The Reason I Became Villian

The Reason I Became Villian
8. Persiapan Masa depan


“Apa clara tidak boleh membatalkan perjodohan ini?” tanya clara dengan suara pelan.


Kedua orang tua clara saling tatap lalu tersenyum kecut, “bagaimana kalau clara ketemu dulu dengan pria itu, daddy yakin clara akan suka dengannya, dia pria yang sangat hebat” bujuk daddy Damien.


Clara diam sebentar lalu mengangguk pelan, “baiklah” ucap clara pasrah.


Daddy Damien dan mommy quenby tersenyum bahagia dengan keputusan clara.


“bertemu dulu ya, bukan berarti clara langsung menyetujui pertunangan ini” peringat clara lebih dulu sebelum semua keluarganya terlalu berharap dia dan Arthur akan bersama masalahnya clara yakin Arthur sebagai pemeran utama akan jatuh cinta pada protagonis wanitanya dari pada dia si tokoh antagonis, dia tidak mau mendapatkan penghianatan untuk kedua kalinya.


“Iya sayang, tidak apa, kalau gitu minggu ini kamu ketemuan dengan dia ya” putus daddy Damien.


“gak bisa diundur minggu depan dad? Clara mau mengerjakan sesuatu dulu daddy, boleh ya” pinta clara dengan wajah memelas.


“baiklah, jadi minggu depan saja bagaimana?” daddy Damien memilih mengalah dengan permintaan clara, karena dia tau clara itu keras kepala, sangat sulit merubah apa yang sudah dia putuskan.


“makasih dad, tapi ngomong ngomong daddy belum kasih tau biodata alon tunangan clara” canda clara.


Daddy Damien tertawa dan mulai menceritakan sosok pria yang akan di jodohkan dengan clara, dia memang mengatakan tentang umurnya yang berbeda 10 tahun tapi daddy damien menceritakan semua kelebihan dan kehebatan Arthur tidak seperti cerita novel yang dibaca clara.


‘apa clara akan bertemu dengan Arthur jika dia mendengar penjabaran daddy tentang Arthur? Atau dari awal cerita memang kebodohan clara yang memang membuat takdir pertemuan Arthur dengan Violetta’ batin Clara.


Sebenarnya clara saja yang tidak tau kalau novel itu ada versi lainnya dimana clara si antagonis datang langsung menemui Arthur dan jatuh cinta padanya tapi yang ada Arthur tetap jatuh cintanya pada Violetta, hanya saja Clara tidak tau tentang versi lain novel itu karena terlalu lama membaca novelnya, dan dia tidak punya waktu untuk mencari informasinya karena clara sudah lebih dulu mati dan tidak ada di dunia dia lagi.


...🍷🍷🍷🍷🍷...


Malam harinya Clara langsung menjalankan rencana awal dirinya yaitu mencari nama dirinya, karena setahu dia dunia dia dan dunia novel tidak ada perbedaan. Setelah beberapa hari dia berada di sana memang tidak ada yang berbeda.


Bahkan mantan sahabat yang mengkhianati dirinya ada terdaftar di rumah sakit dimana dulu dia bekerja dan dia menjadi dokter terhebat di sana, hanya saja semua biodata tentang dirinya menghilang, dari keluarga dan sejarah tentang kehadirannya tidak ada sama sekali, bahkan semua hasil kerja keras dia tidak ada sedikitpun.


Clara sebenarnya antara sedih dan senang, karena itu berarti semua obat obat ciptaannya dan makalah makalah yang dia hasilkan pun tidak ada di dunia ini, semua itu bisa menghasilkan uang milyaran rupiah bagi clara. Dia jadi bisa membuat obat ciptaannya untuk membantu keluarganya tapi masalahnya dia sekarang masih kelas 2 SMA mana ada orang yang percaya dengan umurnya sekarang kalau dia mengatakan tentang dirinya yang bereinkarnasi dan masuk kedalam dunia novel juga gak akan ada yang percaya.


Clara mengacak rambutnya frustasi, obat yang dia ciptakan memang mempunyai efek yang sangat bagus tapi jika yang membuat obat itu adalah anak dengan umur yang masih 17 tahun maka akan dinyatakan sebagai cari mati, mana ada peneliti yang percaya obat itu mempunyai efek yang sangat bagus.


“daddy gimana caranya clara bantuin daddy~” lirih clara pelan.


Otaknya sekarang hanya memikirkan tentang perjodohan yang direncanakan oleh orang tuanya.


“apa aku terima saja, hanya untuk beberapa tahun lalu aku membatalkannya begitu sudah mendapatkan cara untuk menghasilkan uang, atau aku langsung loncat kelas saja?” gumam clara pelan dia berbicara sendiri seperti orang bodoh. “haaaahhhh~ ini masalah yang sangat mengesalkan aku tidak mau percaya dengan pria yang sudah jelas jelas dia hanya akan mencintai violetta! Aku akan hancur jika berani mendekatinya~ bagaimana ini” clara kembali mengacak rambutnya karena frustasi, dia sibuk melihat lihat kolom pekerjaan dan iklan iklan yang ada di beranda email yang baru saja dia buat.


‘kompetisi penelitian dalam membuat alat Kesehatan dan obat Kesehatan jika teruji berhasil akan mendapatkan 3 miliar’ Tubuh clara langsung tegap begitu membaca kolom iklan yang sekilas dia baca, dia langsung membaca persyaratannya tapi kemudian tubuhnya kembali lemas begitu membaca syarat yang tidak sesuai dengan dirinya yang masih berumur 17 tahun dan belum memiliki sertifikat apapun.


“apa aku cari saja pemilik perusahaan ini dan aku kirim email proposal penelitianku padanya, terserah dia mau percaya atau tidak, tapi sebelum itu aku akan membuat hak paten atas tulisanku dulu, ya! Seperti itu saja!” seru Clara yang memikirkan solusi atas masalahnya sendiri.


Hari itu clara sibuk menulis ulang proposal milik dia sendiri dan melihat buku tabungannya, tidak sulit untuk membuat hak paten atas ciptaan kita tapi perlu uang yang banyak untuk membayar hak paten itu, semua itu dilakukan agar proposal yang dia bagikan tidak di copy oleh orang lain dan jika itu terjadi dia bisa meminta sanksi atas copy an yang orang itu ambil.


Dulu saat masih hidup kekayaan clara itu berasal dari hasil ciptaannya bukan hanya karena dia dokter yang paling hebat tapi dia bisa menghasilkan berbagai macam alat Kesehatan dan obat obatan yang terbukti lebih ampuh dan baik untuk Kesehatan.


Makalahnya juga di akui ke dalam dalam jurnal penelitian kedokteran di dunia, ‘NEJM’. ‘JAMA’, dan ‘LANCET’ kebanyakan penelitian para dokter terkenal di dunia akan tercantum di sana, jika belum ada nama yang tercantum maka belum bisa dikatakan sebagai dokter hebat. Dan Nama clara selalu muncul di dalam artikel kedokteran itu, sangking jeniusnya dia dalam bidang Kesehatan hanya saja clara tidak mau mengambil bidang lain walau dikatakan otaknya mampu.


Clara sudah terbiasa dengan bidang seperti plagiat, dia jadi tau pentingnya hak paten, untung saja uang tabungan dari orang tuanya baru saja masuk sebagai hadiah ulang tahunnya dan uangnya cukup untuk membuat 1 hak paten atas proposalnya, jika perusahaan itu sudah tau kehebatan clara, maka clara berpikir untuk menjalin kerja sama untuk alat alat Kesehatan lainnya itu hal yang sangat mudah.


...🍸🍸🍸🍸🍸...