
Aku tidak yakin dengan pendengaran ku. Apa benar jantung Shin berdegup kencang? Karena rasa penasaran, aku melupakan tujuan utamaku untuk menutup mulut Shin. Dan membenamkan kepalaku ke dadanya, lalu fokus mendengar suara jantung itu.
Ini kelihatan bodoh di mata orang lain. Tapi tidak untukku oke? Aku benar-benar kaget kalau jantung tokoh utama pria berdegup kencang karena dekat denganku! Ini adalah keajaiban kalau semua itu benar-benar terjadi!
"Apa yang kau lakukan?" Shin merasa tidak nyaman dan mendorong kepala Nana mundur .
Aku berjinjit dan menatap Shin dengan mata berbinar. Wajah kami saling berdekatan, hanya berjarak 1 cm. "Aku mendengar jantungmu berdegup kencang....Apa itu karena aku?" aku langsung bertanya dengan nada penasaran.
Mata Shin melonggo. Wajahnya memerah. "Bukan!" dia langsung membantah.
"Oh, wajahmu memerah...Apa kau sakit?" tanyaku sambil memegang keningnya.
"Sudah cukup!" Shin geram. Dia menarik tangan gadis itu dan mendorongnya ke dinding. "Jangan menggodaku atau kau akan tau akibatnya"
Aku terkejut saat mendengar pernyataan Shin. Apa maksudnya? Apa maksudnya?
Bukankah ini biasanya terjadi saat ada event romantis di komik? Saat sang tokoh utama ptia mendorong tokoh utama wanita ke dinding. Lalu...Lalu mereka berciuman?
"Apa akibatnya? Kalau itu menguntungkan, sama sekali tidak masalah buatku! Apa kau akan menciumku? Apa kau akan melempar kanku ke kasur? Apa kau akan melakukan hal-hal ero 18+?" aku bertanya dengan antusias.
Shin melihat gadis di depannya. Wajah gadis itu sangat antusias dan ekspresi nya benar-benar mesum. Dia lebih kaget lagi saat mengetahui gadis itu membayangkan hal yang tidak-tidak.
Ada apa dengan gadis ini?! Shin merasa dia bukan tandingan nya. Dia tidak akan pernah menang melawan gadis aneh ini!
Shin menghela napas lalu menggeleng kan kepalanya.
Tak! Dia menyentil kening gadis itu dengan kuat.
Arghh! Aku ingin menjerit kesakitan, tapi aku langsung menahannya dengan cepat. Aku ingat, aku sedang mengintip saat ini. Sama sekali tidak boleh ketahuan!
Tapi apa-apaan ini? Kali ini sentilannya benar-benar lebih kuat dari sebelumnya. Apa dia benar-benar marah sekarang?
"Aku menyesal mengatakan hal seperti itu.." kataku lemah.
Tokoh utama, jangan marah oke?
Aku tidak bisa membuat tokoh utama marah padaku.
Haa~ Shin menghela napas lagi. Dia hanya bersama gadis ini sebentar, tapi dia merasa umurnya sudah berkurang banyak.
"Aku akan melupakan hal-hal absurd yang kau pikirkan tadi. Aku akan bertanya lagi, apa yang kau lakukan disini?"
Dalam sekejap perihal tentang detak jantung Shin langsung terlupakan.
"Ah! Sssttt....Sstttt...." kataku sambil menutup mulut Shin dengan tanganku lagi
Shin menyingkirkan tangan Nana "Berhenti. Aku tidak akan berisik"
"Baiklah" aku mengangguk yakin. "Lihat disana" kataku sambil menunjuk dua orang pria yang sedang berkelahi. "Aku menonton pertunjukan..." kataku bahagia.
Karena masalah Shin, aku melewatkan beberpa dialog dari perkelahian mereka. Aku menyesal sekarang haa~
"Dia sekretaris ku. Itu adalah alasan aku harus melindunginya dari pria sepertimu" kata Ben.
"He...apa kau cemburu? Kau menyukainya?" tanya Ren dengan nada mengejek. "Tapi aku tidak akan pernah menyerahkan nya padamu"
"Aku tidak cemburu atau apapun itu. Ini hanya tanggung jawabku sebagai bossnya. Aku tidak akan membiarkan karyawan-karyawan ku dalam masalah" Ben membela dirinya.
"Gadis itu tidak dalam masalah. Dia akan bahagia saat bersama denganku. Aku akan membuat nya bahagia"
Aku memperhatikan perkelahian yang intens itu dengan seksama. Ini menyenangkannya~
"apa yang sedang mereka lakukan?" Shin yang bodoh itu masih bertanya lagi. Dan ini membuat ku kesal.
"Apa kau tidak dengar? Mereka sedang memperebutkan seorang wanita!" jawabku kesal.
