
Clara tersenyum senang karena berhasil ikut dengan suaminya ke kantor, sejak ketahuan tentang kehamilannya, seperti yang clara duga, tidak hanya suami bahkan mertua dan orang tuanya sangat mengatur dirinya, bukannya clara tidak senang karena diperhatikan dan dilimpahkan kasih sayang.
Tapi semua kasih sayang dan perhatian itu sangat berlebihan mengingat yang clara kandung adalah cucu pertama dari dua keluarga besar. Sangking belebihannya Arthur sampai di suruh pasang lift agar istrinya tidak perlu naik turun tangga, dan Arthur setuju saja. Untung saja clara berhasil mencegahnya, clara tidak suka rumah yang terlalu megah, dia suka rumah sederhana yang terlihat elegan dan klasik.
Karena kehamilannya mertua clara bahkan memberikan rumah mewah sebagai hadiah. Clara hanya bisa menerima itu dengan terpaksa, dia bilang akan memberikan itu untuk anak yang ada dalam perutnya.
Belum juga lahir anak dalam perutnya sudah sangat dimanjakan oleh seluruh anggota keluarga, entah jadi apa anak clara nanti begitu lahir.
“Yank ara mau itu!” saat berhenti di lampu merah mata ara tidak sengaja menatap penjual kaki lima yang berjualan di depan mall, wanita itu menunjuk ke arah penjual itu dengan mata berbinar binar.
Arthur menoleh dan melihat mall besar itu dengan wajah kebingungan, ‘ini dia istri ku mulai mengidam’ batin Arthur karena selama ini setiap clara mengidam yang mengabulkannya adalah orang tua atau mertuanya, sekarang adalah giliran dia untuk mengabulkan permintaan sang istri pikir Arthur. “Yakin mau itu sayang?”
“iya, gak boleh?” clara kembali menatap suaminya dengan menampilkan wajah sedihnya.
“nanti ya, sekarang tidak bisa” ujar Arthur dengan pelan.
“Kok gak bisa sekarang! Hhaaaahh yank~ ara mau itu sekarang!” protes clara kesal karena mobil mereka sudah kembali melaju meninggalkan penjual cireng kaki lima yang clara lihat tadi.
“Jangan marah gitu dong, nanti mas belikan” bujuk Arthur dengan sangat lembut, pria itu juga merangkul clara untuk memberikan pengertian pada istrinya.
Clara yang sedang dalam mood ibu hamil langsung menepis tangan Arthur karena sedang marah dengan sang suami, “jangan pegang pegang, sebelum ara dapat ara gak mau bicara dengan mas” gerutu clara.
“iya sayangku, sebentar lagi akan kamu dapatkan” ulang Arthur. Tapi clara tidak mau berbicara padanya bahkan dia sengaja menggeser duduknya mendekati pintu dan hanya menatap kearah jendela mobil saja.
.
Begitu sampai di kantor milik Arthur, clara langsung masuk ke dalam kamar rahasia milik Arthur untuk menghindari pria itu, Arthur hanya bisa menghela nafas panjang, dia sudah di beri peringatan oleh orang tua serta mertuanya, kalau mood ibu hamil itu sulit di tebak.
“john, segera beli mall XXX hari ini juga, bayar berapapun harga yang mereka tawarkan, pokoknya hari ini juga gedung mall itu sudah menjadi milik clara istriku” ujar Arthur.
“apa tuan? Apa anda tidak salah?” seru johny terkejut.
“tidak salah john! Pokoknya beli sekarang juga gedung mall itu, istriku mengidam memiliki mall” ulang Arthur.
Johny sampai membuka mulutnya tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengarkan, memang dia tau Arthur sanggup untuk membeli mall yang baru dia sebutkan, jelas keluarga Arthur itu termasuk kedalam jajaran 10 orang terkaya di dunia, jelas diindonesia sudah dipastikan dia nomor satunya.
“harus sekarang tuan?” ulang johny.
“iya harus sekarang, istriku sedang ngambek ini” gerutu Arthur.
