang biasa menemani Barca saat rajanya memerlukan pelampiasan hasrat liarnya.


"Aku akan membuat wanita itu pergi dari hidupmu, junjunganku!"senyum sinis terukir di bibir tipis Malini.Sosok cantik dengan tubuh yang meruntuhkan iman lelaki di wilayah manapun.


Barca membawa Sukma memasuki kamar tidur utamanya, Sukma yang baru melihat kemewahan yang luar biasa itu hanya mampu terpaku melihat semua barang yang terbuat dari emas dan batu permata.


"Istirahatlah sayangku, kau pasti sangat lelah"


"Antarkan aku ke rumahku sayang, aku harus kembali!"


"Tidak!mulai saat ini kau hanya boleh menikmati kehidupan sebagai istriku dengan kemewahan yang aku miliki, aku tak mau kau menjadi pesuruh manusia!"


"Kau lupa sayang, aku punya dunia yang berbeda denganmu, biarlah aku menjalani hidupku seperti biasa dan kau suamimu cukup datang seperti biasa!"elak Sukma dengan tatapan tak suka.Barca terpaku mendengar penolakan Sukma.Seumur hidupnya ia tak pernah ditolak, tapi manusia seperti Sukma melakukan hal itu tanpa rasa takut padanya.


"Baiklan!"Barca akhirnya mengalah, dan membawa Sukma kembali melalang buana dibawa alam sadarnya.


Lelaki itu menugaskan prajurit pilihannya mengawal Sukma, tentu saja tanpa Sukma mengetahuinya.Dan untuk sopir yang selalu mengawalnya pergi dan pulang ke kantor, mungkin hanya sosoknya yang dapat dilihat manusia tapi tidak dengan wajahnya.


Sukma terjaga ketika hari menjelang pagi, wanita cantik itu duduk termenung mengingat mimpinya semalam, semua terasa nyata baginya.Tak lama wanita cantik itu melangkah ke kamar mandi dan ia hanya tersenyum samar ketika matanya melihat banyak tanda cinta kebiruan di tubuhnya.


Ditempat berbeda Zain menunggu ke datangan istrinya, lelaki itu dengan setia duduk di depan ruangan kantor Sukma.Sudah 1 jam ia menunggu namun wanita cantik itu belum menampakkan batang hidungnya.


"Tidak biasa ia datang siang, apa dia sakit?"pikir Zain kalut.Lelaki tampan itu beranjak dari duduknya dan berniat menuju pintu keluar perusahaan, namun langkahnya terhenti ketika melihat wanita cantik yang sudah ia abaikan beberapa bulan ini.


Sukma menatap datar wajah lelaki di hadapannya, jarak mereka hanya terpaut lima meteran, namun cukup membuat jantung Zain berdebar kencang.Ada perasaan bersalah dalam dirinya, dan ada pula rasa rindu pada wanita yang terlihat makin cantik dengan pesonanya.


"Saya..ng aa..aku"Zain tak mampu meneruskan ucapanya, ia hanya terpaku menatap wajah sang istri yang terlihat dingin padanya.Wanita cantik itu melewatinya dan gegas masuk ke ruangannya.Entah apa yang membuat kaki Zain terasa berat mengejar Sukma ke ruangannya, bahkan lidahnya menjadi kelu untuk sekedar menyapa wanita yang masih menjadi istri sirihnya itu.


Di ruangan berbeda seorang lelaki tak biasa hanya mengerang menikmati atas perlakuan sosok wanita yang selama ini selalu memuaskan hasrat liarnya, sebagai seorang yang berkuasa dan bukan dari bangsa manusia, memenuhi hasrat bukanlah suatu kesalahan sekalipun tanpa ikatan.Terlebih dirinya yang diperbolehkan memiliki banyak selir untuk memenuhi hasrat liarnya sebagai seorang pemimpin di wilayahnya.


Pakaian wanita itu terlihat berbeda dan membungkus tubuh sangat sexy miliknya, ia melakukan pemujaan pada tubuh junjungannya yang lama tak ia puaskan.


Barca mengerang atas perlakuan liar dan tak biasa dari Malini, Liur kuning menjijikan bagi manusia yang berbeda dari bangsa mereka, terlihat sangat seksi di mata Barca, Liur belendir pekat yang membasahi sekujur tubuh junjungannya. Suatu penyatuan yang tak masuk logika manusia namun terjadi pada dua sosok yang berubah wujudnya saat mencapai hasratnya.


BERSAMBUNG😊