The Reason I Became Villian

The Reason I Became Villian
48. Hadiah bukan Rampasan


Clara yang sejak tadi diam mendengarkan wanita misterius yang mendatanginya itu akhirnya merespon wanita itu. Air mata clara mulai turun, “jadi aku tidak salah? Aku berhak dengan kebahagiaan yang aku miliki sekarang?” gumam clara pelan dengan isakkan yang mulai terdengar.


“Tentu saja, semua itu bukan salahmu, lagi pula clara sendiri yang setuju untuk menyerahkan tubuhnya padamu, dia sudah melakukan time travel beberapa kali untuk mendapatkan Arthur, dan dia berfikir Arthur bisa dia dapatkan dengan menggunakan tubuh violetta, bukankah sudah aku katakana, aku tidak bisa mengembalikan jiwamu ke dalam tubuh clara karena takdir sudah berubah, violetta harus tetap hidup karena takdir dia sudah berubah, dan clara evania harus menyetujui perpindahan jiwanya, jadi semua jelas bukan salahmu, aku sudah memberi peringatan padanya tapi dia tetap tidak mau mendengarkan dan malah setuju dengan mengulang waktu kembali dan menyerahkan tubuhnya padamu” jelas wanita misterius itu.


Clara akhirnya tersenyum selama ini dia selalu dihantui dengan rasa bersalah telah mengambil kebahagiaan orang lain yang ternyata itu adalah kebahagian yang dia dapatkan oleh usahanya sendiri, “terima kasih, apa aku akan tetap mengingat pembicaraan kita ini? ini kan hanya mimpi, aku takut melupakan pembicaraan kita” lirih clara.


“tenang saja ketika kau membuka mata kau akan tetap mengingat pembicaraan kita tapi kau akan melupakan wajahku, jangan merasa bersalah lagi clara, karena itu adalah kebahagiaanmu, keluargamu, dan kamu berhak memiliki semua itu, jadilah dirimu yang kuat, ini adalah kehidupan kedua yang di hadiahkan padamu, jaga mereka” ucap wanita misterius itu.


Clara mengangguk cepat dengan air mata yang masih mengalir deras membasahi pipinya, “terima kasih, terima kasih” ucap clara berkali kali.


.


Clara terbangun dengan keadaan masih menangis, ketiga wanita itu membuka mata, Arthur sudah duduk di sebelahnya dengan wajah panik, karena clara menangis saat sedang tertidur.


“sayang kamu mimpi buruk?” tanya Arthur lembut.


Clara langsung berhambur ke dalam pelukan suaminya, “Gak mas, ini adalah tangis bahagia” gumam clara pelan. “aku tidak salah mas, aku berhak bahagia” lanjutnya lagi masih sambil memeluk Arthur.


“Benar istri mas berhak bahagia” Arthur membalas pelukan clara, dia mengelus punggung clara berharap istrinya itu merasa tenang.


...🍶🍶🍶🍶🍶...


“sayang, mas tidak tau apa penyebab kamu menangis saat datang ke kantor mas kemarin, tapi kalau itu karena violet, maka mas tidak akan mengampuni dia lagi, mas akan mulai membalas perbuatannya apapun itu” ancam Arthur dengan penuh tekad.


Clara berhenti makan dan menatap suaminya, “jangan mas, jangan lakukan itu, clara gak mau” tolak clara.


“Gak! Kali ini mas tidak akan tinggal diam, dia sudah membuat istri mas menangis jadi mas gak akan ting_”


“Clara gak mau, ara udah gak apa, lagian ara pengen mas melakukan sesuatu yang lebih baik dari pada membalasnya” potong clara cepat.


Arthur menghela nafas sedikit lebih panjang, “Apa yang kamu inginkan sayangku? Mas akan kabulkan itu”.


“Buat keluarga vio untuk merelakan putrinya tidak menjadi penerus rumah sakit milik keluarganya, dan buat vio dapat sekolah fashion di paris dengan dukungan dari keluarganya, apa mas bisa?” tanya clara.


“Bisa tapi bukannya vio itu anak satu satunya sudah pasti keluarganya akan melimpahkan semua warisan padanya, dan lagi kenapa kamu terlalu baik padanya?” Arthur kebingungan dengan sikap yang clara tunjukkan untuk membalas violetta.


“Kan anak perempuan sejak awal tidak untuk menjadi pemimpin di keluarga, bisa saja suaminya yang melakukan itu bukan, dengan begitu keluarga vio bisa menjodohkan vio dengan dokter yang mereka percayai untuk memimpin rumah sakit mereka dan vio bisa bahagia dengan mengejar cita citanya sejak dulu, lagi pula sayangku, kejahatan tidak harus di balas dengan kejahatan kitab isa membalasnya dengan kebaikan dengan begitu kejahatan mereka bisa menjadi penghapus dosa kita” jelas clara.


