The Reason I Became Villian

The Reason I Became Villian
7. Rencana Perjodohan


Hari ulang tahun yang di tunggu tunggu Clara akhirnya tiba. Clara terlihat senang karena dia bisa masak bersama mommy tersayangnya, mereka juga merencanakan akan barbeque di taman bersama, ada mommy, daddy dan abangnya. Hari yang tidak pernah clara bayangkan akan terjadi, hanya ada satu hal yang clara takutkan sekarang, bagaimana jika clara yang asli muncul, apa yang akan terjadi dengan dirinya yang sudah berusaha keras untuk menyelamatkan keluarga itu, apa dia akan hilang begitu saja, hal hal seperti itu yang clara takutkan, akan tetapi kehangatan keluarga itu membuat clara melupakan semuanya, clara jadi tidak ingin memikirkan hal hal yang dia takutkan, dia hanya ingin fokus dengan kebahagiaannya saja.


“Kamu beneran sudah mengundang vio kan ra?” tanya mommy Quenby penasaran.


Clara menoleh sebentar, lalu kembali fokus memotong motong sayuran sebagai tambahan untuk barbeque mereka, “udah kok mom, malah vio sendiri yang tanya kemarin”.


“Beneran udah bilang batal acara yang kemarin di ganti jadi acara keluarga?” selidik mommy Quenby sekali lagi.


“Iya mom, kok gak percayaan sih sama anak sendiri” balas clara dengan wajah cemberut.


Mommy Quenby jadi gemas dengan putri nya itu, sehingga dia mencubit gemas pipi Clara, “habisnya kamu itu gak pernah mau pesta ulang tahunnya sesederhana ini, apa lagi kamu udah minta sejak jauh jauh hari kalau pesta ulang tahunmu itu di adakan semeriah mungkin dan mengundang seluruh teman sekolahmu, makanya mommy heran karena kamu tiba tiba minta pestanya dibatalin, untung kita belum bayar apapun untuk menyiapkan pesta itu, karena kelupaan dengan kondisi kamu yang kecelakaan”.


“Mom, itu clara dulu, kalau sekarang clara mana ingat nama teman teman clara, jadi clara ragu buat pesta besar besar seperti itu, lagian acara semeriah itu pasti mahal, clara tau keluarga kita sedang ada masalah keuangan” kata clara sambil fokus menyiapkan bahan bahan untuk barbeque bersama.


“Sayang, untuk kamu daddy gak masalah keluarin uang, jadi itu alasan clara batalin pesta ulang tahun clara?” celetuk daddy Damien tiba tiba, pria itu sengaja berjalan ke dapur untuk memberi tahu bara apinya sudah siap, tapi dia malah mendengar pembicaraan anak dan istrinya. “dari mana kamu tau keuangan keluarga kita sedang tidak bagus?” lanjut daddy Damien.


Clara menghentikan aktifitasnya dan fokus menatap daddy Damien, “gak penting clara tau dari mana, clara kan juga anak daddy, jadi bolehkan clara bantu untuk tidak menyusahkan daddy, simpan aja uang untuk pesta clara sebagai tambahan modal untuk menutupi kerugian daddy, yaahhh walau itu tidak banyak, clara janji akan membantu lagi nanti saat clara bisa” jelas clara dengan lembut.


“Ayo kita makan dulu, baru membicarakan hal serius seperti itu” sela Daniel.


Ketiga orang yang ada di dapur mengangguk dan mengikuti Daniel menuju taman dimana sudah ada alat alat pembakaran yang disiapkan oleh daddy Damien dan Daniel tadi. Untung saja ulang tahun clara bertepatan dengan tanggal merah jadi dia tidak perlu mengambil hari libur untuk merayakan ulang tahunnya.


...🎂🎂🎂🎂🎂...


Daddy Damien menatap putri semata wayangnya yang sedang asik menyantap makanan yang baru dia siapkan, tidak pernah dia bayangkan putrinya sudah mulai berubah, tapi ada satu hal yang sangat berat untuk dia beritahu pada clara.


“Dad, kasih tau saja sekarang, mumpung suasana hati clara sedang bagus” bisik mommy quenby.


