Asisten Dadakan

Asisten Dadakan
Mereka yang Bersama


Saat kau cemburu, kau sungguh menyebalkan


-Maura-


🌿🌿🌿


"Kau ada waktu setelah ini." Tanya Laras sambil memainkan kancing kemeja Gilangan.


"Aku harus segera pulang, Maura sedang menunggu."


"Oh... Sebentar saja. Lagipula kita sudah lama tidak pergi bersama."


"Memangnya mau ke mana Ras?" Tanya Gilang akhirnya dan melangkah sedikit menjauh dari Laras.


"Minum kopi saja, di seberang sini ada cafe, kita ke sana yuk, bagaimana?"


Gilang berfikir kembali. Ajakan Laras saat ini mengingatkan dirinya akan saat-saat mereka masih berpacaran dulu. Laras masih saja bersikap manja pada Gilang. Dengan alasan sebentar, membuat Gilang akhirnya setuju dengan tawaran Laras saat itu.


"Oke.." Jawab Gilang dan tersenyum menatap Laras.


Laraspun tersenyum akhirnya. mendapat jawaban yang bagus dari mulut Gilang.


"Kabari aku, jika kamu sudah selesai." Pinta Laras kemudian.


"Ya."


Setelah mendengar kata "ya" Laraspun akhirnya pergi meninggalkan Gilang. Saling tersenyum satu sama lain. Sampai akhirnya pintu kembali tertutup, meninggalkan Gilang seorang diri saat itu.


Gilang duduk kembali, menutup matanya dengan kedua tangannya sendiri. Hubungan mereka memang masih baik-baik saja, hanya status saja yang berubah.


Kesempatan bisa bertemu dan bersama, sebenarnya sudah terbilang jarang. Kalau dulu Gilang selalu mencari-cari kesempatan dan alasan untuk bisa bertemu dengan Laras. Namun sekarang ini sudah berbeda, semua sudah berubah.


Semenjak Maura hadir, Gilang tak pernah melakukan itu. Namun tiba-tiba, hari ini, Laras datang menemuinya dan mengajaknya pergi bersama, tanpa Gilang yang merencanakan.


.


.


.


.


"Huaaahhh.., selesai juga." Ucap Maura saat film yang ditonton mereka telah usai.


"Kita makan setelah ini ya." Ajak Rian.


"Ok."


Maurapun bangkit dari duduknya, disusul Gilang mengikuti langkah Maura saat itu. Sepanjang jalan Maura selalu tersenyum, membuat Rian akhirnya bertanya.


"Sepertinya kamu senang sekali." Ucap Rian.


"Oh.. iya, gara-gara film tadi." Jawab Maura sambil menatap Rian saat itu.


"Kita makan di sana." Tunjuk Rian dan tiba-tiba saja Rian menarik tangan Maura dan mengajaknya melangkah bersama.


Mereka duduk bersama sekarang, Maura sudah berada tepat di hadapannya. Rian mulai sibuk membolak balikan buku menu saat itu. Maurapun demikian. Tiba-tiba saja handphone Maura bergetar. Gilang tengah meneleponnya lagi. Maura terdiam hanya berani menatapnya.


"Siapa Ra?" Rian mulai bersuara. Melihat Maura yang hanya diam, padahal Maura tau ada seseorang yang tengah menghubunginya.


"Gilang." Jawab Maura dan mengangkat panggilan itu akhirnya.


"Ya.. Lang."


"Kamu sedang apa sayang?" Ucap Gilang mencoba menggoda Maura kembali dan Rian masih menatap Maura saat itu.


"Aku baru mau pesan makan." Jawab Maura sambil menatap buku menu yang sedang di genggam olehnya.


"Oh.. Aku pulang malam hari ini, La.."


"Sebentar aku pesan makan dulu." Potong Maura cepat, saat seorang pelayan hadir dan menanyakan pesanan Maura dan Rian saat itu.


"Ra.. Ramai sekali, kamu di luar?" Tanya Gilang lagi sambil bersiap untuk meninggalkan tempatnya berada sekarang.


"Ya.."


"Sendiri?" Gilang lagi-lagi bertanya dan sekarang dirinya sudah siap untuk pergi.


"Tidak.. ada Rian di sini, kali ini Maura yang menatap Rian.


"Berdua saja?" Gilang tampak terkejut mendengarnya bahkan hatinya kesal.


