Aku Hanya Karakter Pendukung

Aku Hanya Karakter Pendukung
Pertemuan Tak Terduga saat Jalan-jalan


Mereka berencana mengumumkan pertunangan itu kepada semua orang. Undangan sudah siap disebar. Lalu mereka juga sudah memiliki beberapa vendor untuk mendekorasi tempat acara. Dan beberapa hal kecil lainnya. Sisanya hanya menunggu Shin dan Nana memilih kostum pertunangan dan cincin mereka. Saat mendengar kata "cincin", wajah Nana memerah lagi. setelah selesai, Shin dan ibunya segera kembali ke kediaman mereka.


Lalu keesokan harinya, berita pertunangan mereka tersebar luas. Semua orang agak kaget sebenarnya. Alasan pertama adalah karena Shin adalah putra termuda. Tapi dia bertunangan lebih dulu daripada kakaknya. Para partner bisnis mereka tentu saja tidak menduga hal itu. Dan mereka melihat nama keluarga Fent di undangan itu. Beberapa orang tidak tahu siapa itu keluarga Fent. Mereka adalah orang kaya baru yang belum terlalu terkenal di kalangan bisnis, terutama di kalangan atas.


Lalu para murid yang berada di satu sekolah dengan mereka juga kaget. Walaupun mereka sudah mendengar tentang rumor pertunangan ini. Tetap saja mereka kaget. Karena mereka tidak akan menyangka bahwa pertunangan itu diadakan saat mereka berdua masihlah seorang siswi dan siswa SMA.


Lista juga menerima kabar itu. Saat dia membaca undangan pertunangan elektronik dari ponselnya, dia merasa petir menyambar seluruh tubuhnya.


PRANG! Dia melempar kan ponsel itu ke lantai dengan keras, menyebabkan layar ponsel itu hancur berkeping-keping.


Lista menggenggam tangannya erat-erat. Dia berusaha menahan emosinya. Tapi akhirnya emosi itu meledak. Dan dia mulai melempar semua barang yang ada di kamarnya ke lantai.


Mendengar suara gaduh yang mengerikan itu, para pelayan yang berada di lantai bawah bergegas menuju ke kamarnya.


Setelah melihat Lista mengamuk, mereka tidak melakukan apapun. Mereka hanya menunggu di sudut ruangan sambil menundukkan kepala mereka takut. Karena mereka cemas Lista akan melampiaskan kemarahannya pada mereka juga.


Di hari yang sama, Nana tidak tahu bahwa berita pertunangan nya cukup menghebohkan. Hari ini dia mengunjungi Rin dan mereka berencana untuk menghabiskan waktu bersama.


Rin libur hari ini. Dan dia ingin mentraktir Nana karena dia menerima bonus dari kerja part time nya. Rin sangat senang karena ini pertama kalinya dia meng-treat sahabat baiknya itu.


Melihat Nana sudah di depan rumah untuk menjemput nya, dia bergegas keluar dan masuk ke dalam mobil.


"Aku rindu padamu ~"kata Nana dengan mata berkaca-kaca.


Rin merasa terharu dan dia tersenyum. "Aku juga"


Lalu mereka berdua berpelukan.


Kali ini, Nana bertanya apa yang Rin lakukan selama liburan. Rin berkata bahwa dia hanya bekerja dan belajar serta mengurus neneknya yang sakit. Walaupun begitu, entah mengapa Nana merasa Rin menyembunyikan sesuatu. Pasti dia juga mengalami beberapa kejadian mengejutkan dan dia tidak mau memberitahukan nya kepada Nana. Walaupun begitu, Nana tidak memaksanya untuk bercerita.


Mereka pun tiba di pusat perbelanjaan di pusat kota. Bangunan itu sangat besar dan terdiri dari lima lantai. Penuh dengan berbagai macam toko, dari toko kelas atas sampai kelas menengah.


Tempat singgah pertama mereka adalah rumah makan. Sebuah restoran mie yang cukup terkenal di kota itu dengan harga terjangkau. Rin meng-treat Nana dengan ini.


"Ada apa?" tanya Nana saat dia melihat Rin terus memperhatikan nya.


"Tidak apa-apa" kata Rin sambil tersenyum. Lalu dia juga melanjutkan makannya.


Nana pikir Rin memandang nya aneh karena cara makannya yang ganas. "Ehem" Nana bergumam sambil memperbaiki posisi tubuhnya. Dan dia mulai makan dengan elegan. Dia lupa bahwa dia berada di dunia lain sekarang bukan rumahnya. Jadi dia harus bisa makan dengan sopan.


Setelah selesai makan, Nana mengajak Rin untuk ke toko lainnya, berbelanja. Jujur saja Rin ingin menolak karena dia takut Nana akan membelikannya sesuatu lagi. Dia merasa tidak enak.


"Baiklah, bagaimana kalau toko buku?" saran Nana kemudian. Dia bisa melihat bahwa Rin menjadi sangat canggung saat dia mengajak nya untuk berbelanja.


Mata Rin langsung berbinar. "Ya, tidak masalah." Dia menyukai buku. Walaupun dia tidak bisa membelinya saat ini, dia masih bisa membaca buku secara gratis di tempat.


Nana tidak menyukai buku. Dia tidak suka belajar. Tapi bukan berarti dia tidak menyukai toko buku. Karena toko buku menjual berbagai jenis buku, termasuk novel dan komik yang sangat disukainya. Jadi dia benar-benar ingin melihat beberapa novel dan komik dari dunia ini. Kalau bisa dia akan membeli beberapa dan membawanya pulang. itu sangat berguna untuk mengisi waktu luangnya dengan membaca.


Saat mereka masuk, mereka berdua langsung berpencar ke tempat yang berbeda. Rin tertarik melihat buku tentang ilmu pengetahuan dan bahasa. Sementara Nana pergi dimana novel fantasi dan komik berkumpul.


Nana melihat sekeliling Rak. Buku-buku cerita itu terlihat sangat asing di matanya. Dia semakin merasa excited, karena dia ingin membacanya. Lalu dia dengan semangat mencari keranjang kosong dan memasukkan beberapa buku di sana.


BUK! Dia menabrak seseorang karena dia tidak memperhatikan sekitarnya. Orang itu berdiri di belakang nya untuk membaca, sementara dia berlarian ke sana kemari. Menyebabkan buku yang dipegang oleh orang itu jatuh ke lantai.


"ah, maaf" Nana langsung dengan cepat mengambil buku itu dan memberikan nya kepada orang asing itu. "Aku benar-benar minta maaf" Nana menundukkan kepalanya berkali-kali.


"Kau masih saja bodoh dan tidak sopan ya" suara sarkas terdengar dari orang asing itu.


Nana mengangkat kepalanya dan melihat wajah yang sangat familiar.


Feno! Pikirannya berteriak kaget.


Feno tersenyum kecil. Senyum nya sinis dan sedikit menyeramkan. "Akhirnya kita bertemu lagi"