
Sudah dua hari Clara di rawat di rumah sakit, sebenarnya kecelakaan dirinya tidak terlalu parah, hanya saja karena dirinya yang hilang ingatan, keluarga clara ingin gadis itu di rawat lebih lama di rumah sakit.
Clara sendiri sudah yakin jika dirinya sudah sembuh, orang dirinya adalah dokter yang sangat hebat, dia bahkan bisa memeriksa dirinya sendiri dan tau di mana saja letak sakitnya, tapi clara hanya diam membiarkan keputusan orang tuanya, untuk sementara gadis itu ingin merasa terbiasa dulu dengan hal hal baru yang dia alami, anggap saja dia memang sedang amnesia dan memulai kehidupan barunya di dunia novel.
Catat dunia novel karena memang clara sudah yakin dia masuk ke dalam dunia novel dan menjadi seorang antagonis, tapi clara tidak peduli dia mau di dunia novel atau kenyataan, dia sudah cukup bahagia memiliki keluarga baru dan kebahagiaan barunya.
“Mom, bagaimana kabar Violet?” tanya clara pada mommy Quenby yang sedang bersama dirinya.
Mommy Quenby terlihat terkejut dengan pertanyaan tentang Violetta, karena yang dia tau Clara amnesia dan mereka Cuma mengatakan Clara kecelakaan dengan temannya, tapi tidak menyebutkan nama temannya itu.
“Kamu ingat dengan Violetta sayang?”
“Hmm tapi tidak semua hal yang clara ingat” bohong clara, dia juga gak bisa menjawab tentang masa kecil Clara karena memang dia tidak ingat apapun tapi kalau soal pelajaran itu hal mudah buatnya, tinggal belajar ulang, toh otak pintarnya masih bekerja seperti dirinya yang dulu. Hanya dengan otak itu dia bisa memikirkan rencana untuk menyelamatkan keluarganya, tapi yang paling penting dia akan membiarkan dulu cerita itu terjadi.
“tidak apa, mommy dan daddy tidak akan memaksamu untuk mengingat masa lalu mu, kamu sehat dan bisa bersama mommy saja udah cukup, jangan terlalu memaksa diri untuk mengingat masa lalu” ujar mommy Quenby.
“makasih mom, jadi bagaimana kabar Violet?”
Mommy Quenby tertawa kecil, “hahahha mommy hampir lupa pertanyaanmu tadi karena terkejut, kalau violet lebih dulu pulang ke rumahnya, kamu merindukan dia?”
“tidak hanya penasaran saja” balas Clara.
‘Aku hanya penasaran dengan wajah cantik yang dikatakan sebagai tokoh utama, karena aku sangat menyukai pasangan itu’ batin clara.
...🍺🍺🍺🍺🍺...
Hari pertama sekolah, Clara harus mempersiapkan dirinya untuk kembali bersekolah sudah bertahun tahun dirinya tidak bersekolah lagi, dan sekarang dia harus kembali menginjakkan kaki di SMA, bukan dirinya tidak siap, melainkan karena dia gugup ingin melihat bagaimana tokoh utama yang pernah dia baca, clara sangat tidak sabar untuk bertemu dengan violetta.
Setahu Clara, di dalam cerita Clara dan Violetta bersahabat sebelum menjadi musuh, itu semua hanya karena Clara yang jahat tidak terima jika violetta yang dipilih oleh Arthur.
“kalau rencana perjodohan berjalan apa yang harus aku lakukan? Apa mengikuti scenario novelnya?” gumam clara sendiri saat sedang memikirkan tentang novel yang dia baca.
“Clara kenapa kamu bengong di depan cermin begitu sayang?” tegur mommy Quenby, memang saat ini posisi Clara sedang termenung menatap dirinya di depan cermin.
Clara nyengir dan tertawa kecil melihat mommy nya, “habisnya clara cantik banget sih, keturunan siapa sih clara” canda clara. Dirinya yang dahulu kala sangat ceria dan lucu, suka bercanda kini telah kembali, tidak ada lagi masa kelam karena kehilangan keluarga dan tidak ada penghianatan, clara mulai terbiasa dengan keluarga barunya, dia yang merindukan pelukan dan kasih sayang orang tua kini kembali bisa merasakan itu semua.
