
Hari ini aku pergi ke rumah ku,disana Bik Nursih istri Komang menyambut ku dengan penuh sukacita.Ia memeluk ku,menciumi wajahku sambil menangis.Sebak rasanya dadaku melihat hal itu.
Aku yang sejak berumur delapan tahun tidak mendapatkan kasih sayang orang tua, rasanya sangat bahagia mendapatkan kasih sayang yang begitu tulus meskipun bukan dari pihak keluarga.
"Nyonya sudah makan??"Bik Nursih mengapit ku masuk ke dalam rumah.
"Belum..sengaja nggak makan karena sudah lama tidak makan masakan mu Bik"jawab ku.
"Baguslah,,,tadi begitu dengar Nyonya minta di jemput, Komang langsung berangkat,Bibik langsung masak makanan kesukaan Nyonya"
"Ohya???Mana...aku sudah lapar "
"Ayo..."
Bik Nursih menarik kursi untuk ku duduk,Kedua orang yang ku percaya mengurus rumah ku diam memperhatikan aku yang sangat bernafsu untuk makan.
"Kenapa bengong ??"Aku baru menyadari jika aku menjadi pusat perhatian "Ayo makan temani aku Bik"
"Oh baik Nyonya...ayo Mang"Bik Nursih tak lupa mengajak suami nya turut serta.Kami pun makan bertiga dengan penuh rasa bahagia.
"Mang... setelah ini kita ke kantor ya"pintaku.
"Baik Nyonya"
"Nanti Nyonya pulang ke sini kan?"Bik Nursih menyampuk.
"Nggak Bik... untuk sementara waktu,aku masih tinggal disana"
"Loh??kok gitu??"
"Aku menjalani masa 'itdah disana dulu Bik, sekaligus aku ingin membalas dendam kepada mereka "
Bik Nursih terlihat kecewa.
"Sabar ya Bik, nanti kita akan segera berkumpul kembali "Aku mengusap pundak perempuan paruh baya itu.
"Kalau saja Nyonya jujur tentang siapa Nyonya yang sebenarnya, pasti Nyonya tidak akan mendapatkan perlakuan seperti ini "
"Justru aku bersyukur Bik karena mereka tidak tahu siapa aku. Memang mungkin kalau mereka tahu mereka tidak akan menghinaku seperti itu , Tapi...dengan ketidaktahuan mereka aku bisa tahu siapa mereka yang sebenarnya"
Bik Nursih menghela nafas panjang.
"Kalau begitu, Jadi kan ini sebagai pelajaran Nyonya.Agar kedepannya lebih berhati-hati dalam mencari jodoh ".
Aku mengangguk setuju.
"Iya Bik..Insya Allah "
*
*
Aku menunggu Desi di dalam mobil, karena dikhawatirkan Mas Farhat ataupun Mawar melihat ku disini.Belum saatnya mereka tahu siapa aku.
Ku lihat dari kejauhan,Desi datang menghampiri mobil ku yang sangat dikenalnya.
"Hay... sudah lama nunggu ?"sapa Desi seraya masuk ke dalam mobil ku duduk bersebelahan dengan ku.
"Lumayan bisa dapat separuh pola"jawab ku seraya menutup buku gambar yang biasa aku buat untuk menggambar rancangan ku.
"Sepertinya Farhat mengenali karyamu"
Aku tercengang mendengar penuturan Desi .
"Masak sih??"
"Iya...tadi dia sempat bengong memperhatikan rancangan busana musim ini.Dan dia juga bertanya itu hasil karya siapa?Ya aku jawab saja CEO pabrik ini"
Aku tersenyum mendengarnya.
"Terus... masalah pergantian jabatan kamu sudah ngasih tahu?"
Desi mengangguk.
"Sesuai perkiraan mu, Sepertinya akan ada persaingan disini "
"Emmm kalau memang aku masih diperlukan disini,aku tidak akan pindah"
Aku terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Desi .
