Aku Hanya Karakter Pendukung

Aku Hanya Karakter Pendukung
Kapal Pesiar


Setelah pertemuan di cafe itu, beberapa hari pun berlalu. Jujur saja aku tidak terlalu memikirkan siapa yang akan di bawa Darwin untuk ikut liburan bersama kami.


Tapi siapa yang menduga, saat kami berkumpul aku akan melihat Lista dan teman-temannya berpose bangga di depanku.


"Aku membawa beberapa orang hahaha" Darwin berteriak sambil tertawa. Dia menepuk bahu Shin dengan semangat "Bukankah aku sangat bagus? Aku mengumpulkan semua orang ini hahaha"


Melihat Sikap Darwin yang tidak wajar, aku curiga dia benar-benar merencanakan sesuatu yang berbahaya sekarang. Kalau tidak mengapa dia mengajak Lista. Bukankah dia tahu bahwa hubungan ku dengan Lista sangat buruk? Bahkan dari jauh aku bisa merasakan hawa membunuhnya yang kuat.


'Oh, tuhan. Kali ini aku kasihan dengan nasibku. Semoga saja aku aman sentosa selama liburan ini dan bisa menikmati pemandangan dada Shin' aku berdoa dari lubuk hatiku yang paling dalam.


Kalau diperhatikan lagi, posisiku benar-benar berbahaya sekarang. Aku hanya punya Shin dan Darwin di pihakku. Sementara Lista mempunyai enam orang bawahan di pihaknya. Tentu saja Lista membawa tiga bawahan perempuan terbaik nya, mereka sekelas dengan kami. Dan dia membawa tiga pria asing yang tidak ku kenal. Aku kira mereka kakak kelas atau orang luar. Tapi karena mereka tampan, aku pikir semuanya akan baik-baik saja. Selama mereka tampan, mereka akan mendapat kesan baik dariku hehehe


Terlebih lagi ini tidak buruk. Aku membayangkan pemandangan Lima orang pria tampan yang bertelanjang dada di pinggir pantai.


Ah~ aku tidak sabar! cepat, cepat. Ayo datang pada ibumu ini dan cepat berganti baju~


Tiga orang bawahan Lista itu merasakan tatapan yang diarahkan pada mereka. Saat mereka menoleh ternyata ada seorang gadis yang menatap mereka dengan aneh dan membuat mereka merinding ngeri. Sementara Shin menyaksikan dari samping dengan wajah masam dan mata menyipit.


"Shin, aku senang kau mengajakku" kata Lista agresif sambil memeluk lengan Shin


Shin terkejut karena sentuhan tiba-tiba Lista. Dia mengibaskan pegangannya. "Bukan aku yang mengajakmu" katanya frontal.


"Tapi tetap saja Darwin melakukan nya karena perintahmu!" Lista bersikeras. Dia memasang wajah imut dan suaranya sangat lembut. Dia seperti gadis cantik yang sedang marah dengan lucunya, yang membuat seseorang ingin memeluknya.


Tapi tentu saja Shin tidak terpengaruh. Dia menatap Nana khawatir, takut kalau gadis itu salah paham akan sesuatu. Tapi dugaannya salah! Saat mata mereka bertatapan, Nana hanya menatapnya dengan mata polos, lalu mengalihkan perhatiannya ke arah tiga pria asing itu.


Entah kenapa Shin merasa kesal.


'Apa gadis itu sama sekali tidak cemburu kalau ada wanita yang mendekatinya?' pikir Shin kesal. 'Bagaimana dia bisa bersikap santai seperti itu?'


'Apa jangan-jangan dia sama sekali tidak tertarik padanya? Tapi itu tidak mungkin! Gadis bodoh itu selalu menatapnya dengan tatapan ingin memangsa!'


Shin benar-benar dilema saat ini.


Kemudian sebuah ide terlintas di pikirannya. Dia menatap Lista yang ada di sampingnya.


'Aku akan menggunakan nya untuk menguji si bodoh itu' pikir Shin.


Padahal Nana sama sekali tidak mempedulikan interaksi mereka karena dia sudah tahu jalan ceritanya. Lagipula dikatakan disitu bahwa Shin tidak akan pernah tertarik pada Lista, jadi Nana tidak terlalu peduli.


Mereka akan bersiap-siap untuk pergi sekarang. Mereka melintasi laut menggunakan kapal pesiar mewah untuk menuju ke pulau itu.


