The Reason I Became Villian

The Reason I Became Villian
46. Bertemu Violetta


“baik nanti mas akan atur semuanya, jadi apa yang ingin kamu lakukan selama menunggu ujian akhir?” tanya Arthur.


“buat artikel penelitian” jawab clara singkat.


“kamu yakin sayang? Bukannya daddy sudah melarang kamu untuk menyebarkan artikel penelitian kamu sebelum kamu lulus S1 kedokteran” seru Arthur tidak percaya, pasalnya dia tau mertuanya melarang clara untuk menyebarkan artikel penelitian putrinya, dia tidak mau putrinya yang jadi bahan penelitian para dokter karena otaknya yang terlalu pintar sejak kecelakaan mobil yang menimpanya.


Kalau Arthur sendiri merasa wajar karena clara sudah menceritakan bahwa dia adalah seorang dokter yang sangat hebat, jadi wajar jika dia bisa membuat ulang rancangan artikel penelitian milik dirinya sendiri, kalau daddy Damien yang tidak tau tentang perpindahan jiwa clara tentu saja akan takut putrinya menjadi bahan penelitian para professor karena menjadi pintar secara tiba tiba.


“hanya membuatnya saja, tidak akan mempublikasikan sebelum daddy membolehkan” jawab clara sambil mengangkat pakaian yang sudah berhasil dia temukan.


“sayang, ganti aja langsung” canda Arthur sambil menaikkan alisnya naik turun.


“No! nanti si junior bangun, ara harus ikut olahraga lagi” protes clara, dia mempercepat langkahnya menuju kamar mandi walau langkahnya terlihat lucu, karena wanita itu masih merasa sakit saat menggerakkan kakinya dengan cepat.


Arthur tertawa kecil lalu mulai merapikan sarapan yang sudah dia siapkan ke meja makan. Tidak lama clara keluar dari kamar mandi dan segera duduk di sebelah Arthur. “makasih sayang” ucap clara sambil memberikan ciuman singkat pada pipi Arthur.


“disini belum yank” Arthur menunjuk bibirnya sambil sedikit memonyongkan bibir itu.


“kapan kapan aja kalau yang itu” gumam clara.


.


Tidak terasa waktu liburan pasangan suami istri itu akhirnya berakhir, clara harus datang ke sekolah untuk melihat hasil ujian yang sudah dia lalui.


“yank, gimana kita tambah liburannya inikan sekalian honeymoon kita, masih kurang yank” tawar Arthur.


“Ara harus hadir ke sekolah, kita bisa honeymoon kapan aja” balas clara santai.


“ya sudah kalau itu yang kamu inginkan mas tidak akan bisa membantahnya” ujar Arthur.


...🥃🥃🥃🥃🥃...


Clara akhirnya datang ke sekolah seperti yang sudah dia persiapkan, banyak pasang mata yang melirik padanya tapi clara membiarkannya saja dan berjalan lurus menuju ruang wali kelasnya, memang tujuan clara datang ke sekolah hanya untuk menemui wali kelasnya untuk melihat hasil ujiannya.


Seperti permintaan clara pada Arthur, clara sebenarnya tidak perlu datang ke sekolah lagi, tapi clara masih tetap kekeh ingin datang ke sekolah untuk terakhir kalinya. Selain untuk mengetahui hasil ujian secara langsung, clara juga ingin berpamitan dengan guru guru sekolahnya untuk terakhir kali.


Entah apa yang dipikirkan clara, tidak ada yang tau dengan semua keputusan mendadak yang dibuatnya. Kadang Arthur penasaran dengan jalan pikir istrinya yang selalu terkesan terburu buru dan sesuka hatinya saja, tapi Arthur tidak pernah marah dengan semua itu, bagi Arthur cukup clara mau hidup bersama dengannya dia akan melakukan apapun itu permintaan clara.


