The Reason I Became Villian

The Reason I Became Villian
38. Tes Kenaikan Kelas


“john, bagaimana persiapan pernikahanku?” tanya Arthur.


“Sudah hampir selesai tuan, hanya tinggal surat undangan, gedung dan yang lainnya sudah disiapkan” ucap johny sambil melihat buku catatannya tentang pernikahan Arthur.


“tunda setahun lagi” ucapan Arthur barusan membuat johny menatapnya bingung, “aku bilang tunda setahun lagi” ulang Arthur.


“kalau saya boleh tau ada masalah apa ya tuan?” tanya johny takut takut, pasalnya jika Arthur sudah memutuskan tidak akan ada yang bisa menghentikan keputusannya bahkan kedua orang tuanya tidak bisa melarang Arthur, buktinya saja perusahaan yang Arthur dirikan sendiri, padahal jelas orang tuanya punya Stanley group dimana ada berbagai macam jenis perusahaan internasional yang memang disiapkan untuk Arthur, tapi dia dengan mudahnya membuat perusahaan sendiri tanpa bantuan keluarganya dan sekarang termasuk perusahaan yang mulai dikenal dunia.


Contoh lainnya kedua orang tuanya tidak bisa menahan keputusan Arthur untuk menikah cepat, mereka memang khawatir dengan Arthur yang belum memiliki pasangan tapi itu bukan berarti mereka memaksa Arthur menikah cepat karena pasangan yang ereka pilih itu masih SMA.


“Clara ingin menundanya” ucap Arthur pelan.


“apa tuan?” tanya johny sekali lagi, takutnya barusan dia salah mendengar, karena sejak awal johny tau bagaimana keras kepalanya Arthur dan tidak ada yang bisa mengubah pikirannya.


“Clara ingin menundanya!” kali ini suara Arthur terdengar sangat keras. “aku tau apa yang kamu pikirkan john, tapi kali ini aku ingin mengalah pada clara, aku ingin dia yang memintaku menikahinya secepatnya, tapi jika dia masih belum mau aku tidak ingin memaksanya, aku yakin dia akan berubah pikiran dalam waktu dekat”.


“baik tuan, saya akan merencanakan pernikahan anda dengan lebih bagus, saya harap anda dan nona muda secepatnya menikah” ucap johny tulus.


“oh iya satu hal lagi john, tolong hubungi sekolah clara, atur agar dia bisa loncat kelas dan bisa mengikuti ujian akhir sekolah, keluarkan uang sebanyak banyaknya jika di perlukan, clara siap melakukan ujian jika diperlukan tes untuk loncat kelas” ujar Arthur.


Johny mengangguk pelan, “baiklah tuan, saya akan menyiapkan semuanya, secepatnya”.


...🥃🥃🥃🥃🥃...


“Ra, gue dengar lo udah punya tunangan, kapan acara pertunangannya dilakukan?” tanya siska.


Clara berhenti membaca bukunya dan menoleh pada siska, “hmmm gak bakal dilakukan, kami langsung menikah” jawab clara.


Clara tau violetta mendengar ucapannya, satu hal yang belum sempat clara katakan pada Arthur, itu adalah antagonis kedua yang ada di dalam novel, dia adalah wanita yang sangat dekat dengan Arthur, wanita itu muncul saat acara pertunangan dan mulai mengganggu kehidupan asmara Arthur.


Clara tidak tau jika cerita nya menjadi melenceng karena kehadirannya pada tubuh Clara evania, tapi clara ingin mempersiapkan diri untuk menghadapi antagonis ke dua, dia adalah lawan yang cukup Tangguh, karena Arthur sempat mempercayai wanita itu untuk beberapa saat, clara yakin violetta juga mengharapkan kehadian antagonis kedua karena dia ingin bekerja sama dengannya.


Untuk sekarang antagonis kedua belum diketahui dimana keberadaannya, yang clara tau wanita itu sedang menjalani pendidikannya di luar negri dan pulang ke Indonesia karena pertunangan Arthur yang mendadak, wanita itu mulai menjadi peneliti di perusahaan Arthur karena memang wanita itu adalah seorang dokter sama seperti chris.


