
Setelah mendapatkan semua informasi yang dia dapatkan Johny segera balik menuju meja tempat Arthur yang masih makan siang.
“maaf lama tuan, apa wanita tadi sudah pergi tuan?” tanya johny.
“apa kau melihat dia di sini?” ketus Arthur, pria itu kembali dalam mood yang tidak bagus.
Johny segera menunduk meminta maaf, “maaf tuan, ini informasi tentang wanita tadi” johny menyerahkan beberapa lembar kertas biodata yang sudah dia siapkan.
Arthur sendiri langsung melempar lagi pada johny dia sedang tidak mood untuk membaca, “siapa yang asli?” Arthur langsung bertanya to the point dia tidak bisa membayangkan kalau clara yang dia temui di kantor adalah palsu.
“Yang anda temui di kantor tuan”.
Jawaban Johny membuat sedikit senyuman kecil pada bibir Arthur, “kemarikan dokumennya, kau lanjut membacakan informasi tentang wanita tadi” ujar Arthur.
Johny hanya bisa pasrah atas permintaan tuan mudanya itu padahal dia bisa membaca berkas yang ada di tangannya, Arthur hanya melihat sekilas berkas itu lalu membuang nya begitu saja, dia kembali makan menunggu johny menjelaskan padanya.
“namanya Violetta Arabelle, dia satu sekolah dengan clara, dan juga sahabat clara sejak dia kecil, kedua ibu mereka adalah sahabat dekat, itu yang membuat mereka kenal sejak kecil, dia putri dari pemilik rumah sakit harapan ibunda, dia anak satu satunya dan tidak punya saudara, lalu tuan ada kemungkinan clara menyuruh violetta untuk menggantikan dirinya untuk menolak pertunangan anda tuan” ujar johny.
Arthur mengernyit “tidak mungkin, clara sama sekali tidak mengetahui diriku, sedangkan wanita tadi penuh tipu muslihat, cari tahu dari mana dia tau tentangku dan bagaimana caranya dia mengetahui tempat pertemuan ini” setelah memberi perintah Arthur pergi dari sana.
...🍵🍵🍵🍵🍵...
“Ra! Gimana minggu kemarin, ketemu dengan pria itu?” tanya Violetta begitu melihat clara yang sudah duduk di mejanya.
“haaa? Siapa?” tanya balik Clara.
“itu calon tunanganmu” ujar violetta sambil menahan senyumnya.
“Gak ada” jawab clara singkat lalu balik menulis seperti hari biasanya dimana dia sibuk membuat hasil penelitian dia yang lainnya, dia sama sekali tidak mengerti dengan pertanyaan Violetta, mungkin saja Violetta salah paham dengan ucapan clara, tapi clara sendiri sekarang sedang fokus untuk menambah uang kekayaannya, tadi dia baru menerima pesan masuk 4 milyar sudah dia terima dari hasil penjualan satu obat untuk radang tenggorokan.
Clara memang pintar tapi jika dia sedang serius dengan satu hal dia tidak akan terlalu banyak berpikir tentang percakapan yang ada di sekitarnya.
“Masih serius tentang kemarin ra?” tegur violetta lagi, dia merasa senang sudah berhasil menjalankan rencana awalnya.
“iya” clara masih sibuk dan hanya menjawab singkat pertanyaan Violetta.
“Emang kenapa sih ra, lo pengen banget jadi dokter, perasaan dulu pengen jadi model, emang otak lo mampu?” sindir Violetta.
“kalau usaha kan apa aja pasti bisa terjadi, mampu gak mampu asal bisa membantu orang tua gue, itu sudah cukup” balas clara.
Violetta menatap kesal clara yang sedang fokus menulis, “membantu untuk apa? lo masih kecil ra emang bisa menghasilkan berapa sih kalau belajar keras seperti ini? jadi model enak tinggal jepret jepret dan dapat uang” sindir violetta lagi.