“Selamat ya clara, ibu tidak menyangka kamu mampu menjawab semua soal ujian yang kami berikan, kamu lulus untuk naik kelas dan mengikuti ujian akhir sekolah, awalnya kami tidak bisa mengizinkan kamu untuk ikut ujian akhir sekolah, karena itu kami memberikan soal simulasi ujian akhir untuk anak kelas 3 SMA yang akan menghadapi ujian akhir, tapi ternyata kamu menjawab semua soal ujian dengan sempurna tidak ada yang salah satupun dari soal ujian itu” wali kelas itu menjeda sebentar untuk mengeluarkan kertas ujian clara lalu dia melanjutkan ucapannya lagi.


“terima kasih bu, saya boleh tidak mengikuti pembelajaran sebelum ujian akhirkan bu?”


“iya boleh, tanpa mengikuti pembelajaran mu nilai kamu sudah sempurna, mungkin kalau kamu tidak mendapatkan nilai sempurna itu tandanya kamu salah dalam melingkarkan soal jawaban” canda wali kelas.


“ibu bisa aja” kekeh clara malu malu.


.


Setelah berpamitan dengan semua guru clara baru benar benar keluar dari ruangan guru, saat clara baru keluar dari ruangan guru dia sedikit terkejut dengan kehadiran violetta di depan ruangan guru.


Gadis itu terlihat memang menunggu clara keluar dari ruang guru, karena saat mata mereka berdua saling bertatapan violetta langsung tersenyum pada clara.


“boleh kita bicara berdua saja” tanya violetta pelan.


Clara melihat ponselnya dan juga jam tangan, dia sebenarnya tidak mau berurusan lagi dengan violetta, makanya clara memilih lebih dulu kabur dari sekolah.


“hanya sebentar, aku ingin mengatakan sesuatu, please hanya sebentar” lirih violetta.


Clara menghela nafas sedikit panjang, dia tadi belum sempat memberi tahu Arthur bahwa dirinya sudah selesai berpamitan, jadi sudah pasti dia masih memiliki waktu menunggu kedatangan Arthur. “baiklah” ucap clara pasrah.


Violetta tersenyum senang dan sedikit terlonjak bahagia, “ayo ke belakang sekolah, di sana tidak ada siapapun, aku tidak akan merekam apapun, aku janji” ujar violetta.


Clara hanya bisa mengangguk dan mengikuti langkah violetta menuju belakang sekolah.


.


Sebelum memulai pembicaraannya violetta mengeluarkan ponselnya dan meraba tubuhnya sendiri untuk meyakinkan clara bahwa dia sedang tidak merekam apapun dan merencanakan apapun dia hanya sedang meminta sesuatu pada clara dan berbicara sedikit dengannya.


“hmm, apa yang mau dikatakan” ujar clara untuk mengakhiri tingkah aneh violetta.


Dari wajahnya yang senang raut wajah violetta langsung berubah sedih menatap mata clara, “tolong kembalikan tubuhku, aku sudah tidak sanggup berada di tubuh ini, setidaknya kau sudah mendapatkan Arthur biarkan aku mendapatkan keluargaku kembali, di tubuh ini aku tidak bahagia, keluarganya hanya memikirkan tentang bisnis dan uang, aku tidak sanggup, aku kangen daddy dan mommy aku mohon clara kembalikan tubuhku” lirih violetta.


Clara diam karena memang tidak mengerti dengan ucapan violetta, karena sejak awal bukan keinginannya untuk masuk ke dalam tubuh siapapun, dia awalnya sudah tau dirinya akan mati dan sudah menerima itu tapi ketika membuka mata dia seperti diberi kesempatan untuk hidup lagi. Awalnya senang tapi tentu ada rasa bersalah dalam diri clara karena mengetahui jika dia telah merampas tubuh orang lain, dan timbul pertanyaan ‘apakah aku boleh bahagia dengan merebut keluarga dan kekasih orang lain?’


“Aku sudah bertemu dengan orang yang bisa mengembalikan kita ke tubuh kita masing masing , hanya tinggal persetujuan dari mu maka kamu akan kembali ke tubuh ini dan aku kembali pada tubuhku, aku mohon clara tolong kembalikan keluargaku, aku tersiksa di tubuh ini, aku merindukan keluargaku clara” Violetta mulai terisak.


...🧃🧃🧃🧃🧃...