
Aku adalah seorang gadis biasa yang berjuang untuk hidup. Kenapa aku bilang begitu? Karena aku selalu berjuang dengan susah payah.
Kedua orang tuaku bercerai saat aku masih berumur lima tahun. Dan mereka meninggalkan ku kepada nenekku. Nenekku merawatku selama sepuluh tahun ini. Aku benar-benar menyayangi nya.
Nenekku adalah yang terbaik! Dia selalu menceritakanku beberapa kisah menyenangkan saat aku kecil. Memberikanku hadiah ulang tahun. Bahkan membelikanku makanan enak. Beliau adalah pahlawanku!
Tapi aku tidak pernah tahu bahwa semua yang dilakukannya membutuhkan perjuangan yanh berat...
Saat aku duduk di bangku SMP, aku melihat nenekku bersujud di hadapan orang lain. Kenapa dia bersujud? Aku masih bingung waktu itu.
Sampai akhirnya aku menemukan kebenaran. Nenekku bekerja sebagai pembantu rumah tangga di salah satu rumah konglomerat yang ada di desa kami. Semua itu dilakukannya untuk menyekolahkanku dan memberiku makan!
Dan aku juga tahu waktu itu nenekku membuat kesalahan. Karena dia sudah semakin menua, pandangan nya sudah mulai buram. Dia tidak sengaja memecahkan perabotan si pemilik rumah. Pemilik rumah ingin memecatnya, tapi nenekku terus memohon. Nenekku memohon bahwa dia tidak bisa kehilangan kerjaan. Cucunya masih sekolah dan dia memerlukan biaya yang banyak. Akhirnya si pemilik rumah memberi nenekku satu kesempatan lagi.
Mataku basah saat aku mendengar semuanya. Aku benar-benar menikmati semuanya tanpa tahu bahwa nenekku benar-benar memperoleh semua itu dengan susah payah. Aku merasa tidak berdaya dan tidak berguna.
Semenjak itu aku memutuskan untuk membantu nenekku. Tapi semuanya sia-sia karena tidak ada yang mau memperkejakan gadis kecil berumur 13 tahun. Di mata orang-orang dewasa, aku sama sekali tidak berguna.
Tidak ada yang bisa kulakukan, aku merasa putus asa...
Lalu, aku menemukan satu titik terang saat itu. Sekolah kami mengadakan perlombaan. Dan pemenangnya akan mendapatkan uang tunai. Aku merasa aku memperoleh keajaiban saat itu.
Aku pun belajar. Belajar dengan keras. Semua waktuku kugunakan untuk belajar.
Perjuanganku tidak sia-sia. Aku berhasil memenangkan juara pertama. Sebenarnya belajar bukan hal yang sulit untukku. Aku menyukainya dan itu sangat menyenangkan.
Selama tiga tahun masa SMP ku, aku menghabiskan waktuku untuk belajar dan mengikuti berbagai lomba. Begitulah caraku membantu nenekku yang sedang kekurangan uang.
Saat aku kelas tiga dan hampir lulus, guru memanggil ku dan memberiku kejutan lainnya. Sekolah terkenal di kota sedang mencari murid beasiswa. Dia menyarankan aku untuk ikut. Tidak ada Biaya untuk sekolah disana. Dan saat kau lulus, kau akan bisa bekerja di perusahaan terkenal karena itu sekolah ternama. Walaupun kau tidak melanjutkan pendidikan ke universitas.
Tentu saja aku tertarik.
Aku mengambil tesnya dan mengejutkan aku terpilih! Hanya aku sendiri yang terpilih sebagai murid beasiswa di sekolah ini! Mereka hanya menerima satu siswa untuk program beasiswa.
Aku sangat senang. Nenekku juga senang saat mendengar berita ini.
Tapi kita juga punya masalah lainnya. Kalau aku bersekolah di kota berarti kita harus meninggalkan desa. Aku mendengar biaya hidup di kota sangat mahal.
Tapi nenek langsung menenangkan kekhawatiran ku. Dia bilang dia punya uang tabungan. Dia menabung saat aku memberinya uang hadiah lomba. Aku benar-benar terharu.
Aku juga akan mengambil kerja part-time saat aku tiba di kotam Aku dengar sangat mudah menemukan part-time disana. Harusnya ini bukan hal yang mengkhawatirkan.
Kami pun pindah. Aku juga mencari pekerjaan sebelum sekolah dimulai. Nenek juga ingin mencari pekerjaan, tapi aku langsung menghentikannya. Kondisinya sudah memburuk akhir-akhir ini. Aku mengatakan padanya aku tidak akan mengambil beasiswa ini kalau dia bersikeras untuk bekerja. Akhirnya nenek menyerah. Aku pun merasa lega.
Saat pertama kali melihat kota, aku benar-benar terkejut. Ada banyak sekali bangunan tinggi disini. Ada banyak juga barang mewah dan bermerek. Kadang aku mencuci mataku dengan semua itu walaupun aku tidak mampu membelinya.
