
Clara sudah mempersiapkan dirinya untuk menghadapi masalah yang akan datang, dia sudah tau mereka akan bertemu Helena begitu sampai di Bali, tapi clara sama sekali tidak menyangka Helena akan langsung memeluk Arthur dengan tiba tiba, karena beberapa detik kemudian Arthur langsung melepaskan pelukan itu secapa halus.
“Maaf helen, tolong jangan memelukku lagi, aku sudah punya calon istri” ucap Arthur dengan sopan.
Mata Helena melotot, dia melirik wanita yang masih di genggam Arthur sejak tadi dan berpura pura tersenyum manis pada clara dan Arthur.
“ohh maaf aku gak tau, dulu kan kita biasa aja kalau pelukan, sekarang aku gak tau kalau kamu sudah punya calon istri” ujar Helena, “Chris, apa kabar” gadis itu berbalik memeluk chris dan mencium pipi kiri dan kanannya, “kamu gak ada aturankan untuk memelukku” sindir Helena sambil menatap sekilas clara.
Chris tertawa kecil dan membalas pelukan Helena, “tentu tidak” balas chris, setelah itu dia melepaskan pelukannya, “jangan heran dengan perubahan Arthur sekarang, dia sudah cinta mati sama clara” lanjut chris dengan senyum jenakanya.
“Aku gak bakal membantah itu, karena memang itu adalah kenyataannya” angguk Arthur sambil merangkul clara dan mencium pipi gadis itu, clara sendiri hanya pasrah dicium oleh Arthur itu memang perjanjiannya seperti itu, clara tidak bisa menolah dicium oleh Arthur.
“Kasian, pasti tersiksa padahal baru calon istri tapi sudah melarang melarang ini itu” sindir Helena secara tidak langsung.
‘Kalau di novel violetta akan mengatakan bahwa dia tidak ada melarang dan membolehkan Arthur untuk memeluk sahabatnya, tapi sekarang aku adalah clara, masa bodoh dengan alur cerita dan efek domino, aku akan melakukan apapun yang aku suka’ batin clara.
Clara melepaskan rangkulan Arthur, “terserah dong tan, ini pacar aku, kalau gak suka tinggal lakuin seperti yang tidak di su_” clara hendak berbicara sambil berjalan merangkul chris tapi gadis itu langsung ditahan dan dipotong ucapannya oleh Arthur.
“mau kemana?” tanya Arthur dengan wajah garang.
“mau peluk kak chris dulu, tadi lupa tanya kabarnya” canda clara.
Tubuh clara langsung beringsut mundur dan masuk ke dalam pelukan Arthur. “enak aja, gak boleh!” amuk Arthur.
“Kok gak boleh, kata tante itu, hubungan yang banyak larangan itu bikin tersiksa, jadi jangan larang larang ara mengerti” clara membalikkan ucapan yang Helena dengan sangat mudah.
“Gak bisa! Mas gak tersiksa larang aja mas dekat dekat cewek atau bicara sama cewek mas gak tersiksa”ucap Arthur tegas.
“see? Bukan ara yang larang tan, peraturan itu berasal dari orangnya sendiri” tantang clara.
Helena hanya bisa tertawa canggung mendengar balasan dari clara dia pikir gadis kecil yang ada di dekat Arthur akan menyerah dan mengikuti ucapannya, eh ternyata clara malah membalasnya hingga sekarang dia tidak bisa berkutik.
“ohh, maaf aku gak tau, tapi kenapa kamu panggil aku tan? Nama aku itu Helena bukan tan” ujar Helena kesal.
“tan kepanjangan dari tante, gak boleh ya?” canda clara.
“umurku Cuma beda setahun dari mereka berdua kenapa memanggilku itu?” geram Helena.
“pengen beda aja, anggap aja panggilan sayang dari ara” canda clara lagi. ‘kalau violetta dalam novel akan memanggilmu kakak tapi jangan harap aku akan memanggilmu kakak’ Batin clara.
Helena memandang dua pria yang sedang tertawa kecil melihat perdebatan mereka, bukannya membantu mereka malah lucu dengan tingkah clara, “baiklah terserahmu” balas Helena pasrah.
