
POV DESI
Sejak aku tahu tentang perselingkuhan Farhat, Suami sahabat ku bersama rekan kerjanya. Aku sudah sangat ilfil banget dengan mereka.
Tapi demi menutupi rahasia besar sahabat ku, Aku bersikap seolah-olah tidak tahu apa-apa.
Sampai akhirnya aku beradu mulut dengan perempuan yang telah membuat Pernikahan sahabat ku hancur.
Rasanya,, sekarang lah saat nya ku beri dia pelajaran. Agar dia tahu tinggi rendahnya langit. Karena dia sangat sombong sekali.
Pagi-pagi sekali aku sudah bertukak di dalam mobil mengawasi rumah Mawar . Sekitar jam tujuh kurang sepuluh menit, ku lihat mobil Farhat datang. Rupanya mereka berangkat bersamaan ke Kantor. Mawar Keluar dengan pakaian rapi dan sangat cantik Sekali. Ia masuk ke dalam mobil Farhat dari sebelah dan duduk di samping Farhat.
Sesaat kemudian mobil itu melaju pergi. Aku pun mengikutinya dari jarak aman. Untuk menyempurnakan pengintaian ku, Aku sewa mobil rental. Karena mereka pasti sangat kenal dengan mobil yang biasa aku bawa.
Selang tiga puluh menit, mobil Farhat masuk ke area parkiran yang mana di depannya terpacak gedung berlantai yang sangat besar.
Aku merasa sangat tidak asing dengan perusahaan ini. Ku perhatikan bangunan yang hampir mencakar langit, huruf RS tertulis besar di tengah-tengah gedung.
Yaps... Ini adalah PT INDUSTRI RS , pabrik tekstil terbesar di kota ini. Hemmm pantas gajinya lebih besar, karena ini pabrik memang sudah berdiri sejak lama.
Aku pergi dari tempat itu, asal aku tahu saja dua Bajin9an itu kerja dimana.
Setibanya di kantor, Aku langsung menuju ruang kerja Rengganis . Ku ingin melaporkan semua yang ku ketahui barusan.
"Hay say" Sapaku langsung membuka pintu. Rengganis menoleh, seperti biasa. Ia akan menyambut ku dengan senyuman.
"Kau sedang apa?" Tanyaku.
"Lagi buat desain"Jawab nya. Ku perhatikan desain yang tak seperti biasanya itu.
"Kau buat baju anak-anak ??"
Rengganis mengiyakan...
"Kan kalau hari raya nggak hanya Ibu bapaknya yang beli baju baru. Paling banyak justru anak-anak.. Dulu Ibu selalu membuat kan aku sampai sepuluh desain " Dia mulai mengenang kedua orang tuanya.
"Ohya??" tanyaku, Ia mengangguk yakin. Entah kenapa perasaan ku mengatakan ini bukan sekedar baju anak-anak.
"Jadi berapa banyak desain untuk anak-anak yang kau buat?" sambung ku.
"Emmm yang sudah jadi lima belas " jawab nya tanpa menoleh.
"Hah???banyak bener ?? tumben otakmu encer "
Rengganis tersenyum simpul.
"Aku mencoba membuat desain ulang yang pernah ibuku buat . Ya aku mengandalkan daya ingatku saja, mungkin tidak sama persis tapi hampir mirip" ungkapnya
"Kau merindukan Ibumu??" Itulah yang aku tangkap dari apa yang Rengganis lakukan. Ia diam, bibir bawahnya tergigit. Berarti dugaan ku benar... Aku bangkit lalu ku peluk dia. Eh dia malah langsung nangis dalam pelukan aku.
"Kamu yang kuat ya..." Ku usap punggungnya lembut, Ia mengangguk dalam pelukan ku.
"Ohya?? Aku sudah tahu mereka kerja dimana sekarang" Ku alihkan topik pembicaraan , Agar Rengganis tidak larut dalam kesedihan terlalu lama.
Rengganis merenggangkan pelukannya.
"Siapa?" tanyanya.
"Si Mawar sama Farhat "
"Iya dong... masak bohongan" Jawabku santai.
"Nggak ada kerjaan bener kamu ya"
Aku tertawa lepas... Ku duduk kembali ke kursi yang baru saja aku tempati.
"Terus... bagaimana rencana mu??" sambung Rengganis .
"Rencana ku belakangan, besok adalah hari sidangmu. Sudah ku katakan jika sidang di tunda karena kamu tidak enak badan kepada pengacara kita" jawab ku , karena selain aku berencana membeberkan perbuatan dua manusia itu. Aku juga berencana menghancurkan kepercayaan Mawar terhadap Farhat .
"Terus...???"
Aku tersenyum, memikirkan saja rencana yang ada di otak ku , sudah sangat menyenangkan.
"Kok malah senyam-senyum sendiri sih?" tegur Rengganis .
Aku bangkit kembali mendekati sahabat ku itu, Lalu ku bisik kan semua rencana ku.
"Apa??? tidak tidak tidak tidak... Aku tidak mau"Rengganis menolak keras.
"Cuma main-main aja kok"
"Kalau Mas Farhat baper Gimana ?? bisa tambah runyam urusan perceraian ku" Rengganis memberikan alasan yang dapat ku mengerti.
"Biarin aja dia baper, yang penting kamu nggak " jawab ku enteng.
"Kamu nih ya.. emang rada-rada kejam orang nya"
HEHE.. Aku nyengir saja.
"Pokoknya besok semua harus berjalan sesuai rencana... ok???"
Rengganis melengos, ia melanjutkan pekerjaannya membuat desain. Aku pun pamit untuk kembali ke ruangan ku. Akan ku Atur nanti pertemuan ku dengan Bos PT INDUSTRI RS. Biar ketar ketir tuh pasangan selingkuhan hahahaha.
Tidak lupa ku hubungi si Komang supir pribadinya Rengganis . Aku juga butuh bantuan nya untuk melancarkan aksiku besok.
Mawar ,,, nanti kau akan tahu sedang berhadapan dengan siapa? Ucapku yakin.
Tapi untuk rencana tambahan, Rengganis tidak boleh tahu dulu. Jika ia tahu, pasti akan menolaknya dengan keras.
Tadi aja cuma disuruh pura-pura untuk rujuk nggak mau. Apalagi sampai ke rencana inti?? Pasti sudah mencak-mencak dia.
Semua rencana sudah ku persiapkan dengan matang. Akan ku pastikan Farhat akan merasa Rengganis benar-benar akan rujuk dengan nya.
Kalau aku jadi Farhat pasti akan lebih memilih Rengganis dari pada si Mawar .
Karena sekarang Farhat sudah menyadari siapa sebenarnya Rengganis .
Auto dia akan merasa beruntung sekali, meskipun dia dan Rengganis tidak bisa punya anak.
Secara dia akan menjadi Bos di pabrik ini jika sampai benar-benar rujuk.
Waaaaahhh bakal seru nih, dua hati akan patah dalam sekali pukulan.
Mawar akan merasa dikhianati, dan Farhat akan kecewa berat setelah tahu bahwa Rengganis hanya pura-pura saja.
Ihhh jadi nggak sabar nunggu besok, aku jadi gemes sendiri.