The Reason I Became Villian

The Reason I Became Villian
23. Taruhan


“Baik, terima kasih informasinya, apa aku boleh minta satu hal lagi padamu?” tanya Arthur.


Daniel mengerutkan keningnya bingung, “mau minta apa?”


“boleh aku mengantar clara, selama dia bekerja denganku?” pinta Arthur dengan sopan.


“gimana gini aja, setelah kamu sudah mengatakan jati dirimu, baru aku membolehkan untuk mengantar clara pulang pergi, tanya langsung pada orangnya” usul Daniel.


Arthur menghela nafas panjang, permintaannya ternyata sulit di kabulkan karena masih ada penghalang yang bernama abang.


“karena kamu tunangan clara, aku minta tolong jangan pulangkan dia terlalu malam, sejak kemarin dia tidak tidur, entah sedang memikirkan apa, sampai matanya hitam seperti panda” ujar Daniel sambil beranjak tegak dari duduknya.


Arthur hanya tersenyum dan mengangguk, dia tidak mungkin mengaku bahwa dirinya lah yang telah membuat adik Daniel sampai tidak bisa tidur. “baik bang, sekitar jam 5 sudah selesai kerja kok” ujar Arthur.


“Baiklah aku akan menjemputnya nanti” ujar Daniel.


.


beberapa jam setelah Daniel keluar dari ruangan Arthur, pria itu langsung mendapatkan pesan yang dia tidak tau dari mana.


📩“kak Arthur, ini clara, hari ini kakak sibuk gak? Clara mau bicara sebentar dengan kakak, apakah boleh?” isi pesan yang sampai pada ponsel Arthur.


Hanya ada satu orang yang mengaku sebagai clara dan entah dari mana dia mendapatkan nomor itu, Arthur memang mau bertemu dengan wanita itu dan ingin membuat dia mengakui semua kebohongannya, tapi saat ini pikiran Arthur hanya tertuju pada clara. Jadi dia mengabaikan pesan yang dikirim violetta padanya.


“john, tolong panggilkan clara ke sini” ujar Arthur yang mulai hancur mood nya karena violetta.


Johny segera mengangguk dan berjalan keluar untuk memanggil clara.


Mood Arthur kembali buruk saat violetta kembali menghubungi dia tapi bukan melalui pesan sekarang wanita itu mencoba menghubungi Arthur melalui telepon.


‘tok tok tok’


“tuan, saya sudah membawa nona clara ke sini tuan” suara johny terdengar dari luar.


Arthur langsung menonaktifkan ponselnya, dia tidak mau mengurusi violetta saat ini, dia hanya ingin fokus pada clara.


“masuk! Hanya clara, kamu tunggu diluar john” teriak Arthur dari dalam.


Tidak lama setelah teriakkan Arthur clara masuk dengan sedikit takut takut, melihat itu Arthur ingin sekali tertawa clara yang takut malah terlihat menggemaskan di mata Arthur.


“ada apa ya pak?” tanya clara dengan menjaga jarak yang sangat jauh dari Arthur.


‘benar kata johny, dia akan menjaga jarak dariku, setelah insiden ciuman itu’ batin Arthur.


“Jangan memanggil saya pak atau saya hukum kamu” ancam Arthur.


Clara langsung tegang dan berdiri kaku mendengar ucapan Arthur. ‘apa kemarin dia mencium ku karena aku dihukum?’ batin clara langsung menyimpulkan kesalahpahaman dari Tindakan Arthur kemarin.


“duduk clara aku mau bertanya padamu” perintah Arthur.


Clara segera duduk tanpa menunggu Arthur menghela nafas atau berbicara dua kali.


“sudah tau alasan kenapa aku menciummu?” tanya Arthur.


“haa? Apa saya harus menjawabnya?” wajah clara langsung memerah karena mengingat ciumannya kemarin dengan Arthur, seumur hidup itu adalah pertama kalinya dia berciuman dengan pria.


“ya jawab clara” perintah Arthur sekali lagi.


“a-apa saya melakukan kesalahan dan dihukum kemarin?” tanya clara takut takut.


Clara memikirkan lagi pembicaraannya kemarin dengan Arthur tapi semua ucapannya sudah dia lupakan yang dia ingat hanya ciuman dengan Arthur dan itu malah membuat pipinya semakin memanas.


