
Halo, sudah lama aku nggak bersua pada kalian, dan sudah lama juga ini novel tamat. Sekarang aku balik dengan novel baru, novel ini menceritakan tentang Christian, anaknya Wilson dan Veila.
JUDUL : AYAH ANAKKU MILYARDER
SINOPSIS :
Liliana Sengar sangat ingin mempunyai anak di umurnya yang sudah menginjak 25 tahun. Namun, ia tidak menginginkan pernikahan, tidak juga dengan cara adopsi. Jadi, saat Liliana ke New York untuk perjalanan bisnis, ia pun dengan nekat menjalankan program bayi tabung.
Sedangkan si pemilik sperm* adalah Christian Eugene Hovers, seorang lelaki kaya dari New York yang sudah menikah.
PROLOG :
"Karena kita sekarang ada di New York, aku sekalian ingin menjalankan program bayi tabung. Tolong carikan klinik atau rumah sakit yang bagus serta sper*a yang berkualitas," perintah Liliana tidak bisa diganggu gugat.
Liliana sudah berumur 25 tahun, ia menginginkan keturunan, tetapi tidak ingin menikah, lagi pula tidak akan ada yang melarang atau menentangnya untuk menjalani program bayi tabung sebab ia sebatang kara dengan harta yang melimpah, harta itu warisan dari orang tuanya.
Nendra, sang asisten terdiam sesaat lalu menjawab. "Tapi Nona, kenapa Nona tidak ingin mengadopsi anak saja? Apakah Nona tahu resiko menjalani program bayi tabung? Kenapa harus menjalani program bayi tabung?"
"Kamu tidak usah bertanya! Turuti saja perintahku!" marah Liliana.
Nendra mengulum bibirnya, tidak bisa membantah lagi. Ia sangat menyayangkan keinginan Liliana itu, tetapi apa boleh buat? Ia hanya seorang asisten.
"Kalau bisa besok harus sudah ada atas apa yang aku minta. Kita tidak bisa lama-lama di sini. Perusahaan di Indonesia tidak ada yang handle," kata Liliana lagi.
"Baik, Nona," ucap Nendra lalu keluar dari ruangan, meninggalkan Liliana sendirian.
Liliana Sengar, itu namanya. Wanita cantik berumur 25 tahun, sifatnya sangat ambisius, pekerja keras, dan tidak ada kata lembut di dalam dirinya. Mungkin kalau sudah memiliki anak sisi lembutnya akan mencuat dengan sendirinya.
Liliana sangat membenci laki-laki, karena ada masa lalu kelam yang pernah wanita itu lewati, dan ia tidak akan pernah melupakannya.
***
"Hari ini saya akan mengantarkan Nona ke rumah sakit untuk menjalani prosedur program bayi tabung. Dan saya juga sudah mendapatkan sper*a berkualitas di bank spe*ma," kata Nendra dari balik kemudi, ia mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit.
"Ya baguslah, karena kita tidak bisa lama-lama di sini." Liliana berucap sambil menoleh ke arah jendela, melihat gedung-gedung pencakar langit di sisi kiri mobil.
Sebenarnya ia sangat gugup dan sedikit tidak tenang. Apakah keputusan yang ia ambil ini baik? Atau malah akan menjadi petaka di kemudian hari?
Namun, di balik semua rasa gugup dan khawatir itu. Ada rasa tidak sabar yang Liliana rasakan, karena ia ingin sekali memiliki seorang anak, tapi tidak ingin menikah, selain itu, ia juga lelah hidup dalam kesendirian. Mungkin dengan memiliki anak, ia tidak akan kesepian lagi.
"Nona, kita sudah sampai." Tiba-tiba Nendra menginterupsi, membuat lamunan singkat Liliana buyar.
"Oh iya." Liliana pun keluar dari mobil yang pintunya sudah dibukakan oleh Nendra.
Nendra pun segera menutup pintu mobil kembali. Lalu masuk ke rumah sakit bersama Liliana.
"Permisi, saya sudah membuat janji dengan dokter Anastasia, apakah dia ada di sini?" tanya Nendra, Liliana di sampingnya hanya diam menyimak.
"Iya, dia ada di sini. Kalian langsung ke ruangannya saja, tinggal lurus lalu belok kiri, ruangannya ada di ujung koridor," jelas suster yang berada di balik meja resepsionis.
Nendra pun mengangguk, lalu berbalik pergi bersama Liliana menuju ruangan dokter Anastasia.
***
Liliana duduk di hadapan dokter cantik dengan meja yang membatasi mereka. Dokter itu tersenyum lalu berkata, "Ada yang bisa saya bantu?"
"Perkenalkan, saya Liliana Sengar yang sudah membuat janji dengan Anda untuk menjalani program kehamilan bayi tabung," kata Liliana.
"Ah, saya dokter Anastasia. Kalau saya boleh tahu, alasan Anda ingin menjalani program bayi tabung ini kenapa?" tanya Anastasia sedikit penasaran.
"Kurasa Anda tidak perlu tahu alasan saya. Cukup kerjakan pekerjaan Dokter?" ucap Liliana sinis. Hei, ini bukan di Indonesia, kenapa dokter ini begitu kepo?
Anastasia meringis. "Tapi saya harus tahu, Nona. Apakah Anda tidak tahu resiko menjalani program bayi tabung?"
Liliana terdiam sebentar, ia sangat tahu resiko dalam menjalani program bayi tabung ini. Namun, ini adalah kemauannya sendiri dan apa yang ia mau harus terlaksana.
"Saya sangat tahu betul, dan apa pun resikonya saya akan tetap menjalankan program bayi tabung ini," kata Liliana tegas, tak mau dibantah.
"Baiklah."
Setelah Anastasia berucap, dokter cantik itu pun menjelaskan prosedur-prosedur dalam menjalani program bayi tabung, dan melaksanakan tugasnya tanpa bertanya atau membantah. Hingga program bayi tabung itu berhasil Liliana jalani.
Bersambung ....
Cerita ini terinspirasi dari seorang model yang memilih menjalani program bayi tabung, dan dia melahirkan anak kembar tiga.
Sekarang ini, aku sudah sibuk, nggak ada libur lagi. Jadi ini akan slow update.
Jangan lupa dukungannya, ya. Terima kasih.