Tapi semangat tidak akan membuat semuanya berjalan baik. Di hari pertama bahkan aku sudah bermusuhan dengan putra orang kaya yang sombong. Aku benar-benar membencinya.
Dari dulu pandangan ku tentang mereka selalu buruk. Sudah buruk sejak aku melihat nenekku harus bersujud hanya untuk pecahan vas. Ditambah lagi, pria tidak tahu diri yang mengatakannya sepedaku sampah! Mereka benar-benar buruk dimataku!
Saat acara penyambutan, aku tidak menyangka aku akan menjadi perwakilan yang memberi kata sambutan. Mereka mengatakan aku adalah murid dengan nilai terbaik yang masuk tahun ini.
Aku sebenarnya sama sekali tidak menduga ini. Jadi aku belum memikirkan pidato untuk kata sambutan itu. Aku hanya berbicara secara asal apa yang keluar dari pikiranku. Melihat reaksi mereka, aku merasa lega. Sepertinya pidatoku baik-baik saja.
Aku bertemu lagi dengan pria brengsek itu dan aku menghampiri nya untuk mengembalikan cek itu! Aku memang miskin. Tapi dia tidak berhak memperlakukan ku seperti itu! Aku masih punya harga diri!
Dan buruknya aku juga sekelas dengan pria brengsek itu! Apa-apaan ini? Apa dewa mengutukku?
Tapi aku melupakan semuanya tentang pria brengsek itu saat aku mendapat pemberitahuan tentang lowongan pekerjaan. Walaupun pekerjaan ini hanya satu hari, bayaran yang diterima cukup mengejutkan. Aku hanya harus menjadi pelayan di salah satu pesta orang kaya. Aku langsung menerima nya!
Ini pertama kalinya aku menjadi pelayan. Tugas ini cukup melelahkan.
Tapi hal yang mengejutkan terjadi di pesta. Aku bertemu dengan pria brengsek itu! Aku juga melihat teman-teman sekelasku, walaupun tidak semuanya. Aku merasa malu. Tapi aku mengabaikan rasa malu itu dan terus bekerja. Kau tidak akan mendapatkan uang kalau kau tidak menurunkan gengsi mu!
Disaat itulah, aku berbicara dengannya. Salah satu gadis kaya dengan kepribadian yang aneh.
Aku bertemu dengan nya sekali. Saat aku memarahi pria brengsek itu di acara penyambutan.
Aku juga sekelas dengan gadis aneh ini. Jadi aku cukup mengetahui gerak geriknya. Dia selalu melihat pria tampan dengan mata mesum. Dia selalu mengeluh. Kadang dia berbicara sendiri dan kata-kata yang dia keluarkan sangat aneh. Kelihatannya gadis ini punya imajinasi yang luar biasa.
Aku merasa aku sedikit tertarik dengan gadis ini. Aku membenci aura yang dikeluarkan orang-orang kaya. Tapi aku tidak membenci auranya. Dia mengeluarkan aura yang berbeda. Aku tidak tahu bagaimana menjelaskan nya.
Dan lagi-lagi gadis aneh itu membuat seluruh pesta menjadi kacau. Kau merasa khawatir karena aku juga terlibat. Bagaimana aku harus mengganti semua peralatan yang rusak itu? Walaupun gadis itu menenangkan ku dan mengatakan dia akan mengganti nya. Aku tetap khawatir.
Tapi kelihatannya gadis aneh itu menepati janjinya. Tidak ada apapun yang terjadi semenjak kejadian itu. Aku merasa lega.
Aku juga mendapat kerja part time di minimarket dekat rumahku. Aku benar-benar senang.
Tapi kemalangan lain menghampiri ku. Kau putus asa dan menangis. Aku jarang sekali menangis. Tapi aku hanya bingung. Kenapa hidup ini tidak adil untukku? Disaat semua orang bisa hidup dengan nyaman, aku harus menghadapi banyak sekali kemalangan.
Siapa sangka gadis aneh itu mendengar tangisanku! Aku benar-benar Malu arggghh! Aku tidak pernah menangis di depan siapapun. Bahkan di depan nenenkku! Dia adalah orang pertama yang melihat ku menangis!
Tapi entah kenapa aku merasa tenang kembali. Aku sama sekali tidak punya kewaspadaan terhadap gadis aneh ini. Kenapa ya? Bahkan aku menceritakan semua masalahku padanya. Lalu kami berkenalan. Dia bahkan memperkerjakanku dan gajinya lumayan besar
"Aku Nana Fent"
Ini pertama kalinya aku melihat mata gadis aneh itu. Ini pertama kali aku menyentuh tangannya untuk bersalaman.
Semenjak itu, dia tidak lagi menjadi gadis aneh dalam hatiku, tapi menjadi sahabat terbaik yang pernah kumiliki.