"Kok gitu?? Bukankah kamu akan menikah dengan Tomi dan tinggal di Surabaya . Karena itu aku memindahkan kamu ke Surabaya"
" Melihat Apa yang terjadi sama kamu ,aku jadi mikir dua kali Nies. Aku jadi takut tinggal sama mertua. Bukan kamu tahu sendiri Tomi Masih tinggal satu rumah sama orang tuanya"
Ku Hela nafas pelan
"Jangan gitu lah Des,Nasih orang itu nggak sama"
"Iya...tapi aku takut karena kita punya latar belakang yang sama . Aku juga yatim piatu seperti kamu ,meskipun sekarang hidupku sudah berkecukupan. Tapi aku takut nanti nasibku akan sama kayak kamu meskipun beda cerita"
"Apa kamu sudah membicarakan hal ini dengan Tommy ?"tanyaku.Desi mengangguk pelan.
"Semalam aku bicara ditelepon panjang lebar sama dia, Aku mengutarakan ketakutanku tentang masa depan kami"
" Terus apa komentarnya?"Aku jadi penasaran.
"Dia mungkin yang pindah ke sini dan tinggal sama aku . Jadi kalau misalnya kamu bisa memperkerjakan dia di pabrik nggak ada masalah bukan?"
Aku tersenyum simpul, rasanya lega jika itu benar akan terjadi.
"Kalau memang itu tidak jadi masalah bagi kalian? aku sih oke-oke aja .Terserah kamu mau orang tua Tommy tinggal di sini dan kerjasama Kita juga nggak apa-apa.Asalkan kamu dan Tommy bisa bahagia"Jawab ku.
Desi tersenyum lebar lalu memeluk ku.
"Makasih ya Nies..."
"Iya..aku juga sangat berterimakasih sama kamu, karena kamu sudah banyak bantu aku"
"Bantuanku nggak ada apa-apanya ketimbang apa yang sudah kamu berikan sama aku. Aku nggak akan bisa berada di titik ini kalau kamu nggak ngajak aku kerja bareng"
"Semua ini adalah hasil kerja keras mu Des,aku kan selama ini cuma bersembunyi di dalam rumah mertua "
"Untung ya kamu belum punya anak,eh...kamu nggak coba test dulu.Takutnya ntar kalian sudah cerai malah kamu hamil ,,,aduh jangan deh"Desi jadi ngeri sendiri.
"Nggak kok...tadi sebelum aku berangkat kesini,aku baru saja kedatangan bulan "
Hahahahahahaha kami tertawa bersama,itu adalah kata-kata kami saat dalam masa menstruasi ketika di asrama anak yatim.
"Eh aku masuk dulu ya,lagi banyak kerjaan yang harus aku kerjakan sebelum aku ambil liburan menikah"
Aku menyetujui nya.
"Lanjut nanti ya,kita makan siang bareng"
"Nggak deh,aku mau relaksasi di rumah aja.Tadi rencananya mau ke spa,udah berapa tahun aku tidak memanjakan tubuh ku.Tapi berhubung lagi tanggal merah,jadi aku mau rileks di rumah dulu.Sore nanti baru kembali ke rumah Mas Farhat "
"CK.. mending nggak usah balik aja deh, buang-buang waktu "
"Seru tahu ,,,sejak aku diceraikan dan aku stop total mengerjakan pekerjaan rumah, Semua jadi amburadul .Makanan pun kadang beli"jelas ku penuh semangat.
"Ohya???hahahahaha pasti bakal banyak pengeluaran deh"
"Ya pastinya dong"
"Ih jadi nggak sabar gimana ya reaksi mereka pas tahu siapa kamu"Desi jadi gemas sendiri.
"Jantung aman nggak ya???"Aku pancing ke onaran kami.Desi langsung tertawa lepas.
*
*
Aku baru tiba kembali di rumah Mas Farhat selepas waktu sholat Maghrib.Tadi aku hanya minta di antar sampai masjid saja.Agar tidak ketahuan orang rumah kalau aku naik mobil mewah.
Saat ku langkahkan kaki masuk, tanpa sengaja ku dengar percakapan orang-orang di rumah yang tengah membahas tentang rekomendasi Mas Farhat naik jabatan.
Aku kaget dan secara refleks menutup mulut saat ku dengar mereka akan menjampi-jampi CEO pabrik yaitu aku.Agar Mas Farhat yang naik jabatan,bukan Mawar .
Astaghfirullah....Ku usap dadaku sembari bertaubat.Benar-benar keterlaluan mereka.