The Reason I Became Villian

The Reason I Became Villian
25. Pertanyaan Jebakan


Clara menatap kedua orang tuanya lalu menatap Daniel beberapa kali.


“kenapa ra, ada yang mau kamu bicarakan?” tanya Daniel yang sadar dengan tatapan sang adik.


“hmm, dad, mom, kalau ara gak jadi menikah dengan Arthur bagaimana?” tanya clara takut takut. Setelah dia berpikir seharian clara berpikir dia akan kalah dengan taruhan Arthur yang dia kenal sebagai dion.


“kenapa? Kamu belum ketemu dengan dia ra, kamu sudah yakin akan membatalkan pertunanganmu?” tegur daddy Damien.


“kalau ara bilang ara jatuh cinta pada orang lain gimana dad?” tanya clara lagi dengan suara pelan.


“siapa dia ra? Abang kenal?” selidik Daniel.


Clara menggelengkan kepalanya, dia tidak tau kalau Daniel sudah bertemu dengan Arthur di kantornya, dan dia juga belum tau kalau dion adalah Arthur.


“apa perusahaan daddy akan bangkrut kalau pertunangan ara dibatalkan?” tanya clara sekali lagi.


“gak apa sayang, daddy tidak apa asal kamu bahagia” ujar daddy Damien tulus.


Tapi clara tetap saja masih takut dengan akhir novel yang dia baca keluarganya akan dihancurkan oleh Arthur. Sebenarnya clara sudah menikmati masa jaya yang akan datang, tapi karena taruhan yang dia setujui clara harus membangun ulang rencananya dari awal karena disini dia harus mulai memasukkan dion ke dalam rencananya.


Setahu Clara, keluarga stanley itu sangat hebat dan berkuasa, bisa saja karena dendam keluarga itu akan menghancurkan keluarganya dan bahkan kekasihnya.


“Udah anak kecil jangan banyak mikirin hal hal yang ribet, ayo kita pergi sekolah” ajak Daniel sambil menyeret adik kecilnya yang baru saja selesai sarapan.


...🍸🍸🍸🍸🍸...


Sekarang teman satu bangku clara adalah siska, violetta tidak mau mendekati clara lagi dia marah pada gadis itu karena tidak mau mengikuti keinginannya.


“ra, emang benar ya, tunangan elo naksir sama violet, terus elo gak mau batalkan pertunangan kalian karena gak mau kalah lagi dari violet” bisik siska tiba tiba.


Clara yang mendengar gossip terbaru tentangnya hanya tersenyum dan tertawa kecil, “sis, coba lo pikirkan siapa yang salah di sini, gue yang jelas jelas tunangan atau dia yang mengaku disukai oleh tunangan gue?” tanya balik Clara.


“tapi ra, lo kan dijodohkan karena orang tua, kalau dalam posisi violet dia gak salah, kalau tunangan elo jatuh cinta padanya lo seharusnya ngalah ra” nasehat siska, gadis itu sudah termakan hasutan violetta karena diberikan barang mahal.


“Gue gak ngelarang hubungan mereka kok sis, sebenarnya kalau tunangan gue bilang mau batalkan perjodohan gue akan langsung mengiyakan, tapi sejak kemarin gue gak dapat kabar pembatalan pertunangan, terus menurut lo gue harus apa?” clara malah membalikkan siska untuk membantunya berpikir keputusan yang dia ambil.


“emang lo gak bisa batalkan pertunangan ya ra?”


Clara menggeleng, “kekuasaan keluarga gue itu di bawah kekuasaan tunangan gue, kalau gue duluan yang minta pembatalan pertunangan, keluarga gue bisa langsung hancur dan bahkan nama keluarga gue bakal hancur karena meremehkan pertunangan kami, padahal gue udah minta loh sama violet, kalau dia dan tunangan gue memang saling cinta, gue minta si violet bujuk tunangan gue buat batalin pertunangan, kan masalahnya jadi selesaikan” jelas clara.


Siska mengangguk anggukkan kepalanya, “benar juga, vio bilang lo gak mau batalin pertunangan dan bahkan ngancam bunuh diri kalau pertunangan dibatalkan” adu siska.


