Serangan Balik Wanita Dianggap Lemah

Serangan Balik Wanita Dianggap Lemah
Memenangkan Pertarungan


~BAB 16~


Malam hari ini terasa mencekam saat Kenard benar-benar membawa anggota geng untuk melawan pertarungan dengan kelompok Shakula, salah satu kelompok yang memasok barang-barang ke Eagle eye, mereka tidak menyerah selama ini walau kubu Black horses memberikan peringatan untuk tidak membantunya lagi.


Kelompok Shakule malam ini tidaklah sendiri mereka juga dibantu oleh kelompok-kelompok geng lainnya untuk melawan geng Black horses, yang dipimpin oleh Kenard.


Malam di langit kota Fouara kelabu, suara motor menderu dan tembakan berdesing bersahutan memecah kesunyian.


Wajah Kenard terlihat begitu dingin, sambil mengacungkan senjata ke arah para lawannya yang berusaha menyerang.


Mereka tergeletak tanpa daya di bawahnya. Dia terus saja maju tanpa henti.


“Kau segeralah obati lukanya! Jangan biarkan luka itu menjalar semakin parah!” pekiknya pada salah satu anak buahnya yang terluka.


“Baik Bos!”


Dia tak ingin mereka berkurang, hanya karena luka kecil yang diabaikan. Salah satu dari mereka langsung bergerak menurutinya, mengobati luka anak buah.


Melihat beberapa lawan terkapar di jalanan, semangat membara, Kenard memutuskan membawa anggotanya untuk menyerang beberapa base geng-geng kecil dengan kemampuan yang tidak biasa.


Seperti baterai yang setelah terisi penuh, mengalirkan sengatan listrik ke otot-otot tangan dengan keras menggenggam senjata, masuk ke dalam markas musuh.


Salah satu dari mereka maju tiba-tiba, menendang pistol di tangannya hingga terjatuh, kemudian melayangkan kepalan tinju ke wajah.


“Berani sekali kau memasuki area kami! Di sini terlarang untuk kelompok kalian!” teriak pria itu marah.


“Kau mencegahku, atau sedang mengajak bermain denganku?”


“Apa kau pikir, aku akan takut dengan ancamanmu?!”


Mata Kenard berkilat, memancar api kemarahan. Dengan cepat dia menggenggam tangan pria itu lalu memutar hingga membuatnya memekik kesakitan.


“Sudah kubilang, jangan mencoba bermain-main denganku!” ejeknya menyeringai sinis.


Dia menendang bagian perut berkali-kali hingga lawan terkapar tak berdaya. Setelahnya berjongkok mengambil senjata yang terjatuh di atas lantai.


Elliot berdiri melihat Kenard masuk ke dalam ruangan menyeringai. Dia menaikkan senjatanya menembak lurus ke arah pintu hingga memancing para musuh untuk mengepung ruangan tempat Kenard berada.


Suara tembakan saling bersahutan. Tak lama setelahnya Kenard keluar dengan keadaan baik-baik saja.


Dia berhasil menaklukkan anggota geng yang berkontribusi besar.


Elliot berdecak kesal sebab sudah melakukan sesuatu untuk menjebak Kenard, tapi lelaki itu lolos, justru memenangkan pertarungan.


Mau tak mau Elliot berjalan seperti pecundang di belakang Kenard, ikut bersorak atas kemenangan mereka. Semua anggota Black Horses menaiki kendaraan mereka.


Sudah seperti selayaknya sedang mengadakan konvoi di jalanan. Suara menderu menguasai jalanan bagai kuda hitam berlari cepat.


...


Kabar kemenangan geng mereka yang dipimpin Kenard, telah sampai ke telinga Dominic.


“Kenard berhasil memenangkan pertarungan dengan kelompok Shakule, Tuan Dom. Mereka sekarang tunduk dengan kita,” ucap Shane mengirim kabar baik.


Dominic yang sedang mengelap senjata laras pendek di tangannya itu pun seketika berhenti.


Dia menarik bibir lebar tersenyum bahagia. “Ini berita yang sangat bagus, aku semakin bangga padanya,” ucapnya.


Shane ikut tersenyum senang lihat sang tuan senang.


“Baik Tuan Dom.” Shane mengangguk patuh kemudian menyampaikan perintah.


Kenard yang masih lusuh mengenakan kemeja biru gelap tiga kancing atas terbuka, dibalut dengan jaket hitam menemui ketua Black horses, dia duduk di sofa berseberangan dengan posisi Dominic yang kini sedang memegang gelas berisi minuman anggur.