Clara ingat sebelum clara evania bertemu dengan Arthur, wanita itu selalu bermimpi untuk sekolah fashion di paris, tapi keluarganya tidak membolehkan karena menurut mereka clara tidak serius, padahal gadis itu sampai rela belajar keras untuk mengejar impiannya, hingga akhirnya mimpi wanita itu hancur dan dia terobsesi memiliki Arthur, karena itu clara ingin mengubah takdir menyedihkan yang dimiliki violetta, setidaknya dia ingin sahabatnya itu juga mendapatkan kebahagiaan di jalannya sendiri.


“Baiklah akan mas usahakan” angguk Arthur akhirnya.


...🥤🥤🥤🥤🥤...


Violetta tidak menyangka orang tuanya memanggil dan memberikan dua pilihan padanya, pertama menjadi dokter dan penerus rumah sakit milik keluarganya atau menikah dengan dokter pria yang sudah keluarganya siapkan.


Awalnya violetta tidak ingin memilih pilihan manapun, karena keduanya tidak dia sukai, tapi begitu keluarganya mengatakan kalau dia boleh sekolah ke paris dan keluarganya akan membiayai semua sekolah itu, akhirnya violetta luluh, dia menerima dijodohkan dengan pria yang sudah di tentukan untuknya, toh dia berpikir pria yang di jodohkan dengannya jika tampan akan tetap dia pertahankan tapi jika jelek dia tinggal berselingkuh saja.


Lagi pula dia tidak pernah menyangka impian lamanya akan terkabul, untuk bersekolah di negeri fashion itu, mimpi yang sudah lama dia kubur dan tidak pernah dia harapkan lagi, kini ada di depan mata, bahkan rencana jahat untuk menyingkirkan clara dari sisi Arthur sudah hilang dari pikirannya, karena dia membutuhkan uang tabungan untuk bersekolah disana, memang benar keluarganya memberikan biaya sendiri, tapi violetta ingin menyimpan uangnya untuk membuat bisnis fashion miliknya sendiri.


Dengan pemikiran itu violetta akhirnya belajar keras untuk dapat masuk ke universitas yang ada di paris, dia sama sekali tidak peduli dengan pria yang di jodohkan dengannya, tujuan gadis itu hanya ingin mengejar impiannya.


.


3 bulan kemudian,


Clara akhirnya datang ke sekolah untuk menghadiri acara perpisahan yang di adakan oleh sekolahnya bersama keluarga dan suami tercinta. Keluarganya menjadi tamu kehormatan karena clara berhasil menjadi nomor satu di Indonesia dengan nilai nyaris sempurna.


“Clara!” clara tersentak saat melihat yang memanggilnya adalah violetta, “bisakah kita bicara berdua saja?” lanjut violetta pelan.


Daniel dan Arthur menatap sinis pada violetta, Daniel mulai emosi dengan violetta sejak mengetahui kejahatan yang dilakukan violetta pada adiknya, kalau Arthur memang tidak pernah menyukai violetta.


Clara mengelus punggung tangan suami dan abangnya dengan lembut.


“sebentar ya” pamit clara sambil beranjak tegak. Walau Arthur menahannya clara memberikan kode pada suaminya bahwa dia baik baik saja, setelah itu clara pergi mengikuti violetta.


.


“Selamat ya atas kelulusanmu dan peringkat pertama, tahun depan aku yang akan mengambil peringkat pertama itu” ujar violetta.


“Terima kasih, apa hanya itu tujuanmu memanggilku hanya berdua ke sini?” tanya clara.


“Tidak, aku ke sini ingin mengucapkan terima kasih banyak padamu, aku bisa mengejar mimpi yang selama ini sudah aku kubur dalam dalam dan bahkan aku melupakan mimpi itu, tapi berkat bantuan Arthur kepada keluargaku, mereka akhirnya menyerah untuk menyuruhku menjadi penerus, dan aku diberi kepercayaan untuk mengejar impianku sendiri, terima kasih clara, maaf atas kejahatanku padamu selama ini, semoga kau dan Arthur bahagia bersama, aku tidak akan mengganggu hubungan kalian lagi” ujar violetta tulus.


Clara tersenyum dan mengangguk, “aku berharap suatu hari nanti bisa melihat acara fashion show yang kamu buat sendiri, selamat berjuang vio” balas clara.


“terima kasih, bolehkah aku memelukmu?” tanya violetta.


Clara mengangguk dan merentangkan tangannya, setelah itu keduanya berpelukan penuh haru.


...🍸🍸🍸🍸🍸...