The Reason I Became Villian

The Reason I Became Villian
20. Bertengkar


“tidak tau, aku tidak ingin memikirkan tentang cinta sementara percintaanku sendiri hancur, aku tidak berani untuk percaya pada pria, tapi kenapa aku tidak bisa tegas dengan diriku” suara clara terdengar dari rekaman yang baru diberikan johny begitu dia selesai mengantarkan clara dari rumahnya.


Arthur mengulum senyumnya mendengar ucapan clara. “dia tidak membenci ciumanku john, berarti aku bisa menciumnya lagi” gumam Arthur bahagia.


“saya sarankan jangan, nona clara akan marah jika anda mencium tanpa mengatakan maksud dari ciuman itu” larang johny.


Arthur menghela nafas kasar, “kau lagi lagi menghancurkan kebahagiaanku john!” pria itu menatap kesal johny asistennya yang selalu berkata jujur padanya.


“saya hanya memberi peringatan tuan, dilihat dari karakter nona clara, dia bukan wanita yang mudah memberikan ciumannya pada orang lain, tuan dengar sendiri dia mengatakan itu ciuman pertamanya, biasanya wanita seperti itu akan membenci pria yang hanya mengincar tubuhnya tuan” nasehat johny.


“cihhh, kau berkata seperti kau pandai saja mendapatkan hati wanita” sindir Arthur.


“maaf tuan, saya sudah 5 kali berpacaran dan tuan sama sekali belum pernah berpacaran jadi saya lebih berpengalaman dalam hal cinta dari pada anda tuan” ujar johny sambil menahan senyumnya.


“Woaahhhh sok karena sudah pernah pacaran beberapa kali! Apa hebatnya berpacaran berkali kali dan tidak menikah menikah” ledek Arthur.


“Setidaknya saya sudah bisa membaca hati wanita tuan, tidak seperti tuan yang mencium seseorang dan langsung meninggalkannya begitu saja tanpa penjelasan” balas Johny.


Arthur bengong mendengar ledekan asistennya itu, emang dia satu satunya asisten yang berani meledek tuan mudanya tanpa takut di pecat. Karena memang johny adalah asisten yang dia kenal sejak dia masih kecil, dia adalah anak dari asisten daddy nya yang memang di didik untuk menjadi asisten Arthur.


Johny juga adalah sahabat Arthur, seperti chris, dan hanya teman teman Arthur yang berani menghina pria itu secara langsung.


“Apa aku harus belajar seperti mu? Yang banyak berpacaran biar bisa membaca hati clara?” tanya Arthur pasrah, dia bingung menghadapi clara yang selalu menjauh darinya, apa jadinya kalau Arthur mengatakan bahwa dia adalah Arthur si tunangan yang mau dia hindari.


“tidak perlu tuan, anda hanya perlu menambah gaji saya dan saya akan mengajarkan bagaimana cara mendekati nona clara” ujar johny.


“Aku juga ikut partisipasi” celetuk chris dari arah pintu.


Arthur menatap kesal chris, “kenapa kau ikutan!”


“hahaha jangan marah bro, aku hanya menganggap clara seperti adik ipar, kan dia sudah menjadi milikmu” seru chris.


“kau menyukai dia aku tau itu” sindir Arthur.


“lalu, kalau aku menyukainya, kita tidak bisa berteman lagi? Liat johny tuan muda mu ini pikirannya terlalu sempit, aku sudah jelas jelas mengatakan menganggap tunangannya sebagai adik ipar dia terlalu pecemburuan” adu chris.


“Beneran gak pengen ngerebut clara dari aku?” tanya Arthur.


“”beneran serius,tapi kalau clara kamu buat menangis aku orang pertama yang akan merebutnya darimu” ujar chris tegas.


“tidak akan, aku tidak akan membuat dia menangis dan melepaskan dia” Arthur berteriak dengan keras seperti orang yang sedang menyatakan sumpah.


“Begitu dong, tapi gimana dengan wanita jadi jadian yang waktu itu datang dekati elo dan mengaku sebagai clara?” sindir Chris.


“ahhh benar juga” Arthur kini menoleh menatap johny, “apa kau sudah dapat dari mana dia mengetahui tentangku?” lanjut Arthur.


