Dia Ibuku

Dia Ibuku
Wanita di Dalam Kamar David


David tersentak dari lamunannya, ia mengawasai situasi di luar mobil, gemerlap lampu menghiasi bangunan berlantai 3 di hadapannya.


Klub malam yang menjanjikan surga dunia, bagi pengikut setan.David dulu juga bagian dari salah satu pengunjung klub malam, tapi itu dulu.sebelum ia kenal Danis, dan ia berhenti bersikap liar setelah menikah dengan Danis, hingga ia bertemu Sukma yang tak bisa ia tolak pesonanya. Tapi naas ia malah diminta menikahi Renata, wanita yang memperdaya dirinya dengan kemolekan tubuh.Tak mungkin menyesali nasib, karena ia menikmati semua itu walau bukan karena rasa cinta.


"Tuan..apa kita tidak masuk?"suara lembut Susi membuat David kembali ke alam sadarnya.


"Iya kita turun, Sus kamu di mobil saja ya, biar saya sama Agus yang masuk"Susi yang tak bisa menolak, hanya mengangguk pelan.


Di tempat berbeda, nampak wanita cantik bak bidadari sedang bersenda gurau dengan bocah tampan yang menatapnya penuh cinta.


Sukma mengendong bocah itu dengan rasa sayang.Tentu saja itu Bintang, putranya dari Afit yang sudah meninggal sebelum sempat dilahirkan.


"Ini kan yang kau inginkan nak, bisa berinteraksi dengan ibumu, dan mengatakan jika kau ada?"suara lembut Barca diangguki kepala oleh Bintang.


"Iya ayah, aku hanya minta satu hal sebelum aku pergi jauh.Sayangi ibuku, aku tak mau ada airmata yang membasahi pipi ini!"


Bintang menciumi pipi ibunya dengan sayang, Sukma mendekap tubuh kecil itu penuh cinta.Entah ini benar atau salah, ia bersyukur bisa memeluk putra yang tak pernah terbayangkan dalam pikirannya.


"Iya nak, disini bukan tempatmu, pergilah ke tempat ayahmu menunggu, ibu mohon pada Tuhan.Surga untuk putra tampanku ini"


"DIA IBUKU!"semua teman-temanku sudah tahu.Ibuku wanita tercantik di istana ini, yang terkenal baik dan lembut ucapannya"aku Bintang bangga.Barca mengangguk setuju, atas ucapan putra dari istrinya itu, ia tersenyum melihat Bintang yang tak henti mencium pipi ibunya.


Sukma balik menciumi wajah putranya. Bintang terkekeh geli mendapat perlakuan ibunya.Barca tersenyum haru menyaksikan semua itu, ia tak salah jika menjadikan Sukma ratunya, yang kelak akan melahirkan anak-anaknya.Karena wanita itu memiliki sikap lembut dan penyayang.


Saat ini seorang lelaki yang masih terlihat kurang sehat, ditemani wanita yang setia bersamanya.duduk di hadapan pusara yang masih merah.


Tertulis di batu nisan 'Putra David' anak yang ia harapkan dan tinggal menunggu dua bulan kelahirannya, pergi sebelum merasakan kasih sayangnya.


"Tuan kita pulang dulu ya,besok kita kesini lagi.Ini sudah mau magrib"suara lembut Susi menyentak lamunan David.Kegiatan ini merupakan tugas tambah bagi Susi, mengunjungi makam putra sang majikan, sejak sebulan lalu.


Lelaki itu meremas lembut tangan Susi, ia mengangguk dan beranjak meninggalkan makam.Mobil meluncur meninggalkan pemakaman.


"Sus terimakasih"


"Untuk apa, ini memang tugas saya tuan"


David menatap lembut artnya, tak lama ia menyandarkan kepalanya di bahu Susi.


"Kau ada, saat aku membutuhkan bahumu"David senyum begitu mendengar tawa renyah dari artnya.


Hari terus berganti, tak terasa setahun terlewati.Saat ini seorang wanita yang kecantikannya mulai dibicarakan banyak warga di wilayah istana, sedang menikmati hari indahnya bersama suami yang sangat mencintainya.Rasa cinta Barca semakin bertambah, karena Sukma sedang mengandung anak-anaknya.


Wanita itu mulai melupakan masa lalunya yang menyakitkan, walau kadang ia merindukan kampung halamannya.Tapi jangan salah untuk Arum, ia tetap rajin mengunjungi putri cantiknya itu.Segala macam oleh-oleh selalu Barca titipkan untuk putri dari istri kesayangan itu.


Namun untuk saat ini, ia ingin menikmati kebersamaannya dengan lelaki yang sangat memuja dirinya.Bersama menikmati masa kehamilannya yang ajaib.


"Kapan mereka lahir sayangku, mas sudah ingin melihatnya?"Barca mengelus lembut perut istrinya.


"Menurut tabib istana, tiga bulan lagi paduka"Sukma terkekeh, merasa lucu dengan sebutan untuk suaminya.


"Kau meledekku"Barca mengelitik pinggang istrinya lembut.