Aku terperangah dengan kapal pesiar besar di depan mataku. Astaga! ini pertama kalinya aku naik kapal pesiar. Pertama kalinya dalam hidupku.


"Apa yang kau lihat kelinci kecil? Ayo masuk" perkataan Darwin membuyarkan lamunanku. Saat aku sadar semua orang sudah masuk ke dalam dek kapal.


Aku pun mempercepat langkahku dengan tergesa-gesa. Bak! Aku tersandung dan hampir terjatuh. Untung saja Darwin yang berada di samping ku dengan cepat menangkap ku.


"Terima kasih Darwin" kataku lega.


Darwin merasakan tubuhnya merinding. Dia bisa melihat Shin menatapnya dengan tajam. Darwin tersenyum canggung, tapi dia tetap menguatnya tekadnya untuk memegang tangan Nana dan mengawalnya masuk.


Kapal pesiar itu berangkat. Aku tidak tahu apakah aku punya mabuk laut atau tidak. Itu karena aku belum pernah naik kapal sepanjang hidupku! Ini benar-benar pengalaman yang sangat baru untukku.


"Kita akan berada di kapal ini selama satu hari sebelum sampai di pulau" Shin menjelaskan dengan singkat. Semuanya mengangguk kecil untuk merespon.


Saat kamu masuk ke dalam ruangan, banyak sekali pelayan yang menyambut kami. Dan kami langsung disuguhkan aula yang megah berisi meja dan kursi. Aku benar-benar kaget. Interiornya sama seperti hotel bintang lima!


"Kalian bisa mengambil kunci kalian masing-masing" kata Shin sambil menunjuk beberapa kunci di atas meja. "Kita akan menginap semalam di kapal ini "


"Wah~" aku tanpa sadar bergumam dengan mata berbinar.


"Kucing liar tetap akan menjadi kucing liar" kata Lista dingin. Ya, dia menyindirku. Jujur saja di banding para bangsawan ini, statusku sebagai anak kaya hanyalah semut kecil di mata mereka. Aku tidak lebih dari pedagang kaya yang beruntung menjual barang mereka, lalu mendapatkan popularitas dan uang. Kalian bisa mengibaratkan nya seperti itu. Tapi aku sama sekali tidak peduli. Aku hanya ingin menikmati liburan ini. Sama sekali tidak peduli dengan perlakuan wanita jahat itu, karena dia sama sekali tidak penting bagiku.


Aku mengabaikan Lista dan menatap Shin.


"Shin, apa kau sekamar dengan ku?" tanyaku frontal dengan mata berbinar.


Uhuk!


Shin tersedak. Dalam sedetik dia kehilangan karismanya yang dingin karena perkataan gadis bodoh nya.


"Apa maksudmu?" Shin bertanya sambil melempar kan tatapan dingin.


"Ah..." tatapan ku berubah kecewa. "Jujur saja aku sangat takut sendirian di tempat asing. Aku perlu teman sekamar" kataku sedih.


"Kau bisa sekamar dengan mereka" kata Shin sambil menunjuk Lista dan teman-temannya.


Aku membelalak kaget. "Apa kau gila?! Kau ingin aku sekamar dengan wanita-wanita jahat itu? Aku akan mati dalam lima menit kalau bersama mereka! Apa kau bahkan tunanganku? Kau bahkan mengirimku pada kematian!" kataku frontal.


Ups! Aku benar-benar tidak mengunci rapat mulutku ini dan mengatakan sesuatu yang jahat! Gawattt!


Aku bahkan bisa merasakan hawa jahat dari kelompok wanita itu! Aku benar-benar mati kali ini! Aku mati!


"Ah~ kelinci kecil. Aku tahu hubungan mu dengan para wanita tidak baik, kecuali kelinci galak itu (Rin). Tapi kau tidak bisa berbicara jahat seperti itu" Timpal Darwin. "Tapi karena tunanganmu tidak ingin bersamamu. Aku akan menemanimu malam ini" katanya sambil tersenyum.


"Humph! Kau kira ada gadis sebodoh itu yang mau sekamar dengan pria lain saat dia bertunangan..." Bantah Shin. Dia belum menyelesaikan Kalimatnya sampai Nana menyelanya.


"Oke!" Nana menjawab dengan nada bersemangat. Lalu dia menatap Darwin dengan mata berbinar.


"Kau tidak buruk!" tatapan memangsa dan antusias itu muncul lagi


Mulut Darwin berkedut.


Urat-urat kekesalan muncul di kepala Shin. "Gadis bodoh ini..." dia berusaha menahan emosinya.