“benar juga sih, oh iya aku dapat tawaran dari agensiku, kamu mau gak coba kerja di sana? Kalau bisa hari ini kita pergi bersama, ke tempat pemotretan” ajak Violetta.
Clara menggelengkan kepalanya, “maaf aku sudah magang di perusahaan obat obatan sebagai asisten peneliti, hari ini adalah hari pertamanya”.
“Apa? Dimana itu? Emang berapa bayarannya ra? Kalau Cuma magang pasti kecil emang lo bisa apa bantu bantu di sana mending lo bantuin gue” seru violetta tidak percaya.
Clara melirik kiri dan kanan lalu mendekatkan mulutnya pada telinga Violetta, “jangan bilang bilang siapapun ya, bayarannya 1 milyar selama obat baru yang mereka ciptakan selesai produksi”.
Violetta sempat terdiam beberapa saat saat mendengar ucapan Clara, “lo yakin jadi asisten? Itu obat apaan sih? Emang berapa lama pembuatannya?”
“Obat bagus kok untuk Kesehatan, emang jadi asisten, dan biasanya butuh berbulan bulan tergantung kapan selesai dan bisa di uji coba” ujar clara santai.
“emang perusahaan apa namanya? Sampai berani bayar anak SMA semahal itu” tanya violetta lagi.
“A.D.S Corporation itu perusahaan obat yang sudah mulai menuju pasar dunia” balas Clara.
Violetta hanya mengangguk anggukkan kepalanya, “untuk apa uang sebanyak itu lo hasilkan sendiri ra? Lo tinggal minta sama orang tua lo pasti di kasihkan?”
“dikasih sih dikasih, orang kemarin mommy tanya gue jadi mau beli tas harga 200 juta yang mau rilis bentar lagi, soalnya nama gue kan sudah masuk daftar tunggu, tapi gue mikir mending 200 juta itu untuk bantu usaha daddy, dan uang yang gue hasilkan bisa untuk modal usaha daddy, jadi keluarga kami tidak perlu mengemis pada keluarga Stanley jika keluarga itu membatalkan perjodohan secara mendadak” jelas Clara.
“jadi lo gak takut kalau perjodohan lo batal?” tanya violetta.
“enggak, gue udah siap siap untuk bantu daddy” ucap clara tegas.
Violetta tampak sedikit murung mendengar ucapan clara, “ra, kalau gitu gue boleh ngaku gak? Gue suka sama tunangan elo, kami tidak sengaja bertemu kemarin, dan kami ngobrol banyak, dan sepertinya dia juga suka sama gue ra”aku violetta.
Clara tersenyum tulus pada violetta, “selamat ya, berarti gue tinggal tunggu pembatalan dari tunangan gue” gumam clara tulus.
“lo gak marah ra?” tanya violetta.
“enggak lah, ngapain gue marah, orang orang tampan dan cantik itu emang cocok bersama, bagi gue ada keluarga dan sahabat di sisi gue itu sudah cukup karena itu adalah kebahagiaan paling besar bagi gue, tapi gue gak bisa janji untuk memutuskan pertunangan” ujar clara.
‘Syukurlah berarti walaupun aku mengganti alur ceritanya, pertemuan mereka tetap berjalan dan keputusanku memang tepat’ batin clara.
Sebenarnya clara takut apa yang dia lakukan sudah menghancurkan cerita novelnya, dia sebenarnya takut, dan sedang memikirkan cara bagaimana mempertemukan violetta dengan Arthur tanpa meminta violetta berpura-pura menjadi dirinya. Tapi dia belum sempat memikirkan itu karena sibuk dengan tujuan utamanya yaitu mengumpulkan uang buat keluarganya. karena prioritas Clara adalah menyelamatkan keluarganya.
Di dalam novel, keluarga Clara akan hancur begitu pertunangan di putuskan, makanya bagi Clara prioritas utamanya adalah menyelamatkan keluarga baru mengurus hal hal lainnya.
...☕☕☕☕☕...