Johny hanya bisa mengangguk pasrah dan segera mengurus pembelian gedung mall yang diinginkan dari istri tuan mudanya yang sedang hamil. “hebat hamil orang kaya mah beda, ngidamnya beli mall cuy, untung gue gak sekaya tuan muda” kekeh johny.
...🍵🍵🍵🍵🍵...
Clara terisak kecil di dalam kamar istirahat milik Arthur, kalau bersama orang tua dan mertuanya apapun yang dia inginkan pasti diberikan walau itu beli mie ayam kaki lima, sebenarnya clara tidak tau kalau mie ayam yang dibeli adalah buatan koki hanya saja dimasukkan ke dalam bungkus plastic seperti membeli di penjual kaki lima. Mana mau keluarganya memberi makanan tidak higienis untuk cucu pertama mereka. Selama clara tidak tau dan tertipu itu sudah cukup bagi mereka.
Clara akhirnya duduk dan menatap Arthur dengan terisak kecil, dia segera menengadahkan tangannya pada Arthur, “mana?” pintanya.
Arthur memberikan dokumen yang menyatakan gedung mall XXX sudah menjadi milik clara.
Clara mengernyit bingung, bukannya cireng yang dibelikan Arthur tapi kenapa kertas kertas yang diberikan padanya.
“udah kan, jangan nangis lagi coba lihat itu sudah jadi milik kamu sayangku” ujar Arthur sambil menghapus jejak air mata clara.
Dengan kebingungan clara membaca dokumen yang diberikan padanya, bukannya berhenti menangis, tapi tangisan clara semakin kencang saat membaca dokumen yang sudah ada di tangannya.
“Hikks hiks hiks”
“sayang kok tambah nangis, kamu bahagia ya mas mengabulkan keinginanmu?” tanya Arthur salah paham.
Clara melempar dokumen yang ada ditangannya dan semakin menangis kencang, “hiks hiks hiks ara tu maunya makan cireng yang ada di depan mall itu bukan mall nya!” pekik clara kesal.
“a-apa? Cireng? Apa itu sayang?” tanya Arthur kebingungan.
“huuuaaaaa” tangis clara semakin kencang.
“John! Johny!” teriak Arthur.
Dengan cepat johny masuk kedalam kamar rahasia Arthur. “ya tuan”.
“Apa itu cireng?” tanya Arthur bingung.
“Cireng itu sejenis snack atau jajanan kaki lima tuan” jelas johny, dia melirik istri bosnya yang menangis dan lembaran dokumen yang baru saja dia serahkan pada Arthur berada di lantai, sekarang dia mulai tau apa arti nyonya mudanya menangis.
“Ohh jadi bukan mall nya tapi kamu pengen makan cireng sayang, kenapa gak bilang dari tadi sama mas” tanya Arthur kebingungan.
Tangis clara semakin kencang akibat ucapan sang suami, padahal tadi dia jelas jelas menunjuk kearah pedang kaki lima itu, tapi mata Arthur malah tertuju pada mall yang berdiri di belakang pedang itu, dia tidak menyangka clara akan menunjuk pedagang kaki lima yang menjadi ngidamnya.
Entahlah apa memang salah clara yang hanya menunjuk atau salahkan otak Arthur yang terlalu berepektasi tinggi denga napa yang istrinya inginkan.
“John! Segera belikan cireng nya sekarang juga” perintah Arthur membuat clara berhenti menangis.
“15 menit” isak gadis itu.
“John, kau dengar itu dalam waktu 15 menit kalau tidak sampai ke sini cireng yang istriku inginkan, gajimu akan dipotong 1 juta setiap menit keterlambatanmu” ancam Arthur tegas.
Dengan kecepatan tinggi johny segera berlari meninggalkan ruangan Arthur, tidak ada waktu protes, karena dia tau tuan mudanya tidak akan memberikan keringanan, ‘udah disuruh belikan mall dalam waktu beberapa jam saja, sekarang diberi waktu untuk membeli cireng dalam waktu 15 menit emang nasib bawahan itu sangat menyedihkan’ jerit johny dalam hati.
...☕☕☕☕☕...