"Maaf sayang, aku merasa lucu saja dengan memanggilmu paduka, aku seperti menjadi salah satu lakon di layar ikan terbang"tawa Sukma terdengar renyah.Barca ikut tertawa walau ia tak mengerti maksud istrinya.


"Kau cantik sekali sayangku, tetaplah disisiku untuk mengurus anak-anak kita"Barca mengelus lembut pipi merona istrinya.


Sukma mengangguk, senyumnya kembali merekah.Bukan cinta yang bisa mebuat dirinya bahagia, tapi iklas menerima apa yang diberikan untuknya jauh lebih membuatnya nyaman saat ini.Sukma berjanji dalam hatinya akan berusaha menumbuhkan rasa pada sang suami. Agar ia bisa menjadi istri seutuhnya.Mungkinkah ia bisa melupakan David?lelaki yang dipujanya, yang pesonanya membuat hatinya selalu luluh.


Sosok Malini yang sudah dikenal warga istana, sebagai kekasih Barca.Selalu mencari cela agar wanita itu terusir dari istana.Karna sejak kedatangannya, kebersamaannya dengan Barca semakin berkurang.Ia tak menginginkan hal itu.


Suatu malam di mana bulan purnama menyinari istana, pertarungan hasrat antara dua sosok yang berwujud menjijikan terjadi di salah satu kamar istana.Barca menguasai Malini, sosok wanita sebangsanya, yang sudah dikenal oleh warga istana, bahkan oleh penguasa agung, sebagai kekasih Barca.


Pertempuran yang tidak biasa itu, memerlukan waktu panjang.Yang tak sama dengan manusia.Barca yang berwujud asli tak bisa melakukan hal itu dengan istrinya.Ia hanya bisa melakukan dengan wanita dari bangsanya.


"Aku sudah menemui penguasa agung"


"Apa maksudmu?"


"Mereka membicarakan ratu untukmu, maka aku diminta datang, karena mereka tahu akulah wanita yang berada di sisimu"


"Kau tahu aku sudah memiliki istri!"


"Tapi dia bukan ratu dari raja Barca, aku anggap dia selirmu"


Barca menatap tajam ke arah Malini, sorot mata mereka seperti beradu kekuatan, sampai Malini menjerit marah.


"Kau tak bisa mengingkari jika wanita itu berbeda dari kita, ia tak akan bisa menjadi ratumu, ingatlah pernikahan yang kau katakan itu, hanya untuk mengelabuhi wanita polos dan lugu itu, ia tak tahu betapa kerasnya hidup kita!".


"Ingat jika pun kau menikahinya, tak akan pernah disetujui penguasa agung!"


Barca menarik tubuh Malini, ia mencekik wanita itu dengan penuh amarah.Hingga wanita itu menendang bagian vitalnya.


"Aaahhhrrrrr..."Barca menatap Malini seraya menahan sakit yang luar biasa.


"Kau akan menyesal jika menuruti perasaanmu saja, bukan hanya kau yang bakal celaka tapi juga wanita itu dan anak-anaknya, kalian akan mendapat murka penguasa agung!"


Tubuh besar Barca melorot ke lantai, apa yang dikatakan Malini benar.Penguasa Agung bukan hanya akan menghukum dirinya, tapi juga istri dan anak-anaknya.


"Kau akan menjadi ratu, tapi ada syarat yang harus kau penuhi!"


Malini tersenyum lebar, ia mengangguk mantap.ia akan memenuhi kemauan Barca.Karena ia tahu wanita itu bukan tandingannya, karna semesta tak akan pernah merestui perasaan mereka.


Di alam yang berbeda, seorang lelaki yang sudah mulai nampak sehat, walau bobotnya belum stabil seperti sebelum ia kehilangan wanitanya, terlihat sibuk dengan berkas-berkas yang harus ia cek ulang.


Lebih setahun ia kehilangan pujaan hatinya, dan sejak saat itu pulang perusahaan miliknya mulai goyah.David tak lagi seperti dulu yang harus banting tulang mengejar rupiah.Ia nampak santai walau perusahaannya sedang diujung tanduk.Karena kekayaan yang ia miliki tak bisa membuat dirinya bahagia.


"Pak, ini sudah malam!apa bapak tidak ingin pulang?"


"Sebentar lagi Mil, kalau kau ingin pulang, silahkan duluan saja!"suara David terdengar datar.


"Saya tak akan pulang, jika bapak belum pulang"Emil bergerak menuju pintu bermaksud kembali ke ruangannya.


"Bersiaplah! kita pulang"Emil tersenyum dan berbalik menatap bosnya.


"Baik pak!"


Setengah jam kemudian, David telah sampai di rumah.Biasa keadaan rumah sepi, karena beberapa pelayan sudah kembali ke kamar mereka yang terletak di bagian belakang yang terpisah dari rumah besar itu.Hanya ada satu pelayan yang stand by di rumah besar itu.


David melangkah masuk ke dalam kamarnya, Rasa lelah karena pekerjaan yang menumpuk, serta kepalanya yang tadi pusing, seketika menguar.Matanya menatap tak percaya akan kehadiran wanita ayu di dalam kamarnya.


BERSAMBUNG😊