Tidak seperti clara evania yang bodoh, cara yang antagonis kedua gunakan cukup elegan dan tidak terlihat sehingga sangat mudah bagi Arthur untuk mempercayainya, apalagi dia adalah sahabat Arthur dan chris.


“Wahh berarti nikah muda dong, jadi lo gak bakal kuliah ra?” tanya siska lagi.


“kuliah kok, kan tidak ada larangan buat mahasiswi untuk menikah” balas clara.


Clara mau membalas ucapan siska tapi kehadiran wali kelas membuat dia mengurungkan niatnya untuk membalas.


Wali kelas itu melihat keseliling kelas seperti mencari seseorang, setelah dapat, dia baru membuka mulutnya, “clara, ayo ikut ibu, bawa alat tulismu, kita mulai ujian kamu” ujar wali kelas itu pada clara.


Clara mengangguk dan segera mempersiapkan alat tulisnya.


“Ujian apa ra?” tanya siska penasaran, “lo kan gak pernah telat ikut ujian, ujian susulan ya?” lanjutnya lagi.


“bukan, ujian kenaikan kelas” jawab clara cepat dan dengan cepat juga gadis itu menghilang dari kelas membuat teman teman sekelasnya bertanya tanya ujian kenaikan kelas tapi kok dia duluan ujian.


.


Clara memang sudah membicarakan tentang dirinya yang mau kuliah lebih dulu, pada kedua orang tuanya, awalnya seluruh keluarga menentang keputusan clara karena mereka semua ingin clara menikmati masa sekolahnya, tapi ternyata keputusan clara sudah bulat.


Dia memang tidak menceritakan tentang jiwanya yang merasuki tubuh clara evania, tapi clara menceritakan bagaimana kehidupan sekolahnya, dia sudah tidak betah lagi bersekolah dan ingin segera kuliah.


Clara juga mengatakan tentang violetta yang menyukai tunangannya. Karena itu violetta memimpin semua teman teman untuk membuat dia diasingkan disekolah.


Jadi untuk apa lagi dia sekolah, memang dia tidak di bully tapis ama sajakan di asingkan seperti di bully secara tidak langsung.


Memang sesekali siska berbicara padanya tapi itu hanya sesekali tujuannya untuk mencari informasi dari clara, entah itu tentang bagaimana hubungannya dengan tunangannya atau apa yang ingin clara lakukan selanjutnya, dan berdasarkan apa yang clara dengar violetta mulai berubah dia mulai belajar keras untuk memasuki universitas kedokteran seperti dirinya, memang sejak awal otak clara itu pintar tapi dia saja yang tidak mau memanfaatkan kepintarannya untuk belajar.


Dengan perdebatan panjang, akhirnya keluarga clara membolehkan clara untuk lulus lebih awal dari sekolah, walau awalnya keluarga clara ingin dia pindah sekolah saja, tapi setelah dibujuk oleh clara akhirnya mereka semua menyerah mereka mengikuti keinginnan clara untuk lulus lebih cepat dari anak ana lainnya.


Kalau untuk diri clara sendiri dia sebenarnya sudah capek belajar ulang, iya kalau suasana sekolahnya menyenangkan dia mungkin akan tetap sekolah, tapi melihat suasana seperti itu clara ingin lebih cepat kuliah dan mencari teman baru, mungkin pertemanan dengan mahasiswa lebih menyenangkan, lagi pula pemikiran gadis itu adalah pemikiran wanita usia 33 tahun jadi clara tidak tau cara mendekati wanita umur 17 tahun yang sedang marah padanya.


“apa kamu sudah siap clara?” tanya wali kelas pada clara.


“sudah bu” jawab clara sopan.


“ibu sebenarnya menyayangkan Tindakan kamu untuk naik kelas dan lulus dengan cepat, tapi jika kamu bisa menjawab semua soal dengan mudah pihal sekolah akan mengabulkan keinginanmu, semoga kamu berhasil ya” ucap wali kelas.


Clara mengangguk pasti, “terima kasih bu”


...🍸🍸🍸🍸🍸...