
Arthur menahan nafasnya saat clara tegak di hadapannya, begitu mereka sampai di kamar inap mereka berdua, Arthur menjadi pria yang malu malu, dia langsung menurunkan clara dan duduk di kasur seperti pria polos yang tidak tau apa apa, pria itu membiarkan clara mandi lebih dulu dan menunggu dengan patuh di kamar tidur mereka.
Justru kini Clara lah yang sedang menggoda Arthur, gadis itu menunduk dan mulai mencium Arthur dengan lembut.
“Apa harus clara yang memulainya?” bisik clara seduktif.
“Apa boleh suami kamu ini yang mulai semuanya? Mas takut nanti kamu akan lari jika mas lepas kontrol” gumam Arthur pelan.
Clara mengulum senyumnya, “Tidak apa karena ara tidak takut, jiwa ara ini berumur 33 tahun, bukan gadis remaja umur 17 tahun” bisik clara lagi.
“Jangan berteriak sayang, karena aku tidak akan bisa berhenti jika sudah memulainya” Arthur kini tegak dan mengangkat clara menuju tempat tidur.
“emang suami ara ini bisa apa? Sampai ara berteriak berhenti” goda clara.
Arthur menempelkan bibirnya pada bibir clara dan mulai melancarkan aksinya, “bisa apa? Liat saja sebentar lagi, kamu akan puas dengan servis yang aku berikan sayangku” bisik Arthur sambil kembali ******* bibir clara, turun ke leher hingga da-da clara.
Tangan Arthur dengan cepat melepaskan semua pakaian yang mereka berdua kenakan, clara sampai takjub dengan gerakan tangan Arthur yang sangat cepat.
Suara desa-han mulai keluar dari mulut clara akibat tangan Arthur yang mulai bermain di tubuhnya, dan itu menjadi suara yang paling Arthur sukai.
“Sa-yang~ tu-tunggu” tahan clara saat tangan dan bibir Arthur mulai membuatnya terbang.
“tidak bisa, sudah aku bilang aku tidak bisa di tahan lagi sayang” ujar Arthur lalu kembali melanjutkan aksinya pada sang istri.
Sekarang clara hanya bisa pasrah dan terpaksa clara membiarkan sang suami melanjutkan kegiatannya, lagi pula perasaan yang dia rasakan itu bukan membuatnya benci tapi dia malah menikmati kegiatan yang Arthur lakukan padanya, bahkan menginginkan lebih dari itu.
“sayang kamu siap?” tanya Arthur sebelum melakukan kegiatan utamanya pada clara.
Clara yang sudah beberapa kali mendapatkan pelepasan hanya bisa mengangguk pasrah saat torpedo Arthur ingin memasuki dirinya, dia hanya bisa menahan jeritannya saat torpedo itu memberikan rasa sakit pada dirinya.
.
Setelah bermain beberapa Ronde Arthur baru jatuh tertelungkup di sebelah clara, pria itu mengusap peluh yang membasahi wajah istrinya. “terima kasih sayang, terima kasih sudah membuat mas menjadi orang pertama yang mendapatkan kebahagiaan ini, terima kasih sudah mau menerima mas” Arthur terus mengucapkan rasa terima kasihnya pada sang istri yang sudah terlihat sangat kelelahan.
“Hmmm… kalau terlahir kembali ara akan mikir mikir lagi kalau mau nikah sama mas” gumam clara pelan.
Arthur tertawa kecil, “kenapa sayang?”
“habis durasi sama ukuran sama sama besar” protes clara.
Arthur semakin tertawa keras dan mengusap pipi clara dengan lembut, “nanti kamu juga akan terbiasa sayangku, bagaimana kita melakukannya sekali lagi di kamar mandi?” goda Arthur.
“Ohh no!” teriak clara sambil bersembunyi dalam selimutnya, tapi sayang, tubuhnya sudah diangkat Arthur menuju kamar mandi, dan kegiatan panas mereka kembali terjadi di kamar mandi untuk waktu yang cukup lama.
...🍵🍵🍵🍵🍵...