‘bunuh diri? Di dalam novel memang clara mengancam untuk bunuh diri, apa sebenarnya cerita di novel tidak sama dengan cerita aslinya? Atau alur cerita sudah hancur sejak aku masuk ke dalam tubuh clara?’ pikir clara.


Siska mengangguk angguk setuju dengan ucapan clara, karena memang semua ucapan yang clara lontarkan masuk akal dalam pikirannya.


“minggu besok lo ada waktu gak ra? Gue mau ajak lo jalan” tanya siska tiba tiba.


“sorry banget sis, gue harus ketemu seseorang hari minggu ini, minggu depan aja gimana?” tolak clara secara halus.


“ohh ya udah deh kapan kapan aja” kekeh siska.


...🧉🧉🧉🧉🧉...


Saat jam istirahat Siska langsung makan dengan Violetta, karena memang gadis itu yang mengajak siska untuk makan bareng, dia ingin tau jawaban yang diberikan oleh clara atas gossip yang dia buat sendiri.


Sementara clara, dia sibuk di perpustakaan untuk membaca baca buku yang ada di sana.


“dia bilang apa sis? Jangan bilang dia gak mau batalin juga” violetta sengaja menunjukkan ekspresi sedih di hadapan teman temannya, seolah olah dialah yang menjadi korban.


“Vi, lo harus bujukin kekasih lo buat batalin, kasian loh clara, keluarga dia itu gak sehebat kekasih elo, clara bukannya gak mau batalin dia Cuma takut keluarga dia hancur kalau dia yang membatalkan pertunangan” ujar siska.


“jadi itu yang clara bilang sis? Ya udah vi, lo bujukkin aja kekasih elo buat batalin pertunangan” sahut Erika salah satu teman yang ikut mendengarkan gossip yang Violetta buat.


“gak bisa, kekasih gue itu gak tega karena dia ngancam mau bunuh diri kalau pertunangannya batal, kalian tau sendirikan gimana sikap clara selama ini, dia itu penuh tipu muslihat, siska pasti sudah kena tipu olehnya” ujar violetta.


“Iya sih, dia memang suka mengganggu orang lain, bahkan membulli dan merendahkan orang, dengan kekuasaannya itu” angguk Erika.


Erika, siska, dan banyak orang lainnya memang pernah di remehkan oleh clara, tapi itu adalah clara dulu yang belum mengalami kecelakaan. Karena clara yang sudah mengalami kecelakaan sudah tidak pernah lagi mengganggu orang lain.


“tapi clara sekarang berubah kok, dia gak pernah gangguin atau meremehkan orang lain lagi, dia juga jarang bicara sama kita kita, aku rasa gak mungkin clara berbohong” ujar siska.


“ya ampun sis, otak lo pasti udah di cuci sama si clara, sampai membela dia seperti itu” kata violetta.


“enggak kok, clara ngomongnya biasa aja, dan sesuai dengan fakta, lo aja yang terlalu sensitive sama clara vi, lo berubah deh” ujar siska.


“ya udah gak usah bicarain itu, gimana minggu besok, elo udah ajak clara?” elak violetta.


“dia gak bisa soalnya dia ada janji ketemu sama orang” ujar siska.


‘akhirnya dia akan ketemuan dengan Arthur dan saat mereka ketemuan aku akan muncul dan menghancurkan pertemuan mereka’ sorak violetta dalam hati, sebenarnya dia memang merencanakan siasat untuk mencari tau kapan pertemuan kedua clara dengan Arthur, karena dia tau pertemuan itu akan terjadi beberapa kali sebelum pertunangan batal.


Dan saat yang ditemui Arthur adalah clara yang sebenarnya, maka pria itu akan marah dan bertanya siapa sebenarnya clara yang dia temui selama ini karena yang dia cintai itu adalah clara yang itu. Violetta tersenyum senang karena alur takdir yang dia Yakini mulai berjalan sesuai takdir yang dia tau.


...🥂🥂🥂🥂🥂...