Shin hanya mengernyitkan keningnya.
"Bahagia? Dengan playboy seperti mu? Yang selalu bergonta-ganti pasangan?" kata Ben dengan nada mengejek.
Aku langsung melihat Shin.
"Aku tidak menyangka kakakmu playboy" gumamku refleks.
Shin tidak merespon.
Aku kembali melihat perkelahian.
"Aku tidak akan melakukan hal itu lagi saat bersama dengan nya. Dia lebih baik bersamaku daripada bersama pria dingin seperti mu. Hidup nya tidak akan bahagia" Kata Ren.
Ahh~
"Perkataannya benar. Tidak akan bahagia hidup dengan patung dingin seperti itu. Kakak bodoh itu harus merubah sikapnya kalau tidak wanitanya akan pergi menjauh" aku berkomentar.
Mulut Shin berkedut. Entah kenapa kata-kata ini sedikit menyindirnya.
"Kita tidak perlu melihat hal seperti ini. Tidak penting" Shin berkomentar. Dia tidak mau mendengar pertikaian dua pria dewasa yang sedang dimabuk cinta.
"Eh? Ini penting!" aku bersikeras.
"Kembali!" Shin memaksanya, sambil menarik tubuhnya menjauh.
"Ehhh? Kenapa? Aku masih ingin melihat. Kenapa kau memperlakukan ku seperti ini? Bagaimana kalau mereka berkelahiii?" aku masih panik.
"Itu tidak akan terjadi. Mereka tidak akan berkelahi" jawab Shin santai.
"Aku berhak mengaturmu. Aku adalah tunanganmu" jawabnya kemudian, yang membuat Nana melonggo kaget.
"Bah" aku merenggut cemberut. "Apa kau akan menggunakan statusmu sebagai tunanganku untuk melarang ku melakukan sesuatu?" tanyaku dengan mata melotot.
Shin mengangguk. "Aku akan melakukannya mulai sekarang..." jawabnya santai. Dia menyukai wajah cemberut gadis itu, jadi dia sangat ingin menganggu nya.
Aku tidak menyukai pria jahat ini! Dia sedang meledekku sekarang! Dasar brengsek!
"Tapi aku tidak menyangka akan menemukan tokoh utama wanita lainnya" aku bergumam tanpa sadar. Ternyata kakak polos berkacamata itu bisa menjadi tokoh utama wanita di cerita yang berbeda. Lihat saja! Dua pria tampan itu memperebutkan nya! Walaupun Rin masih menang karena dia punya empat.
"Tokoh utama wanita?" tanya Shin bingung.
"Jangan pikirkan itu. Itu hanya khayalanku" kataku cepat-cepat. Mulut ku benar-benar tidak kufilter. Bagaimana kalau kebenaran bahwa dunia ini dunia komik juga keluar dari mulutku? Dasar mulut bodoh!
Dan lagipula kelihatannya aku akan punya pekerjaan lain. Kalau kakak bodohku ditolak, aku perlu mencari calon kakak ipar baru lagi. Ini membutuhkan tenaga ekstra, karena aku harus mencari berlian yang tenggelam diantara lumpur. Karena sangat susah menemukan wanita baik-baik. Aku tidak akan pernah membiarkan wanita-wanita tidak layak itu mendekati kakakku, humph! Aku perlu memfilter mereka dulu!
Oh! Aku lupa!
Aku menatap Shin "Apa kau juga akan melarang ku mencari pria tampan?!" tanyaku. Dia tidak boleh melakukannya! Ini adalah tujuan utama ku masuk ke dunia ini!
"...." Shin tidak menjawab.
Tak! Sentilan yang keras mendarat lagi di keningku.
"Kau!"
"Aku perlu membersihkan pikiran kotormu" Shin memotong omelanku. "Aku akan menyentil kepalamu lebih keras kalau kau memikirkan hal-hal kotor lainnya".
"...."
Aku menyerah. Kali ini aku menutup mulutku. Aku tidak ingin disentil lagi hiks...
Kami kembali ke ruang tamu. Aku bilang pada ibu bahwa aku tidak jadi membantu kakak.
Beberapa saat kemudian aku melihat Ben dan Ren muncul. Mereka membawa cangkir-cangkir teh. Tidak mungkin mereka membuat teh bersama bukan? Bukankah hubungan mereka buruk?
Dan benar sekali kata Shin, mereka sama sekali tidak berkelahi. Bahkan mereka bertindak seolah-olah mereka adalah teman akrab. Hal ini mengubah pandangan ku pada dunia. Aku mengira wanita selalu menjadi aktor akting nomor satu di drama kehidupan karena mereka selalu menyembunyikan perasaan mereka. Tapi ternyata para pria lebih bertalenta. Mengejutkan....