
Clara memilih mengeluarkan kertas yang biasa dia kerjakan dari pada berdebat dengan Violetta. Walaupun sahabat, Clara sudah tidak mau seperti dulu lagi yang mengikuti apa yang sahabatnya ucapkan, bagi clara biarlah orang menganggap dia lemah dan terlihat bodoh tapi sebenarnya tidak ada yang tau seberapa kuat clara jika dia turun tangan dalam melakukan hal yang dia inginkan.
Violetta sendiri terlihat seperti sedang menahan amarahnya, gadis itu menarik bahu clara hingga telinga clara bisa berada didekat wajahnya, “dengan wajah yang kamu miliki, Arthur tidak akan jatuh cinta padamu” bisik violetta seperti sedang memberi peringatan pada Clara.
Clara dengan cepat menepis tangan Violetta, “aku tidak peduli, dia mau tetap bersamaku atau tidak” ucap Clara dengan tegas.
‘sepertinya cerita novel benar benar berubah, apa ini karena kedatanganku?’ batin clara.
Jawaban Clara semakin membuat violetta geram karena seharusnya clara akan terprovokasi dan berusaha menghancurkan violetta dengan cara membully gadis itu di sekolah dan mulai mengganggu hidup violetta, tapi clara malah bersikap acuh tak acuh, dia hanya sibuk menikmati kehidupannya sendiri.
‘kenapa seperti ini, apa karena sifat asli nya? Atau karena dia belum bertemu Arthur? Ya, itu pasti karena dia belum bertemu dengan Arthur, dia belum jatuh cinta pada Arthur karena aku menggagalkan pertemuan mereka, seharusnya kemarin aku membiarkan mereka bertemu, ahh tidak mereka tidak boleh bertemu, yang boleh bertemu pertama dengan Arthur adalah aku karena itu takdir Arthur akan menjadi milikku’ batin violetta.
“Ra, ini pesanan lo, hmmm… kalian berdua kenapa kok saling buang muka gini?” tanya siska heran.
Clara menggeleng sambil mengambil pesanannya, “gak ada, makasih ya” ucap clara tulus lalu balik menulis proposal penelitiannya, memang keluarganya melarang clara untuk menjual karyanya lagi, tapi clara hanya bersiap siap jika seandainya keluarganya membutuhkan bantuannya maka dia bisa langsung menjual proposal yang sudah dia buat.
“Sis, lo mau pindah tempat duduk dengan gue gak?” celetuk violetta.
“ehhh?” siska melihat clara yang hanya mengedikkan bahu dan tersenyum acuh dengan sikap violetta.
“mau gak? Atau gue cari orang lain?” tanya violetta sekali lagi.
“hmmm.. oke” siska secepatnya mengambil tas dan barang barangnya yang lain dan meletakkan di kursi milik violetta sementara violetta sudah lebih dulu tegak dan menunggu siska berkemas.
.
“lo bertengkar dengan violet?” bisik siska, dia takut clara tersinggung dengan ucapannya.
“enggak sih, dia aja yang merasa seperti itu” ucap clara pelan.
“gak apa kan gue di sini?” tanya siska lagi.
“gak masalah, duduk aja, itu juga bukan kursi milik gue” kekeh clara.
...🧉🧉🧉🧉🧉...
“Tuan muda, sepertinya kita tidak bisa menjemput nona clara” ujar johny saat menunggu clara di depan sekolahnya.
“kenapa lagi?!” Arthur segera menolehkan kepalanya dari berkas yang sedang dia baca.
“itu abang nona clara sudah menunggu di depan sekolahnya tuan, jadi sudah pasti nona akan pulang bersama abangnya” johny menunjuk pria tampan yang sedang duduk di motornya sambil bermain game.
“sialan” umpat Arthur kesal, “kita tunggu saja di sini, kita ikuti mereka dari belakang” tambah Arthur setelah bisa mengontrol emosinya.
Padahal hari ini dia sudah menggunakan mobil baru yang pasti tidak di kenali orang lain, tapi rencananya masih gagal karena abang clara sudah menunggu adiknya pulang sekolah.
“anak anak sekolah sudah pada pulang tuan” ucap johny.
