The Reason I Became Villian

The Reason I Became Villian
17. Cemburu


Clara tampak sangat bahagia sekali saat datang dan bekerja di tempat penelitian chris.


“Kenapa kamu tersenyum clara?” tanya chris penasaran.


“ketakutanku menghancurkan takdir orang lain ternyata tidak terjadi, takdir dua orang yang harusnya bersama akan tetap bersama, mau kita menghancurkan takdir itu seperti apapun, jika memang dua orang itu berjodoh maka dia akan tetap bersama” ujar clara dengan senyuman lebarnya.


Chris mengernyitkan keningnya bingung, dia hanya mengangguk, pria itu tidak mengerti arti ucapan clara barusan.


“emang kamu menghancurkan takdir orang lain?”


“ya aku merasa seperti itu, tapi ternyata tidak” balas clara.


“aku tidak mengerti apa maksudmu, tapi aku ikut senang saat melihatmu senang” chris tanpa sadar mengelus puncak kepala Clara dan itu semua di saksikan oleh Arthur, Arthur mengepalkan tangannya kesal dan marah melihat apa yang cris lakukan.


Baginya Clara adalah miliknya tidak ada pria lain yang bisa mendekati wanita itu.


“Clara! Kemari!” bentak Arthur.


Clara dan chris serentak menolehkan kepala mereka kea rah suara Arthur. Chris cepat cepat mengangkat kedua tangannya ke atas dan nyengir lebar pada Arthur sementara Clara segera berlari cepat mendekati Arthur, pria itu kan bos clara sekarang.


“Ya tuan ada apa?” tanya clara begitu sudah sampai di hadapan Arthur.


“jangan memanggilku tuan, aku tidak suka panggilan itu” ucap Arthur dingin.


“hmm kalau begitu bagaimana dengan pak dion?” tawar clara, dirinya masih belum sadar kalau sekarang ini Arthur itu sedang marah padanya, bukan karena sebutan tapi lebih tepatnya marah karena clara membiarkan pria asing menyentuh dirinya.


“Apa aku setua itu clara!” Arthur mendekatkan wajahnya pada clara hingga kini wajah mereka hanya berjarak satu jengkal.


Wajah clara langsung memerah, spontan gadis remaja itu mundur satu langkah, “ti-tidak pak, eh mas” Clara langsung tersenyum lebar dengan memperlihatkan gigi putihnya.


Arthur hampir saja tertawa tapi dengan cepat dia menahan dirinya untuk menunjukkan senyuman atau tawanya, dia masih bisa mempertahankan wajah cool yang biasanya selalu membuat para wanita jatuh hati padanya, “aku lebih suka itu, kamu ikut dengan ku clara” perintah Arthur.


Sebenarnya clara hendak protes karena pekerjaan dia adalah asisten chris untuk membuat obat tapi saat berbalik dan melihat chris yang menunjukkan kode untuk mengikuti Arthur, clara baru berjalan mengikuti Arthur.


.


Arthur membawa Clara ke ruangannya, di sana sudah ada banyak makanan, clara melihat sekilas lalu meneguk saliva nya, dia lupa makan siang tadi jadi pastinya sekarang perutnya terasa kelaparan.


“Duduk clara” perintah Arthur.


Clara bingung bukannya duduk di meja kerja Arthur mengajaknya duduk di hadapan makanan yang tadi dia lirik, tapi mau bagaimanapun clara hanya diam dan mengikuti perintah Arthur.


“Ayo bantu saya menghabiskan ini” ujar Arthur lagi.


“tapi mas, saya_”


“tidak ada protes, ikuti perintah saya, kamu terlihat seperti tinggal tulang gak ada energi, kalau pingsan saya yang akan kena sanksi karena mempekerjakan anak di bawah umur” potong Arthur.


“hehehhe mas tau aja clara gak sempat makan tadi siang” karena sudah diperintah, segera saja gadis itu melahap makanan yang ada di depan matanya.


“kenapa tidak makan siang? Bukannya aku sudah mengirimkan uangnya kan?” tanya Arthur heran.


