Aku Hanya Karakter Pendukung

Aku Hanya Karakter Pendukung
Keseharian Shin: Masalah


Shin adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Dia tinggal bertiga  bersama ibu dan kakaknya. Dia sebenarnya memiliki seorang ayah, tapi dia tidak pernah tahu siapa orang itu. Ibunya sudah membuang dan menghapus bersih semua tanda keberadaan ayahnya dari rumah. Dan dia juga tidak tertarik untuk mencari tahu.


Awalnya hubungannya dengan keluarga bisa dibilang normal. Mereka berinteraksi sama dengan keluarga lainnya. Lalu suatu hari sikap ibunya tiba-tiba berubah. Ibunya menjadi lebih keras dan lebih suka memerintah. Saat dia menginjak masa SMP, ibunya mulai mengatur semua aktivitasnya dari pagi sampai malam hari. Dia mulai didaftarkan ke berbagai macam pelatihan yang tidak disukainya. Dan semenjak itu, dia sama sekali tidak punya waktu untuk beristirahat atau pun bersenang-senang.


Sampai sekarang dia masih bingung, apa penyebab sikap ibunya tiba-tiba berubah seperti itu. Sebenarnya dia lebih menyukai ibunya yang lama. Ibu yang selalu tersenyum dan memanjakan mereka. Tapi entah dari kapan senyum dari wajah ibunya mulai menghilang dan yang terlihat hanyalah wajah keras ibunya saat memerintah dirinya untuk melakukan sesuatu.


Pernah beberapa kali Shin mencoba memberontak. Alhasilnya hubungan mereka semakin memburuk. Ibunya mulai membandingkan kemampuannya dengan kakaknya, dan mengatainya sebagai putra tidak berguna. Hal itu membuat perasaannya terluka. Jauh di lubuk hatinya, dia tidak ingin dibenci ibunya. Karena ibunya adalah satu-satunya orang tua yang dimiliki. Sudah cukup sejak kecil dia diejek karena tidak mempunyai ayah. Dan berbagai gosip buruk tentang ibunya mulai muncul karena hal itu.


Shin menguatkan tekadnya untuk memenuhi keinginan ibunya. Dia akan melakukan segalanya walaupun dia tidak menyukainya. Saat dia dibandingkan dengan kakaknya, dia akan berusaha lebih keras karena tidak mau terlihat lebih buruk. Dia hanya punya waktu istirahat saat dia mulai memohon kepada kakek tercintanya untuk berbicara kepada ibunya. Ibunya akan menuruti apa pun perkataan kakek. Jadi dia merasa lega.


Tapi siapa yang tahu...Hanya karena perkataan dari seorang gadis tidak akrab di kelasnya, semuanya perlahan berubah....


Semuanya dimulai sejak hari itu...Hari saat dia menginjakan kaki di bangku SMA.


Sebenarnya Shin tidak terlalu menyukai wanita. Dia punya pengalaman buruk karena para wanita yang selalu mengejarnya sejak dia masih kecil. Bahkan saat dia mulai membuka hatinya, dia tidak sengaja mendengar pembicaraan para wanita itu diam-diam. Para wanita itu hanya menginginkan kekayaan dan kekuasaannya! Hal itu membuatnya jadi lebih membenci para wanita.


Kehidupannya tidak berubah. Para wanita itu selalu mengerumuninya dan mengelilinginya. Dia tidak bisa mengusir mereka jadi dia hanya bisa mengabaikan mereka. Semakin lama dia semakin terbiasa menganggap para wanita itu hanya sebagai udara lewat.


Saat dia tiba di SMA itu, tanpa sengaja dua orang gadis menarik minatnya. Seorang gadis miskin galak yang pernah memarahinya. Dan seorang gadis bodoh yang selalu melihat para pria disekitarnya dengan mata penuh hasrat dan air liur yang mengalir, seperti sedang melihat mangsa yang enak.


Gadis miskin yang ditemuinya pertama kali di gerbang sekolah mulai menarik minatnya karena mata gadis itu tidak tertarik padanya seperti gadis lainnya. Gadis itu bahkan memarahinya dan membentaknya. Membuktikan bahwa spesies ini sangat berbeda dengan spesies biasanya.


Lalu gadis bodoh itu, awalnya dia tidak terlalu peduli. Karena menurutnya gadis itu sama saja dengan gadis lainnya, selalu memandangnya dengan penuh hasrat. Awalnya dia mengira gadis itu akan mengejar dan menempel padanya. Tapi dugaannya salah! Gadis itu memandangnya dengan pandangan gila seakan-akan dia mengkhayalkan sesuatu, tapi sama sekali tidak mendekatinya. Dan lebih parahnya lagi, dia bahkan memandang pria lainnya dengan mata seperti itu! Bukannya Shin tidak suka. Tapi mata para wanita itu selalu tertuju padanya. Tapi wanita ini tidak hanya memandangnya, tapi juga pria lain. Entah mengapa harga dirinya tidak terima.