“tapi mom, daddy gak yakin clara siap menerima ini” balas daddy Damien dengan berbisik juga.


“Daddy takut clara akan mengamuk mom” balas daddy Damien masih dengan berbisik.


Daniel yang sejak tadi melihat apa yang kedua orang tuanya lakukan akhirnya angkat bicara, “Dek, tadi katanya kamu mau bantuin keuangan keluarga kan?” seru Daniel tiba tiba.


Clara langsung menatap Daniel dan menganggukkan kepalanya, sementara kedua orang tuanya langsung menatap horror Daniel.


“kamu mau bantuin keluarga inikan? Kalau gitu kamu mau di tunang kan dengan pria yang sudah disiapkan daddy” Daniel berbicara dengan sangat spontan, pria itu tidak peduli saat ini kedua orang tuanya sedang memberi peringatan pada Daniel.


‘apa ceritanya sudah dimulai? Ahhh sial’ batin clara.


Awal permasalahan itu memang dimulai dari clara yang ada di dalam novel tidak setuju dengan perjodohan yang di rencanakan keluarganya, karena itu clara menyuruh sahabatnya Violetta untuk menggantikan dirinya saat pertemuan dengan calon tunangannya, karena clara berpikir pasti orang yang akan di jodohkan dengannya adalah orang tua yang gendut jelek dan mirip bapak bapak karena perbedaan umur mereka 10 tahun jauhnya.


Violetta sebenarnya terpaksa menggantikan Clara, karena dia akan mengatakan pada calon tunangan itu bahwa dia tidak suka dengan perjodohan itu, namun sayang saat pertama kali bertemu Arthur si pemeran utama cowoknya langsung jatuh hati pada Violetta, dan pria itu tidak terima dengan keputusan violetta yang menyamar menjadi clara untuk memutuskan pertunangan mereka, Arthur menekan keluarga Clara agar pertunangan itu segera dilaksanakan.


Berkali kali Arthur bertemu dengan Violetta yang menyamar sebagai clara, dan berkali kali juga Violetta menolak ajakan Arthur untuk bertunangan, hingga clara menjadi kesal karena violetta tidak berhasil menggagalkan rencananya, gadis itu akhirnya bertemu langsung dengan Arthur dan saat itu clara jatuh cinta pada Arthur pada pandangan pertama, dia yang tadinya menolak perjodohan jadi setuju dengan rencana perjodohan itu. Dimulailah clara menjadi pihak antagonis dalam hubungan Arthur dan Violetta sejak clara jatuh cinta pada pemeran utama pria.


“haruskah clara menerima pertunangan itu?” tanya clara dengan suara pelan.


“It-itu sayang, sebenarnya ini adalah rencana perjodohan kakek dan nenek kamu dulu dengan sahabat mereka, karena anak anak mereka semua laki laki jadi tidak ada yang bisa di jodohkan jadi turun pada kamu, lebih mirip wasiat kakek nenek kamu, apa clara mau menerima ini?” tanya daddy Damien.


Clara diam, bukan karena dia tidak mau menerimanya, sekarang kalau dibahas soal hati dia sedang tidak ingin berurusan dengan pria manapun, tapi itu adalah wasiat terakhir kakek neneknya jadi dia takut untuk menentukan lebih dulu, hati atau pikirannya.


‘apa aku ikut seperti jalan cerita ini? meminta bantuan violetta untuk membatalkan pertunangan ini, tapi kenapa clara tidak datang sendiri dan meminta langsung pada Arthur untuk membatalkannya? Dasar bodoh ada jalan singkat kenapa mesti membuat jalan yang panjang hingga harus ada pertengkaran antar sahabat, sebaiknya aku lakukan sendiri dari pada minta bantuan Violetta, kalau Arthur memang jodoh violetta maka mau bagaimanapun aku mengubah jalan ceritanya, maka pertemuan takdir mereka pasti akan berjalankan?’ pikir clara dalam hati.


“Apa clara tidak boleh membatalkan perjodohan ini?” tanya clara dengan suara pelan.


...🍶🍶🍶🍶🍶...