Dominic memberikan satu gelas lagi pada Kenard. Dia mengajak anak buahnya itu bersulang, sebagai mengekspresikan rasa bahagia karena kemenangannya.


“Melihatmu kembali dan jadi pemenang, aku sangat senang, Kenard. Kemampuanmu dalam pertarungan memang tak bisa diragukan lagi.”


Kenard tersenyum sambil menundukkan pandangannya mendengar pujian. Kemudian menyesap anggur di gelas.


“Xavia tidak salah, telah memilihmu sebagai pemimpin geng.”


Kenard semakin tersipu di hadapan Dominic. Di dalam ruangan itu mereka anggur dan begitu pun di luar.


“Kenard, maksudku memanggilmu dirimu ke sini adalah untuk menyampaikan kabar yang sudah kuputuskan. Aku ingin mengangkat posisimu, yang sebelumnya menjadi pengawal biasa, sekarang menjadi anggota penting Black Hores.”


“Terima kasih, Tuan Dom.” Kenard tersenyum samar.


Dia tahu baru saja telah naik jabatan menjadi orang penting dalam geng. Tapi Kenard merasa walau pun begitu, ia tetap merasa kurang di mata Diminic.


Keluar dari ruangan dia merasa belum puas dengan apa yang dia dapatkan hari ini. Kenard masih perlu meningkatkan posisinya lagi di hadapan Dominic hingga benar-benar diakui hebat.


Tiba-tiba tangan ramping milik Xavia memegang lengannya. Dia menghentikan langkah Kenard yang baru saja keluar dari ruangan.


“Selamat Kenard, kau memenangkan pertarungan lagi! Kau memang benar-benar jagoan kebanggaanku!” ucap Xavia bangga sambil menuntun Kenard berjalan ke taman belakang.


Di sana ada beberapa anak buah sedang merayakan kemenangan mereka.


Sedangkan di sudut taman dekat kolam renang, ada dua kursi terbuat dari besi terukir kosong, di tengah meja bundar warna putih itu ada dua gelas anggur beserta botol berwarna hijau masih bersegel.


Walau di dalam ruangan Dominic sebelumnya, Kenard sudah menyesap minuman, tentu saja dia tidak akan menolak keinginan Xavia.


Dia mengocok botol naik turun, kemudian membuka penutup botol hijau itu hingga menyemburkan soda.


Menuang ke dua gelas yang ada di meja setengahnya. Secara bersamaan dia dan Xavia mengambil.


“Ini untuk merayakan keberhasilanmu. Bersulang?” tanya Xavia.


“Bersulang!” Senyum Kenard terlihat mematikan saat mengangkat mempertemukan permukaan gelasnya bersulang dengan Xavia. Keduanya sama-sama menyesap minum sambil saling menatap.


“Aku sangat berterima kasih padamu, Xavia. Karena kau sudah memberikanku kesempatan untuk berkontribusi dalam pertarungan ini,” ucap Kenard.


Wajah Xavia yang putih berubah menjadi bersemu. Sambil mengangkat pandangan dia tersenyum senang.


“Kehebatanmu tidak bisa didefinisikan lagi, Kenard, kau sudah melebihi kata hebat di mataku, kau kebanggaan kelompok geng black horse,” puji Xavia.


Lagi-lagi membuat Kenard menunduk malu, dia kehabisan kata-kata karenanya.


“Xavia, karena aku sudah mememangkan pertarungan, Tuan Dominic telah memberiku kedudukan yang lebih tinggi. Lalu, bagaimana denganmu, apa kau tidak ingin mengapresiasi kemenanganku dengan memberikan hadiah?” tanya Kenard menggoda nona muda rumah itu


Alis Xavia terangkat satu sisi. “Memangnya hadiah apa yang kau mau? Aku akan berusaha memberikannya padamu, Kenard.” Xavia grogi sebab melihat tatapan Kenard yang berjalan ke arahnya terlihat berbeda.


Lelaki berdiri tepat di hadapannya hingga berjarak satu jengkal saja dengannya kemudian berkata pelan di samping telinga.


“Aku ingin kau memberikan hadiah, sebuah kecupan di sini.” Dengan tatapan menggoda dia menunjuk pipi sebelah kanan menunggu Xavia mendaratkan kecupan di sana.


Xavia terdiam sambil gelisah, tatapannya tak tentu arah melihat objek di sekelilingnya. Kenard menjadi khawatir, apakah Xavia akan menolaknya?