“ya aku tau” gerutu Arthur. Padahal tadi dia ingin membuat kejutan pada clara dia ingin tau bagaimana reaksi clara begitu melihatnya, tapi sekarang dia malah kesal sendiri karena ada Daniel. “tu cowok enak banget nyentuh nyentuh pipi tunangan ku!” umpat Arthur kesal saat melihat clara sudah keluar dari sekolahnya.
Dan Daniel menarik dagu clara dan menyentuh pipi clara dan tertawa keras setelah itu, Arthur tidak tau apa yang dibicarakan tapi, dia iri pada Daniel yang bisa menyentuh clara sesuka hati dan tertawa lepas seperti itu.
“tuan~ dia adalah abang nona clara, sebaiknya anda jangan terlalu cemburu” peringat johny.
“berisik jangan menggangguku, pastikan saja jangan sampai kehilangan mereka” gerutu Arthur.
.
Clara baru keluar dari sekolahnya, violetta berjalan tepat di sebelahnya dan ada siska juga.
“bang Daniel!” pekik violetta tanpa sadar saat melihat Daniel menunggu clara di depan sekolah, sangking besarnya suara violetta, clara sampai terkejut dan melirik sekilas pada violetta.
“itu abang lo ra?” bisik siska.
“hmm.. gue duluan ya” ujar clara sambil berlari kecil mendekati abangnya.
“kenapa bang Daniel sebaik itu” gumam violetta pelan, gadis itu mengepalkan tangannya kesal melihat Daniel yang menjemput clara pulang sekolah.
.
Clara berlari kecil mendekati abangnya. “bang!” seru clara.
“kemari dulu” Daniel mengisyaratkan clara untuk mendekat padanya.
Dengan malas clara mendekat karena dia tau apa yang ingin Daniel lakukan padanya.
Daniel mengulum senyumnya dan mengangkat dagu clara, “masih aja ni mata panda muncul, berapa orang yang kamu buat pingsan hari ini” ledek Daniel, pria itu puas tertawa mengejek clara sejak tadi pagi, dan sekarang dia juga tertawa keras mengejek clara yang masih memiliki mata panda nya.
“berhenti mengejek bang! Mending ara pergi sendiri” umpat clara kesal.
“hahahha maaf dek, ayo cepat naik, peluk aja abang kalau mau tidur” kekeh Daniel.
“gak mau! Abang nyebelin” walau dia mengumpat kesal, tapi clara tetap naik dan memeluk pinggang abangnya dengan erat.
“hahahha pegangan yang kuat dek” perintah Daniel.
Mereka berdua melewati violetta yang menatap kesal kearah clara. Daniel yang memang tidak akrab dengan violetta hanya diam dan tidak menyapa sama sekali.
.
“bang, abang kenal dengan violetta?” teriak clara keras karena mereka sedang ada di jalan.
“apa?!” teriak Daniel lagi karena dia kurang mendengar suara clara.
“abang kenal violetta?!” ulang clara.
“temanmu kan? emang kenapa?!” teriak Daniel, yang dia tau violetta adalah sahabat clara.
“Abang dekat dengannya? Seperti punya hubungan?” tanya clara, karena dia penasaran tadi kenapa violetta memanggil abangnya, dan terlihat terkejut.
“apaan, biasa aja, Cuma sekedar tau aja, kamu kan dulu selalu iris ama kecantikan dia” ujar Daniel.
“ara? Ara iris ama vio?” tanya clara terkejut.
“ya, karena itu kamu sibuk ke salon terus buat mempercantik diri, abang lebih suka adik abang yang bermata panda dari pada yang suka pakai make up tebal” ledek Daniel.
Clara dengan cepat memukul punggung Daniel karena, pria itu kembali meledek dirinya, sebenarnya dulu mereka tidak sedekat sekarang, tapi sejak clara mulai berubah, Daniel mulai dekat dengannya, dia juga mulai sayang pada adiknya yang mulai berjalan ke arah yang baik, dulu clara sering pergi ke luar menghabiskan uang dan hanya tau cara menghabiskan uang dari pada menghasilkan uang.
...🍹🍹🍹🍹🍹...