Arthur menunggu johny di depan pintu kamar inapnya, dia tidak mau ada orang yang melihat istrinya yang masih tertidur di bawah selimut.
“Ini semua pesanannya tuan” johny menyerahkan belanjaan yang Arthur pesan.
Dari sayuran hingga daging, Arthur memesan bahan makanan untuk memasak sarapan buat istri yang kelelahan habis melakukan kegiatan panas bersama.
“tidak tuan, oh iya tadi tuan chris titip pesan untuk tuan” ujar johny.
“apa pesannya?”
“tuan chris dan Helena pulang lebih dulu, mereka berdua tidak mau menjadi lalat pengganggu untuk tuan dan nona clara yang sedang bulan madu” ujar johny.
“ya sudah biarkan saja mereka pulang lebih dulu, kalau mau pakai jet pribadi berikan saja john” ujar Arthur sambil mengambil belanjaannya dan berbalik menuju kamarnya.
.
Baru saja 1 jam Arthur masak clara sudah membuka matanya. Wanita yang tidak bisa dikatakan gadis lagi itu tersenyum melihat Arthur yang sedang memasak, dari arah dia tidur clara dapat melihat semua yang sedang Arthur kerjakan.
“Mas sedang apa?” tanya clara dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
“sudah bangun sayangku?” Arthur tersenyum manis menatap istrinya yang baru saja membuka mata, “mau sarapan dulu atau mandi?” lanjut Arthur.
Clara menggelengkan kepalanya pelan, “tidak keduanya, pinggangku rasanya sakit dan kakiku tidak bisa digerakkan” adu clara.
Arthur tertawa kecil dia melepaskan apron yang dia gunakan dan mencuci tangannya sebelum mendekat pada clara. “bagaimana kalau mandi air hangat dulu biar punya sedikit tenaga” Arthur memang menawarkan clara untuk memilih tapi dia sudah mengangkat tubuh istrinya tanpa menunggu jawaban dari clara.
“jangan memulainya suami mesum ku” ancam Clara saat pandangan Arthur tertuju pada tubuhnya yang tidak mengenakan apapun.
“Cuma liat, seberapa banyak tanda yang berhasil aku buat” kekeh Arthur sambil meletakkan clara di dalam bathtub dengan perlahan.
“Ohhh sannnngggaaattt banyak, kalau di periksa lagi satu tubuh penuh lukisan merah keunguan, seperti peta” gerutu clara geram, dia sudah memohon suaminya untuk berhenti tapi sang suami masih juga menghajar dirinya hingga tidak sanggup bergerak lagi.
‘cup’ Arthur mengecup singkat bibir clara dengan senyuman jahilnya pria itu tertawa kecil sambil berlari keluar dari kamar mandi, “sayang kalau tidak sanggup keluar teriak saja, mas akan mengangkat mu lagi” teriak Arthur yang sudah tidak berada di kamar mandi.
“tidak akan” umpat clara pelan, “yang ada akan banyak menambah peta di tubuhku, gila banget stamina pak su, di novel gak gini gini amat” gerutu clara pelan.
Clara menghabiskan waktu sekitar 1 jam di dalam kamar mandi untuk memulihkan staminanya, untung saja aroma terapi yang Arthur teteskan di bathtub dan lilin aroma terapi yang Arthur nyalakan mampu membuat tubuh clara menjadi lebih rileks dan terasa segar.
“Tidak butuh bantuanku sayang?” goda Arthur saat melihat istri kecilnya baru keluar dari kamar mandi dengan langkah yang pelan.
“Tidak” jawab clara singkat sambil berjalan pelan menuju kopernya, tidak sengaja dia melihat tanggal masuk sekolah yang sudah dia tandai di ponselnya, “mas~ clara gak mau sekolah lagi, apa bisa clara Cuma datang untuk ujian akhir dan setelah itu lulus? Clara gak perlu belajar dari guru di sekolah” ujar clara.
“baik nanti mas akan atur semuanya, jadi apa yang ingin kamu lakukan selama menunggu ujian akhir?” tanya Arthur.
...🍷🍷🍷🍷🍷...
Bonus pict