The Reason I Became Villian

The Reason I Became Villian
9. Violetta Berubah


“Clara maaf ya kemarin aku gak bisa datang ke acara ulang tahunmu” Violetta langsung meminta maaf pada clara begitu sampai di sekolah pada clara yang sudah hadir lebih dulu.


“ohh gak apa” jawab clara santai dan mulai menulis angka dan gambar yang tidak di mengerti violetta pada kertas HVS kosong di tangannya.


Violetta duduk di dekat clara sambil melirik sesekali pada sahabatnya itu, tampak jelas wajahnya sedang penasaran pada clara tapi bukan penasaran dengan apa yang clara gambar melainkan dengan apa yang terjadi di pesta ulang tahun clara, gadis itu seperti tau apa yang dibicarakan clara dengan keluarganya.


“Ra, lo gak mau cerita sesuatu ke gue?” celetuk Violetta tiba tiba karena clara sama sekali tidak membuka obrolan malah sibuk menggambar seperti dna atau sel apalah itu Violetta tidak mengerti.


Clara menghentikan gerakan tangannya dan menatap Violetta, “cerita apaan? Gue gak ada janji mau cerita sesuatu, emang gue janji apa ke elo?” tanya clara bingung.


“Ya~ apa gitu, soal ulang tahun lo kemarin? Keluarga elo gak buat kejutan atau ada pemberitahuan mengejutkan di acara ulang tahun lo kemarin?” Ulang violetta sekali lagi, dia memang terlihat seolah tau apa yang terjadi saat ulang tahun clara, seolah olah dia memang ada di sana menyaksikan acara ulang tahun clara.


Kening Clara berkerut mendapatkan pertanyaan seperti itu dari violetta, kecurigaan clara pada sosok violetta yang aneh semakin besar.


“Biasanya elo itu paling heboh cerita tentang acara apapun itu atau kejadian apapun itu pada gue, sekarang elo berubah udah gak perah cerita lagi sama gue” Violetta cepat memberikan klarifikasi atas pertanyaannya karena dia tau clara seperti curiga padanya.


“gak apa, gak ada hal besar yang terjadi kok” jawab clara dan kembali menggambar kertas hvs nya.


“Kok lo gak mau cerita kalau elo dijodohin ra” celetuk Violetta karena Clara memang tidak mau membuka rahasia masalah dia termasuk pada sahabat dekatnya, cukup 1 kali dia di khianati clara tidak akan mudah percaya dengan siapapun kecuali itu keluarganya sendiri, bahkan keluarga saja bisa berkhianat tapi dalam kasus clara dia hanya akan percaya pada keluarganya karena dia tidak pernah terkhianati oleh keluarganya.


Clara kembali berhenti menggambar dan menoleh pada Violetta. Setahunya masalah perjodohan itu dia baru diberitahu kemarin dan itu menjadi masalah dia dan keluarganya, dia tidak memberi tahu masalah itu pada siapapun, belum memang. Clara berniat menyelesaikan masalahnya sendiri, dia tidak mau terpaku dengan jalan cerita yang dia baca.


Di dalam cerita memang clara mengadu pada Violetta, dan meminta bantuan violetta untuk menjadi dirinya. Tapi clara yang sekarang lebih memilih menghadapi masalahnya langsung tanpa perantara orang lain.


“dari mana lo tau?” tanya clara.


“ahhh itu gue dengar cerita dari mami gue, kan elo tau orang tua kita itu sahabatan, makanya mami gue cerita ke gue” ujar violetta terlihat seperti berbicara jujur, dan siapa yang tau dia beneran tau dari mami nya atau dia memang sudah tau dari awal karena clara sama sekali tidak bisa membuktikan itu.


“ohh~ ya memang gue mau di jodohkan” aku clara.


“dan elo mau ra? Diakan 10 tahun lebih tua dari elo!” seru Violetta tidak percaya.


“Ya enggak lah, gue mau ngomong sama orangnya langsung untuk pembatalan pertunangan ini” ujar clara santai, dia sama sekali tidak curiga dengan ucapan violetta barusan.


