
Aku perlu menunggu dua hari sampai pengumuman hasil ujian diumumkan. Selama dua hari, kami mendapat liburan singkat di rumah. Lalu setelah itu kembali ke sekolah.
Jadi singkatnya selama dua hari ini aku akan menghabiskan waktu untuk liburan. Aku akan merasa bosan ah~
Aku biasanya hanya menghabiskan waktu untuk tidur. Apa yang biasanya Nana asli saat liburan ya? Apa dia pergi berbelanja dengan teman-teman nya? Hmm...
Karena terlalu bosan, aku pun menghubungi Rin. Aku ingin mengajak anak itu liburan bersama ke kolam renang. Sekarang sudah musim panas, kolam renang adalah tempat pilihan terbaik untuk bermain.
"Um...maafkan aku Nana. Karena libur, aku mengambil pekerjaan full time untuk mendapatkan uang lembur..." kata Rin dengan nada menyesal.
"Baiklah" jawabku. "Semangat Rin"
Aku tidak bisa mengajak Rin sekarang. Jadi mungkin aku harus menghabiskan waktuku untuk tidur selama dua hari ini. Sebenarnya aku suka bermain game.Tapi gane di dunia ini sama sekali tidak menarik. Jadi aku kehilangan minat dengan cepat.
Tapi tiba-tiba dua jam kemudian, Darwin menghubungi ku.
"Kelinci kecil, mau bermain?" tanya nya.
Aku mengernyitkan kening. "Kemana?"
"Jalan-jalan" dia menjawab dengan singkat dan tidak jelas.
"...."
Aku sebenarnya agak ragu. Haruskah aku mempercayai orang ini? Maksudku orang ini sama sekali tidak bisa dipercaya! Siapa tahu dia menyusun rencana untuk menjebakku karena kesenangan pribadinya!
"Shin juga ikut" Darwin menambah kan.
"Oke" jawabku refleks.
"...."
Darwin terdiam sebentar. Sebenarnya mulutnya berkedut. Kelinci kecil itu langsung menjawabnya dengan cepat saat nama Shin disebutkan. Jelas sekali dia benar-benar menyukainya.
Hanya saja sikap Shin sangat pasif dan tidak jelas. Walaupun Darwin yakin Shin menyukai Nana, ada saat-saat dia juga tidak yakin. Dia tidak bisa memahami tingkah laku sahabatnya yang berubah-ubah dan tidak jelas itu.
"Baiklah, nanti sore kami akan menjemput mu" kata Darwin sebelum mematikan panggilan nya.
Ah! Aku lupa menanyakan tujuannya kemana. Sebenarnya aku sudah bertanya, hanya saja Darwin mengabaikan ku sepenuhnya. Walaupun aku curiga dan ragu sebelumnya, setelah nama Shin disebutkan, semuanya langsung menghilang. Karena aku tahu Darwin tidak akan merencanakan hal aneh kalau Shin berada di dekatnya. Bisa dibilang Shin dapat dijadikan indikator pengaman.
Beberapa jam berlalu, hari pun menjelang petang. Sekitar jam lima sore, sebuah mobil hitam sudah muncul di depan rumahku. Mobil itu membunyikan klaksonnya. Refleks, aku langsung turun ke lantai bawah. Untung saja aku sudah bersiap-siap dari tadi. Walaupun wajahku masih sembab karena aku ketiduran sebentar tadi.
"Dibelakang" kata Darwin mengarahkanku ke kursi belakang.
Aku langsung membuka pintu mobil dan duduk. Saat itu aku juga melihat Shin duduk di bangku belakang. Dia sama sekali tidak melihatku. Wajahnya menatap ke arah jendela. Aku benar-benar terpesona sebentar saat melihat wajahnya. Walaupun aku kembali ke kenyataan setelah beberapa detik kemudian.
Aku mengamati dua pria itu. Mereka sangat tampan. Aku jarang melihat mereka memakai pakaian bebas. Karena ruang lingkup kami berada di sekolah, aku sudah terbiasa melihat mereka dengan seragam. Melihat mereka dengan pakaian bebas, membuat aura mereka tampak lebih ceria.
Shin mengenangkan sweater berwana hitam dengan celana kain berwarna putih. Sementara Darwin memakai kaos santai berwarna maroon dengan celana pendek selutut berwarna hitam. Ini pertama kalinya aku melihat mereka memakai pakaian santai seperti itu.
Aku juga memakai pakaian kasual kali ini. Gaun one piece berwarna putih dikombinasikan dengan sneaker sederhana berwarna putih.
"Kita mau kemana?" tanyaku.