Arthur menghela nafas sedikit lebih panjang, “tidak pernah kamu berpikir aku akan jatuh cinta padamu? Dan aku marah karena kamu terlalu merendahkan dirimu sendiri” ucap Arthur akhirnya.


“cinta?” beo clara, sekarang bukan hanya pipinya yang memerah tapi telinga gadis itu juga sampai merah karena pengakuan yang baru saja Arthur katakan padanya.


Clara mengulum senyumnya, ‘ini tidak bisa dikatakan sebagai pengakuan, dulu aku diberi kejutan yang sangat romantic dari clark, tapi dia pria yang tidak baik’ ucap clara dalam hati.


“kenapa kamu tidak percaya?” tanya Arthur.


“kita baru ketemu, kenapa mas bisa suka sama clara secara tiba tiba, dan mas taukan saya sudah punya tunangan” ujar clara.


“itu semua salahmu” tunjuk Arthur.


Clara terbengong bengong dengan ucapan Arthur, “kok salah clara?”


“iya habisnya kamu sangat menggemaskan, manis, dan lucu, aku sampai ingin menyimpan mu hanya untukku sendiri” ujar Arthur.


Clara hanya bisa diam mendengar ucapan Arthur, dia baru pertama kali di tembak seperti itu, jadi dia tidak tau harus bagaimana.


“jadi clara kamu harus tanggung jawab padaku” ujar Arthur, sejak tadi pria itu berusaha menahan dirinya untuk tidak berlari keluar dari ruangan itu, sebenarnya dia malu dan deg degan karena ulahnya sendiri, tapi karena sudah terlanjur malu, Arthur akan berpura pura bersikap cool di depan clara.


“lah kok clara yang tanggung jawab, yang cium mas dion, bukan clara, kok jadi clara yang harus tanggung jawab” bantah clara.


“karena kamu satu satunya wanita yang berhasil memporak porandakan hatiku seperti ini, aku sudah tidak bisa jatuh cinta lagi pada wanita lain karena mu” balas Arthur tidak kalah tegas dari clara.


“Bohong! Paling nanti kalau ada wanita yang menggoda mas dion, pasti mas dion pilih wanita itu” tuduh clara, karena memang berdasarkan pengalaman tunangannya dulu lari ke pelukan wanita lain padahal wanita itu tidak lebih cantik dari dirinya.


“gak bakal, gimana kalau kita taruhan” tantang Arthur.


“taruhan?”


“iya taruhan, kita pacaran selama 3 bulan”


“lalu, taruhannya apa?”


“kalau kamu menyukaiku selama kita pacaran dan aku tidak tergoda pada siapapun, maka kita berdua menikah, tapi kalau kamu tidak menyukaiku maka kita putus” ujar Arthur.


Clara menggaruk kepalanya kebingungan, “kok rasanya gak ada untungnya sama sekali ya” gumam clara pelan.


Arthur diam diam mengulum senyumnya, karena memang semuanya adalah keuntungan dirinya, kalaupun mereka putus pertunangan mereka tidak akan batal karena Arthur membuat perjanjian atas nama dion, bukan sebagai Arthur.


“Hmm aku akan melepaskan perusahaan ini dan memindahkannya atas namamu, jika kita menikah, kalau perlu aku akan langsung buat surat perjanjiannya sekarang” tawar Arthur agar clara tertarik dengan taruhannya.


“anda percaya diri sekali kalau aku akan menyukai anda, bagaimana kalau aku tidak menyukaimu” tanya clara.


“Aku akan membeli semua penelitian mu berapapun harga yang kamu tawarkan, bagaimana? Tertarik” goda Arthur.


Clara diam mencerna semua taruhan yang Arthur tawarkan, sebenarnya semuanya tidak ada yang membuat clara merugi malah semuanya menguntungkan clara, “apa tidak apa? Mas bisa merugi” ucap clara ragu.


Arthur menggeleng dan berusaha menahan tawanya, karena dia yakin clara akan terjerat dengan jebakannya.


“hmm, tidak ahh” tolak clara singkat.


...🥃🥃🥃🥃🥃...