Baru saja clara masuk ke dalam kamar inapnya, gadis itu di kejutkan dengan ketukan pintu di depan kamarnya. Clara menghela nafas sedikit lebih panjang dari biasanya, dia mengumpat kecil, ‘aku pikir gak bakal seperti novel, eh ternyata ini berjalan seperti novel’ batin clara.
Clara berjalan santai mendekati pintu dan membukanya perlahan, baru saja dibuka, orang yang ada di depan pintu langsung masuk.
“maaf ya aku masuk tiba tiba” ujar Helena pada clara.
Clara tersenyum seadanya dan berjalan pelan menuju sofa yang ada di kamar, ‘emang gak ada takutnya ni orang melancarkan rencananya, dia mau panas panasin aku sesuai cerita, dan mungkin akan mengompori Arthur, kalau aku salah bicara’ batin clara.
“silahkan duduk tan” clara mempersilahkan Helena untuk duduk di depannya. Setelah Helena duduk baru clara menyilangkan kakinya dan berlagak seperti bos, “mau bicara apa tan?”
“sudah berapa lama kenal dengan Arthur?” sindir Helena.
“belum lama baru beberapa bulan, belum sampai setahun” aku clara.
“dan kamu mau langsung menikah dengan nya? Kamu belum lama kenal dengan Arthur dan begitu percaya padanya?” seru Helena tidak seperti terkejut sekaligus menghasut.
“ya aku percaya padanya, walau cuma kenal beberapa hari atau minggu, aku tetap percaya padanya” ujar clara.
Helena tertawa keras sambil bertepuk tangan, “salut aku kamu segitunya percaya dengan Arthur, arthur pernah cerita gak kalau dia dan aku itu adalah sahabat dekat?”
“enggak” jawab Clara santai.
“hah?! Sekarang kamu masih mau percaya sama Arthur, kamu bahkan tidak pernah diceritakan oleh Arthur tentangku? Seberapa lama kami bersahabatan, bahkan hubungan kami dulu pernah hampir saja Bersatu_”
“tapi belumkan, sebenarnya aku tidak perlu mengetahui masa lalu Arthur karena aku hanya perlu percaya sekarang dan untuk masa depan hanya ada aku dan Arthur tidak aka nada orang lain yang bisa merebut Arthur dariku” potong clara, “jika tante kesini Cuma mau manas manasi hubungan aku dan Arthur tolong segera pergi, atau aku laporin pada Arthur kalau tante sedang menghasutku untuk menjauh dari Arthur”.
“apaan sih aku kesini bukan mau manas manasi, tapi akum au memberikan informasi tentang Arthur yang kamu tidak ketahui, secara aku itu sahabat yang sangat dekat dengan Arthur, bahkan dia pernah memberikan ciumannya padaku, dia belajar berciuman dariku, apa kamu pernah dicium arthur?” sindir Helena.
“Pernah dan rasanya itu sangat hebat, bagiku dia adalah pria perebut ciuman pertamaku, dan setahuku aku juga wanita yang pertama kali dia cium, sebenarnya tante mengajari siapa? Benarkah itu Arthur milikku?” balas clara tidak mau kalah.
“Hahaha Arthur pasti berbohong, akulah wanita yang pertama kali dia cium, bukan kamu, dia menciumku saat aku berulang tahun dan aku memintanya menciumku, dan chris adalah saksinya” ungkap Clara.
‘untung aku dah baca novelnya, Helena memang memanasi violetta tentang ciuman pertama Arthur, padahal kejadian sebenarnya, Helena meminta Arthur berpura pura menciumnya di depan chris, karena Helena ingin membuat chris cemburu. Didepan Arthur, Helena berkata menyukai chris, dan ingin Arthur membantu membuat chris cemburu, padahal sebenarnya semua itu Helena lakukan untuk membuat tingkat waspada Arthur berkurang padanya, sehingga Arthur mau membantunya, dan kejadian sesungguhnya Arthur hanya berpura pura mencium Helena, bibir mereka bahkan tidak menempel sama sekali Cuma cara pandang chris saja yang terlihat seperti dua orang itu berciuman’ pikir clara.
“oohhh, terus tante mau apa dengan semua itu?” tantang clara.
...🍺🍺🍺🍺🍺...