“Hanya ada dua kemungkinan tuan, pertama dia sendiri yang mencari tau tentang anda” ujar Johny.


Kening Arthur berkerut, “apa biodataku semudah itu di ketahui orang orang john? Kau lengah dengan pekerjaanmu hingga orang orang sudah mengetahui biodataku bahkan sampai mobil pribadiku mereka tau?” sindir Arthur.


Sebagai pewaris Stanley satu satunya, biodata Arthur memang sangat dirahasiakan, bahkan teman teman sekolah Arthur saja tidak tau kalau Arthur adalah pewaris perusahaan Stanley, chris saja baru mengetahui informasi tentang Arthur setelah lulus dari kuliah, Arthur mengajak pria itu untuk bekerja kepadanya sebagai peneliti.


Makanya Arthur sampai heran kenapa wanita itu bisa mengetahui namanya bahkan mobil pribadi miliknya pun wanita itu tau.


“lalu apa kemungkinan kedua?” tanya chris penasaran, karena tadi johny menyebutkan 2 kemungkinan.


“nona clara sendiri yang menceritakan tentang anda pada sahabatnya” ujar johny.


“clara saja tidak mengetahui tentangku! Bagaimana bisa!” bentak Arthur. “cari tau lagi, kalau bisa pesan mata mata untuk mengikuti wanita itu dan mencari tau tentangnya” perintah Arthur.


“baik tuan” angguk Johny.


“John, besok jual mobilku dan ganti dengan mobil baru, aku tidak ingin menggunakan mobil itu lagi” ujar Arthur.


“baik” angguk johny sekali lagi.


...🍷🍷🍷🍷🍷...


“Clara! Apa yang terjadi padamu!” pekik siska begitu melihat wajah clara.


“haaa??” clara menoleh dan menguap besar. “rasa terkejut mu sama saja seperti keluargaku” ujar clara.


“bagaimana gak terkejut, liat itu lingkaran hitam di mata, lo gak tidur atau terlalu banyak kerja?” seru siska.


Violetta yang melihat clara hanya tersenyum meremehkan, ‘pasti dia memikirkan tentang perjodohannya dengan Arthur, kasian bentar lagi perjodohan dia bakal batal dan Arthur akan menjadi milikku, tidak sia sia memiliki tubuh ini’ batin violetta.


“emang gak bisa tidur kemarin, tapi bukan karena kerjaan” ujar clara.


“karena apa?” tanya siska penasaran.


“rahasia” kekeh clara.


‘ini gara gara dion sialan, udah mikirin seharian ciumannya masih nempel dalam pikiran gue, tu cowok jahat banget buat gue jadi seperti ini, kenapa juga gue mikirin cowok, kan gue udah bertekad gak bakal jatuh hati dengan siapapun, kenapa juga ada cowok aneh yang gak pernah dibicarakan di novel’ batin clara.


“jahat banget sih ra, eh lo mau titip sesuatu gak? Gue mau ke kantin?” tanya siska.


“titip beli kopi kaleng di mesin minuman dong” ujar clara.


.


“Ra, lo gak tidur karena mikirin pertunangan elo ya?” bisik violetta.


“haa? Pertunangan?” beo clara.


“iya, lo mikirin tentang bagaimana pembatalan pertunangan ya?” lirih violetta dengan wajah sedih.


“enggak kok, gue gak peduli pertunangan gue lanjut atau batal” ujar clara.


Ekspresi violetta langsung terkejut mendengar pernyataan clara, “lo bilang lo mau biarkan Arthur jadi milik gue!” bentak violetta.


Clara mengacak rambutnya kesal, “lo kenapa sih vi, gue itu gak punya hak untuk membatalkan atau menahan Arthur, itu semua adalah keputusan dia, kalau dia memang menyukai lo, maka pertunangan kami akan langsung dia batalkan, jadi lo tenang aja, gue gak bakal bersikap jahat dengan menahan Arthur untuk bersama gue!” balas clara dengan sedikit berteriak, banyak mata yang menatap ke arah mereka mengira ada pertengkaran karena pria.


Tapi keduanya tidak lagi berdebat.


...🍸🍸🍸🍸🍸...