
POV FARHAT
"Kak Anies??"
Aku mendongak saat mendengar Yasmine menyebut nama Rengganis .
"Ngapain Kakak diam disitu ?? Kakak nguping ya?"
Aku bangkit mendekati Yasmine ,yah ku temukan Rengganis diam mematung diambang pintu.Ibuku ikut-ikutan menengok.
"Kamu nguping pembicaraan kami?"Tegur Ibuku.
"Maaf Bu...aku bukan sengaja nguping,aku mau masuk.Tapi karena kalian sedang bicara serius,jadi aku diam disini"
"Itu sama saja nguping...huh"Desis Ibuku.Aku tidak tahu kenapa sekarang Ibuku sangat benci dengan Rengganis .Padahal sebelumnya ia biasa-biasa saja.Meskipun sedikit cuek.Tapi sejak mengetahui perselingkuhan ku dengan Mawar ,beliau langsung berubah terhadap Rengganis . Apalagi setelah percekcokan tempo hari.Jadi makin benci Ibuku dengan mantan istri ku itu.
"Awas Loh Bu..entar dia ngadu sama Kak Mawar tentang rencana Ibu sama Mas Farhat"Celutuk Yasmin setelah meletakkan piring kotor di tempat cuci piring.
"Aku bukan orang yang suka ngadu"Bantah Rengganis tangkas.
"Ya siapa tahu?Kan Kakak pasti sakit hati sama Mas Farhat, karena sudah diselingkuhi dan langsung diceraikan.Kakak pasti berencana untuk mengadu sama Kak Mawar ,biar Kak Mawar benci sama Mas Farhat bukan?"
Benar juga apa yang Yasmine katakan, segera ku hampiri Rengganis dan ku tarik dia keluar.Perempuan itu mengelak serta memberontak.Ia meminta aku melepaskan nya.
Keluarga ku mengekor di belakang,tapi ku cegah mereka dan ku minta agar mereka diam saja di tempat.
"Lepasin Mas..."
Rengganis ku lepaskan setelah kami berada di belakang rumah dengan suasana yang sepi.
"Benar kamu mau mengadukan apa yang kamu dengar kepada Mawar ?"
"Tidak Mas,aku bukan orang sepicik itu.Rumah Mawar saja aku tidak tahu "
Bantahan Rengganis masuk akal juga.
"Awas kalau kamu ngadu sama Mawar "Ancamku sembari menuding wajahnya.Lalu ku tinggalkan dia begitu saja disana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di awal pagi, sengaja hari ini aku berangkat kerja tanpa Mawar .Karena aku ingin menunggu Bu Desi dan bicara dengan nya.Aku ingin sekali bertemu dengan CEO pabrik ini,agar aku bisa melancarkan aksiku.
Saat ku lihat mobil Bu Desi masuk parkiran,ku percepat langkah ku menghampiri nya.
"Selamat pagi Bu"
Bu Desi kaget mendapatkan sapaan dari ku.
"Pak Farhat ??Ada apa?pagi sekali sudah masuk kantor"
"Sengaja.. karena saya menunggu Ibu"
"Saya ingin sekali bertemu dengan CEO pabrik ini, bisakah Bu Desi mempertemukan kami?"
Bu Desi tidak langsung menjawab, ia menatap ku mendalam.
"Emmm CEO kita sekarang masih belum bisa ditemui.Beliau sibuk,tapi kalau Pak Farhat benar-benar ingin bertemu.Saya akan buatkan jadwal untuk anda"
Aku tersenyum senang meskipun belum bisa bertemu.Kalau sudah dibuat kan jadwal, berarti sudah pasti aku akan segera bertemu beliau.
"Bu... kalau boleh tahu,siapa ya Nama CEO kita?"Aku bertanya demi tujuan ku menggunakan jampi-jampi.Bu Desi tersenyum tipis.
"Jadi Bapak belum tahu sama pemilik pabrik ini ??Sudah berapa lama Bapak kerja disini,kok bisa belum tahu sama Bos nya sendiri "
"He...saya pikir selama ini Bos saya adalah Ibu"Ku garuk kepala ku yang tidak gatal.
"Ck CK CK Pak Farhat Pak Farhat ... kasihan sekali anda..ya udah nanti kalau sudah ketemu kenalan sendiri ya..."
Entah apa maksud dari ucapan Bu Desi ,tapi dia seperti tengah menggodaku.
*
Saat aku tengah fokus di depan komputer, tiba-tiba Mawar membanting map di atas meja ku.Membuatku tersentak kaget.
"Apa maksud mu meminta untuk bertemu dengan CEO kita?hah??"Pekiknya tajam.Waduh..kok dia bisa tahu??tapi aku tidak ingin membenarkan apapun yang ada dalam pikiran nya sekarang.
"Emang kenapa sayang ?Salah kalau aku ingin bertemu dengan bos kita sendiri ??"
Mawar menyanggah tubuhnya dengan kedua tangan di atas meja,lalu mencondongkan ke wajah ku.
"Kau pikir aku tidak tahu apa tujuan mu?hah?Kau pasti akan menjadi penjilat agar bisa naik jabatan kan?"
Tuduhan Mawar sebenarnya tidak salah,tapi aku dengan santai mengelak.
"Sayang.. kenapa kau berpikir terlalu jauh?? Bukankah semua sudah kita bahas sebelumnya"
Mawar mendengus,ia menegakkan punggungnya lalu melipat tangan di dada.
"Sudah lah.. jangan bahas masalah ini lagi sayang,tadi aku sudah mendapatkan kabar dari pengacara ku.Kalau Minggu depan adalah sidang ketuk palu perceraian ku.Karena ini aku sendiri yang menuntut cerai ,jadi tidak pakai sidang lanjutan.Hakim hanya memastikan kalimat talak ku lalu masalah selesai.Dan kita??akan segera menikah "Ku alihkan pembicaraan dari topik sebelumnya.Gerah juga jika terus menerus dipojokkan begini.
"Nanti malam kita dinner yuk sayang"Rayuku disertai kerlingan mata.
"Lihat aja nanti"jawaban Mawar sungguh ketus,ia berbalik pergi tanpa menoleh lagi.
HUFFFFF... berasa diintimidasi.Pasti Mawar melihat aku bicara sama Bu Desi tadi,dan dia nanya langsung ke Bu Desi .
Tapi tak apalah, yang penting aku sudah bisa mendapatkan temu janji dengan CEO ku.Masalah Mawar ,biarlah dia mau bicara apa?,tidak mau menikah dengan ku juga nggak apa-apa kalau dia sakit hati karena kalah saing sama aku.Emang aku perduli ??kalau aku sudah jadi Direktur bakal banyak perempuan yang lebih cantik dan kaya yang mau sama aku.Secara aku masih muda dan ganteng hehehehe.
Membayangkan saja aku sudah sangat bahagia.Tak sabar rasanya untuk duduk di kursi seorang Direktur utama.