STUCK WITH MY-EX

STUCK WITH MY-EX
EXTRA PART 5


Cantika masih mencoba untuk mencerna apa yang terjadi, katanya kejutan ini gagal karena Nenek salah menelpon. Nenek seharusnya menelpon dua jam lagi, tapi Nenek baru bangun tidur dan melihat jarum panjang hingga salah mengartikan dan berakhir menelpon Cantika.


“Jadi, rumah ini untukmu dan Ares, Nak. Kau akan tinggal di sini nantinya bersama dengan Ares mengingat kalian memperlukan ruang sendiri. di sini, para pembantu akan berada di ruang bawah tanah. Jangan membayangkan itu penjara, semuanya terlihat cantik kok,” ucap Lily seperti itu.


Menjelaskan kenyataan kalau Ares memang sudah mempersiapkan kejutan ini cukup lama. Samuel juga terlihat di dalamnya. Dan kenyataan kalau keluarga Fernandez sudah ada di sini sejak dua hari yang lalu cukup membuat Cantika kaget. Ternyata selama ini mereka bersembunyi? Berhasil membuatnya merasa sedih dan senang di saat bersamaan.


“Ya ampun, kejutannya jadi kacau,” ucap Athena yang sekarang sedang mendekorasi ruangan dengan balon. Karena tanggung Cantika sudah mengetahuinya, jadi dilanjutkan saja untuk sesi foto.


“Maaf, Mom,” ucap Cantika yang mana membuat Lily kaget.


“Kenapa minta maaf? Ini kan memang kejutan jadi kau tidak tau apa apa.”


“Hmmm, aku pikir Ares benar benar selingkuh. Makannya kaget.”


“Mana ada aku selingkuh, Sayang,” ucap Ares ikut masuk ke dalam percakapan, padahal dirinya sedang disibukan dengan tugas mendekorasi. “Aku tidak akan pernah berani melakukannya, Cintaku. Kau saja aku kejar dengan mati matian, masa dengan tololnya aku melepaskanmu.”


Cantika tersipu malu mendengarnya. Rumah ini memang type idealnya sekali. Tidak terlalu luas, bangunannya pas dengan interior bergaya spanyol modern. Cantika suka. Apalagi bagian halaman depan dan belakang yang luas. Memungkinkan Aeri yang nantinya akan bermain di sana.


Ngomong ngomong, sekarang Aeri ada di tangan David dan Oma, bayi itu untungnya tidak rewel.


“Mommy akan menyiapkan makan malam dulu ya.”


“Biar Cantika bantu, Mom.”


“Tidak usah, Mommy juga akan menyuruh pelayan. Lebih baik kau pergi saja melakukan tour rumah.”


Mendengar kalimat tersebut, Ares langsung menghentikan pekerjaannya dan melangkah mendekati sang istri. “Ayo kita berkeliling, aku akan mengajakmu memperlihatkan bagian terindah dari rumah ini.”


“Ares, lakukan pekerjaanmu,” ucap Athena yang diabaikan. Dimana hal itu menjadi kesempatan untuk Samuel datang dan menggantikan pekerjaan Ares. Berhasil membuat Athena berdecak, lama lama dia kesal pada sosok yang terus mencoba mengejarnya itu.


Sementara, Cantika dan Ares melangkah ke lantai dua. Di sana ada tiga kamar, ruang bermain dan juga balkon yang terhubung dengan ruang keluarga. Jangan lupakan perpustakaan yang ada di sana juga.


“Kau suka?”


“Kapan kau mempersiapkan ini?”


“Sebenarnya sejak kita terus membicarakan tentang rumah, aku mulai mencatatnya dalam pikiran. Tentang apa saja yang kau suka dan tidak. Bahkan dengan lokasinya, ini lokasi yang sempurna bukan?”


“Sangat!” cantika memekik karenanya. “Ini semua adalah apa yang aku impikan dari rumah masa kecilku. Mana lokasinya dekat dengan Nenek, dekat dengan kantormu. Ah, Ares, aku mencintaimu,” ucap Cantika mencium bibir Ares ketika mereka sampai di kamar.


Ini puncaknya, kamar itu bertaburan mawar dan juga aroma yang wangi, Ares benar benar tau bagaimana cara merileks-an pikiran Cantika. “Berapa lama?”