Darwin tersenyum. "Rahasia" jawabnya sambil memegang stir mobil. Dia mulai menyetir.
Aku mengerutkan kening tidak senang.
"Hei!" tegurku. "Aku harus tahu tujuannya. Kenapa kalian harus merahasiakan nya padaku?" kataku tidak setuju.
"Kau akan tahu saat kita sampai nanti" jawab Darwin tidak peduli.
Oke, karena dia tidak mau memberitahu ku. Aku akan bertanya pada Shin saja.
"Kau tahu kita mau kemana?" tanyaku sambil menyenggol sedikit lengan Shin.
Shin pun langsung menatap Nana. "Cake" dia menjawab pelan.
"Eh?" Aku mengernyitkan kening bingung. "Kita ingin ke toko kue?"
Aku menatap Darwin cemberut. "kenapa kau perlu merahasiakan hal itu dariku? Itu hal yang biasa". Aku mengira mereka ingin membawaku ke tempat yang menakjubkan. Tapi ternyata hanya toko kue. Baiklah, bukan tempat yang buruk. Lagipula memang pilihan yang bagus kalau kita pergi makan. Dalam hidupku, selain pria tampan, makan juga hal yang utama!
"Cih!" aku hanya mendengar Darwin mendecakan lidahnya sambil menatap Shin cemberut. Lalu dia melanjutkan menyetir mobilnya.
Kami menempuh perjalanan selama tiga puluh menit. Sebelum akhirnya tiba di toko kue itu.
Jujur saja, aku belum pernah pergi ke toko kue ini. Toko ini memiliki bangunan yang cukup kecil tetapi indah. Designnya sangat menarik dan imut.
Saat kami masuk, seorang pelayan cantik menyambut kami. Aku sedikit kecewa saat melihat pelayan itu. Kenapa mereka harus memilih wanita cantik? Bukankah lebih bagus kalau memilih pria tampan sebagai staf? Cih!
Setelah itu kami memilih tempat duduk.
Tapi aku merasa sedikit aneh saat mengamati sekeliling ruangan. Kenapa tidak ada seorang pelanggan pun? Apa tempat ini memang selalu sepi seperti ini.
Pelayan cantik itu memberi kami menu. Aku ingin membukanya dan memesan beberapa kue. Tapi tiba-tiba Shin menghentikan ku dan menyebut kan beberapa kue yang sama sekali tidak kuketahui dengan cepat.
Tapi aku tidak terlalu memikirkannya. Karena bagiku kue apa pun yang dipilih tetaplah enak dan bisa dimakan.
Kami hanya harus menunggu sampai pesanan kami datang.
Tapi tiba-tiba Shin berdiri "Aku ingin ke toilet" sahutnya sebelum beranjak pergi.
Lalu Darwin juga tiba-tiba berdiri "Aku melupakan sesuatu di mobil. Aku akan mengambilnya dulu"
Akhirnya dua pria itu meninggalkan ku sendiri di meja kosong.
Aku menunggu selama beberapa menit sambil memainkan ponselku. Tapi lima menit berlalu, dan belum ada tanda-tanda bahwa mereka akan kembali. Entah kenapa perasaanku tidak enak. Tidak mungkin mereka melakukan sesuatu untuk mengerjaiku lagi kan?
Saat sedang asyik berpikir tiba-tiba
BLAM! Aku mendengar bunyi yang sangat keras dan semua lampu mulai mati, meninggalkan seluruh toko menjadi gelap gulita.
Aku sedikit panik saat hal itu terjadi.
"Pelayan?" aku mulai berteriak. Kau bahkan menjadikan ponselku senter agar bisa bergerak
Padahal ini belum malam, tapi karena gedung ini tidak mempunyai jendela yang lebar, tidak ada pencahayaan sama sekali.
"Pelayan?" tanyaku lagi karena aku sama sekali tidak mendapat jawaban.
Tapi tiba-tiba KLIK! lampu di dalam ruangan itu kembali menyala tiba-tiba. Aku kaget dan hampir terjatuh karena lampu itu menyala tiba-tiba.
Bukan hanya lampu utama yang menyala. Ada lampu tambahan yang terbuat dari lampu kecil-kecil berwarna merah, membentuk huruf "congratulations".
Darwin dan Shin pun tiba-tiba muncul dari arah dapur toko. Darwin membawa sebuah cake sementara Shin berjalan di sampingnya.
Aku membelalakan mataku kaget. Apa yang mereka lakukan?
"Selamat kelinci kecil" kata Darwin kemudian.
Aku kagum dan terharu. Tapi aku juga bingung. Aku memiringkan kepalaku. "Tapi ini bukan hari ulang tahunku..."