“penelitian baru? Apa obat lagi?”


“bukan obat tapi alat untuk memudahkan dokter melakukan operasi otak” jawab clara dengan lancar.


“Boleh aku tanya?” ucap Arthur.


“hmm?” clara fokus melihat wajah Arthur menunggu pertanyaan yang keluar dari mulut pria itu.


“dari mana kamu bisa kepikiran membuat obat dan alat alat seperti yang kamu sebutkan tadi?” Inilah yang membuat Arthur selama ini penasaran karena jika Arthur pikirkan lagi tidak ada hal yang bisa dia lakukan seperti clara saat dia berumur 17 tahun, mungkin dia memang bisa menghasilkan uang dengan cara jual beli saham dan bermain saham, tapi tidak pernah terpikirkan untuk membuat seperti yang clara lakukan.


“bolehkan aku menjawab rahasia perusahaan?” ujar clara pelan.


Arthur memperhatikan wajah clara yang terlihat serba salah, ‘baiklah untuk kali ini aku akan membiarkannya’ batin Arthur.


“boleh, tapi suatu hari aku boleh tau kan?”


Clara mengangguk cepat mengiyakan permintaan Arthur.


“kalau soal tunanganmu aku boleh tau?” selidik Arthur.


“mas mau tau apa?”


“kamu sudah melihat wajahnya atau kamu merencanakan pembatalan pertunangan?” Arthur kini fokus menatap mata Clara, dia ingin melihat apakah ada kebohongan dari mata clara.


“daddy bilang walau umurnya beda jauh dia masih terlihat muda, kalau rencana pembatalan dariku itu tidak mungkin, kekuasaan tunanganku lebih hebat dariku, hanya dia yang bisa membatalkan pertunanganku, karena itu aku Bersiap agar keluargaku tidak hancur saat dia membatalkan pertunangan ini” jelas clara.


‘kamu jujur, tapi kenapa kamu selalu merendahkan dirimu? Kenapa aku membatalkan pertunangan pada wanita yang sudah aku cintai, ya aku akui sekarang aku benar benar jatuh cinta padamu, bahkan aku cemburu melihat kedekatanmu dengan chris’ batin Arthur.


“satu pertanyaan lagi, kamu mengenal violetta?” tanya Arthur tiba tiba, dia sudah tidak mau banyak berpikir, dia ingin fokus untuk mendekati clara.


Mata clara terlihat terbelalak kaget, “dia sahabatku, kenapa mas mengenal dia?”


“Kami tidak sengaja bertemu, dan dia merasa bahwa aku menyukai dirinya, aku sangat risih padanya” Arthur berbicara seolah olah dia sangat jijik pada Violetta.


Tawa clara tiba tiba keluar gadis itu tertawa, “hahaha itu gak mungkin, violetta itu berjodoh dengan Arthur tunanganku, mereka akan bersama violet sendiri yang bilang kalau dia bertemu kemarin dengan tunanganku dan mereka saling jatuh cinta, makanya aku sudah mempersiapkan diri untuk di putuskan pertunangan ku secara tiba tiba” clara masih tertawa sementara Arthur terlihat mengepalkan tangannya.


“dia bilang kalau Arthur menyukainya?” ulang Arthur.


“Iya, memang sejak awal violet itu berjodoh dengan Arthur bukan denganku, aku memang belum melihat Arthur tapi aku yakin mereka akan menjadi pasangan paling romantis di dunia” ucap clara dengan tulus.


Sementara Arthur semakin kesal melihat tunangannya tega melepaskan dirinya bersama wanita itu.


“kamu rela melepaskan tunanganmu untuknya?” sindir Arthur.


“Hmmm.. aku tidak mau memperebutkan pria yang bukan menjadi milikku, kalau pria itu sudah mencintai violet aku tidak berhak untuk merebutnya hanya karena dia tunanganku, aku tidak sehebat itu untuk mempertaruhkan keluargaku, makanya aku mempersiapkan semuanya untuk berjaga jaga agar keluargaku tidak boleh hancur” ujar clara dengan senyum kecut.


...🍹🍹🍹🍹🍹...