“Apaan sih, cepat sarapan nanti telat ke sekolahnya” ujar mommy Quenby lalu berlalu melewati kamar Clara.
.
Clara memegang jantungnya yang berdetak cepat saat memegangi pintu kelasnya. Setelah mengambil nafas panjang selama beberapa kali clara baru memberanikan diri membuka pintu kelasnya.
Begitu membuka clara bisa tau siapa tokoh utama yang ada dalam cerita itu, dia cantik tapi entah kenapa clara merasa ada yang berbeda darinya.
“Hai clara, akhirnya lo masuk sekolah juga” sapa salah satu teman clara yang tidak tau siapa namanya.
Clara hanya tersenyum membaca nama yang tertera di dada nya, untuk konfirmasi novel yang clara baca adalah novel Indonesia, jadi sudah pasti ada beberapa orang yang menggunakan nama Indonesia dan bahasa Indonesia yang sudah lama tidak clara dengar.
“Sumpah lo hilang ingatan?! Gue awalnya gak percaya pas dengar dari vio kalau lo hilang ingatan, itu mah gue kira Cuma ada di novel novel mana ada di dunia nyata, jadi apa aja yang lo lupain ra?” tanya siska penasaran.
Clara masih tegak sambil melihat ke kiri dan kanan mencari kursi yang tidak ada tas atau kosong.
“Lo duduk di sebelah Vio, clara” tunjuk siska.
“Ohh, makasih” ucap clara tulus, ‘kenapa violet diam saja sejak tadi ya? Kenapa dia tidak berbicara apapun seperti menyapa atau hal lainnya, setahuku violet itu orangnya baik, ramah, ceria, dan natural’ batin clara. Natural disini adalah kecantikannya, dikatakan dalam novel kalau Violetta itu tidak suka berdandan tapi sekarang violetta yang ada dihadapannya berdandan sedikit tebal, bawaannya lebih mirip seperti clara di dalam cerita, clara memang cantik tapi tidak terlihat alami dan terkesan sombong.
“Sekarang gue yakin lo beneran hilang ingatan, terus lo juga lupa gak dengan pelajaran?” tanya siska lagi.
“Tidak kalau itu gue ingat, vio lo gak apa kan saat kecelakaan itu?” tanya Clara basa basi.
“Loh lo kok bisa ingat vio? Katanya hilang ingatan” seru siska disahuti oleh teman teman yang lain.
“hanya ingat sedikit sedikit, kebanyakan orang orang terdekat yang mulai aku ingat” elak clara.
“ohh jelas lah, kaliankan sudah kenal sejak tk, sudah pasti lo gak bakal lupain vio, kalian juga kecelakaannya sama sama, tumben kalian datang gak barengan?” tanya siska.
“ehh, gue takut clara canggung sama gue soalnya gue di kasih tau orang tuanya kalau dia hilang ingatan, maaf ya ra, besok mau ke sekolah ra?” tawar violetta.
“Gak usah deh seperti sekarang aja” tolak clara secara halus.
“Ngomong ngomong lo udah bisa ngikuti sekolah seperti biasa kan ra? Ulang tahun lo beberapa minggu lagi gak batal kan?” tanya violetta penasaran.
“Hmmm, sebenarnya batal, karena gue gak terlalu mau pesta yang meriah, jadi rayaain keluarga aja gue yang minta” jawab clara jujur, memang beberapa hari yang lalu ketika membicarakan tentang ulang tahun clara meminta orang tuanya membatalkan acara ulang tahunnya, lagi pula acara ulang tahun yang sangat meriah tidak cocok untuk dirinya.
“Apa lo bodoh banget sih ra!” umpat Violetta kesal.
“haa? Apa?” tanya balik Clara.
“Ck maaf gue kelepasan, maksudnya gue bisa datangkan ke acara ulang tahunnya walau Cuma acara kecil yang dihadiri keluarga” ujar violetta.
“tentu aja dong, lo kan sahabat gue, pasti ikut” balas Clara walau dia sedikit bingung dengan cara bicara Violet, clara mengabaikan itu.
...🥤🥤🥤🥤🥤...
bonus pict
Clara
Violetta