"Ya.., tadi kamu bilang apa?" Tanya Maura.


"Lupakan, aku pulang sekarang." Ucap Gilang dan langsung menutup panggilan itu.


Maura dibuat terdiam kembali, hanya menatap bingung handphonenya sendiri. Sampai akhirnya pelayan wanita yang berada di sampingnya bertanya lagi, apa yang akan Maura pesan. Seketika Menghapus lamunan Maura saat itu.


"Oh.. maaf mbak, aku pesan ini saja." Tunjuk Muara akhirnya pada beberapa menu yang sejak tadi sedang di tatapnya.


.


.


.


.


"Bisa-bisanya dia pergi bersama Rian." Ucap Gilang kesal sepanjang jalan menuju pulang.


.


.


.


.


Akhirnya Maura dan Rian sudah menyelesaikan makan mereka. Rianpun mengantar Maura pulang.


"Terima kasih untuk hari ini." Ucap Rian sebelum akhirnya mereka berpisah.


"Tak usah sungkan, kitakan teman." Ucap Maura namun membuat Rian kecewa mendengarnya.


Rianpun dalam sekejap terdiam, namun panggilan Maura berkali-kali, membuat dirinya tersadar akan lamunanya saat itu.


"Rian.." Panggil Maura kembali.


"Oh.. iya, istirahatlah." Pinta Rian lagi dan seperti biasa Rian kembali mengusap kepala Maura, dan hendak berpamitan padanya.


Rian sudah pergi sekarang. Maura masuk perlahan ke dalam apartemen saat itu. Menyalakan lampu menerangi ruangan yang sudah tampak gelap saat ini.


Maura kembali melangkah, kali ini ia menuju dapur, hendak mengabil segelas air dingin untuk diminum olehnya.


Maura meminumnya perlahan, setelah meneguk habis, ia meletakan gelasnya pada meja yang ada di hadapannya sekarang. Menghela nafasnya. Rasa lelah mulai di rasakannya sekarang.


Tiba-tiba ada suara pintu terbuka mengagetkan Maura saat itu. Ia kembali melangkah menuju pintu masuk lagi. Lalu terdiam saat menyadari Gilang telah datang dan masuk ke dalam begitu tiba-tiba.


Wajahnya lelah dan terlihat kesal. Gilang terus maju dengan cepat ke arah Maura. Maura malah melangkah mundur menatapnya.


Langkah Maura terhenti, saat tubuhnya sudah menabrak meja saat itu. Jantungnya berdebar kencang tiba-tiba. Saat Gilang sudah berada di hadapannya sekarang, melingkarkan tangannya di pinggang Maura begitu erat.


"Kamu kenapa Lang?" Tanya Maura akhirnya.


"Aku marah."


"Kenapa marah?"


"Aku cemburu."


"Kenapa cemburu?"


"Kamu tau, aku tak suka kalau kamu pergi dengan Rian, kenapa masih pergi dengannya."


"Ini tidak seperti yang kamu fikirkan."


"Kamu suka dengan Rian?" Tanya Gilang dan membuat Maura kesal akhirnya.


"Hah.. Aku bukan Laras, aku tak sama dengannya. Aku pergi dengan Rian bukan berarti aku suka dengannya. Kamu menyebalkan." Kesal Maura dan mencoba melepaskan pelukan Gilang saat itu.


Gilang menahan Maura pergi. Meraih pergelangan tangan Maura dengan cepat.


"Jangan pergi." Ucap Gilang dan terdengar memohon akhirnya.


.


.


.


.


Sstttt.. ada yang lagi marah 😱


Lanjuttt .. semangat author💪


Di jadikan Favorite trus kasih Rate yang banyak. Votenya juga ya, Supaya tambah semangat up lagi.


💪😊


Semoga selalu setia membacanya dan menunggu upnya.


Jangan lupa likenya ya kak 😊


ratenya juga ya kak😇


dikasih hadiah juga boleh😊


di Vote Alhamdulilah😁


Mampir juga yuk ke novelku yang lain, Judulnya "Cinta Pak bos", Adit dan Ayna menunggu di sana😉


Terima kasih yang sudah Vote😘, yang sudah memberi hadiah (poin dan koinnya), yang sudah membaca, yang sudah hadir, yang sudah like, yang sudah komen. Terima kasih ya semoga betah di sini😊.