Gadis bodoh ini juga spesies baru dan unik di matanya. Gadis yang selalu memandang para pria dengan tatapan penuh nafsu dan membuatnya sedikit bergidik ketakutan. Dia jadi mengingat kenangan buruk saat diikuti para gadis penguntit. Gadis penguntit itu mempunyai tatapan yang sama dengan gadis bodoh itu. Untungnya gadis bodoh itu tidak hanya mengarahkan tatapan mengerikan itu padanya, tapi juga pria lainnya. Sehingga membuat kewaspadaannya sedikit melonggar.


Pernah suatu kali gadis bodoh itu menyatakan bahwa dia selalu melihatnya "hanya karena tampan", dan juga dia melontarkan kata-kata "kau bukan tipeku", "aku tidak akan menjadikan orang sepertimu pacar" yang membuatnya sedikit tersentak.


'Jadi itukah alasannya mata gadis itu selalu jelalatan saat melihat pria?' Dia tidak bermaksud agar gadis bodoh itu tertarik padanya. Tapi perkataannya saat itu melukai harga dirinya.


'Bukan tipenya? Tidak ingin menjadikan orang sepertiku pacar? Bukankah berarti aku orang yang buruk?'


Ini bukan pertama kali dia mendengar kata-kata penolakan. Dia selalu mendengar perkataan itu dari ibunya. Sehingga menyentuh rasa sakit yang dipendam dalam-dalam di hatinya.


Akhirnya dia memutuskan untuk berbicara baik-baik pada gadis itu. Alasan kenapa dia tertarik padanya, tapi tidak bisa menjadikannya orang terdekat seperti pacar. Dan jawaban gadis itu mengejutkannya! Gadis itu berkata dia menyukainya. Tapi sikapnya selalu cuek, dingin dan sealu tidak peduli itu  menurunkan minatnya. Hal ini membuatnya tersentak. Dia selalu bersikap seperti ini karena dia selalu tidak peduli dengan hal yang terjadi di sekitarnya.


Kapan dia mulai berubah?


'Kurasa sejak ibuku juga berubah dan mulai menekanku'. Sejak ibuku mengaturku, emosiku perasaan berubah. Aku mulai mengacuhkan semua yang ada di sekitarku. Dan saat itulah aku juga mulai belajar mengacuhkan gadis-gadis yang mengejarku dan orang-orang yang kuanggap tidak penting.


Dia tidak tahu, bahwa secara perlahan sikapnya mulai memburuk terhadap semua orang disekitarnya. Bahkan keluarganya. Sehingga ikatan kekeluargaan mereka semakin menegang. Padahal dia dulu selalu bersikap manja dengan kakaknya dan kakaknya selalu melindunginya. Tapi sekarang dia selalu mengacuhkan kakaknya saat kakaknya mendekatinya. Dia juga selalu bersikap dingin dan mengacuhkan ibunya. Sang ibu selalu murka karena sikapnya yang seperti itu.


Akhirnya, dia memutuskan untuk intropeksi diri dan merubah sikapnya. Walaupun dia tidak bisa merubah sikapnya sekaligus, dia akan mencoba secara perlahan. Jadi dia mulai dengan yang paling mudah, yaitu mengucapkan salam. Sebelum berangkat sekolah, dia mulai menyapa sang kakak dan sang ibu. Yang membuat kedua orang itu langsung tersentak.


Semanjak itu, dia mulai membuka diri pada keluarganya. Dia mulai berbicara lagi dengan kakaknya. Dan mulai berbicara dengan ibunya apabila dia tidak menyukai sesuatu. Siapa yang mengira, ibunya yang selalu bersikap keras itu menuruti permintaannya. Dia tidak pernah tahu, bahwa ibunya tidak pernah memaksanya. Ibunya hanya ingin dia mendapatkan yang terbaik. Jadi saat dia tidak menyukai hal itu, dia bisa menolaknya. Saat itu Shin sadar. kenapa tidak sejak dulu dia seperti ini? Berbicara dengan kakak dan ibunya tentang keluhannya? Ibunya juga tidak memaksanya kalau dia tidak mau. Kalau dia seperti ini dari dulu, hubungan keluarga mereka tidak akan menegang seperti ini.


Jauh di dalam lubuk hatinya, Shin sangat berterima kasih pada gadis bodoh itu. Dia menyadarkan sesuatu yang penting dalam dirinya. Dan secara perlahan, hubungannya dengan keluarganya juga membaik.


"Itu semua karena dia" pikir Shin sambil tersenyum.