“Gimana kalau gue yang bantuin elo, gue bisa pura pura jadi elo dan bilang kalau pertunangan kita batal” usul Violetta dengan senyum lebar.


Clara menggelengkan kepalanya, “gak perlu, gue mau menghadapi masalah gue langsung, hari minggu, gue akan ketemu sama dia, dan gue akan hadapi itu langsung” ujar clara.


Wajah Violetta agak berubah kesal tapi dia dengan cepat merubah raut wajahnya kembali menjadi tersenyum, “mau gue temani gak? Gue minggu gak ada acara” usul Violetta lagi.


“Hmmm gak perlu, paling Cuma bentar dan gue gak bakal ketemu sama dia lagi” tolak Clara secara halus. Gadis itu murni menolak usulan violetta karena tidak mau membawa violetta kedalam masalahnya, bukan takut violetta akan bertemu dengan Arthur, clara berpikir jika memang violetta adalah jodoh Arthur maka dia akan bertemu dengan Violetta dan hubungan mereka mejadi dekat, bahkan clara akan dengan senang hati memberi dukungan pada dua orang itu.


“Lo takut Arthur jatuh cinta sama gue ya? Karena lihat wajah gue, kan selama ini cowok cowok lebih banyak yang naksir sama gue ketimbang dengan elo” sindir violetta.


Clara memiringkan kepalanya dan tertawa kecil, dia gemas dengan violetta bukannya dia marah. “apaan sih vi, gue biasa aja kali, gak penting bagi gue dia mau jatuh cinta pada siapapun, karena gue gak bakal mudah jatuh cinta sama cowok, gue memang sedang mau menyelesaikan masalah gue sendiri” balas clara dengan nada lembut.


Clara memang berniat untuk berbicara secara langsung pada Arthur dengan proposal yang dia bawa, dia ingin mengganti perjodohan menjadi kerja sama, karena setahunya keluarga Arthur punya perusahaan alat Kesehatan dan obat obatan terkenal di dunia, makanya keluarganya itu sangat terkenal namun karena identitas wajahnya sangat rahasia tidak ada foto yang memperlihatkan wajah asli Arthur.


“oohh, jadi gitu, hari minggu ya ketemunya coba aku tebak pasti jam makan siang” celetuk violetta.


“iya, kok lo bisa tau, jangan bilang mommy gue gossip lagi dengan mami lo?” tebak Clara.


“emang, kalau mami kita itu ketemu udah pasti gossip tentang anak yang nomor satu mereka bicarakan” ujar Violetta berusaha mengalihkan pembicaraan dari asal dari mana dia mendapatkan info itu.


Clara hanya tertawa dan kembali menggambar, dia tidak tau violetta saat ini sedang tersenyum meremehkan dia.


“Ra, gimana kalau elo datang telat, biar dia kesal sama elo” violetta kembali menyampaikan idenya.


“Hmmm, nanti deh gue pikirkan, gue gak begitu tertarik ketemu sama dia, lebih tertarik dengan masalah keluarga gue” jawab Clara asal.


“Lo buat apa sih dari tadi gue heran liatnya” tanya violetta sambil mengintip dengan kertas yang sedang Clara gambar. Violetta takjub dengan tulisan clara yang sangat indah dan rapi bisa dikatakan mirip dengan tulisan computer tanpa miring dan memiliki ukuran yang sama semuanya.


“proposal Kesehatan, gue berniat masuk ke sekolah kedokteran, seperti elo” jawab clara asal, padahal proposalnya itu akan dia tujukan pada perusahaan A.D.S Corporation yang sudah menampilkan iklan kemarin. Clara tidak tau bahwa itu adalah perusahaan milik Arthur karena A.D.S itu adalah perusahaan yang Arthur bangun tanpa bantuan keluarganya dan berdiri sendiri dan sekarang semakin besar dan mencapai dunia seperti perusahaan keluarganya sendiri.


“Gue gak ada niat ke sekolah kedokteran” jawaban Violetta kini membuat clara langsung berhenti dengan kegiatannya dan menatap violetta dengan tidak percaya.


...☕☕☕☕☕...