“Sejak kita menikah, aku sudah mengincar rumah ini. kemudian merenovasinya secara perlahan, Sayang.”


“Dengan anak anak yang banyak?” tanya Ares memeluk Cantika dari belakang dengan tangan menelusup masuk mengelus perut sang istri.


Seketika, Cantika menepuknya dan berkata, “Ares, ini bahkan belum satu bulan.”


“Hmmm.” Menyembunyikan wajah di ceruk leher Cantika, frustasi di setiap dirinya punya kesempatan bagus bersama dengan Cantika tapi tidak bisa menuntaskannya.


“Kamar mandinya bagus, tidak ingin mencobanya?”


“Aku tidak ingin buang air.”


“Tapi bagian depanmu mengembung. Nanti kau jadi bahan ejekan orangtuamu. Mau?”


“Tidak,” ucapnya memilih melepaskan pelukan dan melangkah ke kamar mandi. Benar benar memperawani kamar mandi dengan cara yang berbeda.


“Aku akan menunggu di sini.” cantika duduk di bibir ranjang dan menikmati kamar yang akan dirinya huni.


***


Malam ini, Cantika dan Ares akan tidur di kamar baru mereka. meskipun belum resmi pindahan, tapi rasanya tidak nyaman jika meninggalkan semua keluarga Fernandez di rumah ini. apalagi Cantika memang ingin tidur di sini dan menikmati hunian barunya.


Sayangnya, Nenek dan Papanya memilih untuk pulang karena mereka memiliki hal lain untuk dikerjakan besok. “Kan dekat, nanti Nenek akan sering datang ke sini. jangan khawatir, isi kulkas kalian akan Nenek habiskan,” ucapnya seperti itu sebelum pulang bersama dengan Papanya.


Hal yang menakjubkan juga untuk Ares karena dia tidak akan terbangun malam ini. aeri berada bersama dengan kedua orangtuanya, bayi yang tidak rewel itu dengan sukarela tidur bersama dua orang tersebut. meninggalkan Cantika dan Ares untuk menikmati suasana baru.


Sungguh, ini yang Cantika impikan dimana atap kamarnya bisa dibuka dan menampilkan kaca transparan sebagai penghalang antara matanya juga bintang di angkasa. “Ares, kenapa harus ada kaca di sana?” tanya Cantika. “Bagaimana kalau kita menyingkirkannya?”


“Jangan bercanda. Kita tidak bisa melakukannya. Kalau nanti hujan dan kita sudah tidur, maka air akan mengguyur kita.”


“Ah, benar juga.” Cantika bergeser sedikit saat sang suami ikut berbaring di sampingnya. Ares memeluknya dengan erat saat Cantika terfokus pada pemandangan di atas sana. “Ares, aku mencintaimu.” Menjadi kalimat penutup sebelum Cantika benar benar terlelap.


Terkekeh mendengarnya, tidak lama kemudian Ares ikut memejamkan mata. Dia tidak perlu khawatir dengan Aeri yang mungkin terjaga, dia bersama dengan kedua orangtuanya. Karena kelelahan berfoto dan melakukan pesta kecil di rumah ini, Athena dan Oma juga tidur lebih dulu.


Alden? Anak itu hanya figuran saja. dia datang dan tidak banyak bicara. Yang terkadang membuat David khawatir kalau Alden akan lupa cara menggunakan mulut hingga tidak bicara lagi.


Keesokan harinya, Ares bangun tanpa keberadaan Cantika. Dia sudah terbiasa dengan hal ini. karena hari minggu, Ares tidak akan mandi buru buru. Dia keluar dari kamar dan melangkah ke lantai bawah mendapati Mommy nya dan Cantika sedang memasak. “Sebuah kemustahilan ada Athena di dapur,” ucapnya demikian.


Memilih mendekat ke pintu yang terhubung ke halaman belakang. Di sana, Ares melakukan peregangan otot sampai perutnya terasa bergejolak dan…. DUUUTTT! Dia kentut dengan keras.


Beberapa detik setelah Ares kentut, terdengar suara tangisan bayi. Sontak saja Ares membalikan badan dan baru menyadari keberadaan Aeri di belakangnya. “Astaga, sejak kapan bayi ini di sini?” tanya Ares panic. Ternyata sang anak sedang dijemur di sana.